Rabu, 02 Mei 2012

Adab bertetangga cara Rasulullah

Tetangga adalah orang
pertama yang mengetahui dan merasakan
kebaikan juga gangguan kita. Karena itu,
adab mulia bertetangga sangat ditekankan
dalam syariat Islam. Tetangga bisa saja
orang yang pintu rumahnya paling dekat
dengan kita atau orang yang jauh rumahnya dengan kita,
tetapi paling banyak tahu dengan kondisi-kondisi keseharian
kita. Dalam syariat Islam, memenuhi hak tetangga karena
kedekatan pintu rumah lebih diutamakan ketimbang yang
jauh.
Dari Aisyah, dia berkata: "Wahai Rasulullah, saya memiliki
dua tetangga, lalu manakah yang lebih aku beri hadiah
terlebih dahulu?'' Beliau menjawab: "Yang lebih dekat
dengan pintu rumahmu.'' (HR Bukhari-5561)
Begitu pentingnya memuliakan tetangga, sampai-sampai
Jibril mewasiatkan secara khusus tentang hal itu. Dari
Aisyah, Nabi SAW bersabda: "Jibril senantiasa
mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga
sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan
harta waris.'' (HR Bukhari-5555)
Adab Islam menganjurkan untuk memberi perhatian kepada
tetangga dan jangan melalaikan perhatian kepada mereka.
Nabi SAW bersabda: "Wahai para wanita Muslimah,
janganlah antara tetangga yang satu dan lainnya saling
meremehkan walaupun hanya dengan memberi kaki
kambing.'' (HR Bukhari-5558). Sekecil apa pun pemberian
untuk menunjukkan perhatian dan kebersamaan sosial tidak
boleh dianggap ringan walaupun pemberian itu hanya
sekadar kaki kambing.
Islam menetapkan bahwa siapa yang mengaku beriman
kepada Allah dan hari akhir, janganlah mengganggu
tetangganya. Islam juga menegaskan betapa berdosanya
seseorang yang tetangganya tak merasa aman dari
gangguannya. Dari Abu Syuraih bahwasanya Nabi SAW
bersabda: "Demi Allah, tidak beriman, demi Allah tidak
beriman, demi Allah tidak beriman.'' Ditanyakan kepada
beliau: "Siapa yang tidak beriman wahai Rasulullah?'' Beliau
bersabda: "Yaitu, orang yang tetangganya tidak merasa
aman dengan gangguannya.'' (HR Bukhari-5557)
Islam juga menganjurkan untuk memberikan kelapangan
bagi tetangga dan memperhatikan hal-hal kecil yang
menjadi kebutuhan tetangga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah
SAW bersabda: "Janganlah seseorang melarang tetangganya
untuk menyandarkan kayunya di dinding rumahnya.''
Kemudian, Abu Hurairah RA berkata: "Jangan sampai aku
lihat kalian menolak ketentuan hukum ini. Demi Allah, kalau
sampai terjadi, akan aku lempar kayu-kayu itu menimpa
pundak-pundak kalian.'' (HR Bukhari-2283).
Wallahu a'lam bish shawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar