Selasa, 10 April 2012

Mesin solusi n inovasi bernama GALAU

ekitar 10 tahun lalu badan kesehatan dunia WHO
mengungkapkan bahwa satu dari setiap empat orang
pernah mengalami gangguna kejiwaan dalam hidupnya.
Saya terus terang tidak tahu data perkembangannya
setelah itu, tetapi dugaan saya sendiri porsi orang yang
terkena gangguan ini kemungkinan besarnya tidak
berkurang. Beribu penyebab bisa membuat orang
terganggu kejiwaannya, oleh karenanya kita perlu
mengenal gejala awalnya supaya tidak menjadi korban satu
dari empat orang tersebut.
Salah satu gejala yang umum dari gangguan kejiwaan ini
dalam bahasa popular sekarang adalah ke-galau-an yang
dipelihara. Berbagai sebab bisa membuat hati dan
perasaan Anda galau, ini biasa saja. Tetapi bila ke-galau-an
tersebut terus terpelihara menghantui hidup Anda – maka
semakin besar peluang Anda untuk terganggu secara
kejiwaan.
Hal yang sebenarnya biasa berupa perasaan yang galau ini,
bila tidak diatasi segera akan bisa menjadi penyakit
kejiwaan yang serius. Sebaliknya, kegalauan juga banyak
sekali mendorong lahirnya karya-karya dan solusi agung
dari setiap permasalahan hidup manusia.
Bank-bank syariah dan industri keuangan syariah yang
nilainya semakin membesar baik di Indonesia maupun di
dunia misalnya, lahir dari kegalauan masyarakat pelaku
usaha atas system keuangan ribawi yang mengungkungi
kebutuhan transaksi finansial mereka.
GeraiDinar dan produk-produk/ ide-ide turunannya juga
lahir dari kegalauan terhadap uang kertas kita yang daya
belinya terus menurun dari waktu ke waktu. Program
pendidikan Kuttab Al-Fatih yang belum lama ini kami
launch penerimaan siswanya, lahir dari kegalauan melihat
system pendidikan yang ada ternyata tidak mampu
memberi bekal utama pada anak-anak kita yaitu bekal
Iman.
Jadi kegalauan adalah semacam dua sisi dari koin yang
sama, sisi satunya adalah bisa menjurus pada gangguan
kejiwaan bila tidak diatasi. Sisi lainnya bisa menjadi mesin
inovasi dan solusi yang sangat produktif.
Lantas bagaimana agar kegalauan Anda tidak menjadikan
Anda terganggu dari sisi kejiwaan tetapi malah menjadi
sangat inovatif melahirkan solusi-solusi ?. berikut adalah
beberapa diantara jalannya.
Pertama jangan mengumpat masalah, jangan menyalahkan
orang lain, jangan menyalahkan lingkungan. Mohonlah
perlindungan dan petunjuk kepada Allah semata – agar
segala kegalauan Anda tidak membahayakan Anda dan
agar diberiNya jalan keluar/solusi.
Diriwayatkan oleh Abu Tamimah Al-Hujaimi : “ Suatu hari
saya mengendarai keledai di belakang Rasulullah, keledai
saya mengadat, lalu saya berteriak ‘musnahlah setan’ Nabi
berkata ‘jangan bicara musnahlah setan, karena kalau
engkau bicara demikian setan akan merasa penting dan
tinggi, setan akan berkata ‘ aku perdaya dia dengan
kekuatanku’ , tetapi ucapkanlah ‘bismillah’ maka setan akan
merasa dipermalukan dan lebih kecil dari serangga’ ” (Sahih
at_Targhib wat_Tarhib).
Mengapa mengumpat terhadap ‘setan’ musuh kita yang
menjadi penyebab segala masalah dilarang ? karena itu
tidak menyelesaikan masalah dan hanya membuat ‘setan-
setan’ merasa berhasil dengan programnya. Demikian pula
segala problem yang membuat Anda galau, kegalauan
tidak akan sembuh bila yang dilakukan hanya mengumpat
dan menyalahkannya. Hanya dengan ‘Bismillah’ untuk
memulai alternatif solusi yang positif kegalauan akan
berbalik menjadi sumber inovasi dan solusi.
Kedua karena kegalauan itu menular sebagaimana penyakit
menular, maka dia juga harus dilawan dengan obat yang
efek penyembuhannya menular. Tiga hal yang bisa
dilakukan dalam kaitan dengan ini adalah beramal atau
berbuat secara istiqomah(tidak mudah tergoda/tertular
oleh kegaluan orang lain), berlaku seimbang dan
menebarkan kabar gembira. Dengan kabar gembira yang
Anda tebarkan insyaallah akan mengobati perasaan galau
lingkungan Anda sebagaimana air menyiram api yang
menjalar.
Bukan hanya itu, berbuat secara istiqomah, seimbang dan
menebarkan kabar gembira insyaAllah juga akan bisa
mendatangkan rakhmat dan ampunanNya. Hadits popular
ini yang menjadi dasar ‘kabar gembira’-nya.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ ‘Beramallah
sesuai sunnah (istiqomah) dan berlaku imbanglah, dan
berilah kabar gembira, sesungguhnya sesseorang tidak
akan masuk surge karena amalannya.’ Para sahabat
bertanya ‘ Begitu pula dengan engkau ya Rasulullah ?’
beliau bersabda : ‘begitu pula denganku, kecuali bila Allah
melimpahkan rahmatNya dan ampunanNya
kepadaku’ ” (Shahih Bukhari, No 5986).
Jadi kalau hati kita lagi galau, itu sebenarnya biasa. Menjadi
tidak biasa dan membawa celaka bila kita terus
menyalahkan pihak lain dan tidak mencari solusi.
Sebaliknya kegalauan bisa melahirkan solusi yang inovatif
bila disikapi dengan niat yang serius untuk Bismillah
mencari solusi, istiqomah dalam menempuh jalannya,
berimbang dalam menyikapi berbagai informasi dan terus
menebarkan kabar gembira.
Bayangkan bila kegalauan yang sekarang mewabah di
masyarakat melalui iklan-iklan dan berita-berita itu kini
menjadi sumber inspirasi nan inovatif solutif, masalah apa
lagi yang tidak bisa diselesaikan ?. InsyaAllah dengan
ijinNya semua menjadi bisa. InsyaAllah.

by muhaimin

Mesin solusi n inovasi bernama GALAU

ekitar 10 tahun lalu badan kesehatan dunia WHO
mengungkapkan bahwa satu dari setiap empat orang
pernah mengalami gangguna kejiwaan dalam hidupnya.
Saya terus terang tidak tahu data perkembangannya
setelah itu, tetapi dugaan saya sendiri porsi orang yang
terkena gangguan ini kemungkinan besarnya tidak
berkurang. Beribu penyebab bisa membuat orang
terganggu kejiwaannya, oleh karenanya kita perlu
mengenal gejala awalnya supaya tidak menjadi korban satu
dari empat orang tersebut.
Salah satu gejala yang umum dari gangguan kejiwaan ini
dalam bahasa popular sekarang adalah ke-galau-an yang
dipelihara. Berbagai sebab bisa membuat hati dan
perasaan Anda galau, ini biasa saja. Tetapi bila ke-galau-an
tersebut terus terpelihara menghantui hidup Anda – maka
semakin besar peluang Anda untuk terganggu secara
kejiwaan.
Hal yang sebenarnya biasa berupa perasaan yang galau ini,
bila tidak diatasi segera akan bisa menjadi penyakit
kejiwaan yang serius. Sebaliknya, kegalauan juga banyak
sekali mendorong lahirnya karya-karya dan solusi agung
dari setiap permasalahan hidup manusia.
Bank-bank syariah dan industri keuangan syariah yang
nilainya semakin membesar baik di Indonesia maupun di
dunia misalnya, lahir dari kegalauan masyarakat pelaku
usaha atas system keuangan ribawi yang mengungkungi
kebutuhan transaksi finansial mereka.
GeraiDinar dan produk-produk/ ide-ide turunannya juga
lahir dari kegalauan terhadap uang kertas kita yang daya
belinya terus menurun dari waktu ke waktu. Program
pendidikan Kuttab Al-Fatih yang belum lama ini kami
launch penerimaan siswanya, lahir dari kegalauan melihat
system pendidikan yang ada ternyata tidak mampu
memberi bekal utama pada anak-anak kita yaitu bekal
Iman.
Jadi kegalauan adalah semacam dua sisi dari koin yang
sama, sisi satunya adalah bisa menjurus pada gangguan
kejiwaan bila tidak diatasi. Sisi lainnya bisa menjadi mesin
inovasi dan solusi yang sangat produktif.
Lantas bagaimana agar kegalauan Anda tidak menjadikan
Anda terganggu dari sisi kejiwaan tetapi malah menjadi
sangat inovatif melahirkan solusi-solusi ?. berikut adalah
beberapa diantara jalannya.
Pertama jangan mengumpat masalah, jangan menyalahkan
orang lain, jangan menyalahkan lingkungan. Mohonlah
perlindungan dan petunjuk kepada Allah semata – agar
segala kegalauan Anda tidak membahayakan Anda dan
agar diberiNya jalan keluar/solusi.
Diriwayatkan oleh Abu Tamimah Al-Hujaimi : “ Suatu hari
saya mengendarai keledai di belakang Rasulullah, keledai
saya mengadat, lalu saya berteriak ‘musnahlah setan’ Nabi
berkata ‘jangan bicara musnahlah setan, karena kalau
engkau bicara demikian setan akan merasa penting dan
tinggi, setan akan berkata ‘ aku perdaya dia dengan
kekuatanku’ , tetapi ucapkanlah ‘bismillah’ maka setan akan
merasa dipermalukan dan lebih kecil dari serangga’ ” (Sahih
at_Targhib wat_Tarhib).
Mengapa mengumpat terhadap ‘setan’ musuh kita yang
menjadi penyebab segala masalah dilarang ? karena itu
tidak menyelesaikan masalah dan hanya membuat ‘setan-
setan’ merasa berhasil dengan programnya. Demikian pula
segala problem yang membuat Anda galau, kegalauan
tidak akan sembuh bila yang dilakukan hanya mengumpat
dan menyalahkannya. Hanya dengan ‘Bismillah’ untuk
memulai alternatif solusi yang positif kegalauan akan
berbalik menjadi sumber inovasi dan solusi.
Kedua karena kegalauan itu menular sebagaimana penyakit
menular, maka dia juga harus dilawan dengan obat yang
efek penyembuhannya menular. Tiga hal yang bisa
dilakukan dalam kaitan dengan ini adalah beramal atau
berbuat secara istiqomah(tidak mudah tergoda/tertular
oleh kegaluan orang lain), berlaku seimbang dan
menebarkan kabar gembira. Dengan kabar gembira yang
Anda tebarkan insyaallah akan mengobati perasaan galau
lingkungan Anda sebagaimana air menyiram api yang
menjalar.
Bukan hanya itu, berbuat secara istiqomah, seimbang dan
menebarkan kabar gembira insyaAllah juga akan bisa
mendatangkan rakhmat dan ampunanNya. Hadits popular
ini yang menjadi dasar ‘kabar gembira’-nya.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ ‘Beramallah
sesuai sunnah (istiqomah) dan berlaku imbanglah, dan
berilah kabar gembira, sesungguhnya sesseorang tidak
akan masuk surge karena amalannya.’ Para sahabat
bertanya ‘ Begitu pula dengan engkau ya Rasulullah ?’
beliau bersabda : ‘begitu pula denganku, kecuali bila Allah
melimpahkan rahmatNya dan ampunanNya
kepadaku’ ” (Shahih Bukhari, No 5986).
Jadi kalau hati kita lagi galau, itu sebenarnya biasa. Menjadi
tidak biasa dan membawa celaka bila kita terus
menyalahkan pihak lain dan tidak mencari solusi.
Sebaliknya kegalauan bisa melahirkan solusi yang inovatif
bila disikapi dengan niat yang serius untuk Bismillah
mencari solusi, istiqomah dalam menempuh jalannya,
berimbang dalam menyikapi berbagai informasi dan terus
menebarkan kabar gembira.
Bayangkan bila kegalauan yang sekarang mewabah di
masyarakat melalui iklan-iklan dan berita-berita itu kini
menjadi sumber inspirasi nan inovatif solutif, masalah apa
lagi yang tidak bisa diselesaikan ?. InsyaAllah dengan
ijinNya semua menjadi bisa. InsyaAllah.

by muhaimin

Sabtu, 07 April 2012

Jalan yg lurus

Dalam 24 jam minimal 17 kali sehari kita minta ditunjuki
jalan yang lurus, bahkan bisa lebih dari dua kalinya bila
kita juga melanggengkan shalat sunat. Tetapi
pernahkan kita berfikir seberapa penting jalan yang lurus ini
sehingga begitu banyak perlu kita minta ?. Tanpa sadar
ternyata begitu banyak jalan bengkok atau jalan melenceng
telah kita tempuh sejak kecil, bahkan sampai tua-pun
begitu mudah jalan-jalan melenceng membelokkan
perjalanan kita.
Kalau pingin tahu dimana jalan melenceng ini mulai
membelokkan arah kita, Anda bisa membaca buku-buku
pelajaran anak-anak sekolah dasar di tempat Anda. Dengan
mudah Anda akan jumpai pelajaran yang menganggap
semua agama sama, bagaimana anak kita bisa yakin
dengan agamanya bila semua agama dianggap sama ?.
Bagaimana bisa tumbuh iman dengan pelajaran seperti
ini ?
Di ibukota negeri ini dan dijaman modern ini bahkan di
sekolah dasarnya ada pelajaran untuk menghafalkan
upacara kembang 7 rupa, dan pelajaran lain yang berbau
kurofat. Bagaimana kita bisa selamat dari takhyul, kurofat
dan sejenisnya bila justru di usia dini kita belajar yang
demikian ?.
Di tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi penyimpangan
itu bentuknya lain lagi. Kita belajar demokrasi dalam segala
hal, tidak penting lagi mana yang benar dan mana yang
salah karena yang paling banyak pendukung itulah yang
dianggap benar. Mungkin karena inipula maka korupsi
untuk money politics dan sejenisnya seolah menjadi halal
(karena telah menjadi mahar !), ya karena itu tadi kalau
mayoritas melakukannya (menyetujuinya) – maka inilah
yang benar menurut alam demokrasi.
Di sekolah dan perguruan tinggi, kita belajar ekonomi
kapitalisme dan ekonomi ribawi, bahkan nyaris tidak ada
pelajaran untuk bagaimana bermuamalah yang syar’i. Saya
terkejut bukan kepalang ketika suatu saat diundang untuk
bicara di forum dekan dari perguruan-perguruan tinggi
yang memiliki fakultas ekonomi dari suatu organisasi masa
Islam yang sangat besar. Bayangan saya selama ini
ekonomi Islam-lah yang mereka ajarkan kepada para
mahasiswanya. Ternyata tidak – sami mawon yang mereka
ajarkan, mereka baru berniat untuk mengajarkan ekonomi
Islam.
Kemudian keterkejutan saya bertambah-tambah, ketika
suatu hari ada kunjungan dosen eknomi dari perguruan
tinggi Islam yang dulu tempatnya mengkader para ulama –
dengan naïve nya saya membayangkan sedang ketamuan
ahli ekonomi Islam. Ternyata tidak juga, sang dosen malah
bercerita bahwa ekonomi yang dia ajarkan masih yang
konvensional – kapitalisme dan ribawi. Ekonomi Islam baru
diajarkan di fakultas lain yang memang dikhususkan untuk
itu.
Dengan gambaran itu semua, maka saya tidak heran lagi
mengapa di negeri yang mayoritas muslim ini – fatwa
ulamanya tentang bunga bank riba nyaris tidak digubris
oleh masyarakatnya.
Penyimpangan berikutnya yang sangat dasyat sekarang
adalah ketika tokoh-tokoh – yang seharusnya menjadi
panutan – negeri ini berpolitik. Saling sikut, saling fitnah,
saling sandera kepentingan seolah menjadi panglima di
negeri ini. Ongkos politik menjadi sangat mahal, saya
bahkan mengenal secara pribadi beberapa teman yang
menjadi bangkrut gara-gara tidak terpilih menjadi aleg,
menjadi bupati, menjadi gubernur dlsb.
Kenapa mereka bangkrut ketika tidak terpilih ?, mengapa
kalau terpilih mereka tidak bangkrut tetapi malah pada
kaya raya ?. Gaji-nya kah yang dipakai untuk membayar
ongkos pemilihannya ?. Oh tidak, gajinya malah nyaris
tidak disentuh – tetapi jalan lainlah yang membuatnya
mampu me- recover secara berlebih ongkos pemilihannya –
ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Jalan lain
inilah jalan yang menyimpang, yang seolah-olah menjadi
jalan tol untuk peningkatan strata sosial secara cepat bagi
para penempuhnya.
Daftar jalan menyimpang ini terus bertambah panjang
untuk kita yang menjadi pegawai maupun kita yang
menjadi entrepreneur. Setan berdiri di setiap simpang
jalan, mengarahkan kita pada jalannya yang seolah menjadi
jalan tol untuk sampai ke tujuan kita. Setan-setan ini-pun
mem-blokade jalan lurus kita dengan kawat-kawat berduri
– sehingga seolah kita tidak akan mampu melaluinya.
Itulah perlunya kita minta ditunjukiNya jalan yang lurus
minimal 17 kali sehari. Agar jalan lurus itu tetap nampak di
mata kita, agar tetap bisa kita lalui dengan aman, agar
setan tidak memalingkan muka kita ke jalan sesatnya.
Tetapi bagaimana dijaman seperti ini kita bisa
‘mengaman’-kan jalan lurus ini selain melalui do’a-do’a
kita yang tidak mengenal lelah ?. Kita harus mulai
membentinginya sejak pertama kali setan berdiri di
persimpangan jalan kita. Kita harus kawal perjalanan kita
dan anak-anak kita dengan upaya nyata.
Untuk anak-anak dan cucu-cucu kita, kita harus mulai bisa
membangun pendidikan yang berbasis iman. Kemudian
untuk kita sendiri para orang tua, kita juga harus bisa mulai
memberi contoh kearah mana generasi yang akan datang
kita bawa, dalam bermasyarakat, dalam bermuamalah
dan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya.
Kita tidak boleh lelah dalam menyingkirkan pagar kawat
berduri yang ditaruh setan-setan di jalan kita. Kita tidak
boleh lelah untuk membangun jama’ah yang saling
menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk
kesabaran.
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang
yang telah engkau beri nikmat kepanaya; bukan jalan
mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang
sesat”. Amin.

muh.iqbal

Jumat, 06 April 2012

Bila dakwah berlabel negara

Alhamdulillah, puji syukur
kehadirat Allah… Negaraku adalah lahan subur,
tempat tumbuh dan pesatnya gerakan dakwah Islam.
Gelombang kebaikan itu muncul membersamai
situasi kondusif Indonesia, tempat berkumpulnya elit
kebenaran dan elit kebathilan. Saya kemudian
berpikir, mungkin ini pula di antara keberkahan
demokrasi yang semua orang rasakan, semua ingin
tampil laksana ingin dikenal walaupun tanpa esensi
apapun yang menjadi landasan paradigma.
Saya lihat ini peluang dan sekaligus jembatan dakwah
menjelma dalam bentuk negara. Dakwah harus
mengalami metamorfosa tanpa meninggalkan
orisinalitasnya, paradigma ini harus tertancap di
nurani dan tekad setiap Du’at, Da’i harus punya
obsesi kekuasaan, obsesi politik dan obsesi
peradaban. Ketiga hal tersebut harus menjelma
dalam suatu bentuk yang dinamakan NEGARA,
dakwah seperti ini yang dahulu kita lihat para Aktor
Rasulullah dan para sahabat, lihat bagaimana
Rasulullah mengirim surat-suratnya ke Persia,
Romawi, Yaman Dll, serta spirit nabawi yang terlihat
ketika Rasulullah dan para sahabat menggali parit
sebagai pertahanan menghadapi musuh dalam
perang khandaq, Romawi akan ditaklukkan, sebaik-
baik panglima dan tentara yang menaklukkannya. Dan
terbukti impian Nubuwwah itupun diejawantahkan
oleh pemuda yang berumur 17 tahun yang bernama
Muhammad Al-fatih.
Pada hari ini, adalah era kemandirian dakwah, (bukan
berarti tanpa ada pertolongan dari Allah), era
dakwahnya Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, era di mana
dakwah menjelma dalam bentuk negara,
Sesungguhnya (surat itu) dari Sulaiman yang isinya
“dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha
penyayang. Janganlah engkau berlaku sombong
datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.
(QS. An-Naml: 30-31), ini adalah tarbiyah Al Qur’an
kepada kita bahwa, dakwah itu harus berorientasi
kekuasaan, karena fungsi esensial negara dalam Islam
adalah sebagai hirosatud din (menjaga Agama) dan
siyasatud dunya (mengelola Bumi).
Kita pada hari ini harus mengubah atau
mentransformasikan mind-set kita agar jangan
berlama-lama berdakwah, pada fase Nabi Musa
‘alaihissalam dengan Fir’aun, “Pergilah kamu berdua
(Musa dan Harun) kepada Fir’aun karena dia benar-
benar telah melampaui batas. Maka bicaralah kamu
berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang
lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau
takut” (QS. Thaha: 43-44), hal demikian adalah
gambaran dakwahnya orang tertindas karena
kezhaliman nyata para penguasa, kita hari ini bukan
dalam kondisi tertindas, kita adalah orang yang
merdeka berpendapat, demokrasi menjanjikan itu.
Maka hal yang paling mungkin kita lakukan adalah
membersamai era demokrasi ini sebagai langkah awal
dakwah menjelma sebagai sebuah negara.
Maka negara adalah manifestasi dari doktrin agama
atau ideologi yang berkembang, kita melihat tidak
satu pun dari negara adi daya berideologi sosialis
seperti Rusia dan kapitalis seperti Amerika melainkan
telah mengalami kanker yang mematikan dalam
tubuh negara itu, maka tidak ada lagi alternatif yang
paling mungkin untuk menggantikannya yaitu Al-
Islam, tinggal bagaimana kita sebagai salah satu dari
sekian batu bata kebangkitan itu untuk melakukan
reformasi paradigma agar dakwah tampil lebih elegan
dan diminati oleh semua golongan yang bukan hanya
Muslim akan tetapi orang-orang non Muslin pun
merasakan keberkahan di bawah panji pemerintah
Islam. Suatu hari kita akan melihat para pemimpin-
pemimpin Islam akan menuliskan surat-surat dakwah
kepada seluruh pemimpin Dunia sekalipun kepada
negara adi daya, “dengan nama Allah yang maha
pengasih lagi maha penyayang, janganlah berlaku
sombong, datanglah kepadaku dalam keadaan
berserah diri (Muslim)” . Wallahu A’lam bish Shawab.

Rabu, 04 April 2012

kata kata bijak islami

Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak
ada harganya
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga
engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu
penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu
kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila
dibelanjakan.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya,
ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya,
keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya
terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati
nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya
terhadap kehormatan dirinya.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu
keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia
tidak akan menjadi orang yang berani.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan
tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam
permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari
suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan
tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika
kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan
rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau
mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu
ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya
daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh
mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu
ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
ABU BAKAR :
1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub
kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan
murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan
itu.
2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang
kemudian digunakan.
3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya
aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku
bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka
berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak
lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku
menyeleweng maka betulkan aku!”
UMAR BIN KHATTAB :
1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku
akan perintahkan membawa seekor kambing,
kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar
roti.
2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak
akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa
takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia
kehendaki.
3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan
kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku.
Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku
telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku
untukMu bukan untuk manusia.
SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHAH :
1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau
sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga
bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku
sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang
bagaimana amalan itu diterima daripada banyak
beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan
yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu
hendak diterima?
3. Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain
kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain
kepada dosanya.
4. Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya
dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan
tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian
untuknya.
UMAR BIN AZIZ :
1. Orang yang bertakwa itu dikekang.
2. Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal.
3. Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa.
SUFFIAN AS THAURI :
1. Tidak ada ketaatan bagi kedua ibu-bapa pada
perkara syubhat.
2. Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia
zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu
adalah fakir bila dia gemar pada dunia.
3. Menuntut ilmu lebih utama daripada solat sunat.”
Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang
terus menerus meski hanya sedikit. (Muhammad
SAW)
Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun,
asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah
kuberikan itu. (Imam Syafi’i)
Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia
berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap
dalam tidur. (Lukman Hakim).
Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang
dekat dengan penguasa, maka berhati-hatilah kamu
seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang yang
tajam sekali. (Imam Ghozali)
Aku tak suka memakai baju baru, hal itu kulakukan
karena aku takut timbul iri hati tetangga-tetanggaku.
(Abu Ayub as-Sakhtayani).
Allah telah memberikan petunjuk kepadaku sehinga
aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala
kelemahan dan kehinaanku. (Ali BinAbu Thalib).
Andaikata seseorang mau memikirkan kebesaran
Allah, maka ia takkan sampai hati untuk melakukan
perbuatan perbuatan dosa. (Bisyir)
Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan
kebenaran dan menerima kebenaran itu yang
datangnya dari siapapun. (Fudlail bin Iyadl).
Dalam shalatku selama 40 tahun, aku tak pernah
lupa mendo’akan guruku yang bernama Imam Syafi’i.
Itu kulakukan karena aku memperolah ilmu dari
Allah lewat beliau. (Yahya bin Said al-Qathan).
Orang yang beramal tanpa didasari ilmu, maka
amalnya akan sia-sia belaka, karena tidak diterima
oleh Allah. (Ibnu Ruslan).
Fikiran merupakan sumber dari ilmu, sedang ilmu itu
sendiri merupakan sumber amal. (Wahb).
Orang yang mengerti ilmu fikih berarti ia bisa
makrifat kepada Allah dengan ilmunya menyebabkan
ia kenal kepada-Nya. Bahkan dengan ilmunya ia bisa
mengajar orang lain sampai pandai. (Syeikh Izzuddin
bin Abdussalam).
Jangan berteman yang hanya mau menemanimu
ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman
seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu
dibelakang hari.(Imam Ghozali).
Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada
Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab
yang menjauhkan kamu dari Allah. (Abul Hasan as-
Sadzili).
Wahai Sayyidina Ali! Ketahuilah olehmu bahwa ada
dua golongan yang celaka di hadapanmu. Pertama
yaitu yang terlalu cinta kepadamu. Dan kedua yang
terlalu benci kepadamu. (Nabi MUHAMMAD SAW).
Orang yang bijak tidak akan terpeleset oleh harta,
dan meski terpeleset, ia akan tetap mendapatkan
pegangan. (Abdullah bin Abbas).
Berfikir sesaat sungguh lebih mengesankan
ketimbang mengerjakan shalat sepanjang malam.
(Hasan Bashri).
Hal-hal yang bisa menyebabkan badan lemah antara
lain sebagai berikut: Banyak makan makanan yang
rasanya masam, sering bersedih, banyak minum air
tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan
hubungan seksual. (Imam Ghazali).
Barang siapa tidak mencintai untuk agama dan
membenci untuk agama, maka ketahuilah bahwa
sesungguhnya ia tidak memiliki agama. (Abu Abdilah
al- Shdiq).
Berhati-hatilah dari berteman dengan : Ulama yang
bersikap tak peduli, pecinta ajaran sufi yang bodoh
serta pemimpin-pemimpin yang lalai. (Sahl bin
Abdullah).
Inginkan sesuatu dengan bakat yang kau miliki, dan
jangan menginginkan sesuatu sesuai dengan nafsu
atau seleramu. (Lukman Hakim).
Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di
dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah
ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang.
(Syaikh Abdul Qodir Jailani).
Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh
merupakan salah satu ibadah yang utama. (Umar bin
Abdul Azis).
Teman yang tidak membabantu kesulitan seperti
halnya musuh. Tanpa saling membantu maka
hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman
sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu
siasia belaka. (Imam Syafií).
Lihatlah orang-orang yang dibawahmu dalam
usrusan harta dunia, dan jangan sekali-kali melihat
yang berada di atasmu, supaya kamu tidak
meremehkan karunia Allah yang diberikan kepadamu.
(Nabi MUHAMMAD SAW).
Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan
merupakan ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah.
(Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani).
Barang siapa senang menjadi pemimpin, maka ia
tidak akan mendapat kemenagan untuk selama-
lamanya. (Fudhail bin Iyadh).
Siapa yang pada hari ini hanya memikirkan dirinya
sendiri maka pada esok iapun akan memikirkan
dirinya saja. Lebih dari itu, siapa yang pada hari ini
memikirkan Allah maka besok ia akan selalu
memikirkan Allah pula. (Abu Sulaiman).
Bersikap sabar kepada kawan yang berbuat jelek
kepadamu sungguh lebih baik dari pada mencacinya.
mencaci lebih baik dari pada memutuskan
talisilaturahmi. Dan memutuskan tali silaturahmi
lebih baik dari pada bertengkar. (Seorang Ulama).
Allah tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang
alim lewat suatu paksaan, akan tetapi Allah
menguatkan mereka lewat pintu iman. (Sahl Ibnu
Abdullah).
Ketahuilah olehmu, sesungguhnya akal hanya
merupakan sesuatu alat untuk mencapai segala
sesuatu yang hanya berhubungan dengan hamba
atau manusia, bukan untuk mencapai Allah. (Ibnu
Atha).
Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh
kebajikan meski kelihatannya tidak berharga, yaitu
seperti ketika kamu menyambut temanmu dengan
menampakkan wajah berseri-seri. (Nabi Muhammad
SAW).
Jika seseorang mati dalam keadaan punya hutang,
padahal orang itu mampu membayarnya ketika
masih hidup di dunia, maka kebahagiaannya akan
diambil dan diberikan kepadanya dosa orang yang di
hutanginya, lalu ia dijebloskan ke neraka. Namun,
jika memang tidak mampu membayarnya, maka
hanya kebaikannya saja yang diambil, lalu diberikan
kepada pihak yang dihutangi. sedang dosa si pemberi
hutang tidak diberikan kepada orang yang berhutang.
(Ibnu Abdusalam).
Jalan yang diajarkan syariát islam adalah jalan yang
paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah.
Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah
istiqomah dalam mengerjakan perintah-perintahnya
dan menjauhi larangannya. (Abdu Khodir jailani).
Hendaklah kamu tetap berbuat baik kepada orang
yang berbuat jelek kepadamu. (Lukman Hakim).
Kebahagiaanku jika mati sebelum baligh lalu aku
dimasukkan kedalam syurga, tidak sebahagia jika aku
hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah
yaitu yang paling bertaqwa, rajin mengerjaklan
ibadah serta menerima apa apa yang telah di berikan
Allah kepadaku. (Ali bin Abu Tholib).
Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada
siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi
bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan
olehmu? (Hasan al Banna).
Barang siapa tidak peduli terhadap nasib agama,
berarti ia tidak punya agama, barang siapa yang
semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam
ditimpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh
kepada mereka. (Imam al-Ghazali).
Ilmu menginginkan untuk diamalkan. Apabila orang
mengamalkannya, maka ilmu itu tetap ada. Namun
sebaliknya, jika tidak diamalkan, maka ilmu akan
hilang dengan sendirinya. (Sufyan ats-Tsauri).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa
melahirkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang
paling baik. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
Bekerjalah untuk keperluan makanmu. Sedang yang
paling baik bagi kau yaitu bangun di tengah malam
dan berpuasa di siang hari. (Ibrahim bin Adham).
Jalan apa saja yang ditempuh seseorang dalam
mengerjakan ibadah adalah sesaat kecuali jalan yang
ditempuh oleh Muhammad SAW. Dalam pada itu,
siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-
Qurán dan hadits nabi, maka janganlah ia mengikuti
pendapatku. Hal itu karena pendapatku berasal dari
Qurán –Hadits. (Imam al-Junaid).
Orang yang tidak percaya bahwa Allah telah
menjamin rezekinya, maka ia akan mendapat laknat
dari Allah. (Hasanal-Bashri).
Dzikir seperti halnya jiwa dari semua amal, sedang
keutamaan dan kelebihan dzikir tidak bisa dibatasi.
(AL-Qusyairi).
Orang-orang yang tidak mengikuti keinginan-
keinginan hawa nafsunya, maka tidak akan mendapat
pujian dari orang banyak. (Imam al-Ghazali).
Orang dermawan dekat kepada Allah, dekat pada
rahmat-Nya, serta selamat dari siksa-Nya. Sedang
orang kikir, jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya
dan dekat sekali kepada siksa-Nya. (Nabi Muhammad
SAW).
Barang siapa tidak meghargai nikmat, maka nikmat
itu akan diambil dalam keadaan ia tidak
mengetahuinya. (Siriy Assaqathi).
Mengerjakan sesuatu sesuai dengan ketentuan
hukum syara’ berarti menuju jalan kebahagiaan baik
di dunia lebih-lebih di akhirat. Dan hendaklah kamu
merasa takut jika kamu berpisah dengan orang-orang
yang ahli di bidang agama. (Syaikh Abdul Qadir
Jailani).
Saya merasa heran kepada orang-orang yang
mengerjakan shalat subuh setelah matahari terbit.
Lalu bagaimana mereka diberi rezeki. (Ulama Shalaf).
Para pembuat peti jenasah mengira bahwa tidak ada
yang lebih busuk melebihi mayat orang-orang yang
beriman. Bahkan diterangkan oleh Allah : Perut
ulama jahat sungguh lebih busuk baunya dari itu.
(Al-Auzaí).
Orang yang hanya sehari-harinya hanya sibuk
mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka
mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan. (Imam
Syafií).
Tanda tanda orang yang celaka antara lain: Bergairah
dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram,
menjauhi nasihat (Nabi MUHAMMAD SAW).
Manisnya akhirat mustahil diraih oleh orang-orang
yang suka terkenal di mata manusia. (Bisyir).
Dengan pengalaman akan bertambah ilmu
pengetahuannya, dengan berdzikir menyebabkan
bertambah rasa cinta dan dengan berfikir akan
menambah rasa taqwa kepada Allah. (Hatim).
Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku
tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam al-
Ghazali).
Berfikir merupakan cermin untuk melihat apa-apa
yang baik dan yang buruk pada dirimu. (Fudhail).
Ketahuilah bahwa satu majelis ilmu bisa menghapus
dosa 70 majelis yang tidak ada gunanya. (Atha’bin
Yassar).
Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku,
karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan
kehinaan. (Imam Syafií).
Biasakan hatimu untuk bertafakur dan biasakan
matamu dengan sering menangis. (AbuSulaiman ad-
Darani).
Hidup didunia hanya merupakan tempat tinggal
sementara untuk melanjutkan perjalanan nan jauh
menuju keabadian. (Nabi MUHAMMAD SAW)
Setiap manusia hendaknya memperhatikan waktu
dan sekaligus mengutamakannya. (Umar bin Utsman
al-Maliky).
Apabila kamu melihat seseorang sedang
memanjatkan doá kepada Allah, tetapi disisi lain
perbuatannya tidak sesuai dengan hukum syara’,
maka jauhilah orang itu. (Abdul Qasim an-Nawwawi).
Kuakui bahwa dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar,
sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dan lebih besar
dari dosa-dosaku. (Abu Nawas).
Jika kamu berhadapan dengan gurumu,
sesungguhnya secara hakikat kamu sedang
berhadapan dengan rasul. Sadar akan hal itu, maka
hormatilah gurumu. (Sebagian Ulama).
Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu : Pemimpin
terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap
masyarakat dan bangsanya.( Mousthafaal-
Gholayaini).
Pengkhianatan yang paling besar adalah
pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang
paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Ali bin
Abu Thalib).
Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak
mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik
bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim
tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-
Sakandari).
Siapa takut kepada Allah, maka tidak hidup
marahnya, Siapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya
tidak mengerjakan sesukanya. (Umar bin Khathhab).
Ya Allah! Seandainya Engkau akan mengadili kelak
pada hari kiamat, maka jangan Kau adili aku di dekat
(Nabi Muhammad SAW)
karena aku merasa malu jika mengaku sebagai
umatnya padahal hidupku penuh dengan perbuatan
dosa. (Muhammad Iqbal).
Cintai dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah
akan menyayangimu. (Nabi MUHAMMAD SAW).
Hendaklah kamu menjauhi keramaian orang banyak
atau berúzlah,. Katakan demikian, karena orang
banyak bisa
menyebabkan kamu berpaling dari Allah serta
mendorong kamu untuk berbuat dosa. (Sayyid Bakri
al-Maliki).
Yang disebut orang sufi, yaitu orang yang hatinya
bersih dan selalu mengingat Allah. (Basyar bin al-
Harits).
Tidak ada suatu kebahagiaan bagi ornag-orang
muslim setelah mereka memeluk Islam, seperti
kebahagiaan mereka ketika itu. (Anas r.a.).
Telah kurangkum pendapat 70 orang shiddiqin.
Mereka sebagaian besar berpendapat bahwa banyak
minum bisa menyebabkan banyak tidur. (Ibrahim bin
Khawwas).
Aku tidak pernah melihat orang yang berakal,
melainkan kutemukan dia takut kepada mati dan
merasa susah dengannya. (Hasan).
Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan
tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah.
(Imam Syafií).
Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau
kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaanpun
baginya di sis Allah. (Adh-Dhahhak).
Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu
bisa membersihkan dosa dan menyebabkan zuhud
atau tidak cinta kepada dunia. (Nabi MUHAMMAD
SAW).
Orang yang cinta kepada Allah akan minum dari gelas
kecintaan dan bumi menjadi sempit baginya. Ya, dia
mengenal Allah dengan penuh ma’rifat kepada-Nya,
tenggelam di samudra rindu kepada-Nya dan merasa
asyik bermunajat kepada-Nya. (Asy-Syubali).
Aku suka mendoákan saudara-saudaraku sebanyak 70
orang, dan nama-nama mereka kusebut satu persatu
dalam panjatan doáku itu. (Abu Darba).
Setiap manusia mempunyai orang yang dicintai dan
yang dibenci. Tapi bagimu, jika ada maka
berkumpullah kamu dengan orang-orang yang
bertaqwa. (Imam Syafií).
Orang orang terdahulu jika pergi kerumah gurunya,
maka mereka senantiasa memberi sesuatu untuk
minta berkah. Bahkan mereka selalu
menyenandungkan doá seperti ini: wahai
Allah!”Ampunilah semua kesalahan guruku
terhadapku, dan jangan sekalai-kali engkau
menghilangkan berkah ilmunya untukku. (Sebagaian
Ulama).
Jika aku mandapat ampunan dari Allah, maka hal itu
merupakan rahmat yang sangat besar dari-Nya.
Tetapi, jika sebaliknya, maka aku tidak akan mampu
berbuat apapun. (Abu Nawas).
Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di
akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sulaiman
Addarani).
Orang yang ma’rifat kepada Allah, maka ia terikat
dengan cintannya, hatinya bisa melihat dan amal
ibadahnya selalu bertambah banyak kepada-Nya.
(Dzinnun al-Mishry).
Siapa yang memenuhi hatinya dengan kewaspadaan
dan keikhlasan, maka Allah akan menghiasi badannya
sebagai pembela agama dan menjadikan hadits
sebagai pedoman hidup.
Yang disebut dengan teguh hati adalah memegang
dengan sungguh-sungguh apa-apa yang dibutuhkan
oleh kamu dan membuang yang selain itu. (Aktssam
bin Shaifi).
Orang yang terkaya yaitu orang yang menerima
pembagian Allah dengan rasa senang. (Ali bin
Husein).
Kerjakan apa saja yang telah menjadi hak dan
kewajibanmu, karena kebahagiaan hidupmu terletak
di situ. (Musthafa al-Gholayani).
Ada dua hal tidak tertandingi kejelekannya, yaitu:
Berbuat syirik dan membuat rugi umat Islam. Begitu
pula, terdapat dua perkara yang tidak tertandingi
kebaikannya, ialah : Beriman kepada Allah, serta
memberi manfaat kepada umat Islam. (Kanjeng
Nabi).
Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung
ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus
menyalakan api supaya memperoleh cahaya.
(Jalaludin Rumi).
Aku membaca sebagian kitab kuno, yang
kandungannya ialah : Bahwasannya sebagian hal
yang dipercepat siksaannya dan tak dapat ditunda
adalah amanat itu dikhianati , kebaikan ditutupi,
keluarga diputuskan dan meninds manusia. (Kholid
ar-Robaí).
Memerintah atau mengawasi diri sendiri jauh lebih
sulit dan lebih baik dari pada memerintah dan
mengawasi sesuatu negeri. (Ibrahim bin Adham).
Ciri-ciri ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-
hati dalam memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk
tidak berfatwa sama sekali. Apabila ditanya oleh
orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik
yang bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas,
maka ia menjelaskan sesuai dengan kemampuannya.
Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui secara pasti,
maka dengan jujur ia berkata : aku tidak tahu. (Imam
al-Ghazali).
Hati-hatilah terhadap senda gurau, karena tidak
sedikit bahaya yang terdapat didalamnya. Berapa
banyak senda gurau anatara dua sahabat yang
berakhir pada perkelahian.
Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri,
modalnya adalah taqwa, dan labanya adalah surga.
(Aku Sulaiman ad-Darani).
Kehidupan seorang mukmin ibarat matahari,
terbenam di suatu wilayah untuk terbit di wilayah
lainnya. Dia selalu bersinar dan hidup serta tak
pernah terbenam selamanya. (Muhammad Iqbal).
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya
kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah
kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari
larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak
memasuki hatimu setelah ia keluar. Untuk
membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu
harus berjuang melawannya dan jangan menyerah
kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan
dalam tempo kapanpun juga. (Syeikh Abdul
QadirJailani).
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan adalah
akhlak ular. Kebajikan yang dibalas dengan kejahatan
adalah akhlak buaya. kebajikan yang dibalas dengan
kebajikan adalah akhlak anjing. Kejahatan yang
dibalas dengan kebajikan itulah akhlak manusia.
(Nasirin).
Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak
saya rencanakan sebagaimana saya tidak akan
menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung usaha
maksimal. (Harun Al Rasyid)
Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga
engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu
penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu
akan berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan
bertambah jika dibelanjakan. (Ali bin Abi Thalib ra)
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan
uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan
pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah
dikembalikan. (Ibnu Mas’ud)
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu
perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar,
maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk,
maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati
dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling
berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu
sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin
untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah
engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling.
(Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan
minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga
tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah
terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah
untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul
Auliyaa’)
Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir
tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan,
rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah
SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa
manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk
menundukan apa yang ada di langit dan di bumi.
(MI)
Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah
adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah,
mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah
Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak
mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada
ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat
dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.
(Muadz bin Jabal ra)
Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya
keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena
engkau telah menunda adabmu kepada Allah. (Syeikh
Ibnu Athaillah As-Sakandar)
Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya
hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak
mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan
diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu
melihatku,karenanya aku malu bila Allah
mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian
menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa
dengan Rabb-ku. (Hasan Al-Basri)
Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang
yang mau melakukannya, namun kebenaran adalah
apa saja yang mencocoki Al-Qur’an dan As-Sunnah
dengan pemahaman salafus salih. (Anisya LM)
Bahaya kepandaian adalah berbuat sekehendak hati.
Bahaya keberanian adalah melampaui batas. Bahaya
toleransi adalah menyebut-nyebut kebaikannya.
Bahaya kecantikan adalah sombong. Bahaya ucapan
adalah dusta. Bahaya ilmu adalah lupa. Bahaya
pemurah adalah berlebih-lebihan (Tengku Abdul
Wahab)
Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak
daripada waktu yang terluang, maka bantulah
saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan
sebaik-baiknya dan jika engkau punya tugas
selesaikanlah segera” (Hasan Al-Banna)

