Penulis : Asma Nadia
Calon Suami???!
Pfui, kuhembuskan nafasku kuat-kuat. Bosan aku. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. Bayangin, sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah, selain soal suami.
Mulai dari Papi yang selalu nyindir, sudah pengen menimang cucu. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. Lalu Bambang, adikku, yang kuharap bisa menetralisir suasana, tak urung ikut menggoda. Bahkan si kembar Rani-Rano, yang masih es em pe pun, ikut-ikutan menceramahiku.
”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur, udah waktunya dong, mikirin berkeluarga. Lagian, Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. Tika aja yang baru kelas enam, keponakannya udah empat!”
”Iya, Mbak. Jaman sekarang, perempuan itu harus agresif. Mbak Ajeng sih, kerjanya belajar ama ngaji melulu!” Rano menimpali kata-kata kembarnya.
Aku hanya bisa melotot, nemu di mana lagi pendapat kayak gitu.
”Udah sana kalian belajar!” hardikku agak keras.
”Tuh, kaaaan?!?” seru mereka berdua kompak.
Huhh, dasar kembar!
***
”Ajeng…!”
Kudengar panggilan Mami dari depan. Pelan aku bangkit dari meja belajar. Setelah merapikan jilbab, aku keluar.
”Ada apa, Mi?” tanyaku lunak. Sekilas sempat kulihat sosok seorang lelaki, duduk di sudut ruangan.
Kedua bola mata Mami tampak bersinar-sinar. Oo…Oo…! Pasti ada yang nggak beres, gumamku dalam hati. Iiih..su’udzon! Tapi….
Benar saja.
“Ajeng, kenalin. Ini tangan kanan Papi di kantor. Hebat, ya! Masih muda sudah jadi Wakil Presiden Direktur. Ayo, kenalin dulu. Ini Nak Bui….”
”Boy, Tante!”
”Eh, iya. Boi!”
Aku hanya bisa menahan geli. Mami…Mami…!
Rasa geliku mendadak hilang, ketika selama dua jam berikutnya aku harus mendengarkan obrolan Mami dengan Si Boi tadi.
Bukan main, lagaknya! Batinku menggerutu sendiri, mendengar cerita-ceritanya yang melulu berbau luar negeri.
”Jadi, Tante, selama belajar di Harvard, saya sudah coba-coba berbisnis sendiri. Hasilnya lumayan. Saya bisa jalan-jalan keliling Amerika, bahkan Eropa setiap kali holiday!”
Hihhh, gemas aku! Terlebih melihat pancaran kagum di wajah Mami. Benar-benar nggak peka nih anak. Kok bisa sih nggak merasa dicuekin? Tetap aja ngomong. Tak perduli aku yang cuma diam dan sesekali manggut. Kupanjatkan syukur yang tak terkira ketika akhirnya Si Boi pulang. Alhamdulillah!
***
Kulihat Bambang tertawa. Kesal, kulemparkan bantal ke arahnya. Orang cerita panjang lebar minta advise, kok cuma diketawain?!?
”Bang, serius, dong! Pokoknya kalau nanti Mami nanyain kamu soal Boy, awass kalau kamu setuju!” ancamku serius. Bambang masih cengar-cengir.
”Mbak Ajeng gimana, sih? Biasanya Mbak yang nyuruh aku sabar menghadapi segala sesuatu. Lho, kok sekarang malah panasan gini? Tenang aja, Mbak, sabar! Innallaha ma’ashshabirin!” balasnya sambil mengutip salah satu ayat di Al-Quran.
Iya, ya. Kenapa aku jadi nggak sabaran gini. Baru juga ngadepin si Boy. Astaghfirullah!
”Mbak bingung, Bang! Habis serumah pada mojokin semua. Kamu ngerti, kan, milih suami itu nggak mudah. Nyari yang shalih sekarang susah. Mbak nggak pengen gambling. Salah-salah pilih, resikonya besar. Nggak main-main, dunia akhirat!”
Sekejap, kulihat keseriusan di matanya. Cuma sekejap, sebelum ia kembali menggodaku.
”Apa perlu Bambang yang nyariin???!”
Lemparan bantalku kembali melayang.
***
Kriiiiing…!!!
Ups, kumatikan bunyi weker yang membangunkanku. Jam tiga lebih seperempat. Aku bangun dari tempat tidur, bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Kuperhatikan lampu kamar Bambang masih menyala. Sayup-sayup suara kaset murattal terdengar.
Tercapai juga niatnya untuk begadang malam ini, pikirku. Heran, kebiasaan menghadapi ujian dengan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) masih membudaya rupanya.
Cepat kuhapuskan pikiran tentang Bambang dan ujiannya. Mataku nanar menyaksikan pantulan wajahku di cermin. Kuhapus tetesan air wudhu yang tersisa dengan handuk kecil. Oooohh, begini rupanya gadis di penghujung usia dua puluh sembilan? Kuperhatikan bentuk wajahku yang makin tirus. Baru kusadari, betapa pucatnya wajah itu. Entah kemana perginya rona merah yang biasa hadir di sana. Mungkin hilang termakan usia. Ya Rabbi, pantas saja Papi dan Mami begitu khawatir. Sudah sulung mereka tak cantik, menjelang tua, lagi!
”Ir. Ajeng Prihartini.” Kueja namaku sendiri.
”Jangan cemas ya ukhti, ini bukan nasib buruk!” Bisikku menghibur. Bagaimana pun aku harus tetap tawakkal pada Allah. Jodoh, rizki, dan maut, Dia yang menentukan. Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. Tidak, ada hal lain yang lebih penting, lebih pasti. Ada kematian, maut yang pasti kita hadapi. Sesuatu yang selama ini sering kuucapkan kepada saudaraku muslimah yang lain, ketika mereka ramai meresahkan calon suami yang tak kunjung datang.
”Sebetulnya kita ini lucu, ya? Lebih sering mempermasalahkan pernikahan, hal yang belum tentu terjadi. Maksud Ajeng, bergulirnya waktu dan usia, nggak seharusnya membuat kita lupa untuk berpikir positif terhadap Allah. Boleh jadi calon kita ini nggak buat di dunia, tapi disediakan di surga. Mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik, who knows?” ujarku optimis, dua tahun yang lalu.
Astaghfirullah! Ishbiri ya ukhti, isbiri….
Tanganku masih menengadah, berdoa, saat kudengar azan Subuh berkumandang. Hari baru kembali hadir. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, untuk satu hari lagi kesempatan beramal dan taubat, yang masih Kau berikan.
***
Selesai berurusan dengan Mami untuk masalah Boy, gantian aku harus menghadapi Tante Ida yang siap mempromosikan calonnya. Duhh! Lagi-lagi aku cuma bisa manggut-manggut.
”Tante sih terserah Ajeng. Pokoknya lihat aja dulu. Syukur-syukur Ajeng suka. Dia anak lurah. Bapaknya termasuk juragan kerbau yang paling kaya di Jawa. Tapi nggak kampungan, kok. Anak kuliahan juga seperti kamu!” promosi Tante Ida bersemangat.
Dua hari kemudian, Tanteku itu kembali datang dengan ’balon’nya.
”Junaedi. Panggil aja Juned!”
Aku hanya mengangguk. Tak membalas uluran tangan yang diajukannya.
Selama pembicaraan berikutnya, berkali-kali aku harus menahan diri, untuk tidak lari ke dalam. Aku tidak ingin menyinggung perasaan Tante Ida. Apalagi beliau bermaksud baik. Hanya saja, asap rokok Juned benar-benar membuatku mual. Malah nggak berhenti-henti. Habis sebatang, sambung sebatang. Persis lokomotif uap jaman dulu!
Dengan berani pula ia mengomentari penampilanku.
”Eng…jangan tersinggung ya, Jeng. Aku suka bingung sendiri ngeliat perempuan yang memakai kerudung. Kenapa sih tidak pintar-pintar memilih warna dan mode?! Aku kalau punya isteri, pasti tak suruh beli baju yang warna-warnanya cerah, menyala. Sekaligus yang bervariasi. Seperti yang dipakai artis-artis kita yang beragama Islam itu lho, sekarang. Ndak apa-apa toh sedikit kelihatan leher atau betis?! Maksudku biar tidak terlihat seperti karung berjalan gitu lho, Jeng! Hahaha….”
Kontan raut mukaku berubah. Tanpa menunggu rokok keenamnya habis, aku mohon diri ke dalam. Tak lama kudengar suara Juned pamitan. Alhamdulillah.
Ketika Tante Ida menanyakan pendapatku, hati-hati aku menjawab.
”Maaf ya, Tan…, rasanya Ajeng nggak sreg. Terutama asap rokoknya itu, lho. Soalnya Ajeng punya alergi sama asap rokok. Mana kelihatannya Juned perokok berat, lagi. Maaf ya, Tan…, udah ngerepotin.”
Bayang kekecewaan tampak menghiasi raut muka Tante Ida.
”Bener, nih…nggak nyesel? Tante cuma berusaha bantu. Ajeng juga mesti memikirkan perasaan Mami sama Papi. Susah lho, nyari yang seperti Juned. Udah ganteng, dokterandes lagi! Terlebih kamu juga sudah cukup berumur.”
Bujukan Tante Ida tak mampu menggoyahkanku. Dengan masih kecewa, beliau beranjak keluar. Sempat kudengar Tante Ida berbicara dengan Papi dan Mami. Sempat pula kudengar komentar-komentar mereka yang bernada kecewa, sedih. Ya Allah, kuatkan hamba-Mu!
Hari berangsur malam. Aku masih di kamar, mematung. Beragam perasaan bermain di hatiku. Sementara itu, hujan turun rintik-rintik.
***
Siang begitu terik. Langkahku lesu menghampiri rumah. Capek rasanya jalan setengah harian, dari satu perpustakaan ke perpustakaan IPB lainnya. Namun buku yang kucari belum juga ketemu. Padahal buku itu sangat kuperlukan untuk menghadapi ujian pasca sarjanaku sebentar lagi. Sia-sia harapanku untuk bisa beristirahat pulang ke Depok. Kereta yang kutumpangi benar-benar penuh. Sudah untung bisa berdiri tegak, dan tidak doyong ke sana ke mari, terdesak penumpang yang lain.
”Assalamu’alaikum!” perasaanku kembali tidak enak, melihat Mami yang tidak sendirian. Seorang lelaki berjeans, dengan sajadah di pundak, dan kopiah di kepala, tampak menemani beliau. Jangan…jangan….
”Wa’alaikumussalam. Nah, ini Ajengnya sudah pulang. Ajeng, sini sayang. Kenalkan, Saleh. Putera Pak Camat yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan. Kalian pasti bisa bekerja sama mengelola kegiatan masjid di sini. Lho, Ajeng…, kok malah diam? Maaf Nak Saleh, Ajeng memang pemalu orangnya.”
Duhh, Mami!
Kali ini Mami membiarkanku berdua dengan tamunya itu. Risih, kuminta Rani mendampingiku. Dia setuju setelah aku janji akan menemaninya mendengar ceramah di Wali Songo, pekan depan.
Selama Saleh berbicara, aku menunduk terus. Bisa kurasakan pandangannya yang jelalatan ke arahku. Dengan gaya bahasa yang tinggi, Saleh bercerita tentang berbagai kitab berbahasa Arab yang telah dia kuasai. Bukan main. Lalu ia mulai membahas satu persatu perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Soal doa qunut, perbedaan doa iftitah, masalah posisi telunjuk ketika tahiyat, dan lain-lain yang senada.
Terus terang, aku tidak begitu setuju dengan caranya. Betul bahwa semuanya harus kita ketahui. Tapi bagiku, dengan makin meributkannya, hanya akan memperuncing perbedaan yang ada. Cukuplah bahwa masing-masing berpegang pada sunnah Rasulullah. Tentunya akan lebih baik, jika kita justru berusaha mencari titik temu atau persamaan, dan bukan malah memperlebar jurang perbedaan.
”Kalau menurut Saleh, kasus Bosnia itu bagaimana?” tanyaku mengalihkan perhatian.
”Oooh, itu. Ane sangat tidak setuju. Menurut pendapat dan analisa ane, tidak seharusnya masalah Bosnia itu digembar-gemborkan. Itu akan membuat sikap tersebut kian membudaya. Sudah saatnya pola sikap ngebos, dan penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang punya kedudukan, diarahkan sewajarnya. Agar tidak berlebihan.” ulasnya panjang lebar.
Gantian aku yang bingung.
”Saya…saya tidak paham apa yang Saleh maksudkan.” ujarku sedikit gagap.
”Kenapa? Apa karena bahasa yang ane gunakan terlalu tinggi atau bagaimana, hingga Ajeng sulit memahami?”
Aku tambah melongo.
”Bukan itu, ini…, Bosnia yang mana, yang Saleh maksudkan?” tanyaku makin bingung.
”Lha, yang nanya kok malah bingung?! Yang ane bicarakan tadi ya tentang Bosnia, Boss-Mania, kan maksud Ajeng?!!”
Ufh, kutahan tawa yang nyaris meledak. Bingung aku, ternyata masih saja ada orang yang meributkan hal-hal yang relatif lebih kecil, dan melupakan masalah lain yang lebih besar. Dari sudut mataku, kulihat Rani pringas-pringis menahan geli, sambil mempermainkan kerudung pink-nya. Lucu sekali.
”Bukan, yang Ajeng maksudkan adalah penindasan yang terjadi pada saudara-saudara muslim kita di Negara Bosnia.” aku berusaha menjelaskan dengan sabar.
Tampak Saleh manggut-manggut.
”Ooooh, yang itu. Ya…jelas penindasan itu tidak bisa dibenarkan. Tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan,” ujar Saleh optimis, lalu….
”Ngomong-ngomong, Bosnia itu di mana, sih?”
Tawa Rani meledak.
Duhhh, Mami!!!
***
Malamnya, waktu aku protes ke Mami, soal calon-calon itu, tanpa diduga, malah Mami yang marah.
”Lho, kamu itu gimana toh? Kata Bambang kamu maunya sama Saleh. Pas Mami temuin, kamu bilang bukan yang seperti itu yang kamu inginkan. Jadi sebenarnya, Saleh yang mana calon kamu itu?” suara Mami meninggi.
Aku terhenyak. Bambang yang duduk di kursi makan tersenyum simpul. Awas, kamu de’! Bisikku gemas.
”Bukan yang namanya Saleh, Mi. Ajeng ingin orang yang saleh, yang taat beribadah. Orang yang punya pemahaman paling tidak mendekati menyeluruhlah, tentang Islam. Yang Islamnya nggak cuma teori, tapi ada bukti. Yang nggak jelalatan memandang Ajeng terus-terusan dari ujung jilbab sampai kaos kaki, seperti hendak menawar barang dagangan. Ajeng tahu, usia Ajeng sudah jauh dari cukup. Ajeng juga pengen segera menikah. Perempuan mana sih, yang tidak ingin berkeluarga, dan punya anak?” lanjutku hampir menangis.
”Tapi…, tolong. Jangan menyudutkan Ajeng. Tolong Mami bantu Ajeng agar bisa tetap sabar, tetap tawakkal sama Allah. Kita memang harus berusaha, tapi jangan memaksakan diri. Biar Ajeng mesti nunggu sampai tua, Ajeng siap. Daripada bersuamikan orang yang akhlaknya tidak Islami. Tolong Ajeng, Mi…tolong!” Kusaksikan mata Mami berkaca-kaca. Diraihnya aku ke dalam pelukannya. Berdua kami berisakan. Papi turut menghampiri, menepuk-nepuk pundakku. Rani dan Reno terdiam di kursinya.
”Maafin Mami, sayang….” suara Mami lirih, memelukku makin erat.
***
Kesibukanku menulis diary terhenti.
”Mbak Ajeng…telepon tuh!” pekik Rano keras.
”Dari siapa? Kalau dari Anto Boy, Didin, Juned, atau Saleh, Mbak nggak mau terima!” balasku agak keras.
Hening, tidak ada panggilan lanjutan dari Rano. Aku lega.
Alhamdulillah, sejak kejadian malam itu, perlahan topik trend kami bergeser. Mami tidak lagi menyodorkan calon-calonnya, sebelum menanyakan kesediaanku. Beberapa Oom dan Tante yang datang, harus pulang dengan kecewa karena promosi dibatalkan. Aku masing ingin menenangkan diri dulu.
Kuraih pena. Dengan hati seringan kapas, aku mulai menulis:
Kepada Calon Suamiku….
Usiaku hari ini bertambah setahun lagi.
Tiga puluh tahun sudah. Alhamdulillah. Kuharap, tahun-tahun yang berlalu, meski memudarkan keremajaanku, namun tidak akan pernah memudarkan ghirah Islamiah yang ada. Mudah-mudahan aku bisa tetap istiqamah di jalan-Nya.
Ujian pasca sarjanaku sudah selesai. Sebentar lagi, satu embel-embel gelar kembali menghiasi namaku. Belum lama ini aku juga mengambil kursus jahit dan memasak. Dengan besar hati pula, Mami mesti mengakui, bahwa kemahirannya di dapur, kini sudah tersaingi.
Alhamdulillah, sekarang aku lebih bisa berkonsentrasi untuk menulis, dan memberikan berbagai ceramah di beberapa kampus dan masjid. Baru sedikit itulah, yang bisa kulakukan sebagai perwujudan syukurku atas nikmat-Nya yang tak terhitung.
Calon suamiku….
Aku maklum, bila sampai detik ini kau belum juga hadir. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Satu kerja mulia, yang hanya sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. Insya Allah, hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada.
Calon suamiku….
Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini, bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini, yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga), maka datanglah. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai, atau pekerjaan yang masih sambilan. Insya Allah, iman akan menjawab segalanya. Percayakan semuanya pada Allah. Jika Dia senantiasa memberikan rizki, padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita, sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?!
Banyaklah berdoa, Calon Suamiku, di manapun engkau berada. Insya Allah, doaku selalu menyertai usahamu.
Wassalam,
Adinda
NB: Ngomong-ngomong, nama kamu siapa, sih?
”Syahril… Nama saya Syahril.”
Deg! Aku tersentak. Pena yang kugenggam jatuh. Rasa-rasanya kudengar satu suara. Sedikit berjingkat, aku melangkah ke depan. Sebelum aku sempat menyibak tirai yang membatasi ruang makan dengan ruang tamu, kudengar suara Papi memanggilku.
”Ajeng…!”
Hampir aku terjatuh, saking tergesanya menghampiri beliau. Sekilas mataku menyapu bayangan seorang lelaki berkaca mata, yang berdiri tak jauh dari Papi, dengan wajah tertunduk, rapat ke dada. Di belakangnya, Bambang berdiri dengan senyum khasnya.
”Nah, Nak Syahril, kenalkan, ini yang namanya Ajeng. Puteri sulung Oom. Lho, kok malah nunduk?” suara ngebas Papi kembali terdengar.
Aku menoleh sesaat, yang dipanggil Syahril tetap menunduk.
”Ayo, salaman. Ini lho, Jeng…puteranya Mas Wismoyo, sahabat Papi sejak jaman revolusi dulu, sekaligus Ass Dos-nya Bambang di FISIP. Baru lulus ya Nak?”
Syahril mengangguk. Tapi, tetap tak ada uluran tangan.
”Assalamu’alaikum, Ajeng. Saya Syahril.”
Masya Allah! Aku masih melongo, terpana.
“Insya Allah, hari ini saya akan berta’aruf dengan Ajeng. Kalau Ajeng setuju, khitbahnya bisa dilaksanakan besok. Sesudah itu…mudah-mudahan kita bisa jihad bareng….”
Agak samar kudengar kalimatnya yang terakhir. Kulihat Papi tersenyum lebar, melirikku.
”Apa, Jeng…khitbah? Ngelamar, ya…??”
Aku mengangguk pendek, tersipu. Tawa Papi makin lebar.
Aku masih terpana.
Masya Allah, calon suamiku…eng…engng…ups, apakah…apakah…ini, kamu???
* Pemenang Harapan I LMCPI Annida.
Sumber : Majalah Annida, No. 12 1415 H/1994 M
Senin, 02 Agustus 2010
Di Atas Sajadah Cinta
Di Atas Sajadah Cinta
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.
Di serambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”, karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Saat itu masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat perhatian.
Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab, tubuh pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga, embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci.
Tatkala sampai pada surat Asy Syams, ia menangis,
“fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.
qad aflaha man zakkaaha.
wa qad khaaba man dassaaha
…”
(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan,
sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya
…)
Hatinya bertanya-tanya. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung, ataukah yang merugi?
Ayat itu ia ulang berkali-kali. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang. Akhirnya ia pingsan.
***
Sementara itu, di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya.
Dalam salah satu kamarnya, tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu. Kecantikannya sungguh memesona. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syair-syair cinta,
“in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si
musyriqun bi dhau’
wal hubb al wariq
…”
(jika aku pencinta malam maka
gelasku memancarkan cahaya
dan cinta yang mekar
…)
***
Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Hatinya berbunga-bunga. Di ruangan tengah, kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. Sang ibu berkata, “Abu Afirah, putri kita sudah menginjak dewasa. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan.”
“Ya, itu syair-syair cinta. Memang sudah saatnya dia menikah. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Dia melamar Afirah untuk putranya, Yasir.”
“Bagaimana, kau terima atau…?”
“Ya jelas langsung aku terima. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan.”
“Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?”
“Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir.”
“Tapi, engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik.”
“Ah, itu gampang. Nanti jika sudah beristri Afirah, dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya.”
***
Pada saat yang sama, di sebuah tenda mewah, tak jauh dari pasar Kufah. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling.
“Ayo bangun, Yasir. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya.
“Be…benarkah?”
“Benar. Ayo cepatlah. Dia penari tercantik kota ini. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini, Yasir!”
“Baiklah. Bersenang-senang dengannya memang impianku.”
Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir,
“Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?”
Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Keduanya terus menari dan menari. Suara gendang memecah hati. Irama seruling melengking-lengking. Aroma arak menyengat nurani. Hati dan pikiran jadi mati.
***
Keesokan harinya.
Usai shalat dhuha, Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit.
Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya, Abu Afirah. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara,
“Toloong! Toloong!!”
Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Ia menghentikan langkahnya. Penunggang kuda itu semakin jelas.
“Toloong! Toloong!!”
Suara itu semakin jelas terdengar. Suara seorang perempuan. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Kuda itu berlari kencang.
“Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!”
Mendengar itu Zahid tegang. Apa yang harus ia perbuat. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras,
“Hai kuda makhluk Allah, berhentilah dengan izin Allah!”
Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya, kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Perempuan itu mengaduh. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya,
“Assalamu’alaiki. Kau tidak apa-apa?”
Perempuan itu mengaduh. Mukanya tertutup cadar hitam. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan,
“Alhamdulillah, tidak apa-apa. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. Mungkin terkilir saat jatuh.”
“Syukurlah kalau begitu.”
Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Perempuan itu perlahan bangkit. Tanpa sepengetahuan Zahid, ia membuka cadarnya. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona,
“Tuan, saya ucapkan terima kasih. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan, dari mana dan mau ke mana Tuan?”
Zahid mengangkat mukanya. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Hatinya bergetar hebat. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid, sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona, Zahid tersadar, ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. “Innalillah. Astagfirullah,” gemuruh hatinya.
“Namaku Zahid, aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit.”
“Jadi, kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?”
“Tak tahulah. Itu mungkin Zahid yang lain.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Ia lalu melangkah.
“Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!”
“Aku mau melanjutkan perjalananku!”
Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Terang saja Zahid gelagapan. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini.
“Tuan aku hanya mau bilang, namaku Afirah. Kebun ini milik ayahku. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini.”
Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda.
“Tidak usah.”
“Terimalah, tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima, aku tidak akan memberi jalan!”
Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan.
***
Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya, kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Angin sejuk dari utara semilir mengalir.
Afirah terpekur di kamarnya. Matanya berkaca-kaca. Hatinya basah. Pikirannya bingung. Apa yang menimpa dirinya. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah. Wajah bersih Zahid bagai tak hilang dari pelupuk matanya. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Ia juga menyaksikan wibawanya. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dalam hati ia berkata,
“Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Juga terasa sejuk di dalam hati. Ya Rabbi, tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Ya Rabbi, izinkanlah aku mencintainya.”
Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Tiba-tiba ia tersenyum,
“Ah sapu tanganku ada padanya. Ia pasti juga mencintaiku. Suatu hari ia akan datang kemari.”
Hatinya berbunga-bunga. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya.
***
Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. Aura itu selalu melintas dalam shalat, baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia.
“Ilahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Namun Engkau juga tahu, hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi, berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Ilahi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati, cinta, dan segala keindahan semesta.
Zahid terus meratap dan mengiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. Rasa cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan azab-Nya. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Dalam puncak munajatnya ia pingsan.
Menjelang subuh, ia terbangun. Ia tersentak kaget. Ia belom shalat tahajjud. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Ia menangis, ia menyesal. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya.
“Ilahi, jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. Ilahi, hamba lemah maka berilah kekuatan!”
Ia lalu bangkit, wudhu, dan shalat tahajjud. Di dalam sujudnya ia berdoa,
“Ilahi, hamba mohon ridha-Mu dan surga. Amin. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. Amin. Ilahi, jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu, hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Amin. Ilahi, hamba memohon ampunan-Mu, rahmat-Mu, cinta-Mu, dan ridha-Mu. Amin.”
***
Pagi hari, usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Hatinya mantap untuk melamarnya. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya, yaitu melamar Afirah.
Sang ayah diam sesaat. Ia mengambil nafas panjang. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah,
“Anakku Zahid, kau datang terlambat. Maafkan aku, Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu, dan aku telah menerimanya.”
Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Sementara Afirah, lebih tragis keadaannya. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. Ia pun pingsan saat itu juga.
***
Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Ia pun jatuh sakit. Suhu badannya sangat panas. Berkali-kali ia pingsan. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Ia sering mengigau. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih, tahlil, istigfhar dan … Afirah.
Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek,
Kepada Zahid,
Assalamu’alaikum
Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. Tak bisa kuingkari, aku pun mengalami hal yang sama. Kaulah cintaku yang pertama. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya.
Zahid,
Kalau kau mau. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa haus kita berdua. Pertama, aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Atau kau datanglah ke kamarku, akan aku tunjukkan jalan dan waktunya.
Wassalam
Afirah
===============================================================
Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga.
Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah :
Kepada Afirah,
Salamullahi’alaiki,
Benar aku sangat mencintaimu. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Inilah yang kudamba. Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya.
Afirah,
Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Bukan air timah dari neraka. Afirah, “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Az Zumar : 13 )
Afirah,
Jika kita terus bertakwa. Allah akan memberikan jalan keluar. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Namun aku sangat yakin dengan firmannya :
“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga).”
Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Selanjutnya Allahlah yang menentukan.
Afirah,
Bersama surat ini aku sertakan sorbanku, semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita.
Wassalam,
Zahid
===============================================================
Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu hidayah. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya.
Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah, tempat dimana ia bersujud, dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah, yaitu cinta kepada Allah SWT. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT.
Allah Maha Rahman dan Rahim. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah :
Kepada Zahid,
Assalamu’alaikum,
Segala puji bagi Allah, Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Secepatnya.
Wassalam,
Afirah
===============================================================
Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah.
Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy.
Dapatkan bukunya dan simak 37 cerita keren lainnya.
Penerbit:
1. Penerbit Republika
2. Pesantren Basmala Indonesia
3. MD Entertainment
Cetakan VII, Juni 2006
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.
Di serambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”, karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Saat itu masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat perhatian.
Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab, tubuh pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga, embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci.
Tatkala sampai pada surat Asy Syams, ia menangis,
“fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.
qad aflaha man zakkaaha.
wa qad khaaba man dassaaha
…”
(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan,
sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya
…)
Hatinya bertanya-tanya. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung, ataukah yang merugi?
Ayat itu ia ulang berkali-kali. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang. Akhirnya ia pingsan.
***
Sementara itu, di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya.
Dalam salah satu kamarnya, tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu. Kecantikannya sungguh memesona. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syair-syair cinta,
“in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si
musyriqun bi dhau’
wal hubb al wariq
…”
(jika aku pencinta malam maka
gelasku memancarkan cahaya
dan cinta yang mekar
…)
***
Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Hatinya berbunga-bunga. Di ruangan tengah, kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. Sang ibu berkata, “Abu Afirah, putri kita sudah menginjak dewasa. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan.”
“Ya, itu syair-syair cinta. Memang sudah saatnya dia menikah. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Dia melamar Afirah untuk putranya, Yasir.”
“Bagaimana, kau terima atau…?”
“Ya jelas langsung aku terima. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan.”
“Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?”
“Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir.”
“Tapi, engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik.”
“Ah, itu gampang. Nanti jika sudah beristri Afirah, dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya.”
***
Pada saat yang sama, di sebuah tenda mewah, tak jauh dari pasar Kufah. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling.
“Ayo bangun, Yasir. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya.
“Be…benarkah?”
“Benar. Ayo cepatlah. Dia penari tercantik kota ini. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini, Yasir!”
“Baiklah. Bersenang-senang dengannya memang impianku.”
Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir,
“Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?”
Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Keduanya terus menari dan menari. Suara gendang memecah hati. Irama seruling melengking-lengking. Aroma arak menyengat nurani. Hati dan pikiran jadi mati.
***
Keesokan harinya.
Usai shalat dhuha, Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit.
Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya, Abu Afirah. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara,
“Toloong! Toloong!!”
Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Ia menghentikan langkahnya. Penunggang kuda itu semakin jelas.
“Toloong! Toloong!!”
Suara itu semakin jelas terdengar. Suara seorang perempuan. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Kuda itu berlari kencang.
“Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!”
Mendengar itu Zahid tegang. Apa yang harus ia perbuat. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras,
“Hai kuda makhluk Allah, berhentilah dengan izin Allah!”
Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya, kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Perempuan itu mengaduh. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya,
“Assalamu’alaiki. Kau tidak apa-apa?”
Perempuan itu mengaduh. Mukanya tertutup cadar hitam. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan,
“Alhamdulillah, tidak apa-apa. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. Mungkin terkilir saat jatuh.”
“Syukurlah kalau begitu.”
Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Perempuan itu perlahan bangkit. Tanpa sepengetahuan Zahid, ia membuka cadarnya. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona,
“Tuan, saya ucapkan terima kasih. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan, dari mana dan mau ke mana Tuan?”
Zahid mengangkat mukanya. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Hatinya bergetar hebat. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid, sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona, Zahid tersadar, ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. “Innalillah. Astagfirullah,” gemuruh hatinya.
“Namaku Zahid, aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit.”
“Jadi, kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?”
“Tak tahulah. Itu mungkin Zahid yang lain.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Ia lalu melangkah.
“Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!”
“Aku mau melanjutkan perjalananku!”
Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Terang saja Zahid gelagapan. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini.
“Tuan aku hanya mau bilang, namaku Afirah. Kebun ini milik ayahku. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini.”
Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda.
“Tidak usah.”
“Terimalah, tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima, aku tidak akan memberi jalan!”
Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan.
***
Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya, kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Angin sejuk dari utara semilir mengalir.
Afirah terpekur di kamarnya. Matanya berkaca-kaca. Hatinya basah. Pikirannya bingung. Apa yang menimpa dirinya. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah. Wajah bersih Zahid bagai tak hilang dari pelupuk matanya. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Ia juga menyaksikan wibawanya. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dalam hati ia berkata,
“Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Juga terasa sejuk di dalam hati. Ya Rabbi, tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Ya Rabbi, izinkanlah aku mencintainya.”
Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Tiba-tiba ia tersenyum,
“Ah sapu tanganku ada padanya. Ia pasti juga mencintaiku. Suatu hari ia akan datang kemari.”
Hatinya berbunga-bunga. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya.
***
Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. Aura itu selalu melintas dalam shalat, baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia.
“Ilahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Namun Engkau juga tahu, hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi, berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Ilahi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati, cinta, dan segala keindahan semesta.
Zahid terus meratap dan mengiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. Rasa cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan azab-Nya. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Dalam puncak munajatnya ia pingsan.
Menjelang subuh, ia terbangun. Ia tersentak kaget. Ia belom shalat tahajjud. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Ia menangis, ia menyesal. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya.
“Ilahi, jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. Ilahi, hamba lemah maka berilah kekuatan!”
Ia lalu bangkit, wudhu, dan shalat tahajjud. Di dalam sujudnya ia berdoa,
“Ilahi, hamba mohon ridha-Mu dan surga. Amin. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. Amin. Ilahi, jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu, hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Amin. Ilahi, hamba memohon ampunan-Mu, rahmat-Mu, cinta-Mu, dan ridha-Mu. Amin.”
***
Pagi hari, usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Hatinya mantap untuk melamarnya. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya, yaitu melamar Afirah.
Sang ayah diam sesaat. Ia mengambil nafas panjang. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah,
“Anakku Zahid, kau datang terlambat. Maafkan aku, Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu, dan aku telah menerimanya.”
Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Sementara Afirah, lebih tragis keadaannya. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. Ia pun pingsan saat itu juga.
***
Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Ia pun jatuh sakit. Suhu badannya sangat panas. Berkali-kali ia pingsan. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Ia sering mengigau. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih, tahlil, istigfhar dan … Afirah.
Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek,
Kepada Zahid,
Assalamu’alaikum
Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. Tak bisa kuingkari, aku pun mengalami hal yang sama. Kaulah cintaku yang pertama. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya.
Zahid,
Kalau kau mau. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa haus kita berdua. Pertama, aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Atau kau datanglah ke kamarku, akan aku tunjukkan jalan dan waktunya.
Wassalam
Afirah
===============================================================
Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga.
Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah :
Kepada Afirah,
Salamullahi’alaiki,
Benar aku sangat mencintaimu. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Inilah yang kudamba. Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya.
Afirah,
Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Bukan air timah dari neraka. Afirah, “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Az Zumar : 13 )
Afirah,
Jika kita terus bertakwa. Allah akan memberikan jalan keluar. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Namun aku sangat yakin dengan firmannya :
“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga).”
Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Selanjutnya Allahlah yang menentukan.
Afirah,
Bersama surat ini aku sertakan sorbanku, semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita.
Wassalam,
Zahid
===============================================================
Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu hidayah. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya.
Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah, tempat dimana ia bersujud, dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah, yaitu cinta kepada Allah SWT. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT.
Allah Maha Rahman dan Rahim. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah :
Kepada Zahid,
Assalamu’alaikum,
Segala puji bagi Allah, Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Secepatnya.
Wassalam,
Afirah
===============================================================
Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah.
Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy.
Dapatkan bukunya dan simak 37 cerita keren lainnya.
Penerbit:
1. Penerbit Republika
2. Pesantren Basmala Indonesia
3. MD Entertainment
Cetakan VII, Juni 2006
Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana
Penulis : Inayati
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
For vieny, welcome to your husband’s heart.
*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.
Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
For vieny, welcome to your husband’s heart.
*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.
Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002
Be My Valentine
Penulis : El-Syifa
“Tell me whom you love and
I will tell you who you are
Will you be my valentine?”
Meti meremas secarik kertas tanpa dosa di genggamannya. Tulisan cantiknya yang mengisi ruang kecil lembaran putih itu berkerunyut kusut. Valentine! Valentine! Huh! Kapan dia akan mendapat memo cinta seperti itu dari seorang pangeran impiannya? Seperti Rosa, seperti Pupuy, Lula, atau Sarah. Mereka semua sudah punya pacar dan segudang rencana menjelang hari kemerdekaan cinta, 14 Februari itu. Bahkan, sejak minggu-minggu ini, sebelum angka-angka di kalender Januari menunjuk nilai tertinggi.
Memang, di antara lima sekawan, bukan dia sendiri yang belum punya pacar. Pupuy dan Lula masih sorangan wae dan mereka menikmati kesendirian mereka. Tapi, untuk hari Valentine nanti, mereka sudah punya pasangan untuk teman ngedate di pesta-pesta romantis milik orang-orang yang penuh cinta. Itu istilah mereka. Sementara Meti? Gadis itu melirik sosoknya di kaca etalase toko buku megah itu. Separah apa wajahnya hingga tak ada seorang pun pria berminat padanya? Untuk sehari saja sekalipun. Dada Meti menyesak.
Kotak empat persegi yang dipenuhi kartu-kartu bergambar hati dan merpati berwarna pink di depan pintu utama berjubel pengunjung. Semua hampir gadis-gadis belasan tahun. Meti berjalan menghindar.
“Nah, lho, ketangkap sekarang!”
Jantung Meti berdebam-debam seketika. Menghentak-hentak dadanya. Wajahnya memucat tanpa setetes darah mengisi pembuluh di muka bulatnya itu. Dua gadis semampai berseragam abu-abu putih berdiri di hadapannya. Terkikik dengan tawa khas mereka. Rosa dan Pupuy.
“Mau cari kartu, ya? Bocoran buat bikin janji, ya? Sama siapa? Ronnie?” selidik Pupuy antusias. Cengirannya melatari semua pertanyaan interogasinya itu.
”Wah, iya, pasti Ronnie, nih! Dengar-dengar dia belum ada gandengannya, tuh! Ayo, dong, Met, nanti keduluan orang tahu rasa, lo!” Rosa mengompori.
”Apaan, sih!” tidak tahu kenapa, tapi akhir-akhir ini tensi Meti memang cepat sekali melonjak. Meggelegak berbusa-busa. Persis air mendidih bersuhu seratus derajat celsius yang bisa mematikan kuman-kuman. Terlebih jika itu menyangkut Ronnie.
”Marah, nih, ye! Ingat, lho, valentine gak ada istilah ngomel, musti sayang-sayangan. Termasuk sama temen. Tul, kan, Puy?” Rosa tersenyum dikulum. Sebelah matanya berkedip nakal.
”Valentine apaan, aku nggak ngenal, tuh, budaya barat jelek kayak gitu. Nggak ada manfaatnya lagi,” cetus Meti ketus.
”Siapa bilang jelek? Asyik lagi! Kita bisa bebas mengungkapkan rasa sayang kita pada semua orang tanpa rasa malu atau bersalah. Hari itu, kan hari kasih sayang. Kasih coklat, kasih bunga, pokoknya ungkapan cinta dan nggak ada orang yang berhak melarang,” Rosa bereaksi cepat. Pupuy terkikik di belakangnya. Dua macan di gank mereka sudah siap bertarung. Salah satu harus dilarikan sebelum seisi hutan kocar-kacir dibuatnya.
”Budaya seperti itu, kan, tidak Islami,” sergah Meti.
”Memangnya dalam Islam nggak ada cinta dan kasih sayang, ya?!”
”Nggak. Yang dikatakan dengan coklat bergelatin lemak babi, mawar merah, dan pesta–pesta gala murahan tidak ada!”
”Stop! Sudah, sudah, jangan berkelahi di sini. Kasih sayangnya hilang lagi nanti. Yuk, Ros, kita duluan. Darah tinggi Meti lagi kumat, tuh! Mengalah sajalah, setidaknya untuk hari ini sampai Valentine nanti,”Pupuy menggamit pinggang Rosa. Menariknya meninggalkan Meti yang masih menyimpan kedongkolan di hatinya.
”Sorry, Met!” Pupuy masih menyempatkan menghadiahkan ciuman sekilas di pipi Meti, menimpa sebagian batas kerudung di wajahnya. ”Kita duluan, nih, nggak apa-apa, kan?”
Pupuy yang bijak. Batin Meti. Wasit yang baik dalam komunitas lima makhluk terunik di bumi ini. Tanpanya, tidak akan mungkin mereka utuh sampai hari ini. Pertengkaran demi pertengkaran kerap membayangi persahabatan mereka, terutama karena darah panas Meti yang gampang terpancing. Pupuy yang selalu menengahi. Membawa kesejukan. Membawa perekat untuk mereka berlima.
Dan Rosa, dia yang paling tomboi. Hampir tak ada nilai keperempuanan pada diri anak itu. Tapi anehnya, masih juga ada makhluk bernama cowok yang tertarik pada rambut cepak dan raut keras wajahnya. Meti mendesah. Dia feminin, setidaknya itu yang dia rasa. Berjilbab lagi! Banyak cowok suka perempuan berjilbab. Lebih anggun, lebih beraura, lebih kelihatan suci. Ho … ho … meski itu seharusnya milik mbak-mbak yang jilbabnya menyapu dada dan punggungnya. Meti, sih, ditiup angin saja, ujung jilbabnya berlarian. Membuka sekilas kuduknya yang bersih tak tersentuh matahari. Tapi apapun, Meti tetap berkerudung. Dengan baju full pressed body dan celana cordoray sekalipun. Atau jangan-jangan selembar kain di kepalanya itu yang membentenginya dari tangan laki-laki. Tidak ada yang mau dengannya? Tidak laku? Hiii ….
Membayangkan semua itu Meti bergidik sendiri. Benarkah? Bisa saja Ronnie tidak suka dengan perempuan berkerudung. Lebih suka gadis-gadis yang berambut indah terurai seperti bintang iklan sampo di televisi. Lho, kok, Ronnie? Meti menangkap kembali hatinya yang mulai melangkah pergi lagi. Ya, kenapa Ronnie?
Entahlah, namun bulan-bulan terakhir jantung Meti selalu berdegup sepuluh kali lebih kencang jika mengingat makhluk yang satu itu. Apa lagi mendengar namanya di sebut. Apa lagi bersirobok dengannya. Seperti udang yang dicelupkan ke air mendidih, pasti. Merah padam. Tanda-tanda apa? Benarkah dia naksir Ronnie, seperti kata sebuah majalah remaja yang kerap dia baca? Suka curi pandang, suka ngomongin, gampang panas dingin, corat-coret namanya di mana-mana, ngelamunin, salah omong, juga jadi manusia paling majnun di dunia. Duhai ….
”Cinta itu fitrah manusia, namun kita harus bisa menempatkannya pada suatu keadaan yang dilegalkan Allah. Islam telah mengatur semua itu. Memberinya kemudahan dengan pernikahan …” Tidak sama persis kalimatnya, namun Meti ingat, pernah membacanya di sebuah situs Islam lokal. Menikah? Tidak boleh pacaran sebelumnya? Nggak ku … ku …!
Gedubrak!
Meti mengelus jidatnya. Senyum sipunya mengembang. Lebih mirip meringis sebenarnya. Etalase buku ditabraknya dengan sukses.
”Nggak apa-apa, Mbak?” seorang gadis pramuniaga menghampirinya.
”Oh, ehm, nggak!” Meti tergagap. Tangannya masih memegangi jidatnya. Lumayan sekali.
”Nggak sakit?”
Meti menggeleng, ”Maaf, ya, saya benar-benar nggak sengaja.”
Dengan malu-malu, diiringi tatapan beberapa pengunjung, Meti berlalu. Menghampiri eskalator dan menaikinya hingga lantai dua.
***
”Satu kelompok dengan Ronnie?” batin Meti sambil memandangi selembar kertas berisi daftar nama kelompok-kelompok praktikum biologi minggu depan.
”Nah, tertangkap!” Rosa menepuk dua bahu Meti sekeras-kerasnya. Matanya segera bergabung pada lembaran kertas di tangan Meti.
”Satu kelompok dengan Ronnie, ck, ck, boleh juga!” decaknya ketika menemukan nama Ronnie terpampang sebagai ketua kelompok Meti. ”Hoi, girls, Meti gabung dengan Ronnie!” teriaknya sadis kepada teman-teman lain.
Ronnie yang tengah menulis di bangkunya mendongak. Meti memerah. Sedetik kemudian memutih kapas. Lesu. Jantungnya kumat lagi. Terlebih melihat Ronnie ada disitu.
”Jadi valentinan?” tanya Lula yang memang sedikit gagap daya tangkapnya.
”Iya,” angguk Rosa tanpa memedulikan keadaan Meti yang nyaris pingsan.
Meti tiba-tiba menemukan satu mata pedang menusuk hatinya. Kilat mata milik Ranti yang duduk di deretan paling depan. Satu-satunya gadis berjilbab lebar di kelasnya. Yang paling getol mengajaknya ngaji setiap Jumat siang di musala sekolah. Dia ibarat malaikat yang selalu mengawasi gerak-gerik Meti. Menegurnya tanpa segan-segan. Dan Meti tidak suka itu. Sok tahu.
Dengan sedikit menata hatinya, Meti pergi menjauh. Ini jalan yang terbaik sebelum pertengkaran terjadi. Di depan malaikat Ranti dan di depan si Romeo Ronnie, Meti tak mau merusak imejnya. Jaim sedikit untuk kemaslahatan yang lebih banyak.
Di sudut sekolah, Meti meluruskan punggungnya. Memeluk kedua lututnya. Ronnie bahkan tak bereaksi tadi. Sebegitu parahkah aku? Keluhnya. Tanggal empat belas sudah di depan mata. Anak-anak gaul kelasnya sudah ribut. Dan apakah Meti akan merana sendirian di kamarnya, pada hari penuh makna itu? Meti menatap bayangannya yang jatuh di antara kerikil-kerikil putih yang tertata rapi di hadapannya. Selembar daun flamboyan kering terbang bebas di udara dicerabut angin dari tangkainya. Merana. Meti mendesah.
***
”Legenda lain bercerita tentang seorang pendeta Katholik dari abad III bernama Valentinus yang dijebloskan ke penjara dan dihukum mati oleh Kaisar Claudius karena ingin menyebarkan agamanya. Selama di penjara, Valentinus tetap memegang teguh imannya dan diceritakan bersahabat dengan putri sipir penjara. Ketika akhirnya Kaisar menghukum mati Valentinus pada 14 Februari 269, ia menulis surat bertuliskan from your valentine kepada anak sipir penjara sebagai tanda mata terakhir.
Seiring dengan berjalannya waktu, cerita tentang Valentine ini berkembang dalam berbagai versi. Namun orang biasanya lebih memfokuskan pada kisah romantis di belakangnya. Ada yang mengatakan bahwa Valentine sesungguhnya jatuh cinta pada anak sipir penjara itu, dan surat yang diberikannya sebagai tanda mata terakhir merupakan awal dari tradisi menulis surat cinta di antara pasangan kekasih …”
Meti menggarisbawahi kata-kata seorang pendeta Katholik pada artikel sebuah majalah remaja di tangannya. Bibirnya mengerucut. Shiba, boneka beruang birunya, dihempaskan begitu saja ke lantai.
Meti tahu cerita itu dari dahulu. Hafal di luar kepala bahkan. Versi Romawi, Prancis, Inggris, Wales, Itali, Jerman, Amerika Utara, bahkan sampai cerita gadis penenun di Cina. Dia juga tahu, itu bukan tradisi Islam. Tapi jika cinta menghampiri, siapa yang kuasa mengelaknya? Semua temannya mengharap valentine tiba. Mengungkapkan rasa cintanya pada pujaan mereka. Bahkan lebih luas lagi.
”Nggak harus kekasih, pada bonyok, adik, kakak, saudara, bahkan si bibi atau mamang sopir bisa saja diungkapkan. Pokoknya hari itu harus full senyum, deh!” kata Pupuy dengan bijaknya.
Meti tersenyum. Dia sudah membacanya di majalah remaja khusus cewek edisi valentine yang terbit minggu ini. Semua yang berbau perayaan pink itu dikupas habis. Tips mau kencan, kado-kado istimewa, baju-baju yang cocok, wah, komplet.
”Met, ada telepon, tuh!” panggil Mamah dari ruang tengah. Telepon? Sepertinya tadi dia tidak mendengar deringnya. Meti kian pusing. Mengapa jadi begini? Dia melihat sekilas kalender di atas rak bukunya. Tanggal sebelas Februari.
”Makasih, Mah!” seru Meti sambil mengangkat gagang telepon.
”Ranti,” jelas Mamah tanpa ditanya.
Meti berubah. Mengganti nada bicara yang sudah di ujung lidahnya. Tadi, dia sangat berharap, semoga saja yang meneleponnya … Ronnie!
”Meti, bisa bantu kami nggak, buat ngurusin diskusi khusus bulan ini? Kebetulan kami lagi kekurangan orang di kepanitiaan, nih!” kata Ranti setelah berucap salam.
”Kapan?”
”Tanggal empat belas, dari asar sampai ba’da magrib.”
Tanggal empat belas? Pesta Valentinan gengnya.
”Bisa, ya? Soalnya kami benar-benar butuh orang. Diskusi kali ini rada spesial, pembicaranya saja Ustad Zakaria yang ngetop itu,” pinta Ranti penuh harap.
Meti menggaruk kepalanya. ”Aku nggak yakin, sih, tapi nanti aku usahain!”
Malas, Meti menutup teleponnya. Ke musala atau gabung dengan teman-temannya, ya? Kalau gabung dengan Pupuy cs bisa-bisa dia dicengin habis, jika hadir tanpa pasangan. Biarpun mereka membolehkan datang dengan saudara, tapi malu, dong, sementara mereka semua dengan pangeran masing-masing. Jangan-jangan dikira nggak laku!
***
Ini hari termemuakkan bagi Meti, sebenarnya. Hari-hari yang panjang telah dia lewati dengan penuh kecemasan dan kebimbangan. Ronnie tidak pernah bercakap dengannya kecuali saat praktikum biologi di lab. Sedikitpun tak ada harapan baginya. Segalanya terasa gelap.
Ah! Meti nyaris tak percaya melihat daftar surat yang ada di inbox-nya. Ya, internet obat stres paling mujarab untuk Meti. Dia bisa bermain ke mana saja dia suka.
Ronnie Alam Bhuana. Meti mengucek matanya. Nggak salah? Segera dibukanya surat berisi bom waktu yang siap meledakkan dadanya itu.
Singkat. Pendek saja isinya.
Tell me whom you love and
I will tell you who you are
Will you be my valentine?
Ronnie
Napas Meti memburu. Tidak salahkan penglihatannya? Pangerannya telah datang di saat-saat kritis hampir menjelang. Sesaat jemarinya bergetar. Lupa untuk me-replay surat bersejarah ini. Angannya bermain-main di atas langit-langit kamar. Baju apa yang akan dia kenakan? Memakai lipstikkah? Parfum apa yang cocok? Semuanya berputar dalam kerut merut otaknya. Dan mestikah dia mengenakan jilbabnya? Angan Meti terbanting membentur dinding. Ya, bagaimana dengan jilbabnya?
***
Meti berputar sekali lagi di depan cermin. Kulot merah tua, gamis selutut warna pink yang manis dihias renda-renda di ujung lengan dan ujung bawah, juga jilbab mungil warna senada yang dipasang gaya. Bibirnya disapu usapan tipis lipstik merah muda. Meti tampak berbeda. Dia tersenyum. Baru dia sadari kini, sebenarnya dia memiliki sisi kecantikan yang selama ini tersembunyi.
”Duh, yang mau valentinan …!” ledek Mamah ketika Meti keluar dari pintu kamar. Gadis itu tersipu, ”Jangan sampai malam, ya, Met.”
”Oke, deh!” sahut Meti mantap.
Dia menatap jam yang terpasang di dinding. Hampir setengah empat. Ronnie berjanji menjemputnya tepat setengah empat.
”Tuh, kan, Met, meski pakai jilbab kamu tetap bisa tampil gaya dan mengikuti tren,” cetus Mamah yang menjajari Meti. Dulu Mamahlah yang mendorong Meti untuk berjilbab. Katanya, nenek ingin cucu perempuan satu-satunya berkerudung setelah akil baligh. Maklum, kakek dan nenek kan, Haji! Mamah sendiri kalau pergi biasanya berkerudung. Kerudung gaya.
Hampir jam empat. Meti mulai gelisah. Masa, sih, kencan pertama telat. Nggak punya sopan santun.
Telepon berdering. Meti nyaris melompat menyambar gagang telepon warna hitam itu.
”Apa?!” dia nyaris tak percaya.
Wajahnya berubah.
“Baik, nggak apa-apa, kok. Bye!” Meti menutup telepon.
Mamah yang memperhatikan semua itu menatapnya heran.
Meti melangkah gontai ke kamarnya.
”Ada apa, Met?” kejar Mamah.
”Pestanya batal,” sahut Meti ketus.
”Lho?!”
”Ronnie lupa kalau hari ini dia punya acara dengan keluarganya.”
”Kok gitu?”
”Udah, ah, Mah. Meti mau tidur aja,” Meti merajuk. Hatinya hancur berkeping-keping. Yah, ternyata dia memang tidak berharga. Nggak ada orang yang cinta sama dia. Karena dia buruk rupa, karena dia berat badannya empat kilo lebih banyak dari bobot idealnya. Meti memperkuat bendungan air di matanya. Dia tidak mau menangis di depan Mamah.
Meti meremas-remas Shiba hingga bulu-bulunya berantakan. Tak peduli baru di-laundry dua hari lalu. Air matanya berlelehan membasahi pipinya yang tersapu bedak. Bayang daun-daun palem di luar jendela melindunginya dari sinar hangat matahari sore.
Menit demi menit berlalu. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Diliriknya weker di atas meja sekilas. Tergesa, disambarnya tas di sampingnya. Setengah berlari dia melintasi ruang tengah.
”Mau ke mana, Met?” tanya Mamah yang tengah membaca di sofa.
Meti tidak melihatnya, ”Valentinan!” sahutnya.
”Katanya tadi?” Mamah mengernyitkan keningnya.
”Di musala sekolah ada diskusi tentang valentine, Mah,” jelas Meti,”Daripada di rumah, bete.”
Mungkin diskusi telah dimulai, tapi terlambat sedikit tidak apa-apa daripada tidak sama sekali. Meti membuka pintu taksi dengan hati lapang. Ke mana dia selama ini, ya Allah? Meti tahu, belum sepantasnya dia mencintai manusia sebelum dia mampu mencintai Allah dengan seluruh jiwanya. Dia bersyukur Ronnie tak datang. Setidaknya dia masih diingatkan setelah selama ini terbuai dengan kehidupan yang ditawarkan sahabat-sahabatnya.
Lampu merah menghadang laju taksi yang ditumpangi Meti. Jalanan sore tak pernah sepi dari macet. Tiba-tiba Meti tersenyum. Hidup itu seperti jalan raya, harus taat peraturan jika ingin selamat. Coba saja jika lampu merah diterobos, bisa hancur tubuhnya diserbu ratusan mobil yang tengah melintas juga.
Dia ingat Pupuy, Rosa, Lula, yang harus dia tinggalkan. Ya, harus. Namun, suatu saat Meti berjanji akan kembali. Karena, dia mencintai mereka dan dia ingin berbagi dengan mereka tentang makna sebuah cinta yang lebih berharga dari sebatang coklat. Cinta pada Allah. Pada-Nya kita takkan kecewa.
***
Diambil dari buku kumpulan cerita berjudul ”Kidung Kupu-Kupu Putih”.
karya El-Syifa.etakan I, Shafar 1422 / Mei 2001.
Diterbitkan oleh Penerbit Mizan, Bandung.
“Tell me whom you love and
I will tell you who you are
Will you be my valentine?”
Meti meremas secarik kertas tanpa dosa di genggamannya. Tulisan cantiknya yang mengisi ruang kecil lembaran putih itu berkerunyut kusut. Valentine! Valentine! Huh! Kapan dia akan mendapat memo cinta seperti itu dari seorang pangeran impiannya? Seperti Rosa, seperti Pupuy, Lula, atau Sarah. Mereka semua sudah punya pacar dan segudang rencana menjelang hari kemerdekaan cinta, 14 Februari itu. Bahkan, sejak minggu-minggu ini, sebelum angka-angka di kalender Januari menunjuk nilai tertinggi.
Memang, di antara lima sekawan, bukan dia sendiri yang belum punya pacar. Pupuy dan Lula masih sorangan wae dan mereka menikmati kesendirian mereka. Tapi, untuk hari Valentine nanti, mereka sudah punya pasangan untuk teman ngedate di pesta-pesta romantis milik orang-orang yang penuh cinta. Itu istilah mereka. Sementara Meti? Gadis itu melirik sosoknya di kaca etalase toko buku megah itu. Separah apa wajahnya hingga tak ada seorang pun pria berminat padanya? Untuk sehari saja sekalipun. Dada Meti menyesak.
Kotak empat persegi yang dipenuhi kartu-kartu bergambar hati dan merpati berwarna pink di depan pintu utama berjubel pengunjung. Semua hampir gadis-gadis belasan tahun. Meti berjalan menghindar.
“Nah, lho, ketangkap sekarang!”
Jantung Meti berdebam-debam seketika. Menghentak-hentak dadanya. Wajahnya memucat tanpa setetes darah mengisi pembuluh di muka bulatnya itu. Dua gadis semampai berseragam abu-abu putih berdiri di hadapannya. Terkikik dengan tawa khas mereka. Rosa dan Pupuy.
“Mau cari kartu, ya? Bocoran buat bikin janji, ya? Sama siapa? Ronnie?” selidik Pupuy antusias. Cengirannya melatari semua pertanyaan interogasinya itu.
”Wah, iya, pasti Ronnie, nih! Dengar-dengar dia belum ada gandengannya, tuh! Ayo, dong, Met, nanti keduluan orang tahu rasa, lo!” Rosa mengompori.
”Apaan, sih!” tidak tahu kenapa, tapi akhir-akhir ini tensi Meti memang cepat sekali melonjak. Meggelegak berbusa-busa. Persis air mendidih bersuhu seratus derajat celsius yang bisa mematikan kuman-kuman. Terlebih jika itu menyangkut Ronnie.
”Marah, nih, ye! Ingat, lho, valentine gak ada istilah ngomel, musti sayang-sayangan. Termasuk sama temen. Tul, kan, Puy?” Rosa tersenyum dikulum. Sebelah matanya berkedip nakal.
”Valentine apaan, aku nggak ngenal, tuh, budaya barat jelek kayak gitu. Nggak ada manfaatnya lagi,” cetus Meti ketus.
”Siapa bilang jelek? Asyik lagi! Kita bisa bebas mengungkapkan rasa sayang kita pada semua orang tanpa rasa malu atau bersalah. Hari itu, kan hari kasih sayang. Kasih coklat, kasih bunga, pokoknya ungkapan cinta dan nggak ada orang yang berhak melarang,” Rosa bereaksi cepat. Pupuy terkikik di belakangnya. Dua macan di gank mereka sudah siap bertarung. Salah satu harus dilarikan sebelum seisi hutan kocar-kacir dibuatnya.
”Budaya seperti itu, kan, tidak Islami,” sergah Meti.
”Memangnya dalam Islam nggak ada cinta dan kasih sayang, ya?!”
”Nggak. Yang dikatakan dengan coklat bergelatin lemak babi, mawar merah, dan pesta–pesta gala murahan tidak ada!”
”Stop! Sudah, sudah, jangan berkelahi di sini. Kasih sayangnya hilang lagi nanti. Yuk, Ros, kita duluan. Darah tinggi Meti lagi kumat, tuh! Mengalah sajalah, setidaknya untuk hari ini sampai Valentine nanti,”Pupuy menggamit pinggang Rosa. Menariknya meninggalkan Meti yang masih menyimpan kedongkolan di hatinya.
”Sorry, Met!” Pupuy masih menyempatkan menghadiahkan ciuman sekilas di pipi Meti, menimpa sebagian batas kerudung di wajahnya. ”Kita duluan, nih, nggak apa-apa, kan?”
Pupuy yang bijak. Batin Meti. Wasit yang baik dalam komunitas lima makhluk terunik di bumi ini. Tanpanya, tidak akan mungkin mereka utuh sampai hari ini. Pertengkaran demi pertengkaran kerap membayangi persahabatan mereka, terutama karena darah panas Meti yang gampang terpancing. Pupuy yang selalu menengahi. Membawa kesejukan. Membawa perekat untuk mereka berlima.
