Rabu, 01 Agustus 2012

Kapan kita sejahtera

alau kita ajukan pertanyaan tersebut di atas kepada
pemerintah negeri ini – khususnya via departemen
sosial – maka jawabannya sudah muncul di harian
Republika hari ini ( 16/07/12) dalam salah satu judul berita
di halaman ke 2 “Indonesia Target Sejahtera 2025”.
Pertanyaan berikutnya dari rakyat yang awam kayak kita-
kita adalah ; “kok lama buanget ya ? ” ; “Apakah rakyat
sabar menunggu janji sejahtera pada tahun 2025 ? ” ;
“Apakah tidak mungkin dipercepat ? ” ; “ mengapa tidak 2
tahun lagi sejahtera ? ” dan segudang pertanyaan lain yang
wajar untuk diajukan oleh rakyat yang sudah kelamaan
menderita.
Saya mungkin bukan ahlinya dibidang mensejahterakan
rakyat ini, tetapi sebagai orang awam yang pernah
membaca sejarah Umar bin Abdul Aziz dan sangat
menyukai sebaik-baik cerita di Al-Qur’an (karena Allah
sendiri yang menyebutnya demikian di QS 12 :3), saya
berpendapat kesejahteraan itu mestinya bisa dibangun
dalam rentang waktu antara 2 tahun sampai 7 tahun.
Mengapa demikian ?, karena ada contoh untuk keduanya.
Contoh pertama yang bisa mensejahterakan rakyat dalam
2.5 tahun adalah contoh yang sangat valid dari suatu masa
kekhalifahan yang oleh para ahli sejarah Islam disebut
Khalifaur Rasyidin ke 5, Khalifah-nya adalah khalifah Umar
II yaitu Umar bin Abdul Aziz.
Contoh kedua adalah contoh negeri yang selamat dari
‘krisis global’ pada zamannya, negeri yang makmur ketika
negeri-negeri tetangganya paceklik - melalui persiapan
bercocok tanam secara sungguh-sungguh selama 7 tahun.
Contoh kedua ini bisa kita baca dari sebaik-baik cerita
tersebut di atas khususnya mulai QS 12 : 47.
Maka ini seperti ujian di kampus tetapi ujiannya boleh buka
buku (open book). Soalnya sangat sulit dijawab, tetapi
semua jawabannya ada di buku. Maka untuk mengerjakan
pertanyaan yang sulit “bagaimana dan kapan rakyat akan
sejahtera ? ” tinggal kita ubek-ubek buku-buku tersebut.
Dari kisah Umar bin Abdul Aziz kita peroleh banyak
jawaban untuk mensejahterakan rakyat hanya dalam
tempo 2.5 tahun pemerintahannya. Antara lain dengan
keadilan dan kesederhanaannya-lah dia bisa membawa
rakyatnya pada tingkat kesejahteraan yang luar biasa.
Indikasinya adalah dana zakat yang sampai harus
diumumkan untuk bisa menemukan siapa yang masih
membutuhkan dana zakat saat itu. Pemimpin yang bergaji
hanya 60 Dirham per bulan (sekarang sekitar Rp 4.2 juta) –
karena mementingkan rakyatnya – bukan dirinya sendiri.
Dari kisah nabi Yusuf ‘Alaihi Salam, pelajarannya adalah
negeri akan bisa sejahtera dalam tujuh tahun bila rakyat
bisa digerakkan untuk secara sungguh-sungguh bercocok
tanam – melebihi apa yang dibutuhkannya untuk konsumsi
saat itu.
Lantas kita tinggal mengkombinasikan dua contoh jawaban
tersebut menjadi satu solusi atau jawaban atas pertanyaan
“bagaimana dan kapan rakyat akan sejahtera ? ”. Dengan
kombinasi pemimpin yang adil dan sederhana dengan
rakyat yang difasilitasi untuk bisa bekerja keras ‘bercocok
tanam’ – maka itulah insyaallah jawabanya untuk sejahtera
– tidak pakai lama.
Bagi Anda yang PD dan memenuhi syarat seperti Umar bin
Abdul Aziz atau seperti nabi Yusuf ‘Alaihi Salam yang
Qowiyyun Amin – silahkan kalau Anda mau memimpin
negeri ini – insyaallah negeri ini akan bisa makmur dibawah
kepemimpinan Anda. Tetapi bila tidak yakin memenuhi
syarat – jangan coba-coba karena kepemimpinan itu
amanah – dan amanah pasti dimintai pertanggung
jawabannya.
Tetap menjadi orang kebanyakan seperti kita-kita-pun
tidak kurang peluangnya untuk bisa ikut mensejahterakan
rakyat, yaitu melalui kerja keras kita untuk secara sungguh-
sungguh ‘bercocok tanam’ untuk memberikan hasil yang
lebih dari sekedar mencukupi kebutuhan kita sendiri.
Maka saya merindukan untuk hadirnya seorang pemimpin
yang dengan PD (Percaya Diri) bisa memberikan kabar baik
ke rakyat “ bahwa kita akan sejahtera dalam dua tahun ini,
atau selambat-lambatnya 7 tahun kedepan ! ”. kemudian
pemimpin tersebut juga mampu ‘membakar semangat
rakyat’ untuk kerja keras bersama-sama memwujudkan
target kesejahteraan tersebut !.
Bila kerinduan ini terjawab, insyaallah kita bisa sejahtera
tahun 2014 (masih dalam pemerintahan sekarang) atau
selambatnya 2019 (akhir masa pemerintahan berikutnya ).
Amin.
m.iqbal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar