Rabu, 22 Februari 2012

Setiap hari dari harimu adalah Istimewa

ahabatku membuka laci tempat istrinya
menyimpan
pakaian dalam dan membuka
bungkusan berbahan sutra
"Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan
yang
asing lagi". Dia membuka kotak itu dan
memandang
pakaian dalam sutra serta kotaknya.
"Istriku
mendapatkan ini ketika pertama kali
kami pergi ke New
York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak
pernah
mengeluarkan bungkusan ini. Karena
menurut dia, hanya
akan digunakan untuk kesempatan yang
istimewa.
Dia melangkah dekat tempat tidur dan
meletakkan
bungkusan hadiah didekat pakaian yang
dia pakai ketika
pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja
meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata :
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU
UNTUK KESEMPATAN
ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU
ADALAH KESEMPATAN
YANG ISTIMEWA !"
Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu
akhirnya
mengubah hidupku. Sekarang aku lebih
banyak membaca
dan mengurangi bersih-bersih. Aku
duduk di sofa tanpa
khawatir tentang apapun. Aku
meluangkan waktu lebih
banyak bersama keluargaku dan
mengurangi waktu
bekerjaku. Aku mengerti bahwa
kehidupan seharusnya
menjadi sumber pengalaman supaya
bisa hidup, tidak
semata-mata supaya bisa survive
(bertahan hidup) saja.
Aku tidak berlama-lama menyimpan
sesuatu. Aku
menggunakan gelas-gelas kristal setiap
hari. Aku akan
mengenakan pakaian baru untuk pergi
ke Supermarket,
jika aku menyukainya. Aku tidak
menyimpan parfum
specialku untuk kesempatan istimewa,
aku
menggunakannya kemanapun aku
menginginkannya.
Kata-kata "Suatu hari " dan Satu saat
nanti
....."sudah lenyap dari kamusku. Jika
dengan melihat,
mendengar dan melakukan sesuatu
ternyata bisa menjadi
berharga, aku ingin melihat, mendengar
atau
melakukannya sekarang.
Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh
istri temanku
apabila dia tahu dia tidak akan ada di
sana pagi
berikutnya, ini yang tak seorangpun
mampu
mengatakannya. Aku berpikir, dia
mungkin sedang
menelepon rekan-rekannya serta
sahabat terdekatnya.
Barangkali juga dia menelpon teman
lama untuk berdamai
atas perselisihan yang pernah mereka
lakukan. Aku suka
berpikir bahwa dia mungkin pergi makan
Martabak
Spesial, makanan favoritnya. Semua ini
adalah hal-hal
kecil yang mungkin akan aku sesali jika
tak aku
lakukan, jika aku tahu waktu sudah
dekat.
Aku akan menyesalinya, karena aku tidak
akan lebih
lama lagi melihat teman-teman yang
akan aku temui,
juga surat-surat yang ingin aku tulis
Suatu hari
nanti". Aku akan menyesal ! dan merasa
sedih, karena
aku tidak sempat mengatakan betapa
aku mencintai
orangtuaku, saudara-saudaraku dan
teman2ku.
Sekarang, aku mencoba untuk tidak
menunda atau
menyimpan apapun yang bisa
membuatku tertawa dan bisa
membuatku menikmati hidup. Dan,
setiap pagi, aku
berkata kepada diriku sendiri bahwa hari
ini akan
menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap
jam, setiap
menit, adalah istimewa.
Apabila kamu mendapatkan pesan ini,
itu karena
seseorang peduli padamu, dan karena
mungkin ada
seseorang yang kamu pedulikan. Jika
kamu terlalu sibuk
untuk mengirimkan pesan ini kepada
orang lain dan kamu
berkata kepada dirimu sendiri bahwa
kamu akan
mengirimkannya "Suatu saat nanti",
ingatlah bahwa
"Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan
mungkin tidak
akan pernah datang .

Aku menangis untuk adikku 6x

ku dilahirkan di sebuah dusun
pegunungan yang sangat terpencil. Hari
demihari, orang tuaku membajak tanah
kering kuning, dan punggung
merekamenghadap ke langit.Aku
mempunyai seorang adik, tiga tahun
lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah
sapu tangan yang mana semua gadis
disekelilingku kelihatannya
membawanya, Aku mencuri lima puluh
sen dari laciayahku. Ayah segera
menyadarinya. Beliau membuat adikku
dan aku berlutut didepan tembok,
dengan sebuah tongkat bambu di
tangannya.:
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau
bertanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk
berbicara. Ayah tidak mendengar siapa
punmengaku, jadi Beliau mengatakan :
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua
layak dipukul!".
Dia mengangkat tongkat bambu itu
tingi-tinggi. Tiba-tiba,
adikkumencengkeram tangannya dan
berkata :
"Ayah, aku yang melakukannya! ".
Tongkat panjang itu menghantam
punggung adikku bertubi-tubi. Ayah
begitumarahnya sehingga ia terus
menerus mencambukinya sampai Beliau
kehabisannafas. Sesudahnya, Beliau
duduk di atas ranjang batu bata kami
danmemarahi,:
"Kamu sudah belajar mencuri dari
rumah sekarang, hal memalukan apa
lagi yangakan kamu lakukan di masa
mendatang? ... Kamu layak dipukul
sampai mati!Kamu pencuri tidak tahu
malu!".
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku
dalam pelukan kami. Tubuhnya
penuhdengan luka, tetapi ia tidak
menitikkan air mata setetes pun. Di
pertengahanmalam itu, saya tiba-tiba
mulai menangis meraung-raung. Adikku
menutupmulutku dengan tangan
kecilnya dan berkata :
"Kak, jangan menangis lagi sekarang.
Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku
karena tidak memiliki cukup
keberanianuntuk maju mengaku.
Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden
tersebut masihkelihatan seperti baru
kemarin. Aku tidak pernah akan lupa
tampang adikkuketika ia melindungiku.
Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku
berusia 11.Ketika adikku berada pada
tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk
masuk keSMA di pusat kabupaten. Pada
saat yang sama, saya diterima untuk
masuk kesebuah universitas propinsi.
Malam itu, ayah berjongkok di
halaman,menghisap rokok
tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya
mendengarnyamemberengut :"Kedua
anak kita memberikan hasil yang begitu
baik...hasil yang begitubaik..."
Ibu mengusap air matanya yang
mengalir dan menghela nafas. Sambil
berkata :
"Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita
bisa membiayai keduanya sekaligus?".
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke
hadapan ayah dan berkata :
"Ayah, saya tidak mau melanjutkan
sekolah lagi, telah cukup membaca
banyakbuku."
Ayah mengayunkan tangannya dan
memukul adikku pada wajahnya sambil
berkata :
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang
begitu keparat lemahnya?. Bahkan
jikaberarti saya mesti mengemis di
jalanan saya akan menyekolahkan kamu
berduasampai selesai!".
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap
rumah di dusun itu untuk
meminjamuang. Aku menjulurkan
tanganku selembut yang aku bisa ke
muka adikku yangmembengkak, dan
berkata :
"Seorang anak laki-laki harus
meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia
tidakakan pernah meninggalkan jurang
kemiskinan ini.".
Aku, sebaliknya, telah memutuskan
untuk tidak lagi meneruskan
keuniversitas. Siapa sangka keesokan
harinya, sebelum subuh datang,
adikkumeninggalkan rumah dengan
beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit
kacangyang sudah mengering. Dia
menyelinap ke samping ranjangku dan
meninggalkansecarik kertas di atas
bantalku:
"Kak, masuk ke universitas tidaklah
mudah. Saya akan pergi mencari kerja
danmengirimu uang.".
Aku memegang kertas tersebut di atas
tempat tidurku, dan menangis dengan
airmata bercucuran sampai suaraku
hilang. Tahun itu, adikku berusia 17
tahun.Aku 20. Dengan uang yang ayahku
pinjam dari seluruh dusun, dan uang
yangadikku hasilkan dari mengangkut
semen pada punggungnya di lokasi
konstruksi,aku akhirnya sampai ke tahun
ketiga (di universitas) . Suatu hari,
akusedang belajar di kamarku, ketika
teman sekamarku masuk dan
memberitahukan :
" Ada seorang penduduk dusun
menunggumu di luar sana !".
Mengapa ada seorang penduduk dusun
mencariku? Aku berjalan keluar,
danmelihat adikku dari jauh, seluruh
badannya kotor tertutup debu semen
danpasir. Aku menanyakannya, :
"Mengapa kamu tidak bilang pada teman
sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat
bagaimana penampilanku. Apa yang
akan merekapikir jika mereka tahu saya
adalah adikmu? Apa mereka tidak