Senin, 02 April 2012

obati luka dengan kopi

siapa yang tak kenal kopi ? Serbuk hitam beraroma
khas ini sangat digemari di Indonesia. Tapi tahukah
kita kalau kopi tak hanya identik dengan minuman
yang begitu nikmat saat diseruput selagi hangat?
Selain sebagai pengusir kantuk yang membuat tubuh
kembali terasa segar, kopi ternyata mampu
diandalkan untuk mengobati luka.
Dr. Hendro Sudjono Yuwono MD, Ph.D. sudah
membuktikan khasiat kopi tersebut. Ahli bedah
pembuluh daraa menggunakan kopi untuk
menyembuhkan luka para pasiennya. Ada berbagai
jenis luka yang ditangani, dari luka besut/serut karena
terjatuh hingga luka bakar dan luka bernanah.
Ternyata pengobatannya bisa berjalan efektif dan
hasilnya bisa disetarakan dengan hasil pengobatan
yang sudah baku. "Sejauh ini saya tidak melihat ada
efek samping yang muncul dari pengobatan luka
dengan kopi," tukas dosen di FK Unpad ini.
Dalam penelitiannya, Hendro menemukan zat
antibakteri dalam serbuk kopi yang tergolong sangat
kuat. Meski belum diketahui secara pasti jenis
kandungannya, namun zat ini terbukti sangat efektif
membasmi kuman Methicillin Resistant
Starhylococcus Aureus (MRSA) yang sering dijumpai
pada luka bernanah.
Hendro menggunakan tikus dan marmot yang sengaja
dilukai dengan cara dibakar sedikit. Tikus diobati
dengan kopi sementara marmot diobati dengan obat
medis untuk luka bakar. Ternyata tikus dapat sembuh
dengan baik tanpa ada perbedaan sedikitpun dengan
marmot. "Tidak timbul infeksi atau efek samping
lainnya," papar Hendro yang mengaku tidak berniat
untuk mematenkan hasil temuannya ini.
Awal tahun 2005 Hendro yang menyelesaikan
spesialisasi bedah pembuluh darah tepi di Universitas
Leiden dan pendidikan S3 ilmu bedah di Universitas
Amsterdam, Belanda menggunakan kopi untuk
menyembuhkan luka para pasiennya. Ada berbagai
jenis luka yang ditangani, dari luka besut/serut karena
terjatuh hingga luka bakar dan luka bernanah.
Ternyata pengobatannya bisa berjalan efektif dan
hasilnya bisa disetarakan dengan hasil pengobatan
yang sudah baku. "Sejauh ini saya tidak melihat ada
efek samping yang muncul dari pengobatan luka
dengan kopi," tukas dosen di FK Unpad ini.
CARA PAKAI
* Taburkan secara merata di atas luka. Cukup tipis
saja, tidak perlu terlalu tebal.
* Frekuensi bisa 3x sehari; pagi, siang, dan sore.
* Setelah ditaburi kopi, luka harus tetap kering dan
sama sekali tak boleh terkena air. Bila terkena air,
luka jadi basah terus-menerus sehingga pengobatan
tak berjalan efektif. Jika ingin mandi atau melakukan
aktivitas yang bersentuhan dengan air, tutuplah luka
dengan rapat.
KONTRAINDIKASI
Satu hal terpenting untuk diperhatikan, apakah anak
alergi terhadap kopi atau tidak. Alergi terhadap kopi
bisa dilihat dari munculnya warna kemerahan atau
gatal-gatal di sekitar area luka. Bila demikian,
hentikan pemakaian karena sangat mungkin luka
justru akan semakin meluas dan dalam lantaran anak
pasti tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Tapi
kalau anak pernah minum kopi dan tidak ada efek
samping yang muncul, seperti mual, pusing atau gatal-
gatal, bisa dikatakan dia tidak alergi kopi.
PERIH ATAU TIDAK?
Berbeda dari obat merah yang bisa menimbulkan rasa
perih saat diteteskan atau salep yang memunculkan
rasa dingin, kopi malah memberikan rasa hangat.
PERLUKAH RESEP DOKTER?
Pemakaian kopi tak memerlukan resep dokter. Kopi
bisa langsung ditaburkan di atas luka. Hanya saja,
kopinya haruslah kopi robusta yang belum dicampur
apa-apa. Kopi tak bermerek ini biasanya dijual di
pasar-pasar tradisional yang langsung digiling di
tempat. Sebetulnya tuntutan keaslian ini tak lain
karena, "Saya belum melakukan penelitian terhadap
kopi lain yang bermerek," kata Hendro. Jadi, bila ingin
menggunakan kopi bermerek, boleh-boleh saja
namun ia tak menjamin apakah penyembuhan
lukanya efektif atau tidak.
BERAPA LAMA LUKA BISA SEMBUH?
Bila lukanya relatif kecil akibat tergores pisau,
pengobatannya boleh jadi hanya butuh waktu singkat.
Setelah diobati mungkin saja lukanya segera kering
dan sembuh. Namun luka yang sama, bisa saja
sembuh lebih lama bila setelah diobati lukanya basah
terkena air.
Waktu penyembuhan luka juga tergantung pada
kondisi luka itu sendiri. Kalau luas/lebar dan cukup
dalam tentu butuh beberapa kali pengobatan. Ini
berarti bisa makan waktu berhari-hari. Untuk luka
yang sudah terinfeksi, pengobatannya tentu butuh
waktu lebih lama, bisa berminggu-minggu bahkan
berbulan-bulan. Pasalnya, butuh waktu khusus untuk
membasmi bakteri yang sudah bercokol di luka tadi.
Luka yang sudah terinfeksi ini ditandai sebagai luka
yang bernanah, sudah lebih luas dari luka awal, dan
biasanya disertai adanya jaringan daging yang
membusuk. Yang juga makan waktu cukup lama
adalah pengobatan luka pada penderita diabetes
melitus. Oleh karena itu, tetap barengi pengobatan
medis. Luka yang diderita para diabetesi, contohnya,
baru akan efektif kalau pengobatan diabetesnya
berjalan terus.
sumber