Dan Rosa, dia yang paling tomboi. Hampir tak ada nilai keperempuanan pada diri anak itu. Tapi anehnya, masih juga ada makhluk bernama cowok yang tertarik pada rambut cepak dan raut keras wajahnya. Meti mendesah. Dia feminin, setidaknya itu yang dia rasa. Berjilbab lagi! Banyak cowok suka perempuan berjilbab. Lebih anggun, lebih beraura, lebih kelihatan suci. Ho … ho … meski itu seharusnya milik mbak-mbak yang jilbabnya menyapu dada dan punggungnya. Meti, sih, ditiup angin saja, ujung jilbabnya berlarian. Membuka sekilas kuduknya yang bersih tak tersentuh matahari. Tapi apapun, Meti tetap berkerudung. Dengan baju full pressed body dan celana cordoray sekalipun. Atau jangan-jangan selembar kain di kepalanya itu yang membentenginya dari tangan laki-laki. Tidak ada yang mau dengannya? Tidak laku? Hiii ….
Membayangkan semua itu Meti bergidik sendiri. Benarkah? Bisa saja Ronnie tidak suka dengan perempuan berkerudung. Lebih suka gadis-gadis yang berambut indah terurai seperti bintang iklan sampo di televisi. Lho, kok, Ronnie? Meti menangkap kembali hatinya yang mulai melangkah pergi lagi. Ya, kenapa Ronnie?
Entahlah, namun bulan-bulan terakhir jantung Meti selalu berdegup sepuluh kali lebih kencang jika mengingat makhluk yang satu itu. Apa lagi mendengar namanya di sebut. Apa lagi bersirobok dengannya. Seperti udang yang dicelupkan ke air mendidih, pasti. Merah padam. Tanda-tanda apa? Benarkah dia naksir Ronnie, seperti kata sebuah majalah remaja yang kerap dia baca? Suka curi pandang, suka ngomongin, gampang panas dingin, corat-coret namanya di mana-mana, ngelamunin, salah omong, juga jadi manusia paling majnun di dunia. Duhai ….
”Cinta itu fitrah manusia, namun kita harus bisa menempatkannya pada suatu keadaan yang dilegalkan Allah. Islam telah mengatur semua itu. Memberinya kemudahan dengan pernikahan …” Tidak sama persis kalimatnya, namun Meti ingat, pernah membacanya di sebuah situs Islam lokal. Menikah? Tidak boleh pacaran sebelumnya? Nggak ku … ku …!
Gedubrak!
Meti mengelus jidatnya. Senyum sipunya mengembang. Lebih mirip meringis sebenarnya. Etalase buku ditabraknya dengan sukses.
”Nggak apa-apa, Mbak?” seorang gadis pramuniaga menghampirinya.
”Oh, ehm, nggak!” Meti tergagap. Tangannya masih memegangi jidatnya. Lumayan sekali.
”Nggak sakit?”
Meti menggeleng, ”Maaf, ya, saya benar-benar nggak sengaja.”
Dengan malu-malu, diiringi tatapan beberapa pengunjung, Meti berlalu. Menghampiri eskalator dan menaikinya hingga lantai dua.
***
”Satu kelompok dengan Ronnie?” batin Meti sambil memandangi selembar kertas berisi daftar nama kelompok-kelompok praktikum biologi minggu depan.
”Nah, tertangkap!” Rosa menepuk dua bahu Meti sekeras-kerasnya. Matanya segera bergabung pada lembaran kertas di tangan Meti.
”Satu kelompok dengan Ronnie, ck, ck, boleh juga!” decaknya ketika menemukan nama Ronnie terpampang sebagai ketua kelompok Meti. ”Hoi, girls, Meti gabung dengan Ronnie!” teriaknya sadis kepada teman-teman lain.
Ronnie yang tengah menulis di bangkunya mendongak. Meti memerah. Sedetik kemudian memutih kapas. Lesu. Jantungnya kumat lagi. Terlebih melihat Ronnie ada disitu.
”Jadi valentinan?” tanya Lula yang memang sedikit gagap daya tangkapnya.
”Iya,” angguk Rosa tanpa memedulikan keadaan Meti yang nyaris pingsan.
Meti tiba-tiba menemukan satu mata pedang menusuk hatinya. Kilat mata milik Ranti yang duduk di deretan paling depan. Satu-satunya gadis berjilbab lebar di kelasnya. Yang paling getol mengajaknya ngaji setiap Jumat siang di musala sekolah. Dia ibarat malaikat yang selalu mengawasi gerak-gerik Meti. Menegurnya tanpa segan-segan. Dan Meti tidak suka itu. Sok tahu.
Dengan sedikit menata hatinya, Meti pergi menjauh. Ini jalan yang terbaik sebelum pertengkaran terjadi. Di depan malaikat Ranti dan di depan si Romeo Ronnie, Meti tak mau merusak imejnya. Jaim sedikit untuk kemaslahatan yang lebih banyak.
Di sudut sekolah, Meti meluruskan punggungnya. Memeluk kedua lututnya. Ronnie bahkan tak bereaksi tadi. Sebegitu parahkah aku? Keluhnya. Tanggal empat belas sudah di depan mata. Anak-anak gaul kelasnya sudah ribut. Dan apakah Meti akan merana sendirian di kamarnya, pada hari penuh makna itu? Meti menatap bayangannya yang jatuh di antara kerikil-kerikil putih yang tertata rapi di hadapannya. Selembar daun flamboyan kering terbang bebas di udara dicerabut angin dari tangkainya. Merana. Meti mendesah.
***
”Legenda lain bercerita tentang seorang pendeta Katholik dari abad III bernama Valentinus yang dijebloskan ke penjara dan dihukum mati oleh Kaisar Claudius karena ingin menyebarkan agamanya. Selama di penjara, Valentinus tetap memegang teguh imannya dan diceritakan bersahabat dengan putri sipir penjara. Ketika akhirnya Kaisar menghukum mati Valentinus pada 14 Februari 269, ia menulis surat bertuliskan from your valentine kepada anak sipir penjara sebagai tanda mata terakhir.
Seiring dengan berjalannya waktu, cerita tentang Valentine ini berkembang dalam berbagai versi. Namun orang biasanya lebih memfokuskan pada kisah romantis di belakangnya. Ada yang mengatakan bahwa Valentine sesungguhnya jatuh cinta pada anak sipir penjara itu, dan surat yang diberikannya sebagai tanda mata terakhir merupakan awal dari tradisi menulis surat cinta di antara pasangan kekasih …”
Meti menggarisbawahi kata-kata seorang pendeta Katholik pada artikel sebuah majalah remaja di tangannya. Bibirnya mengerucut. Shiba, boneka beruang birunya, dihempaskan begitu saja ke lantai.
Meti tahu cerita itu dari dahulu. Hafal di luar kepala bahkan. Versi Romawi, Prancis, Inggris, Wales, Itali, Jerman, Amerika Utara, bahkan sampai cerita gadis penenun di Cina. Dia juga tahu, itu bukan tradisi Islam. Tapi jika cinta menghampiri, siapa yang kuasa mengelaknya? Semua temannya mengharap valentine tiba. Mengungkapkan rasa cintanya pada pujaan mereka. Bahkan lebih luas lagi.
”Nggak harus kekasih, pada bonyok, adik, kakak, saudara, bahkan si bibi atau mamang sopir bisa saja diungkapkan. Pokoknya hari itu harus full senyum, deh!” kata Pupuy dengan bijaknya.
Meti tersenyum. Dia sudah membacanya di majalah remaja khusus cewek edisi valentine yang terbit minggu ini. Semua yang berbau perayaan pink itu dikupas habis. Tips mau kencan, kado-kado istimewa, baju-baju yang cocok, wah, komplet.
”Met, ada telepon, tuh!” panggil Mamah dari ruang tengah. Telepon? Sepertinya tadi dia tidak mendengar deringnya. Meti kian pusing. Mengapa jadi begini? Dia melihat sekilas kalender di atas rak bukunya. Tanggal sebelas Februari.
”Makasih, Mah!” seru Meti sambil mengangkat gagang telepon.
”Ranti,” jelas Mamah tanpa ditanya.
Meti berubah. Mengganti nada bicara yang sudah di ujung lidahnya. Tadi, dia sangat berharap, semoga saja yang meneleponnya … Ronnie!
”Meti, bisa bantu kami nggak, buat ngurusin diskusi khusus bulan ini? Kebetulan kami lagi kekurangan orang di kepanitiaan, nih!” kata Ranti setelah berucap salam.
”Kapan?”
”Tanggal empat belas, dari asar sampai ba’da magrib.”
Tanggal empat belas? Pesta Valentinan gengnya.
”Bisa, ya? Soalnya kami benar-benar butuh orang. Diskusi kali ini rada spesial, pembicaranya saja Ustad Zakaria yang ngetop itu,” pinta Ranti penuh harap.
Meti menggaruk kepalanya. ”Aku nggak yakin, sih, tapi nanti aku usahain!”
Malas, Meti menutup teleponnya. Ke musala atau gabung dengan teman-temannya, ya? Kalau gabung dengan Pupuy cs bisa-bisa dia dicengin habis, jika hadir tanpa pasangan. Biarpun mereka membolehkan datang dengan saudara, tapi malu, dong, sementara mereka semua dengan pangeran masing-masing. Jangan-jangan dikira nggak laku!
***
Ini hari termemuakkan bagi Meti, sebenarnya. Hari-hari yang panjang telah dia lewati dengan penuh kecemasan dan kebimbangan. Ronnie tidak pernah bercakap dengannya kecuali saat praktikum biologi di lab. Sedikitpun tak ada harapan baginya. Segalanya terasa gelap.
Ah! Meti nyaris tak percaya melihat daftar surat yang ada di inbox-nya. Ya, internet obat stres paling mujarab untuk Meti. Dia bisa bermain ke mana saja dia suka.
Ronnie Alam Bhuana. Meti mengucek matanya. Nggak salah? Segera dibukanya surat berisi bom waktu yang siap meledakkan dadanya itu.
Singkat. Pendek saja isinya.
Tell me whom you love and
I will tell you who you are
Will you be my valentine?
Ronnie
Napas Meti memburu. Tidak salahkan penglihatannya? Pangerannya telah datang di saat-saat kritis hampir menjelang. Sesaat jemarinya bergetar. Lupa untuk me-replay surat bersejarah ini. Angannya bermain-main di atas langit-langit kamar. Baju apa yang akan dia kenakan? Memakai lipstikkah? Parfum apa yang cocok? Semuanya berputar dalam kerut merut otaknya. Dan mestikah dia mengenakan jilbabnya? Angan Meti terbanting membentur dinding. Ya, bagaimana dengan jilbabnya?
***
Meti berputar sekali lagi di depan cermin. Kulot merah tua, gamis selutut warna pink yang manis dihias renda-renda di ujung lengan dan ujung bawah, juga jilbab mungil warna senada yang dipasang gaya. Bibirnya disapu usapan tipis lipstik merah muda. Meti tampak berbeda. Dia tersenyum. Baru dia sadari kini, sebenarnya dia memiliki sisi kecantikan yang selama ini tersembunyi.
”Duh, yang mau valentinan …!” ledek Mamah ketika Meti keluar dari pintu kamar. Gadis itu tersipu, ”Jangan sampai malam, ya, Met.”
”Oke, deh!” sahut Meti mantap.
Dia menatap jam yang terpasang di dinding. Hampir setengah empat. Ronnie berjanji menjemputnya tepat setengah empat.
”Tuh, kan, Met, meski pakai jilbab kamu tetap bisa tampil gaya dan mengikuti tren,” cetus Mamah yang menjajari Meti. Dulu Mamahlah yang mendorong Meti untuk berjilbab. Katanya, nenek ingin cucu perempuan satu-satunya berkerudung setelah akil baligh. Maklum, kakek dan nenek kan, Haji! Mamah sendiri kalau pergi biasanya berkerudung. Kerudung gaya.
Hampir jam empat. Meti mulai gelisah. Masa, sih, kencan pertama telat. Nggak punya sopan santun.
Telepon berdering. Meti nyaris melompat menyambar gagang telepon warna hitam itu.
”Apa?!” dia nyaris tak percaya.
Wajahnya berubah.
“Baik, nggak apa-apa, kok. Bye!” Meti menutup telepon.
Mamah yang memperhatikan semua itu menatapnya heran.
Meti melangkah gontai ke kamarnya.
”Ada apa, Met?” kejar Mamah.
”Pestanya batal,” sahut Meti ketus.
”Lho?!”
”Ronnie lupa kalau hari ini dia punya acara dengan keluarganya.”
”Kok gitu?”
”Udah, ah, Mah. Meti mau tidur aja,” Meti merajuk. Hatinya hancur berkeping-keping. Yah, ternyata dia memang tidak berharga. Nggak ada orang yang cinta sama dia. Karena dia buruk rupa, karena dia berat badannya empat kilo lebih banyak dari bobot idealnya. Meti memperkuat bendungan air di matanya. Dia tidak mau menangis di depan Mamah.
Meti meremas-remas Shiba hingga bulu-bulunya berantakan. Tak peduli baru di-laundry dua hari lalu. Air matanya berlelehan membasahi pipinya yang tersapu bedak. Bayang daun-daun palem di luar jendela melindunginya dari sinar hangat matahari sore.
Menit demi menit berlalu. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Diliriknya weker di atas meja sekilas. Tergesa, disambarnya tas di sampingnya. Setengah berlari dia melintasi ruang tengah.
”Mau ke mana, Met?” tanya Mamah yang tengah membaca di sofa.
Meti tidak melihatnya, ”Valentinan!” sahutnya.
”Katanya tadi?” Mamah mengernyitkan keningnya.
”Di musala sekolah ada diskusi tentang valentine, Mah,” jelas Meti,”Daripada di rumah, bete.”
Mungkin diskusi telah dimulai, tapi terlambat sedikit tidak apa-apa daripada tidak sama sekali. Meti membuka pintu taksi dengan hati lapang. Ke mana dia selama ini, ya Allah? Meti tahu, belum sepantasnya dia mencintai manusia sebelum dia mampu mencintai Allah dengan seluruh jiwanya. Dia bersyukur Ronnie tak datang. Setidaknya dia masih diingatkan setelah selama ini terbuai dengan kehidupan yang ditawarkan sahabat-sahabatnya.
Lampu merah menghadang laju taksi yang ditumpangi Meti. Jalanan sore tak pernah sepi dari macet. Tiba-tiba Meti tersenyum. Hidup itu seperti jalan raya, harus taat peraturan jika ingin selamat. Coba saja jika lampu merah diterobos, bisa hancur tubuhnya diserbu ratusan mobil yang tengah melintas juga.
Dia ingat Pupuy, Rosa, Lula, yang harus dia tinggalkan. Ya, harus. Namun, suatu saat Meti berjanji akan kembali. Karena, dia mencintai mereka dan dia ingin berbagi dengan mereka tentang makna sebuah cinta yang lebih berharga dari sebatang coklat. Cinta pada Allah. Pada-Nya kita takkan kecewa.
***
Diambil dari buku kumpulan cerita berjudul ”Kidung Kupu-Kupu Putih”.
karya El-Syifa.etakan I, Shafar 1422 / Mei 2001.
Diterbitkan oleh Penerbit Mizan, Bandung.
Kisah Aneh Dari Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika (fact or fiction?)
Kisah Aneh Dari Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika (fact or fiction?)
Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berke-nalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mere-ka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.
Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa per-tanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda terse-but dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat.”
Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!
Sang pendeta pun mulai bertanya, “Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada em-pat belasnya. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu-kainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
-Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
-Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
-Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman,
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
-Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
þ”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa j: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*
-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT berfirman,
“Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf j.
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa j yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu de-ngan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman,
“Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing.” (At-Takwir: 18).
-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf j, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai.” (Luqman: 19).
-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
-Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT,
“Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengu-rungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini dise-tujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyem-bunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mende-saknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 per-tanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!” Pendeta tersebut berka-ta, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah.”
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**
Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berke-nalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mere-ka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.
Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa per-tanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda terse-but dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat.”
Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!
Sang pendeta pun mulai bertanya, “Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada em-pat belasnya. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu-kainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
-Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
-Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
-Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman,
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
-Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
þ”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa j: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*
-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT berfirman,
“Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf j.
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa j yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu de-ngan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman,
“Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing.” (At-Takwir: 18).
-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf j, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai.” (Luqman: 19).
-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
-Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT,
“Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengu-rungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini dise-tujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyem-bunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mende-saknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 per-tanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!” Pendeta tersebut berka-ta, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah.”
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**
GOMBAL WARNING
“Tiba-tiba lelaki yang ku kenal baik berubah menjadi buas, aku pun tak berdaya untuk melawan dan… akhirnya kesucianku terenggut.!!!”
Begitu kutipan dan penggalan pengalaman, sebut saja Bunga, yang hancur masa depannya seoerti dilansir sebuah harian ibukota. Sedih, pastinya begitu. Betapa tidak, kesucian yang dijaga sejak lama yang hanya akan dipersembahkan kepada lelaki yang sudah sah sebagai suami, kini pecah dalam beberapa saat.
Bunga tak sendiri. Masih banyak Bunga-Bunga lain yang ‘madunya sudah dihisap oleh kumbang jantan’. Ada yang frustasi, tak sedikit pula yang ‘menjual’ diri karena kecewa dengan perlakuan pacar yang tak bertanggung jawab. Seperti yang dialami oleh Kembang (21), sebut saja begitu, seorang mahasiswi di kota kembang yang menjadi pramunikmat di sebuah diskotik. Dara yang berasal dari keluarga berada ini mengaku memberikan kegadisannya kepada lelaki yang ia anggap baik dan berjanji menikahinya. “Karena aku sangat mencintainya, akupun memberikan ‘segalanya’ pada dia, karena janjinya akan menikahiku”, ungkapnya getir.
Tapi apa yang terjadi? Lanjutnya gusar, “Empat tahun hubunganku dengannya sia-sia saja. Apalagi saat kukatakan padanya, bahwa aku tengah ‘berbadan’ dua, dia pun tak peduli bahkan menyuruhku menggugurkannya. Aku pun menurutinya.” Inikah namanya cinta?
Survei Membuktikan
Sebuah penelitian yang sempat menyentak semua kalangan, dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Pusat Pelatihan Bisnis dan humaniora (LSC Pusbih). Hasilnya, hampir 97,5% mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan keperawanannya. Yang lebih mengenaskan lagi, ternyata semua responden mengaku melakukan hubungan seks di luar nikah tanpa paksaan alias dilakukan suka sama suka. Nah lho…!
Kita sudah berkali-kali dikejutkan dengan hasil penelitian serupa. Mulai dari penelitian ‘kumpul kebo’ tahun 1984 yang lalu, hingga penelitian sejenis yang banyak dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Hasilnya, membuat kita mengelus dada… betapa rusaknya generasi muda sekarang.
Kenapa Terjadi?
Seperti seloroh orang yang pernah menjadi nomor satu di negeri ini, ‘dari mata turun ke hati, dari hati turun ke celana’ sungguh sangat mengenaskan dan benar-benar terjadi. Isyarat mata yang penuh makna mendapat sambutan hangat, saling sapa dan berbincang, berlanjut hingga hati menjadi ‘klik’. Berpisah membuat makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Di benak yang terbayang hanya si dia, lagi-lagi si dia.
Pertemuan pun berulang kembali dalam tahap mengungkap rasa, ‘nembak’, begitu istilah gaul kawula muda sekarang. Bahagia rasanya bagi sang dara karena yang ditunggu tibalah saatnya, diapun mengangguk setuju untuk ‘jalan bareng’ dalam suka dan duka. Ada rindu menggebu bila tak bertemu, ada cinta yang bersemayam dalam dada. Bila bersua ada kasih yang terukir dalam diri untuk pujaan hati…
Sudah bisa ditebak, seperti sebuah iklan, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya penuh dosa… pegangan bahkan sampai dengan hal yang belum patut untuk dilakukan seperti pengakuan Bunga dan Kembang tadi. Bisa sudah pacaran, istilah gaul jalan bareng, hampa tanpa pegangan, dan maaf… selanjutnya anda pun sudah bisa menebaknya, karena tak pantas kami ungkapkan.
Islam telah mewanti-wanti agar tidak mendekati zina. Norma yang bersifat pencegahan ini lebih efektif dalam menjaga hal-hal yang tidak baik. Menundukkan pandangan, istilah anak ta’lim ghadul bashar adalah permulaan yang sangat bagus. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…” (QS. an-Nuur : 31)
Memandang pun dilarang, apalagi lebih dari itu. Apakah ada orang yang berpacaran menjaga pandangan? Apakah ada orang yang berpacaran tanpa jalan bareng dan berdua-duaan di tempat yang sepi? Laki-laki mana yang mau pacaran tanpa pegang sana – pegang sini?