akanmenertawakanmu? "
Aku merasa terenyuh, dan air mata
memenuhi mataku. Aku menyapu debu-
debudari adikku semuanya, dan tersekat-
sekat dalam kata-kataku :
"Aku tidak perduli omongan siapa pun!
Kamu adalah adikku apa pun juga!
Kamuadalah adikku bagaimana pun
penampilanmu. ..".
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah
jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Iamemakaikannya kepadaku, dan terus
menjelaskan :
"Saya melihat semua gadis kota
memakainya. Jadi saya pikir kamu juga
harusmemiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama
lagi. Aku menarik adikku ke
dalampelukanku dan menangis dan
menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku
23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke
rumah, kaca jendela yang pecah
telahdiganti, dan kelihatan bersih di
mana-mana. Setelah pacarku pulang,
akumenari seperti gadis kecil di depan
ibuku. "Bu, ibu tidak perlu
menghabiskanbegitu banyak waktu
untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi
katanya, sambiltersenyum :
"Itu adalah adikmu yang pulang awal
untuk membersihkan rumah ini.
Tidakkahkamu melihat luka pada
tangannya? Ia terluka ketika memasang
kaca jendelabaru itu..".
Aku masuk ke dalam ruangan kecil
adikku. Melihat mukanya yang kurus,
seratusjarum terasa menusukku. Aku
mengoleskan sedikit saleb pada lukanya
danmebalut lukanya.aku bertanya :
"Apakah itu sakit?".
"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika
saya bekerja di lokasi konstruksi,batu-
batu berjatuhan pada kakiku setiap
waktu. Bahkan itu tidakmenghentikanku
bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia
berhenti.
Aku membalikkan tubuhku
memunggunginya, dan air mata
mengalir deras turun kewajahku. Tahun
itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota .
Banyak kali suamiku dan
akumengundang orang tuaku untuk
datang dan tinggal bersama kami, tetapi
merekatidak pernah mau. Mereka
mengatakan, sekali meninggalkan
dusun, mereka tidakakan tahu harus
mengerjakan apa. Adikku tidak setuju
juga, mengatakan :
"Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan
menjaga ibu dan ayah di sini."
Suamiku menjadi direktur pabriknya.
Kami menginginkan adikku
mendapatkanpekerjaan sebagai manajer
pada departemen pemeliharaan. Tetapi
adikkumenolak tawaran tersebut. Ia
bersikeras memulai bekerja sebagai
pekerjareparasi.
Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga
untuk memperbaiki sebuah kabel,ketika
ia mendapat sengatan listrik, dan masuk
rumah sakit. Suamiku dan akupergi
menjenguknya. Melihat gips putih pada
kakinya, saya menggerutu :
"Mengapa kamu menolak menjadi
manajer? Manajer tidak akan pernah
harusmelakukan sesuatu yang
berbahaya seperti ini. Lihat kamu
sekarang, luka yangbegitu serius.
Mengapa kamu tidak mau mendengar
kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada
wajahnya, ia membela keputusannya. :
"Pikirkan kakak ipar...ia baru saja jadi
direktur, dan saya hampir
tidakberpendidikan. Jika saya menjadi
manajer seperti itu, berita seperti
apayang akan dikirimkan?"
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan
kemudian keluar kata-kataku
yangsepatah-sepatah:
"Tapi kamu kurang pendidikan juga
karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?"
Adikku menggenggam tanganku. Tahun
itu,ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia
menikahi seorang gadis petani
daridusun itu. Dalam acara
pernikahannya, pembawa acara
perayaan itu bertanyakepadanya :
"Siapa yang paling kamu hormati dan
kasihi?".
Tanpa bahkan berpikir ia menjawab :
"Kakakku."
Ia melanjutkan dengan menceritakan
kembali sebuah kisah yang bahkan
tidakdapat kuingat :
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada
pada dusun yang berbeda. Setiaphari
kakakku dan saya berjalan selama dua
jam untuk pergi ke sekolah danpulang ke
rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu
dari sarung tanganku.Kakakku
memberikan satu dari kepunyaannya. Ia
hanya memakai satu saja danberjalan
sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah,
tangannya begitu gemetarankarena
cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak
dapat memegang sumpitnya.Sejak hari
itu, saya bersumpah, selama saya masih
hidup, saya akan menjagakakakku dan
baik kepadanya."
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu.
Semua tamu memalingkan
perhatiannyakepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar
bibirku akhirnya keluar juga :
"Dalam hidupku, orang yang paling aku
berterima kasih adalah adikku."
Dan dalam kesempatan yang paling
berbahagia ini, di depan kerumunan
perayaanini, air mata bercucuran turun
dari wajahku seperti sungai.