Bahaya Jika Adopsi Anak Hanya Untuk Dijadikan Pancingan Hamil


Memiliki anak menjadi impian hampir
semua orang. Impian tersebut ada yang ingin
diwujudkan seseorang meski belum menikah dan
tentunya mereka yang sudah menjadi suami-istri.
Untuk pasangan suami-istri, anak bisa didapat melalui
proses kehamilan. Namun tidak semua pasangan
beruntung bisa memiliki anak sendiri. Ketika hal itu
terjadi, adopsi bisa menjadi pilihan.
Menurut psikolog dari Universitas Atmajaya, Wieka
Dyah Partasari, ketika suami-istri memilih
mengadopsi anak, keputusan tersebut memang dipilih
atas kesepakatan bersama. "Adopsi menjadi pilihan
mereka di antara berbagai alternatif yang ada.
Harapan ketika mengadopsi ini juga sudah cukup
realistis," ujar Wieka saat berbincang dengan wolipop
melalui telepon Kamis (29/3/2012).
Harapan realistis yang dimaksud Wieka adalah
memang pasangan itu ingin menjadi orangtua.
"Bukan mengadopsi anak sebagai pancingan atau ada
harapan-harapan terselubung," jelasnya. Kalau
pasangan mengadopsi anak dengan tujuan hanya
sebagai pancingan, Wieka mengatakan, ke depannya
bisa menjadi masalah tersendiri.
Hal itu karena ketika suami-istri sudah ingin
mengadopsi anak, ada berbagai hal yang perlu
dipersiapkan. Pertama, menurut Wieka, yang paling
penting adalah kesiapan mental pasangan tersebut.
Pasangan juga harus punya komitmen yang kuat
karena menjadi orangtua bukan sesuatu yang mudah.
"Memiliki anak itu adalah suatu perubahan yang
membawa banyak konsekuensi. Segala macam
perubahan hidup akan sulit dijalani kalau belum
siap," tutur ibu dua anak itu.
Bukan hanya kesulitan untuk mengasuh anak saja
bahaya yang akan dihadapi pasangan ketika
mengadopsi anak sebagai pancingan. Nantinya
pasangan tersebut juga harus siap menghadapi
dampak psikologis ketika mereka sendiri punya anak
kandung. Apakah kasih sayang pada anak adopsi (yang
awalnya sebagai anak pancingan) akan tetap sama?
Bagaimana jika si anak kemudian merasa tersisihkan?
Tentunya kalau hal tersebut terjadi, orangtua tersebut
sudah mengorbankan anak.
Tidak hanya perubahan pada hal-hal teknis seperti
jadwal tidur saja yang harus dihadapi pasangan ketika
memiliki anak. Dijelaskan Wieka, kehadiran anak juga
mempengaruhi relasi antara suami-istri.
Selain mental dan komitmen yang juga harus
disiapkan pasangan ketika ingin mengadopsi anak
adalah mengumpulkan informasi. Pengetahuan
tentang adopsi ini penting diketahui terutama jika
suami-istri ingin mengadopsi anak dari lembaga
formal seperti Yayasan Sayap Ibu.
"Orangtua harus punya informasi yang lengkap. Dari
situ mereka bisa menimbang apakah memang sepakat
dengan informasi tersebut," imbuh wanita yang
sehari-harinya mengajar psikologi klinis itu.
Setelah mental siap dan punya cukup informasi,
persiapan yang tak kalah pentingnya adalah
memberitahukan keluarga besar. Bagi masyarakat
Indonesia, keluarga merupakan orang yang juga
memiliki peranan.
"Ini sangat khas dengan budaya kita. Keluarga besar
sesuatu yang penting. Anak akan tumbuh lebih
mudah dan optimal kalau keluarga besar tahu. Calon
kakek dan nenek bisa menerima dengan gembira,"
urainya.
Keluarga besar juga perlu diinformasikan soal kapan
Anda, sebagai orangtua akan memberitahu anak soal
statusnya. "Pada usia berapa, bagaimana caranya,
siapa yang akan mengatakan," tukas Wieka.
Persiapan untuk mengadopsi anak di atas juga berlaku
untuk Anda yang single parent atau belum menikah.
Namun untuk yang single, persiapan mentalnya harus
lebih ekstra.
"Karena kalau saya melihat bebannya lebih berat.
Kalau pasangan kan berdua. Kalau single maka dia
perlu mempersiapkan diri sebagai orangtua tunggal.
Dapat support dari keluarga besar. Keputusan ini
perlu dibicarakan," jelas psikolog kelahiran Surabaya,
April 1971 itu. (sumber)