Ketahuilah wahai adikku, jika kalian mencintai laki-laki dengan jalan yang salah, maka akhirnya pun akan salah, menyesal. Laki-laki seperti itu sebenarnya tidak serius dalam menjalin kasih denganmu. Jika memang serius, tentu ia akan masuk lewat pintu resmi sebagaimana yang diajarkan oleh agama kita. Tak mengenal pacaran apalagi jalan bareng. Kebanyakan mereka mengaku pacaran hanya untuk having fun, maka jangan heran bila meninggalkanmu begitu saja setelah ‘madu’ dihisap dan mencampakkan dirimu begitu saja.
Laki-laki, apalagi pada zaman sekarang, berpikir seribu kali –sekali lagi-, seribu kali untuk memilih pendamping hidup yang tidak perawan dan mana mau menikah dengan wanita yang sudah ‘turun mesin’, istilah gaul anak lelaki sekarang.
Sementara sekarang sudah banyak remaja putri kehilangan, minimal harga diri. Kalaupun keperawanan masih utuh, yang lain? Karena itu, jagalah harga dirimu, karena mekarmu hanya sekali…!!!
Begitu kutipan dan penggalan pengalaman, sebut saja Bunga, yang hancur masa depannya seoerti dilansir sebuah harian ibukota. Sedih, pastinya begitu. Betapa tidak, kesucian yang dijaga sejak lama yang hanya akan dipersembahkan kepada lelaki yang sudah sah sebagai suami, kini pecah dalam beberapa saat.
Bunga tak sendiri. Masih banyak Bunga-Bunga lain yang ‘madunya sudah dihisap oleh kumbang jantan’. Ada yang frustasi, tak sedikit pula yang ‘menjual’ diri karena kecewa dengan perlakuan pacar yang tak bertanggung jawab. Seperti yang dialami oleh Kembang (21), sebut saja begitu, seorang mahasiswi di kota kembang yang menjadi pramunikmat di sebuah diskotik. Dara yang berasal dari keluarga berada ini mengaku memberikan kegadisannya kepada lelaki yang ia anggap baik dan berjanji menikahinya. “Karena aku sangat mencintainya, akupun memberikan ‘segalanya’ pada dia, karena janjinya akan menikahiku”, ungkapnya getir.
Tapi apa yang terjadi? Lanjutnya gusar, “Empat tahun hubunganku dengannya sia-sia saja. Apalagi saat kukatakan padanya, bahwa aku tengah ‘berbadan’ dua, dia pun tak peduli bahkan menyuruhku menggugurkannya. Aku pun menurutinya.” Inikah namanya cinta?
Survei Membuktikan
Sebuah penelitian yang sempat menyentak semua kalangan, dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Pusat Pelatihan Bisnis dan humaniora (LSC Pusbih). Hasilnya, hampir 97,5% mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan keperawanannya. Yang lebih mengenaskan lagi, ternyata semua responden mengaku melakukan hubungan seks di luar nikah tanpa paksaan alias dilakukan suka sama suka. Nah lho…!
Kita sudah berkali-kali dikejutkan dengan hasil penelitian serupa. Mulai dari penelitian ‘kumpul kebo’ tahun 1984 yang lalu, hingga penelitian sejenis yang banyak dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Hasilnya, membuat kita mengelus dada… betapa rusaknya generasi muda sekarang.
Kenapa Terjadi?
Seperti seloroh orang yang pernah menjadi nomor satu di negeri ini, ‘dari mata turun ke hati, dari hati turun ke celana’ sungguh sangat mengenaskan dan benar-benar terjadi. Isyarat mata yang penuh makna mendapat sambutan hangat, saling sapa dan berbincang, berlanjut hingga hati menjadi ‘klik’. Berpisah membuat makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Di benak yang terbayang hanya si dia, lagi-lagi si dia.
Pertemuan pun berulang kembali dalam tahap mengungkap rasa, ‘nembak’, begitu istilah gaul kawula muda sekarang. Bahagia rasanya bagi sang dara karena yang ditunggu tibalah saatnya, diapun mengangguk setuju untuk ‘jalan bareng’ dalam suka dan duka. Ada rindu menggebu bila tak bertemu, ada cinta yang bersemayam dalam dada. Bila bersua ada kasih yang terukir dalam diri untuk pujaan hati…
Sudah bisa ditebak, seperti sebuah iklan, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya penuh dosa… pegangan bahkan sampai dengan hal yang belum patut untuk dilakukan seperti pengakuan Bunga dan Kembang tadi. Bisa sudah pacaran, istilah gaul jalan bareng, hampa tanpa pegangan, dan maaf… selanjutnya anda pun sudah bisa menebaknya, karena tak pantas kami ungkapkan.
Islam telah mewanti-wanti agar tidak mendekati zina. Norma yang bersifat pencegahan ini lebih efektif dalam menjaga hal-hal yang tidak baik. Menundukkan pandangan, istilah anak ta’lim ghadul bashar adalah permulaan yang sangat bagus. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…” (QS. an-Nuur : 31)
Memandang pun dilarang, apalagi lebih dari itu. Apakah ada orang yang berpacaran menjaga pandangan? Apakah ada orang yang berpacaran tanpa jalan bareng dan berdua-duaan di tempat yang sepi? Laki-laki mana yang mau pacaran tanpa pegang sana – pegang sini?
Ketahuilah wahai adikku, jika kalian mencintai laki-laki dengan jalan yang salah, maka akhirnya pun akan salah, menyesal. Laki-laki seperti itu sebenarnya tidak serius dalam menjalin kasih denganmu. Jika memang serius, tentu ia akan masuk lewat pintu resmi sebagaimana yang diajarkan oleh agama kita. Tak mengenal pacaran apalagi jalan bareng. Kebanyakan mereka mengaku pacaran hanya untuk having fun, maka jangan heran bila meninggalkanmu begitu saja setelah ‘madu’ dihisap dan mencampakkan dirimu begitu saja.
Laki-laki, apalagi pada zaman sekarang, berpikir seribu kali –sekali lagi-, seribu kali untuk memilih pendamping hidup yang tidak perawan dan mana mau menikah dengan wanita yang sudah ‘turun mesin’, istilah gaul anak lelaki sekarang.
Sementara sekarang sudah banyak remaja putri kehilangan, minimal harga diri. Kalaupun keperawanan masih utuh, yang lain? Karena itu, jagalah harga dirimu, karena mekarmu hanya sekali…!!!
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
Bu Guru dan Murid
Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas…
Guru: “Nana Yuliani!”
Nana: “Saya, Bu!”
Guru: “David Hutagalung!”
David: “Saya, Bu!”
Guru: “Tono Surtono M!”
Tono: “Saya, Bu!”
Guru: “Tono, tolong sini sebentar…”
Tono: “Kenapa, Bu Guru?”
Guru: “Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?”
Tono: “Iya, Bu!”
Guru: “Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?”
Tono: “Martono, Bu!”
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
King-Kong….
Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet
Raksasa ?
Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant
Ape,
Giant Mongkey atau yang lainnya ?
Menurut ahli bahasa, kata King Kong berasal dari bahasa
Inggris dan
bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja
(bahasa
Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).
Berikut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong :
1. Kong Kali Kong :
Artinya banyak Monyet ! Bayangin , Monyet dikalikan dengan
Monyet !
2. Kong Res (Kongres) :
Artinya Monyet Ngumpul ! Res singkatan dari Residu, sisa
yang terkumpul.
3. Kong Kow :
Artinya, Monyet Gaul ! Kow dari bahasa Mandarin non-formal
yang artinya
main, bergaul atau ngerumpi.
4. Ngong Kong :
Artinya Monyet Jongkok ! Ngong artinya duduk atau Jongkok
dalam bahasa
Sanskerta.
6. Kong Lomerat :
Artinya Kumpulan besar Monyet ! Glomerat artinya
menggelinding menjadi
bola yang besar.
7. Kong Si (Kongsi) :
Artinya Empat Monyet pengusaha ! Si adalah bahasa Mandarin
artinya
empat.
8. Cu Kong :
Monyet banyak duitnya ! Cu artinya banyak duit menurut
bahasa
Mandarin kuno yang sudah kadaluarsa.
9 . Eng Kong :
Artinya Mbahnya Monyet !
10. Sing Kong :
Akar umbi ngumpet dalam tanah, takut ama monyet !
Sing = singitan (bhs Jawa) = ngumpet.
11. Bo Kong :
Bagian tubuh belakang monyet di bagian bawah yang
kelihatan
bengkak. Bo = aboh (bahasa Jawa) = bengkak.
13. Jerang Kong :
Kerangka monyet ! Jerang = tulang belulang menurut
bahasa antah
berantah.
14. Bang Kong :
Monyet bangun kesiangan ! Bang = singkatan dari bangun.
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Kisah Derita Djie
Sebut saja namaku Djie…
Dan aku masih ingat ketika seorang ibu mendandaniku sehingga tampak sangat cantik sekali.
Kisah sedihku ini dimulai ketika seorang dengan wajah seram datang ke tempatku dengan mulut bau minuman, dengan suara serak meminta dengan paksa supaya aku ikut dengannya.
Kulihat dia menyelipkan uang ke tangan ibu yang menjagaku sambil menyeringai memperlihatkan deretan gigi yang hitam-hitam menjijikan. Tapi apa dayaku sehingga aku pun terpaksa ikut dengannya meski entah apa yang terjadi pada diriku ini.
Aku memang lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya. Dibawanya aku pergi sehingga tak berapa lama kudengar dari kejauhan suara cekikikan wanita-wanita. Semakin dekat dengan tempat itu, aku melihat ada 4 orang laki-laki ditemani wanita-wanitanya sambil minum-minum. Ahhh minuman keras lagi?
Orang yang membawaku masuk dalam kumpulan orang-orang itu yang ternyata temannya, sambil memandangi diriku dengan penuh nafsu dan kelihatannya aku mau dimakan hidup-hidup. Tiba-tiba tangannya menyentuh diriku. Merabaku sehingga tak ada lagi di seluruh tubuhku yang tidak dijamahnya aku tak bisa berkata apa-apa.
Dan sekali lagi aku memang lemah serta tak punya kekuatan untuk menolak tingkah laku orang ini. Melihat apa yang dilakukannya pada diriku, keempat temannya ternyata tidak tinggal diam. Sambil teriak-teriak “Aku mau, aku mau donk…!!!”
Akupun juga mengalami perlakuan yang paling menyedihkan, akhirnya secara bergiliran mereka pun menjamahku dari ujung ke ujung dengan penuh kepuasan dan bukan itu saja yang mereka lakukan mereka mulai mengulum dan menghisap ujung tubuhku. Tapi tetap saja aku tidak berontak karena aku lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya.
Aku begitu lemah, sehingga perlakuan keji mendatangiku berkali-kali hanya demi sebuah kepuasaan sesaat, hanya aku biarkan saja.
Dan itu pun masih terjadi sampai saat ini.
Catatan: Pada saat orang itu memaksaku pergi, dia memanggil nama lengkapku Djie Sam Soe isi 12 batang. Serius amat bacanya, hehehe…
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Mengapa ayam menyebrang jalan?
Jika ada Pertanyaan:
Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?
Jawaban menurut:
Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.
FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.
Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.
Martin Luther King, Jr.:
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.
Freud:
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.
George W Bush:
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!
Darwin:
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.
Einstein:
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.
Nelson Mandela:
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!
Thabo Mbeki:
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.
Isaac Newton:
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
Miyabi:
Ooohh… Aahhh… Yeeahh… Mmmhhh…
Programmer Oracle:
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.
Sutiyoso:
Itu ayam pasti ingin naik busway.
Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.
Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.
Nia Dinata:
Pasti mau casting ‘30 Hari Mencari Ayam’ ya?
Desi Ratnasari:
No comment!
Dhani Ahmad:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…
Chinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject…biecheeck. …
Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh… Cape khan pake alat bantu terus?
Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil
sesenggukan) .
Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?
Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?
Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden.
and the best answer is:
Gus Dur :
‘Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Peti kuburan
Toni dan Joni adalah dua orang sahabat yang sama2 berprofesi sebagai dokter. Toni seorang dokter gigi sedangkan Joni dokter tulang.
Suatu hari teman mereka yang bekerja sebagai dokter jantung meninggal. Untuk mengenang jasanya,dia dibuatkan peti berbentuk jantung. Setelah upacara pemakaman berlangsung khidmat, lalu akhirnya dikuburkan.
Satu minggu kemudian teman mereka yang berprofesi sebagai dokter mata meninggal juga. Untuk mengenang jasanya maka dia dibuatakan peti berbentuk mata. Setelah upacara pemakaman lalau akhirnya peti dikuburkan.
Toni melihat seseorang yang terus menangis di depan kuburan kedua dokter itu. Toni kemudian mendekati orang itu dan menghiburnya
“Sudah,sabarlah. Ini semua sudah merupakan takdir dari Tuhan. Nggak mungkin bisa kita tolak.” Kata Toni
Orang itu menjawab “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan padamu. Sebenarnya saya ini juga merupakan seorang dokter.”
“Oh,betulkah? memang anda berprofesi sebagai dokter spesialis apa?” tanya Toni
Sambil pergi meninggalkan Toni,dari kejauhan orang itu menjawab “Spesialis kelamin.”
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Sepatu buaya
Joni pergi ke sebuah toko yang terkenal menjual sepatu buaya paling bagus. Joni kemudian bertanya harga sepatu itu kepada penjualnya
Joni: “Mas,sepatu buaya tuh satu pasangnya berapa?”
Penjual: “Sepatu ini satu pasang harganya 10 juta rupiah.”
Joni: “ANJRITT MAHAL AMAT!!!”
Penjual: “Mau murah? tangkep aja buayanya sendiri!”
Joni: “Betul juga luh! gw tangkep aah…”
10 menit kemudian si penjual sepatu penasaran apakah si Joni beneran mau nangkep tuh buaya. Dia lalu pergi untuk mencari Joni
Saat melewati ladang buaya,si penjual terkejut banyak buaya-buaya yang mati. Benar saja,ternyata di dalam ladang buaya itu ada Joni sambil membawa senapannya.
Joni memeriksa kaki-kaki para buaya itu. Dengan kesal Joni berkata “Sialan! buaya yang ini juga nggak pake sepatu!”
http://indolucu.blogspot.com/
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
34 Tanggapan - tanggapan
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:35 am Dikatakan: r
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Turis Korea dengan Petugas Imigrasi
Seorang petugas Imigrasi bertanya kepada seorang turis dari Korea.
Petugas: “Nama?”
Turis: “Pak Yu.”
Sang petugas marah dan berteriak,
“FUCK YOU!, jangan macam-macam dengan saya. Sekarang sebutkan nama lengkap kamu!”
Turis Korea menjawab:
“Pak Yu Tu.”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Tukang Ojek dan Semut Merah
Ada seorang ojek motor nggak pake helm, tiba-tiba Pak Polisi menilangnya, sambil marah pak Polisi berkata :
Polisi : “He, kenapa kamu nggak pakai helm?”
dengan santai si tukang ojek menjawab
Ojek : “Sorry pak lupa, maaf saya terburu-buru…”
Mendengar jawaban dari tukang ojek polisipun jadi kesal lalu dimarahi si tukang ojek.
Ojek : “Jangan begitu pak mentang-mentang anda polisi lalu seenaknya
memarahi orang, semut merah aja kalau diinjak pasti akan menggigit!”
Polisi : “Jadi kamu maunya apa !”
ojek : “Nggak apa-apa pak, sayakan cuma si semut hitam…”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Mata Berkunang-Kunang
Seorang pasien yang datang ke klinik untuk mengutarakan keluhan penyakitnya,
Dokter : “Apa yang anda rasakan sekarang?”
Pasien : “Kepala pusing dan mata berkunang-kunang”
Dokter : “Hmm…anda menderita penyakit anemia,dan saya akan memberikan resep ini…”
Keesokan harinya si pasien datang lg ke klinik tsb.
Dokter : “Bagaimana pak, apakah mata bapak masih berkunang-kunang?,atau kepala bapa masih pusing…?”
Pasien : “Kepala saya sudah tidak pusing lagi tapi sekarang mata saya berkupu-kupu”
Dokter : ???????
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Masuk Lift Hotel
Seorang ibu yang baru pertama kali datang ke kota menginap di sebuah hotel mewah di Jakarta.
Setelah Check in di reception, seorang Bellboy membawakan tas si ibu, dan si ibu ini mengikutinyadari belakang. Setelah pintu tertutup si ibu melihat lihat ruangan sekitar dan kemudian menepuk pundak bellboy sambil bilang :
Ibu: “Hei anak muda… mungkin saya sudah tua, tapi saya tidak bodoh! Saya sudah membayar mahal di hotel ini. Tapi ruangan ini kecil sekali, bahkan tidak ada TV tempat tidur dan kamar mandi nya!”
BellBoy: “Maaf bu…, kita ini di dalam lift…”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Rumah saya goblok…!!
Maling 1 : “malam ini kita mulai aksi kita. Kira-kira rumah siapa… yah yang kita bongkar ?”
Maling 2 : “Bagaimana kalau rumah nomor.12? soal nya ketika saya intip, barang-barangnya bagus bagus. Ada 2 TV, radio, komputer. Pokoknya menggiurkan deh.”
Maling 1 : “Jangan…! Barang-barang rumah itu semuanya tidak halal !”
Maling 2 : “Memangnya kenapa ?”
Maling 1 : “Rumah itu, rumah saya… goblok!”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Nggak Bisa Lebih Dari 10
Mika adalah seorang murid playgroup. Suatu hari,mika mengadu ke ibunya sering pusing di kelas, lalu, dokter, bertanya apa keluhannya…
Dokter: “Apa keluhannya?”
Ibu : “Ini anak saya sering mengeluh pusing”
Dokter: “Oke, saya cek anak ini.”
Waktu dicek…
Dokter: “Coba bilang 33!”
Mika: “10!”
Dokter: “Kok 10?”
Mika: “Dokter gimana sih! saya kan baru bisa berhitung sampai 10!”
Dokter: “!@@##$@@#$%^&”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Lelaki dari cara Kencingnya
Lelaki biasa:
Masuk ke toilet, ternyata penuh, keluar lagi dan kencing di balik pohon.
Lelaki gaul:
Selalu ikut teman²nya ke toilet walaupun ia tidak ingin buang air kecil.
Lelaki pemalu:
Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, air kencingnya tidak keluar,
tapi pura2 menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.
Lelaki suka melamun:
Membuka rompi, mengeluarkan dasinya, lalu kencing di celana.
Lelaki efisien:
Meskipun sudah waktunya kencing, tapi ditahan dulu sampai kebelet
buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu.
Lelaki pemabuk:
Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu kencing di celana.
Lelaki palsu:
Kencing di toilet cewek!
Lelaki pelit:
Kalau beol di WC umum ngakunya kencing (biar bayar murah)
Lelaki malu²in :
Kencing di celana.
Lelaki edun:
Makai celana yang abis dikencingin.
Lelaki sarap:
Pakai celana yang habis dikencingin tapi dicium dulu kali2 baunya
sudah jadi bau duren..
Lelaki kreatif:
Kalau kencing kakinya diangkat satu…
Lelaki irit:
Kagak pernah kencing seumur umur.
Lelaki nekad:
Suka ngencingi bini tetangga.
Lelaki funky:
Kencing di tempat umum.
Lelaki sial :
mau nya kencing air yg keluar batu
Lelaki Enjoying:
Kencing sambil merem-melek
Lelaki Hemat waktu :
Cuma Buka resleting, dikeluarin trus langsung kencing
Lelaki moody :
biasa pake’ pampers … hehehe …
Lelaki kurang ajar
lagi kencing ..eh kentut..pura2 cuek lagi!