Segelas Susu

atu hari, seorang anak lelaki miskin
yang hidup darimenjual asongan dari
pintu ke pintu,
menemukan bahwa dikantongnya hanya
tersisa beberapasen uangnya, dan dia
sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk
meminta makanandari rumah
berikutnya.
Akan tetapi anak itu kehilangan
keberanian saatseorang wanita muda
membuka pintu rumah.
Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia
hanya beranimeminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan
berpikir bahwa anaklelaki tersebut
pastilah lapar,
oleh karena itu ia membawakan segelas
besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan
lambat, dan kemudianbertanya,
"berapa saya harus membayar untuk
segelas besar susuini ?"
Wanita itu menjawab:
"Kamu tidak perlu membayar apapun".
"Ibu kami mengajarkan untuk tidak
menerima bayaranuntuk kebaikan" kata
wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan
susunya danberkata :" Dari dalam hatiku
aku berterima kasih padaanda."
Sekian tahun kemudian, wanita muda
tersebut mengalamisakit yang sangat
kritis. Para dokter dikota itu sudahtidak
sanggup menganganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota
besar, dimanaterdapat dokter spesialis
yang mampu menanganipenyakit langka
tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk
melakukanpemeriksaan. Pada saat ia
mendengar nama kota asal siwanita
tersebut,
terbersit seberkas pancaran aneh pada
mata dokterKelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun
melalui hallrumahsakit, menuju kamar
si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia
menemui siwanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada
sekalipandang.Ia kemudian kembali ke
ruang konsultasi dan memutuskanuntuk
melakukan upaya terbaik
untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.
Mulai hari itu,Ia selalu memberikan
perhatian khusus pada kasuswanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang
panjang, akhirnyadiperoleh
kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!.
Dr. Kelly meminta bagian keuangan
rumah sakit untukmengirimkan seluruh
tagihan biaya pengobatan
kepadanyauntuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan
sesuatu padapojok atas lembar tagihan,
dan kemudian mengirimkannyake kamar
pasien.
Wanita itu takut untuk membuka
tagihan tersebut, iasangat yakin bahwa
ia tak akan mampu membayar
tagihantersebut walaupun harus dicicil
seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk
membaca tagihantersebut, dan ada
sesuatu yang menarik perhatiannyapada
pojok atas lembar tagihan tersebut.
Ia membaca tulisan yang berbunyi..
"Telah dibayar lunas dengan segelas
besar susu.."
tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri
matanya. Ia berdoa :"Tuhan, terima
kasih, bahwa cintamu telah
memenuhiseluruh bumi melalui hati dan
tangan manusia"

Beda CintA, suka n sayang

eda antar Cinta, Suka, dan Sayang
Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim
semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetap saja musim
dingin,hanya suasananya lebih undah
sedikit
Dihadapan orang yang kau cintai
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira
saja.
Apabila engkau melihat kepada mata
orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata
orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja
Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari
perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.
Jika orang yang kau cintai
menangis,engkaupun akan ikut
menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai
menangis,engkau hanya menghibur saja.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata
sedangkan rasa suka dimulai dari
telinga.
Jadi jika kau mau berhenti menyukai
seseorang,cukup dengan menutup
telingga,
Tapi apabila kau mencoba menutup
matamu dari orang yang kau cintai,cinta
itu
berubah menjadi tetesan air mata dan
terus tinggal dihatimu dalam jarak
waktu
yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta…
ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu
rasa saying…rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta.Rasa yang tidak
mudah
berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu
berkorban untuk orang yang kamu
sayangi.Mau
menderita demi kebahagiaan orang yang
kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi
sayang hanya ingin melihat orang yang
disayanginya bahagia….walaupun harus
kehilangan.
Untuk seseorang yang sedang jatuh
cinta….......

Confidence, Hope n Trust

CONFIDENCE
Once, all village people decided to pray for
rain. On the day of prayer,
all the people gathered but only one boy
came with an umbrella; that's
Confidence.

TRUST
Trust should be like the feeling of a one-
year-old baby. When you throw him
in the air, he laughs... because he knows
you will catch him; that's Trust.

HOPE
Every night we go to bed, we have no
assurance to get up alive in the next
morning but still we make plans for the
coming day; that's Hope.
ALWAYS MAINTAIN YOUR CONFIDENCE
HAVE SOME TRUST IN OTHERS
and NEVER LOSE HOPE!
Never regret a day in your life.
Good days give you happiness;
Bad days give you experiences;
Both are essential to life