Lelaki buta huruf
di toilet sudah ada tulisan rusak masih di kencingin juga
Lelaki turunan kucing
gak bisa liat barang baru, diendus2 trus dikencingin
Lelaki sabar
nungguin air cebok gak keluar2, manteeng aja di urinoir
Lelaki hiphop
kencing sambil kejang2 breakdance
Lelaki pembenci
sesudah kencing trus ngeludahin kencingnya
Lelaki ramah
ngajak ngobrol sambil kencing, sampe temennya gak bisa kencing
Lelaki percaya diri
sudah kencing, anunya dibawa jalan2 ke wastafel mo cebok
Lelaki pelupa
sudah kencing, keluar wc, buru2 balik lagi, krn masih pgn kencing
beberapa tetes lagi
Lelaki dermawan
kencing gak keluar tapi tetep bayar uang
http://indolucu.blogspot.com/
http://www.ketawa.com
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:36 am Dikatakan: r
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kenek Jawa yg Lugu
Suatu hari, seorang kenek bis yang baru datang dari Jawa diterima bekerja di Metromini. Setelah pulang ke pool kenek itu membantu supirnya untuk parkir
“ya’ terus mas…terus mas….”
karena kenek baru ini kurang ahli maka tak ayal….Metromini pun menabrak Tembok (Jedruak!)
Supirnyapun turun dengan marah besar
“Kenek Tai lo……!!!!!!”
Dengan lugunya, kenek dari Jawa ini pun menjawab dg logat jawanya yg kental :
“Nggak mas…nggak kene’ tai, tapi kene’ tembuok mas….!”
(kene’=kena dlm bhs jawa)
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Tentara aja bisa pucat
Ada seorang penjual semangka dipinggir jalan, lalu datanglah seorang ibu yang hendak membeli semangka.
Ibu : “Cak, berapa semangkanya ini satu ?”
Mdr : “Oh…, murah Buk, tiga ribu saja.”
Ibu : “Merah enggak Cak ?”
Mdr : “Dijamin pasti merah Buk. Kalo enggak merah nanti bisa dikembalikan.”
Lalu si Ibu akhirnya jadi membeli satu biji semangka, tetapi karena terburu-buru membawanya, semangka yang baru dibeli tadi akhirnya jatuh dan pecah, dan ternyata warna buahnya putih bukan merah seperti yang dibilang tadi. Si Ibu tadi kembali ke orang Madura untuk protes.
Ibu : “Lo… Cak, ini koq isinya putih, katanya tadi merah… Kalo begini saya kembalikan saja semangkanya !!! Mana duitnya tadi ..!!”(dengan nada marah).
Mdr : “Lho Buk, Tentara saja jatuh pucat, apalagi semangka.”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Pemerkosa Yang Shock
Seorang pria, terdakwa kasus pemerkosaan, langsung shocked begitu mendengar vonis hakim yang mengadilinya.
“Melihat bukti-bukti yang kuat, serta keterangan para saksi begitu meyakinkan, dengan ini majelis hakim memutuskan :
Terdakwa terbukti bersalah dan diganjar hukuman 3 BULAN PENJARA. Selanjutnya barang bukti yang digunakan pelaku kejahatan disita negara untuk segera dimusnahkan.”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kesalahan Toko Bunga
Ada sebuah perusahaan yang baru saja pindah lokasi. Dan seorang rekan kerja mengirim bunga kepada dirut perusahaan itu.
Ketika sang dirut membaca kartu ucapan pada bunga itu, dia sangat terkejut karena menjumpai tulisan yang berbunyi :
BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG.
Lalu dia panggil pemilik toko bunga itu dan mengecam dengan pedas,
“Silakan Anda baca kartu ucapan ini.”
“Apa yang anehnya, tuan?”
“Lho, gimana kamu ini. Mana mungkin rekan saya itu mengirimkan ucapan selamat : BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG. Pasti kamu yang salah nulisnya!”
Pemilik toko bunga menjawab dengan kalem, “Ah, ini kesalahan kecil, pak. Bayangkan saja, ketika Bapak meninggal dunia dan pada hari pemakaman, Anda menerima ucapan :
SELAMAT MENEMPATI LOKASI BARU.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Dokter gigi yang mahal
Seorang ibu menelepon dokter gigi anaknya.
“saya agak heran ini, dok. biasanya kan ongkos perawatan dokter hanya
25.000 rupiah. tapi kenapa sekarang jadi 100.000 ?” tanya si ibu.
“ya, memang. soalnya, anak ibu tadi menjerit-jerit keras sekali sehingga
tiga calon pasien saya lari nggak jadi berobat !” jawab si dokter.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kaki panjang sebelah
” Saya tidak mungkin bisa masuk Angkatan Darat ! ” kata Hamid seorang
pemuda yang enggan masuk wajib militer.
” Mengapa tidak ? ” tanya Perwira Rekrut yang mendaftarnya.
” Karena kaki saya yang satu lebih panjang dari pada kaki yang lain. “
” Jangan kuatir. Di tempat kau akan bertempur tanahnya juga tidak rata. “
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Yang satu pencipta lagunya
Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua
burung itu berbeda, yang satu suka bernyayi dan yang satunya lagi hanya
diam saja, datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata
kepada si penjual burung :
Pembeli : Berapa harga burung kaka tua ini mas…??
Penjual: Kalau yang suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan yang diam
itu 1.000.000 rupiah.
Pembeli: Lho kok yang suka nyayi harganya lebih murah dari yang hanya
diam saja.
Penjual: yah…. jelas beda wong yang harganya 1.000.000 itu pencipta
lagunya kok.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Tenang saja, nggak ada hiu
Ketika saya dan teman saya pergi berenang di sungai Zambezi Mozambique,
saya bertanya kepada seorang anak laki-laki yang sedang asyik memancing
apakah ada hiu di sungai tersebut.
Anak itu menjawab: “Tidak!”
Kemudian saya dan teman saya terjun ke sungai dan mulai berenang. Tapi
saya kurang percaya, maka setelah beberapa menit saya kembali tanya
untuk meyakinkan apakah betul tidak ada hiu di sungai itu.
Ia menjawab: “Tidak ada hiu! Karena Hiu-nya takut dengan buaya yang ada
di sini!!!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Nama kucing kamu
Suatu hari Dodo berkunjung ke rumah Marwan temannya, ketika itu dia
melihat kucing Marwan.
Dodo bertanya: “Wan, siapa nama kucingmu?”
Marwan: “Namanya Puspita Sari Endah Dwi Setiyarini Pungkiwati.”
Dodo: “Haaa… panjang amat namanya, gimana cara manggilnya?”
Marwan: “Singkat saja ‘Pus’!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Sama dengan di negeri saya
Dua orang,satu dari Rusia, satu dari Amerika, mereka berdebat tentang
kebebasan bicara dinegerinya masing-masing.
Paman Sam : Di negri gue, orang bebas menuntut, memaki-maki, bahkan
pada presiden sekalipun.
stoikov : Saya kira bukan hanya di negeri anda yang ada kebebasan, di Rusia, orang juga bebas memaki-maki presiden Amerika.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Pengalaman
Guru:”Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik.”
Murid I :”Mengapa pengalaman kok disebut guru yang paling baik, Bu ?”
Murid II :”Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah).”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kurang kerjaan
Didi adalah seorang murid SMP I di kota nya. Saat pelajaran Fisika, Didi ditanya oleh guru nya, sambil mengambil alat percobaan nya.
Guru : “Didi, jika lilin ini bapak tutup dengan gelas maka api nya akan mati. Hal itu membuktikan apa..??”
Didi : “Membuktikan kalau bapak kurang kerjaan”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Donor darah
Pada suatu hari ada seorang bapak berpakaian ala keraton yogya datang ke kantor utd
Petugas: “ada yang bisa saya bantu,pak?”
Lalu seoranng bapak menjawab, “saya mau donor mbak” petugas: “golongan darah bapak apa ?” Bapak : “itu yang jadi masalah soalnya apakah disini menerima gol.darah yg ada di tubuh saya” pettugas: “memangnya gol. Darah bapak apa?” Bapak : “saya gol. Darah biru,mbak.”
Petugas sambil tersenyum petugas membalasnya) “maaf pak disini hanya mau menerima gol.darah muda”.
Bapak : ” ha ???.”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Naik Becak
Seorang turis dari Amerika berkunjung ke Indonesia. Dia mendengar bahwa di Indonesia paling enak naik becak keliling kota. Singkat cerita, dia menemukan becak yang lagi kosong.
Turis : Can you speak English?,
Tukang : Apa? Gereja Inggris tuan?,
Turis : What?,
Tukang: Kuat dong…,
Turis : Are you crazy?,
Tukang : Ah… Tuan bisa aja. Saya dari Bogor, bukan Bekasi.
Turis : Hmm…how much?,
Tukang: Saya bukan Amat, saya Wan Dullah.
Turis : What? One dollar? Oke, let’s go.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Pertengkaran dengan istri
Siang itu ketika sedang istirahat kantor, tampak dua orang pria sedang bercakap-cakap.
Pria 1 : “Semalam aku bertengkar dengan istriku”, katanya kepada temannya.
Pria 2 : “Apa? memangnya kamu berani, istrimu itukan galaknya minta ampun”.
Pria 1 : “Iya sih, tapi malam itu aku buat dia tak berkutik. Bahkan dia sampai jongkok di depanku, sambil memanggil-manggil namaku”, ujarnya setengah menyombongkan diri.
Pria 2 : “Lantas apa yang kau lakukan?”.
Pria 1 : “Ya aku diam saja, sebagai laki-laki aku’kan punya harga diri”.
Pria 2 : “Lalu apa tindakan istrimu?”.
Pria 1 : “Sambil memegang sapu lidi dia berteriak kepadaku, Ayo kalau berani keluar dari kolong tempat tidur !!”.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
3 Selebriti Terkemuka Amerika
Pada suatu hari 3 selebritis terkenal dari Amerika, yakni Shaggy, Craig David, dan Britney Spears sedang gak ada kerjaan, jadi daripada bengong aja salah satu dari mereka mengusulkan untuk jalan-jalan ke taman nyari udara segar.
Akhirnya sampailah mereka di salah satu taman terbesar di New York. Pas mereka lagi jalan bareng tiba-tiba ada suara kentut, “Je…Bruttttt!!!!” Suara kentut yang terdengar sangat jelas itu tentu saja berasal dari salah satu dari mereka. Sambil bertatapan mereka ngomong:
Shaggy: “It Wasn’t Me.”
Craig David: “I’m Walking Away…”
…dan yang terakhir si Britney: “Oops! I did it again!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Yang jelas bukan saya
Figo adalah seorang pelajar SLTP yang gila bola. Karena nonton siaran langsung Piala Eropa 2000 semalam suntuk, besoknya Figo terkantuk-kantuk di kelas sewaktu pelajaran sejarah pada jam terakhir.
Pelajaran sejarah hari itu tentang sejarah dunia, diajarkan oleh Ibu Guru yang agak galak. Bu guru menerangkan tentang penemuan benua Amerika. Bu Guru melihatFigo terkantuk-kantuk di pojok kelas sana, kemudian Bu Guru mendatangi kursi di mana Figo duduk, lalu bertanya:
Bu Guru: “Kamu Figo,…. Siapa penemu benua Amerika?”
Joe : “Bu…bu… bukan saya, Bu!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Istrinya merengek
Daud: Semalam kamu berantem dengan istrimu???
Victor : Ya… benar…. Tapi sudah selesai, saya yang menang!Ia merangkak
persis di hadapanku sambil merengek.
Daud : Oh… Ya…Dia merengek apa???
Victor : Dia merengek, “HAI PENGECUT, KELUAR KAU DARI KOLONG RANJANG!!!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Adu hebat berdasarkan musim
Seorang Amerika membual : ” Musim salju kami begitu dingin sehingga kami memasang alat pemanas di bawah tubuh sapi supaya mereka tidak
menghasilkan eskrim. “
Orang Filipina yang di ajaknya bicara tidak mau kalah : ” Itu bukan apa
-apa! Musim panas kami begitu panas sehingga kami harus mengipasi ayam
betina supaya tidak mengeluarkan telur rebus ! “
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Digampar gara-gara menunjuk
Suatu hari Bogel menangis sepulang dari sekolah, Ibunya heran karena
tidak seperti biasanya dia kalau pulang sekolah selalu ceria.
Maknya’: “Kenapa kamu nangis Gel? loh pipimu merah bekas gampar tangan siapa tuh?”
Bogel : “Ini bekas gampar tanganmu, eh… tangan Ibu guru uhuk…uhuk”
Maknya’: “Koq sampai digampar bu guru, emangnya kamu nakal?”
Bogel: “Nggak Maknya’, gara-garanya saya nyanyi di depan kelas”
Maknya’: “Lalu….. kamu nyanyi lagu pop, kroncong, rock atau ndangdut?”
Bogel: “Nggak Maknya’, justru Bogel nyanyi lagu wajib, begini lagunya: Indonesia tanah air beta pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala tetap dipuja-puja bangsa Di sana… tempat lahir beta… nah pas di syair yang itu tangan saya sambil nunjuk ke arah ‘anunya’ ibu guru, langsung saja saya digampar dan disuruh pulang…..”
Maknya’: “…????”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Balikkan saja tubuhnya
Seorang dokter sedang sibuk memeriksa dan menasihati seorang pasien-nya,
sangat kaget ketika perawat pembantunya masuk dengan tergesa-gesa dan berbisik “Dok! pasien yang baru saja keluar setelah dokter periksa tadi, tiba tiba saja jatuh dan meninggal didepan pintu keluar!, apa yang harus saya lakukan?”
“Balikkan saja tubuhnya demikian rupa, agar kelihatannya seolah olah dia akan datang masuk kesini” jawab dokter dengan tenang.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Telat Ngangkat
Di klas IIpas-pal (jurusan ilmu pasti dan pengetahuan alam, ini
pembagian di zaman SMA tahun 1993 ke-bawah). Sesuai jadwal pelajaran, masing guru masuk ke klas tsb.
jam pertama, pelajaran Ilmu bumi alam falak, Pak Leo sedang
menerangkan keadaan cuaca, setelah itu dia bertanya kepada murid-murid
di klas :
Guru : Kenapa jemuran kering bisa basah ????
Ali : kena hujan
Guru : Salah,
Bedoel : terlambat ngangkat
Guru : Betoel…seratus !
Jam pelajaran kedua, Guru Fisika masuk, Pak Ucok,
dia menerangkan tentang proses pembakaran sehingga terjadi Carbon
mono-oxide dan di-oxide, setelah pelajaran selesai dia bertanya:
Guru : kenapa roti di oven bisa hangus ?
Ali : adanya peristiwa pemanasan tinggi, sehingga O2 di dalam oven memuai akibatnya particles O2 yg panas pd menabrak roti sehingga rotinya mengalami trauma tumpul akibatnya rotinya memar kehitaman…..!
Guru : salaaaahhhhhh !
Bedoel: “terlambat ngangkat !”
Guru : betul…..betul !
Jam pelajaran ke tiga, guru biologi yang masuk, Pak Aman,
menerangkan tentang proses pembuahan.
Setelah selesai beliau bertanya kepada muridnya:
Guru : kenapa wanita hamil ???
Ali : karena terjadi zygote, yaitu pertemuan antara sperma dengan sel telur !
Guru : Salaaahhhhh !
Bedoel : “terlambat ngangkatnya” !
Guru : Tul sekali …,
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Para wakil naik pangkat
Suatu hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan di negeri lain. Semua orang yang berpangkat WAKIL dinaikkan pangkatnya. Wakil Presiden jadi Presiden, Wakil Direktur jadi Direktur, Wakil Komandan jadi Komandan, Wakil Gubernur jadi Gubernur, Wakil RT jadi RT, dsb.. dsb..
Yang penting, dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada
dobel posisi, itu bisa diatur pembagian tugasnya. Masalah pembengkakan
anggaran, semua ditanggung oleh negara.
Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk
mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata DPR menolak. Betul-betul menolak
dengan keras. Bahkan sangat keras.
Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan
berubah status dari WAKIL RAKYAT menjadi RAKYAT …
http://indolucu.blogspot.com/
www,ketawa.com
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:37 am Dikatakan: r
Tips Membuat Surat Lamaran
1. JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN
Dgn Hrmt.
ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls, sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn,
dri thn 1999 – 2004 , sy tlh bkj di aptk km farma, di bag cln srv
dri thn 2004-2005 , sy bkj di LC bank sbg kabag keu
dri thn 2005- smp skrg jd tkg pkr.
2. JANGAN TERLALU BANYAK LAMPIRAN
sebagai bahan pertimbangan bapak, bersama ini saya sertakan:
a. foto copy KTP bapak saya
b. pas foto saya waktu disunat
c. surat kelakuan baik seluruh keluarga saya
d. bon hutang selama 1 tahun
e. proposal permintaan sumbangan pembangunan mesjid di Rt saya
3. BAHASANYA SOK GAUL
Dgn hormat banget, boss!!!
Halo boss, capee deehhh!!! Apa kabar nich? Baik-baik aja dong, iya kan? Iya dong. Bener kan?
Bener dong. Saya mo ngelamar kerja nich. Boleh dong…please…boleh ya…
4. BAHASANYA SOK PREMAN
Gue pernah kerja di kantor bokap, tapi lantaran gue sering bolos sama sering ngegodain skertaris kantor, gue dikeluarin, setan banget deehhh!!!
Makanya sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo, ga usah khawatir soal jabatan deh… Gue sih yg penting dibayar gede sama elo. Ok deh!!! Gue tunggu panggilan kerja dari elo di rumah gue, kalo sampe tiga hari belom juga ada panggilan, elo bakal tau sendiri akibatnya!!!
5. BAHASANYA SOK AKRAB
Dengan hormat,
Hai apa kabar nih? Baik baik aja kan? Saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat walafiat, semoga kamu juga baik baik aja seperti saya disini. Ngomong-ngomong gimana kabar anak-anak, sehat kan? Istri pasti makin cantik aja… salam aja ya buat mereka.
Oya, hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan kamu bisa kan?
6. TERLALU RESMI DAN BERTELE TELE
Dengan hormat,
Setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar ternama di ibukota, saya sangat tertarik dengan iklan yang anda muat disitu.
Oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut dan juga sekalian harapan saya, dengan surat lamaran ini kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua, bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi.
http://indolucu.blogspot.com/
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:38 am Dikatakan: r
Cerita Kejadian Berhubungan Secara Berantai
Boss bicara dengan sekretarisnya: “Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap.”
Sekretaris telepon suaminya: “Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya.”
Suami telepon kekasih gelapnya: “Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?”
Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya: “Nak, ibu punya banyak
kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu.”
Anak kursus bilang terhadap kakeknya: “Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. “
Kakek (=Boss) telepon sekretarisnya: “Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan.”
Sekretaris telepon suaminya: “Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak, tripnya dibatalkan Mas.”
Suami bilang kekasih gelapnya: “Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi.”
Kekasih gelap telepon anak kursusnya : “Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa.”
Anak kursus bilang sama kakeknya: “Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja.”
Kakek bilang sama sekretarisnya: “Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!”
Cape deh…
author: unknown
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:38 am Dikatakan: r
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Nenek, cewek, tentara, dan pemuda
Dalam sebuah kereta kelas ekonomi duduk berhadapan empat orang yang saling tidak mengenal. Ada seorang nenek-nenek yang sibuk mengunyah sirih. Di sebelahnya duduk seorang wanita muda, cantik dan sangat
menggiurkan. Di depan mereka duduk seorang perwira ABRI dengan pakaian lengkap plus kumis melintang, sementara di sebelah si tentara duduk seorang pria muda yang berpenampilan sederhana dan terkesan pendiam.
Kereta memasuki sebuah terowongan, dan suasana di dalam kereta menjadi gelap. Tiba-tiba terdengar suara ciuman yang kemudian disusul dengan suara pipi di tampar.
Si nenek-nenek berkata dalam hati: “Kasian nih anak perawan di sebelahku. Jadi obyek pelecehan lelaki !”
Si gadis berkata dalam hati :”Kasian yang mencium nenek di sebelahku. Pasti diantara kedua lelaki di hadapanku ini salah cium. Biar rasa!”