17 hal yg harus di ingat

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus
dihindari (bingung), tapi HARUS
DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan
jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada
jalan keluarnya.
2. Menghadapi semua hal, tdk boleh
berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk
mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya.
Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya
bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain
lain.
3. Sudah dan senang semuanya
tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah
pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik -
baik. Jangan pikir yang jelek/negatif.
Selalu berpikir yang positif (baik).
4. Segala kesulitan/kesusahan akan
berakhir. sebesar apapun masalahnya
akan selesai juga dengan berjalannya
waktu. Seperti pepatah mengatakan :
TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.
5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari
sikap/prilaku, 15% baru ditentukan
ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup
ini sangat penting.
6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita
tdk perlu susah. Misalnya : sekarang
susahnya, selanjutnya pasti berubah
menjadi senang. sekarang ada orang
yang tdk senang pada kita, suatu saat
nanti akan baik juga.
7. Hukum karma, berarti berbuat baik
akan mendapat hasil baik dan
sebaliknya, seperti tanam padi, pasti
panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat
selalu berbuat (tanam) kebaikan agar
mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn
melakukan kejahatan. Dan jgn berharap
mendapat balasan dari perbuatan baik
kita!!!
8. Kesehatan asalah paling nomor satu
(berhaga). Jaga kesehatan kita dengan
olahraga, istirahat yang cukup dan
jangan makan sembarangan.
9. Hidup ini penuh dengan masalah/
persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu
TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/
TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar
dan tenaga untuk menghadapinya. itulah
kenyataan hidup yang harus dihadapi
oleh setiap manusia.
10. Masa depan seseorang sangat
tergantung pada sikap dan buku buku
yang dibaca. Jadi membaca sangat
penting dan menentukan masa depan
seseorang.
11. Jangan membicarakan kejelekan
orang lain, karena kita akan dinilai jelek
oleh orang yg mendengarkannya.
12. Pergaulan sangat penting dan
merupakan salah satu kunci sukses.
Boleh bergaul dengan orang jahat
maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/
JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN.
Lebih baik lagi apabila kita bisa
menuntun yang jahat ke jalan yang
benar.
13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar
dengan apapun juga. begitu juga dengan
budi orang2 yang telah membantu kita.
14. Setiap manusia memiliki kelebihan
dan kekurangan. Jadi jangan minder
dengan kekurangan kita. dan jangan iri
dengan kelebihan orang. HARGAILAH
DIRIMU APA ADANYA!!!\
15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN
(MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang
tdk berguna
dengan siapapun juga.
16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu
bersemangat, berusaha, disiplin, sabar,
bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang,
banyak berbuat baik serta tdk blh
berputus asa.
17. Jangan Menilai orang dari Harta
(kekayaan), penampilan ataupun kondisi
fisik. Semua orang itu SAMA!!

Mencapai potensi hidup yg maksimal

etiap orang mendambakan masa depan
yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial,
namun seringkali kita terbentur oleh
berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada
pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang
kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan
paradigma yang baru.
Ada 7 langkah agar kita mencapai
potensi hidup yang maksimal :
* Langkah pertama adalah perluas
wawasan. Anda harus memandang
kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu
sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental
yang jelas tentang apa yang akan Anda
raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari
dirimu, didalam benakmu, dalam
percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah
sadarmu, dalam perbuatanmu dan
dalam setiap
aspek kehidupanmu.
* Langkah ke dua adalah
mengembangkan gambar diri yang
sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa
yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat
tergantung pada bagaimana Anda
memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda
rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu
akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam
bertindak. Fakta menyatakan bahwa
Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa
yang Anda bayangkan mengenai dirimu
sendiri
* Langkah ke tiga adalah temukan
kekuatan dibalik pikiran dan
perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah
pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan
memanipulasi apa yang Anda pikirkan,
maka ia
akan berhasil mengendalikan dan
memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan
gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk
senantiasa menjaga pikiran.
* Langkah ke empat adalah lepaskan
masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan
segala yang tidak seorangpun patut
mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup
berkemenangan , Anda tidak boleh
memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk
membuat pilihan-pilihan yang buruk
saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan
masa lalu sebagai alasan atas sikap
burukmu
selama ini, atau membenarkan
tindakanmu untuk tidak mengampuni
seseorang.
* Langkah ke lima adalah temukan
kekuatan di dalam keadaan yang paling
buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja
terjatuh beberapa kali dalam hidup ini,
tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal
dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua
pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja
dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk
hidup
berkemenangan adalah belajar
bagaimana untuk bangkit lagi dari
dalam.
* Langkah ke enam adalah memberi
dengan sukacita. Salah satu tantangan
terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk
hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang
menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati
kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia
sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak
dalam prilaku mementingkan diri
sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami
lebih banyak sukacita dari yang pernah
dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan
orang lain.
* Langkah ke tujuh adalah memilih
untuk berbahagia hari ini. Anda tidak
harus menunggu
sampai semua persoalanmu
terselesaikan. Anda tidak harus
menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua
sasaranmu. Tuhan ingin Anda
berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !

( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup
yang maksimal by Joel Osteen)