Si tentara sambil mengusap pipinya berkata dalam hati: “Sial…! yang nyium siapa, yang kena tampar siapa.. huh dasar sial.. tau gitu mendingan aku cium duluan si cewek seksi ini”
Si pemuda sederhana berkata dalam hati: “Hehehe kapan lagi bisa nampar tentara. Nggak tau dia kalau aku mencium tangan sendiri…”
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Dipecat gara-gara gerah
Seorang anggota prajurit angkatan laut yang baru saja bertugas beberapa hari di sebuah kapal selam angkatan laut, dipecat dari kesatuannya atas
tuduhan menenggelamkan kapal selam bersama awaknya. Ketika diwawancarai wartawan, ia mengaku tidak bersalah. “Waktu kejadian kapal
selam itu tenggelam, saya malah sedang bebas tugas, dan sedang bersiap untuk tidur.”, kata si pria.
“Lantas apa yang kemudian anda lakukan sebelum tidur?” tanya wartawan.
“Ya seperti kebiasaan di kampung… saya selalu buka jendela sebelum tidur…. Abis gerah sih!! “, jawabnya dengan santai
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Menyerah pada kunang-kunang
Empat orang anak pergi kemping pada akhir pekan. Nyamuk sangat banyak ditempat itu, sehingga semalaman mereka perlu bersembunyi di bawah
selimut. Ketika salah seorang anak melihat gerombolan kunang-kunang, salah seorang anak berbisik kepada temannya,
“Sebaiknya kita menyerah, mereka datang dengan jumlah banyak, dan mereka semua membawa senter.”
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Dikeluarkan baru digaruk
Sang pasien mati-matian membujuk dokter agar tidak membedahnya.
“Sebetulnya saya tidak menderita penyakit yang serius,” ungkapnya,
“kecuali usus buntu saya agak terasa gatal.”
“Baiklah kalau begitu,” jawab dokter,”mari segera kita keluarkan.”
“Apakah usus buntu ini harus dikeluarkan hanya karena gatal sedikit, Dok?”
“Tentu saja,” balas dokter dengan nada tidak sabar.
“Setelah dikeluarkan barulah kita bisa menggaruknya.”
————————–
————————-
Lubang saku celana
“Sayang,”kata seorang isteri pada suaminya,ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi,”tidakkah kau perhatikan bahwa saku celanamu telah kujahit, ketika kau sedang tidurtadi malam.
Tidakkah menurut pendapatmu aku ini istri yang baik & penuh pengertian?”
“Ya, ya,”sahut suaminya,”saya menghargai hal tersebut. Tapi omong-omong, bagaimana kau sampai mengetahui bahwa ada lubang di saku celanaku?”
————————-
Suara dari headphones
Suatu ketika, seorang pirang pergi ke penata rambut, namun ia mengenakan headphones. Si penata bilang, “Kamu harus melepaskan benda itu atau aku tidak dapat memotong rambutmu!”
Si pirang menjawab, “Tidak! Aku tidak bisa! Aku akan MATI tanpa mereka!” Jadi si penata hanya dapat menarik nafas, dan memotong rambut pada sisi kepalanya. Ketika si pirang tertidur, si penata berpikir, “Akan kulepas headphonesnya jadi aku bisa memotong rambutnya. Dia nggak akan sadar ini.” Jadi, ia melakukannya.
Sekitar 3 menit berikutnya, si pirang melorot dari kursi, meninggal. Si penata berkata, “Kira-kira apa ya penyebab kematiannya? Mungkin ada hubungannya dengan headphonesnya?” Si penata mengambil headphones itu dan mendengarkannya baik-baik apa yang sedang diputar.
Headphones itu mengulang kata-kata, “Tarik nafas, lepaskan.”
Dijamin pasti bertemu Tuhan
Dua orang astronout dari amerika dan Rusia sepakat untuk terbang ke bulan
bersama2. Setibanya di antariksa si rusia berkata:
Rusia:”katanya Tuhan ada di atas, nah bukankah sekarang kita telah berada
di atas langit yang paling atas,tapi saya tidak melihat tanda2 Tuhan itu ada.
Mana yang benar?
Dengan kesal si amerika berujar:
Anda benar2 ingin melihat Tuhan?
Si Rusia mengangguk dengan antusias.
Amerika: Buka baju astronot anda dan buka pintu pesawat antariksa ini,saya
jamin pasti anda segera bertemu Tuhan.
Bebas mengambil apapun miliknya
Kisah seseorang yang baru mendapat mobil mewah…
“Mobil yang bagus,”puji Tomi,”Dari mana kau mendapatkannya?”
“Dari seorang nyonya bertubuh sexy,”jawab nino enteng. “Ketika aku sedang di diskotek, tiba-tiba ia mendekatiku dan mengajakku naik Baby Benz-nya. Ketika sampai di puncak, nyonya itu ingin aku menciumnya.”
“Kamu menciumnya juga?”
“Iya dong. Kemudian ia melorotkan celana panjangnya dan mengatakan aku boleh mengambil apapun miliknya.”
“Lalu?Apa yang kamu lakukan?”
“Karena celana itu tidak cocok ukurannya untukku, aku ambil saja mobilnya.”
Keluarkan dulu sendoknya
Pasien : “Dok… setiap saya minum kopi dari cangkir, rasanya mata kanan, seperti ada yang menusuk gitu dok..”
Dokter : “Kalo begitu, setiap mau minumkopi… keluarkan dulu sendoknya dari dalam cangkir.. “
Pasien : “O… Terima kasih , Dok..”
Siapa penemu Australia
Guru : Budi, di mana letak Australia ?
Budi : Di sini, Bu! ( sambil menunjuk peta )
Guru : Bagus! Sekarang Agus, siapa yang menemukan Australia?
Agus : Budi, Bu!
Jangan ampe lupe tempatnye
Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yg gak pernah sekolah.
“Be..tadi aye dimarahin ama pak guru.”
“Emang loe salah ape Do..”
“Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru.”
“Emang loe ditanye ape..?”
“Pak guru tanye..dimana letaknya Washington..”
“Mangkenye Do.. laen kali kalo’ loe ngeletakin sesuatu jangan ampe lupe letaknye.”
Tujuh tiga puluh
Pada hari Minggu siang seorang bapak menonton pertandingan sepak bola di televisi. Akhirnya ia tertidur di kursi sepanjang siang dan malam hari itu.
Pagi harinya sang isteri membangunkannya.
Isteri : ” Pak, Pak, bangun Pak ! Sekarang tujuh tiga puluh. “
Si Bapak melompat dan terjaga.
Bapak : ” Tujuh tiga puluh untuk regu mana ? “
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Orang kehilangan dompet
Goldberg kehilangan dompetnya pada suatu pesta keponakannya.
“Hadirin, saya mohon maaf karena mengganggu perayaan ini sebentar,”
katanya mengumumkan, “Saya baru saja kehilangan dompet berisi uang 500 dollar. Bagi siapa saja yg menemukan, saya tawarkan hadiah 50 dollar.”
Dari arah belakang terdengar suara, “Saya menawarkan 75 dollar.”
————————–
Datang bulan
Joni dan teman-teman sekelasnya di kelas satu SD di tugaskan gurunya mencari sesuatu hal menarik untuk di ceritakan dan di gambarkan keesokan harinya di sekolah. Keesokan harinya tiba giliran Joni untuk menggambarkan hal menarik yang di temuinya. Ia pun menggambarkan sebuah lingkaran yang di namainya ” Datang Bulan. “
Gurunya heran dan menanyakan apa alasan Joni menganggap datang bulan adalah sesuatu yang istimewa.
Saat di tanyakan gurunya, Joni pun menjawab :
” Saya sendiri bingung, Bu apa yang menarik dari datang bulan. Yang jelas setelah kakak Saya yang SMA menyatakan terlambat datang bulan selama
dua bulan, Ayah saya tiba-tiba mendadak jantungan, Ibu menangis tak henti dan anak muda yang kos di sebelah rumah bunuh diri. “
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Semua bekerja normal
Di kabin sebuah pesawat penumpang kecil terdengar suara melalui interkom, “Para penumpang yang kami hormati, selamat datang di pesawat terbang antarkota yang sepenuhnya otomatis, dari jenis yang pertama di dunia, dan dibuat oleh para insinyur aeronautika Indonesia dari IPTN.
Terima kasih kepada para penumpang yang mau terbang dalam penerbangan perdana kami. Kami berharap Anda puas dengan penerbangan ini. Semoga Anda selamat sampai tujuan. Kita akan terbang pada ketinggian sepuluh ribu meter, dengan kecepatan lima ribu kilometer per jam.
Pesawat ini tidak mempunyai pilot, dan tidak ada pramugari. Seluruhnya
dikontrol secara elektronis. Semua instrumen bekerjanormal………. bekerja normal……….bekerja normal……….bekerjanormal……….. “.
Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas…
Guru: “Nana Yuliani!”
Nana: “Saya, Bu!”
Guru: “David Hutagalung!”
David: “Saya, Bu!”
Guru: “Tono Surtono M!”
Tono: “Saya, Bu!”
Guru: “Tono, tolong sini sebentar…”
Tono: “Kenapa, Bu Guru?”
Guru: “Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?”
Tono: “Iya, Bu!”
Guru: “Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?”
Tono: “Martono, Bu!”
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
King-Kong….
Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet
Raksasa ?
Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant
Ape,
Giant Mongkey atau yang lainnya ?
Menurut ahli bahasa, kata King Kong berasal dari bahasa
Inggris dan
bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja
(bahasa
Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).
Berikut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong :
1. Kong Kali Kong :
Artinya banyak Monyet ! Bayangin , Monyet dikalikan dengan
Monyet !
2. Kong Res (Kongres) :
Artinya Monyet Ngumpul ! Res singkatan dari Residu, sisa
yang terkumpul.
3. Kong Kow :
Artinya, Monyet Gaul ! Kow dari bahasa Mandarin non-formal
yang artinya
main, bergaul atau ngerumpi.
4. Ngong Kong :
Artinya Monyet Jongkok ! Ngong artinya duduk atau Jongkok
dalam bahasa
Sanskerta.
6. Kong Lomerat :
Artinya Kumpulan besar Monyet ! Glomerat artinya
menggelinding menjadi
bola yang besar.
7. Kong Si (Kongsi) :
Artinya Empat Monyet pengusaha ! Si adalah bahasa Mandarin
artinya
empat.
8. Cu Kong :
Monyet banyak duitnya ! Cu artinya banyak duit menurut
bahasa
Mandarin kuno yang sudah kadaluarsa.
9 . Eng Kong :
Artinya Mbahnya Monyet !
10. Sing Kong :
Akar umbi ngumpet dalam tanah, takut ama monyet !
Sing = singitan (bhs Jawa) = ngumpet.
11. Bo Kong :
Bagian tubuh belakang monyet di bagian bawah yang
kelihatan
bengkak. Bo = aboh (bahasa Jawa) = bengkak.
13. Jerang Kong :
Kerangka monyet ! Jerang = tulang belulang menurut
bahasa antah
berantah.
14. Bang Kong :
Monyet bangun kesiangan ! Bang = singkatan dari bangun.
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Kisah Derita Djie
Sebut saja namaku Djie…
Dan aku masih ingat ketika seorang ibu mendandaniku sehingga tampak sangat cantik sekali.
Kisah sedihku ini dimulai ketika seorang dengan wajah seram datang ke tempatku dengan mulut bau minuman, dengan suara serak meminta dengan paksa supaya aku ikut dengannya.
Kulihat dia menyelipkan uang ke tangan ibu yang menjagaku sambil menyeringai memperlihatkan deretan gigi yang hitam-hitam menjijikan. Tapi apa dayaku sehingga aku pun terpaksa ikut dengannya meski entah apa yang terjadi pada diriku ini.
Aku memang lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya. Dibawanya aku pergi sehingga tak berapa lama kudengar dari kejauhan suara cekikikan wanita-wanita. Semakin dekat dengan tempat itu, aku melihat ada 4 orang laki-laki ditemani wanita-wanitanya sambil minum-minum. Ahhh minuman keras lagi?
Orang yang membawaku masuk dalam kumpulan orang-orang itu yang ternyata temannya, sambil memandangi diriku dengan penuh nafsu dan kelihatannya aku mau dimakan hidup-hidup. Tiba-tiba tangannya menyentuh diriku. Merabaku sehingga tak ada lagi di seluruh tubuhku yang tidak dijamahnya aku tak bisa berkata apa-apa.
Dan sekali lagi aku memang lemah serta tak punya kekuatan untuk menolak tingkah laku orang ini. Melihat apa yang dilakukannya pada diriku, keempat temannya ternyata tidak tinggal diam. Sambil teriak-teriak “Aku mau, aku mau donk…!!!”
Akupun juga mengalami perlakuan yang paling menyedihkan, akhirnya secara bergiliran mereka pun menjamahku dari ujung ke ujung dengan penuh kepuasan dan bukan itu saja yang mereka lakukan mereka mulai mengulum dan menghisap ujung tubuhku. Tapi tetap saja aku tidak berontak karena aku lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya.
Aku begitu lemah, sehingga perlakuan keji mendatangiku berkali-kali hanya demi sebuah kepuasaan sesaat, hanya aku biarkan saja.
Dan itu pun masih terjadi sampai saat ini.
Catatan: Pada saat orang itu memaksaku pergi, dia memanggil nama lengkapku Djie Sam Soe isi 12 batang. Serius amat bacanya, hehehe…
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Mengapa ayam menyebrang jalan?
Jika ada Pertanyaan:
Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?
Jawaban menurut:
Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.
FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.
Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.
Martin Luther King, Jr.:
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.
Freud:
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.
George W Bush:
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!
Darwin:
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.
Einstein:
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.
Nelson Mandela:
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!
Thabo Mbeki:
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.
Isaac Newton:
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
Miyabi:
Ooohh… Aahhh… Yeeahh… Mmmhhh…
Programmer Oracle:
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.
Sutiyoso:
Itu ayam pasti ingin naik busway.
Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.
Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.
Nia Dinata:
Pasti mau casting ‘30 Hari Mencari Ayam’ ya?
Desi Ratnasari:
No comment!
Dhani Ahmad:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…
Chinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject…biecheeck. …
Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh… Cape khan pake alat bantu terus?
Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil
sesenggukan) .
Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?
Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?
Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden.
and the best answer is:
Gus Dur :
‘Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Peti kuburan
Toni dan Joni adalah dua orang sahabat yang sama2 berprofesi sebagai dokter. Toni seorang dokter gigi sedangkan Joni dokter tulang.
Suatu hari teman mereka yang bekerja sebagai dokter jantung meninggal. Untuk mengenang jasanya,dia dibuatkan peti berbentuk jantung. Setelah upacara pemakaman berlangsung khidmat, lalu akhirnya dikuburkan.
Satu minggu kemudian teman mereka yang berprofesi sebagai dokter mata meninggal juga. Untuk mengenang jasanya maka dia dibuatakan peti berbentuk mata. Setelah upacara pemakaman lalau akhirnya peti dikuburkan.
Toni melihat seseorang yang terus menangis di depan kuburan kedua dokter itu. Toni kemudian mendekati orang itu dan menghiburnya
“Sudah,sabarlah. Ini semua sudah merupakan takdir dari Tuhan. Nggak mungkin bisa kita tolak.” Kata Toni
Orang itu menjawab “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan padamu. Sebenarnya saya ini juga merupakan seorang dokter.”
“Oh,betulkah? memang anda berprofesi sebagai dokter spesialis apa?” tanya Toni
Sambil pergi meninggalkan Toni,dari kejauhan orang itu menjawab “Spesialis kelamin.”
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
——————————————–
Sepatu buaya
Joni pergi ke sebuah toko yang terkenal menjual sepatu buaya paling bagus. Joni kemudian bertanya harga sepatu itu kepada penjualnya
Joni: “Mas,sepatu buaya tuh satu pasangnya berapa?”
Penjual: “Sepatu ini satu pasang harganya 10 juta rupiah.”
Joni: “ANJRITT MAHAL AMAT!!!”
Penjual: “Mau murah? tangkep aja buayanya sendiri!”
Joni: “Betul juga luh! gw tangkep aah…”
10 menit kemudian si penjual sepatu penasaran apakah si Joni beneran mau nangkep tuh buaya. Dia lalu pergi untuk mencari Joni
Saat melewati ladang buaya,si penjual terkejut banyak buaya-buaya yang mati. Benar saja,ternyata di dalam ladang buaya itu ada Joni sambil membawa senapannya.
Joni memeriksa kaki-kaki para buaya itu. Dengan kesal Joni berkata “Sialan! buaya yang ini juga nggak pake sepatu!”
http://indolucu.blogspot.com/
——————————————–
kumpulan cerita joke lucu – cerita-cerita joke lucu – kisah joke lucu – kisah-kisah joke lucu
34 Tanggapan - tanggapan
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:35 am Dikatakan: r
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Turis Korea dengan Petugas Imigrasi
Seorang petugas Imigrasi bertanya kepada seorang turis dari Korea.
Petugas: “Nama?”
Turis: “Pak Yu.”
Sang petugas marah dan berteriak,
“FUCK YOU!, jangan macam-macam dengan saya. Sekarang sebutkan nama lengkap kamu!”
Turis Korea menjawab:
“Pak Yu Tu.”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Tukang Ojek dan Semut Merah
Ada seorang ojek motor nggak pake helm, tiba-tiba Pak Polisi menilangnya, sambil marah pak Polisi berkata :
Polisi : “He, kenapa kamu nggak pakai helm?”
dengan santai si tukang ojek menjawab
Ojek : “Sorry pak lupa, maaf saya terburu-buru…”
Mendengar jawaban dari tukang ojek polisipun jadi kesal lalu dimarahi si tukang ojek.
Ojek : “Jangan begitu pak mentang-mentang anda polisi lalu seenaknya
memarahi orang, semut merah aja kalau diinjak pasti akan menggigit!”
Polisi : “Jadi kamu maunya apa !”
ojek : “Nggak apa-apa pak, sayakan cuma si semut hitam…”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Mata Berkunang-Kunang
Seorang pasien yang datang ke klinik untuk mengutarakan keluhan penyakitnya,
Dokter : “Apa yang anda rasakan sekarang?”
Pasien : “Kepala pusing dan mata berkunang-kunang”
Dokter : “Hmm…anda menderita penyakit anemia,dan saya akan memberikan resep ini…”
Keesokan harinya si pasien datang lg ke klinik tsb.
Dokter : “Bagaimana pak, apakah mata bapak masih berkunang-kunang?,atau kepala bapa masih pusing…?”
Pasien : “Kepala saya sudah tidak pusing lagi tapi sekarang mata saya berkupu-kupu”
Dokter : ???????
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Masuk Lift Hotel
Seorang ibu yang baru pertama kali datang ke kota menginap di sebuah hotel mewah di Jakarta.
Setelah Check in di reception, seorang Bellboy membawakan tas si ibu, dan si ibu ini mengikutinyadari belakang. Setelah pintu tertutup si ibu melihat lihat ruangan sekitar dan kemudian menepuk pundak bellboy sambil bilang :
Ibu: “Hei anak muda… mungkin saya sudah tua, tapi saya tidak bodoh! Saya sudah membayar mahal di hotel ini. Tapi ruangan ini kecil sekali, bahkan tidak ada TV tempat tidur dan kamar mandi nya!”
BellBoy: “Maaf bu…, kita ini di dalam lift…”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Rumah saya goblok…!!
Maling 1 : “malam ini kita mulai aksi kita. Kira-kira rumah siapa… yah yang kita bongkar ?”
Maling 2 : “Bagaimana kalau rumah nomor.12? soal nya ketika saya intip, barang-barangnya bagus bagus. Ada 2 TV, radio, komputer. Pokoknya menggiurkan deh.”
Maling 1 : “Jangan…! Barang-barang rumah itu semuanya tidak halal !”
Maling 2 : “Memangnya kenapa ?”
Maling 1 : “Rumah itu, rumah saya… goblok!”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Nggak Bisa Lebih Dari 10
Mika adalah seorang murid playgroup. Suatu hari,mika mengadu ke ibunya sering pusing di kelas, lalu, dokter, bertanya apa keluhannya…
Dokter: “Apa keluhannya?”
Ibu : “Ini anak saya sering mengeluh pusing”
Dokter: “Oke, saya cek anak ini.”
Waktu dicek…
Dokter: “Coba bilang 33!”
Mika: “10!”
Dokter: “Kok 10?”
Mika: “Dokter gimana sih! saya kan baru bisa berhitung sampai 10!”
Dokter: “!@@##$@@#$%^&”
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
——————————-
Lelaki dari cara Kencingnya
Lelaki biasa:
Masuk ke toilet, ternyata penuh, keluar lagi dan kencing di balik pohon.
Lelaki gaul:
Selalu ikut teman²nya ke toilet walaupun ia tidak ingin buang air kecil.
Lelaki pemalu:
Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, air kencingnya tidak keluar,
tapi pura2 menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.
Lelaki suka melamun:
Membuka rompi, mengeluarkan dasinya, lalu kencing di celana.
Lelaki efisien:
Meskipun sudah waktunya kencing, tapi ditahan dulu sampai kebelet
buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu.
Lelaki pemabuk:
Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu kencing di celana.
Lelaki palsu:
Kencing di toilet cewek!
Lelaki pelit:
Kalau beol di WC umum ngakunya kencing (biar bayar murah)
Lelaki malu²in :
Kencing di celana.
Lelaki edun:
Makai celana yang abis dikencingin.
Lelaki sarap:
Pakai celana yang habis dikencingin tapi dicium dulu kali2 baunya
sudah jadi bau duren..
Lelaki kreatif:
Kalau kencing kakinya diangkat satu…
Lelaki irit:
Kagak pernah kencing seumur umur.
Lelaki nekad:
Suka ngencingi bini tetangga.
Lelaki funky:
Kencing di tempat umum.
Lelaki sial :
mau nya kencing air yg keluar batu
Lelaki Enjoying:
Kencing sambil merem-melek
Lelaki Hemat waktu :
Cuma Buka resleting, dikeluarin trus langsung kencing
Lelaki moody :
biasa pake’ pampers … hehehe …
Lelaki kurang ajar
lagi kencing ..eh kentut..pura2 cuek lagi!
Lelaki buta huruf
di toilet sudah ada tulisan rusak masih di kencingin juga
Lelaki turunan kucing
gak bisa liat barang baru, diendus2 trus dikencingin
Lelaki sabar
nungguin air cebok gak keluar2, manteeng aja di urinoir
Lelaki hiphop
kencing sambil kejang2 breakdance
Lelaki pembenci
sesudah kencing trus ngeludahin kencingnya
Lelaki ramah
ngajak ngobrol sambil kencing, sampe temennya gak bisa kencing
Lelaki percaya diri
sudah kencing, anunya dibawa jalan2 ke wastafel mo cebok
Lelaki pelupa
sudah kencing, keluar wc, buru2 balik lagi, krn masih pgn kencing
beberapa tetes lagi
Lelaki dermawan
kencing gak keluar tapi tetep bayar uang
http://indolucu.blogspot.com/
http://www.ketawa.com
——————————
kumpulan cerita humor gokil lucu segar penghilang stress – kisah humor gokil lucu segar obat anti stress – cerita-cerita humor gokil lucu pelepas lelah anti stress – kisah-kisah lucu obat anti stress
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:36 am Dikatakan: r
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kenek Jawa yg Lugu
Suatu hari, seorang kenek bis yang baru datang dari Jawa diterima bekerja di Metromini. Setelah pulang ke pool kenek itu membantu supirnya untuk parkir
“ya’ terus mas…terus mas….”
karena kenek baru ini kurang ahli maka tak ayal….Metromini pun menabrak Tembok (Jedruak!)
Supirnyapun turun dengan marah besar
“Kenek Tai lo……!!!!!!”
Dengan lugunya, kenek dari Jawa ini pun menjawab dg logat jawanya yg kental :
“Nggak mas…nggak kene’ tai, tapi kene’ tembuok mas….!”
(kene’=kena dlm bhs jawa)
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Tentara aja bisa pucat
Ada seorang penjual semangka dipinggir jalan, lalu datanglah seorang ibu yang hendak membeli semangka.
Ibu : “Cak, berapa semangkanya ini satu ?”
Mdr : “Oh…, murah Buk, tiga ribu saja.”
Ibu : “Merah enggak Cak ?”
Mdr : “Dijamin pasti merah Buk. Kalo enggak merah nanti bisa dikembalikan.”
Lalu si Ibu akhirnya jadi membeli satu biji semangka, tetapi karena terburu-buru membawanya, semangka yang baru dibeli tadi akhirnya jatuh dan pecah, dan ternyata warna buahnya putih bukan merah seperti yang dibilang tadi. Si Ibu tadi kembali ke orang Madura untuk protes.
Ibu : “Lo… Cak, ini koq isinya putih, katanya tadi merah… Kalo begini saya kembalikan saja semangkanya !!! Mana duitnya tadi ..!!”(dengan nada marah).
Mdr : “Lho Buk, Tentara saja jatuh pucat, apalagi semangka.”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Pemerkosa Yang Shock
Seorang pria, terdakwa kasus pemerkosaan, langsung shocked begitu mendengar vonis hakim yang mengadilinya.
“Melihat bukti-bukti yang kuat, serta keterangan para saksi begitu meyakinkan, dengan ini majelis hakim memutuskan :
Terdakwa terbukti bersalah dan diganjar hukuman 3 BULAN PENJARA. Selanjutnya barang bukti yang digunakan pelaku kejahatan disita negara untuk segera dimusnahkan.”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kesalahan Toko Bunga
Ada sebuah perusahaan yang baru saja pindah lokasi. Dan seorang rekan kerja mengirim bunga kepada dirut perusahaan itu.
Ketika sang dirut membaca kartu ucapan pada bunga itu, dia sangat terkejut karena menjumpai tulisan yang berbunyi :
BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG.
Lalu dia panggil pemilik toko bunga itu dan mengecam dengan pedas,
“Silakan Anda baca kartu ucapan ini.”
“Apa yang anehnya, tuan?”
“Lho, gimana kamu ini. Mana mungkin rekan saya itu mengirimkan ucapan selamat : BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG. Pasti kamu yang salah nulisnya!”
Pemilik toko bunga menjawab dengan kalem, “Ah, ini kesalahan kecil, pak. Bayangkan saja, ketika Bapak meninggal dunia dan pada hari pemakaman, Anda menerima ucapan :
SELAMAT MENEMPATI LOKASI BARU.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Dokter gigi yang mahal
Seorang ibu menelepon dokter gigi anaknya.
“saya agak heran ini, dok. biasanya kan ongkos perawatan dokter hanya
25.000 rupiah. tapi kenapa sekarang jadi 100.000 ?” tanya si ibu.
“ya, memang. soalnya, anak ibu tadi menjerit-jerit keras sekali sehingga
tiga calon pasien saya lari nggak jadi berobat !” jawab si dokter.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kaki panjang sebelah
” Saya tidak mungkin bisa masuk Angkatan Darat ! ” kata Hamid seorang
pemuda yang enggan masuk wajib militer.
” Mengapa tidak ? ” tanya Perwira Rekrut yang mendaftarnya.
” Karena kaki saya yang satu lebih panjang dari pada kaki yang lain. “
” Jangan kuatir. Di tempat kau akan bertempur tanahnya juga tidak rata. “
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Yang satu pencipta lagunya
Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua
burung itu berbeda, yang satu suka bernyayi dan yang satunya lagi hanya
diam saja, datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata
kepada si penjual burung :
Pembeli : Berapa harga burung kaka tua ini mas…??
Penjual: Kalau yang suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan yang diam
itu 1.000.000 rupiah.
Pembeli: Lho kok yang suka nyayi harganya lebih murah dari yang hanya
diam saja.
Penjual: yah…. jelas beda wong yang harganya 1.000.000 itu pencipta
lagunya kok.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Tenang saja, nggak ada hiu
Ketika saya dan teman saya pergi berenang di sungai Zambezi Mozambique,
saya bertanya kepada seorang anak laki-laki yang sedang asyik memancing
apakah ada hiu di sungai tersebut.
Anak itu menjawab: “Tidak!”
Kemudian saya dan teman saya terjun ke sungai dan mulai berenang. Tapi
saya kurang percaya, maka setelah beberapa menit saya kembali tanya
untuk meyakinkan apakah betul tidak ada hiu di sungai itu.
Ia menjawab: “Tidak ada hiu! Karena Hiu-nya takut dengan buaya yang ada
di sini!!!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Nama kucing kamu
Suatu hari Dodo berkunjung ke rumah Marwan temannya, ketika itu dia
melihat kucing Marwan.
Dodo bertanya: “Wan, siapa nama kucingmu?”
Marwan: “Namanya Puspita Sari Endah Dwi Setiyarini Pungkiwati.”
Dodo: “Haaa… panjang amat namanya, gimana cara manggilnya?”
Marwan: “Singkat saja ‘Pus’!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Sama dengan di negeri saya
Dua orang,satu dari Rusia, satu dari Amerika, mereka berdebat tentang
kebebasan bicara dinegerinya masing-masing.
Paman Sam : Di negri gue, orang bebas menuntut, memaki-maki, bahkan
pada presiden sekalipun.
stoikov : Saya kira bukan hanya di negeri anda yang ada kebebasan, di Rusia, orang juga bebas memaki-maki presiden Amerika.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Pengalaman
Guru:”Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik.”
Murid I :”Mengapa pengalaman kok disebut guru yang paling baik, Bu ?”
Murid II :”Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah).”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Kurang kerjaan
Didi adalah seorang murid SMP I di kota nya. Saat pelajaran Fisika, Didi ditanya oleh guru nya, sambil mengambil alat percobaan nya.
Guru : “Didi, jika lilin ini bapak tutup dengan gelas maka api nya akan mati. Hal itu membuktikan apa..??”
Didi : “Membuktikan kalau bapak kurang kerjaan”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Donor darah
Pada suatu hari ada seorang bapak berpakaian ala keraton yogya datang ke kantor utd
Petugas: “ada yang bisa saya bantu,pak?”
Lalu seoranng bapak menjawab, “saya mau donor mbak” petugas: “golongan darah bapak apa ?” Bapak : “itu yang jadi masalah soalnya apakah disini menerima gol.darah yg ada di tubuh saya” pettugas: “memangnya gol. Darah bapak apa?” Bapak : “saya gol. Darah biru,mbak.”
Petugas sambil tersenyum petugas membalasnya) “maaf pak disini hanya mau menerima gol.darah muda”.
Bapak : ” ha ???.”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Naik Becak
Seorang turis dari Amerika berkunjung ke Indonesia. Dia mendengar bahwa di Indonesia paling enak naik becak keliling kota. Singkat cerita, dia menemukan becak yang lagi kosong.
Turis : Can you speak English?,
Tukang : Apa? Gereja Inggris tuan?,
Turis : What?,
Tukang: Kuat dong…,
Turis : Are you crazy?,
Tukang : Ah… Tuan bisa aja. Saya dari Bogor, bukan Bekasi.
Turis : Hmm…how much?,
Tukang: Saya bukan Amat, saya Wan Dullah.
Turis : What? One dollar? Oke, let’s go.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Pertengkaran dengan istri
Siang itu ketika sedang istirahat kantor, tampak dua orang pria sedang bercakap-cakap.
Pria 1 : “Semalam aku bertengkar dengan istriku”, katanya kepada temannya.
Pria 2 : “Apa? memangnya kamu berani, istrimu itukan galaknya minta ampun”.
Pria 1 : “Iya sih, tapi malam itu aku buat dia tak berkutik. Bahkan dia sampai jongkok di depanku, sambil memanggil-manggil namaku”, ujarnya setengah menyombongkan diri.
Pria 2 : “Lantas apa yang kau lakukan?”.
Pria 1 : “Ya aku diam saja, sebagai laki-laki aku’kan punya harga diri”.
Pria 2 : “Lalu apa tindakan istrimu?”.
Pria 1 : “Sambil memegang sapu lidi dia berteriak kepadaku, Ayo kalau berani keluar dari kolong tempat tidur !!”.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
3 Selebriti Terkemuka Amerika
Pada suatu hari 3 selebritis terkenal dari Amerika, yakni Shaggy, Craig David, dan Britney Spears sedang gak ada kerjaan, jadi daripada bengong aja salah satu dari mereka mengusulkan untuk jalan-jalan ke taman nyari udara segar.
Akhirnya sampailah mereka di salah satu taman terbesar di New York. Pas mereka lagi jalan bareng tiba-tiba ada suara kentut, “Je…Bruttttt!!!!” Suara kentut yang terdengar sangat jelas itu tentu saja berasal dari salah satu dari mereka. Sambil bertatapan mereka ngomong:
Shaggy: “It Wasn’t Me.”
Craig David: “I’m Walking Away…”
…dan yang terakhir si Britney: “Oops! I did it again!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Yang jelas bukan saya
Figo adalah seorang pelajar SLTP yang gila bola. Karena nonton siaran langsung Piala Eropa 2000 semalam suntuk, besoknya Figo terkantuk-kantuk di kelas sewaktu pelajaran sejarah pada jam terakhir.
Pelajaran sejarah hari itu tentang sejarah dunia, diajarkan oleh Ibu Guru yang agak galak. Bu guru menerangkan tentang penemuan benua Amerika. Bu Guru melihatFigo terkantuk-kantuk di pojok kelas sana, kemudian Bu Guru mendatangi kursi di mana Figo duduk, lalu bertanya:
Bu Guru: “Kamu Figo,…. Siapa penemu benua Amerika?”
Joe : “Bu…bu… bukan saya, Bu!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Istrinya merengek
Daud: Semalam kamu berantem dengan istrimu???
Victor : Ya… benar…. Tapi sudah selesai, saya yang menang!Ia merangkak
persis di hadapanku sambil merengek.
Daud : Oh… Ya…Dia merengek apa???
Victor : Dia merengek, “HAI PENGECUT, KELUAR KAU DARI KOLONG RANJANG!!!”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Adu hebat berdasarkan musim
Seorang Amerika membual : ” Musim salju kami begitu dingin sehingga kami memasang alat pemanas di bawah tubuh sapi supaya mereka tidak
menghasilkan eskrim. “
Orang Filipina yang di ajaknya bicara tidak mau kalah : ” Itu bukan apa
-apa! Musim panas kami begitu panas sehingga kami harus mengipasi ayam
betina supaya tidak mengeluarkan telur rebus ! “
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Digampar gara-gara menunjuk
Suatu hari Bogel menangis sepulang dari sekolah, Ibunya heran karena
tidak seperti biasanya dia kalau pulang sekolah selalu ceria.
Maknya’: “Kenapa kamu nangis Gel? loh pipimu merah bekas gampar tangan siapa tuh?”
Bogel : “Ini bekas gampar tanganmu, eh… tangan Ibu guru uhuk…uhuk”
Maknya’: “Koq sampai digampar bu guru, emangnya kamu nakal?”
Bogel: “Nggak Maknya’, gara-garanya saya nyanyi di depan kelas”
Maknya’: “Lalu….. kamu nyanyi lagu pop, kroncong, rock atau ndangdut?”
Bogel: “Nggak Maknya’, justru Bogel nyanyi lagu wajib, begini lagunya: Indonesia tanah air beta pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala tetap dipuja-puja bangsa Di sana… tempat lahir beta… nah pas di syair yang itu tangan saya sambil nunjuk ke arah ‘anunya’ ibu guru, langsung saja saya digampar dan disuruh pulang…..”
Maknya’: “…????”
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Balikkan saja tubuhnya
Seorang dokter sedang sibuk memeriksa dan menasihati seorang pasien-nya,
sangat kaget ketika perawat pembantunya masuk dengan tergesa-gesa dan berbisik “Dok! pasien yang baru saja keluar setelah dokter periksa tadi, tiba tiba saja jatuh dan meninggal didepan pintu keluar!, apa yang harus saya lakukan?”
“Balikkan saja tubuhnya demikian rupa, agar kelihatannya seolah olah dia akan datang masuk kesini” jawab dokter dengan tenang.
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Telat Ngangkat
Di klas IIpas-pal (jurusan ilmu pasti dan pengetahuan alam, ini
pembagian di zaman SMA tahun 1993 ke-bawah). Sesuai jadwal pelajaran, masing guru masuk ke klas tsb.
jam pertama, pelajaran Ilmu bumi alam falak, Pak Leo sedang
menerangkan keadaan cuaca, setelah itu dia bertanya kepada murid-murid
di klas :
Guru : Kenapa jemuran kering bisa basah ????
Ali : kena hujan
Guru : Salah,
Bedoel : terlambat ngangkat
Guru : Betoel…seratus !
Jam pelajaran kedua, Guru Fisika masuk, Pak Ucok,
dia menerangkan tentang proses pembakaran sehingga terjadi Carbon
mono-oxide dan di-oxide, setelah pelajaran selesai dia bertanya:
Guru : kenapa roti di oven bisa hangus ?
Ali : adanya peristiwa pemanasan tinggi, sehingga O2 di dalam oven memuai akibatnya particles O2 yg panas pd menabrak roti sehingga rotinya mengalami trauma tumpul akibatnya rotinya memar kehitaman…..!
Guru : salaaaahhhhhh !
Bedoel: “terlambat ngangkat !”
Guru : betul…..betul !
Jam pelajaran ke tiga, guru biologi yang masuk, Pak Aman,
menerangkan tentang proses pembuahan.
Setelah selesai beliau bertanya kepada muridnya:
Guru : kenapa wanita hamil ???
Ali : karena terjadi zygote, yaitu pertemuan antara sperma dengan sel telur !
Guru : Salaaahhhhh !
Bedoel : “terlambat ngangkatnya” !
Guru : Tul sekali …,
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
————————————
Para wakil naik pangkat
Suatu hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan di negeri lain. Semua orang yang berpangkat WAKIL dinaikkan pangkatnya. Wakil Presiden jadi Presiden, Wakil Direktur jadi Direktur, Wakil Komandan jadi Komandan, Wakil Gubernur jadi Gubernur, Wakil RT jadi RT, dsb.. dsb..
Yang penting, dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada
dobel posisi, itu bisa diatur pembagian tugasnya. Masalah pembengkakan
anggaran, semua ditanggung oleh negara.
Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk
mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata DPR menolak. Betul-betul menolak
dengan keras. Bahkan sangat keras.
Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan
berubah status dari WAKIL RAKYAT menjadi RAKYAT …
http://indolucu.blogspot.com/
www,ketawa.com
———————————-
kumpulan cerita humor yang paling lucu – kisah humor yang paling lucu – cerita-cerita humor yang paling lucu – kisah-kisah humor yang paling lucu
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:37 am Dikatakan: r
Tips Membuat Surat Lamaran
1. JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN
Dgn Hrmt.
ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls, sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn,
dri thn 1999 – 2004 , sy tlh bkj di aptk km farma, di bag cln srv
dri thn 2004-2005 , sy bkj di LC bank sbg kabag keu
dri thn 2005- smp skrg jd tkg pkr.
2. JANGAN TERLALU BANYAK LAMPIRAN
sebagai bahan pertimbangan bapak, bersama ini saya sertakan:
a. foto copy KTP bapak saya
b. pas foto saya waktu disunat
c. surat kelakuan baik seluruh keluarga saya
d. bon hutang selama 1 tahun
e. proposal permintaan sumbangan pembangunan mesjid di Rt saya
3. BAHASANYA SOK GAUL
Dgn hormat banget, boss!!!
Halo boss, capee deehhh!!! Apa kabar nich? Baik-baik aja dong, iya kan? Iya dong. Bener kan?
Bener dong. Saya mo ngelamar kerja nich. Boleh dong…please…boleh ya…
4. BAHASANYA SOK PREMAN
Gue pernah kerja di kantor bokap, tapi lantaran gue sering bolos sama sering ngegodain skertaris kantor, gue dikeluarin, setan banget deehhh!!!
Makanya sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo, ga usah khawatir soal jabatan deh… Gue sih yg penting dibayar gede sama elo. Ok deh!!! Gue tunggu panggilan kerja dari elo di rumah gue, kalo sampe tiga hari belom juga ada panggilan, elo bakal tau sendiri akibatnya!!!
5. BAHASANYA SOK AKRAB
Dengan hormat,
Hai apa kabar nih? Baik baik aja kan? Saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat walafiat, semoga kamu juga baik baik aja seperti saya disini. Ngomong-ngomong gimana kabar anak-anak, sehat kan? Istri pasti makin cantik aja… salam aja ya buat mereka.
Oya, hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan kamu bisa kan?
6. TERLALU RESMI DAN BERTELE TELE
Dengan hormat,
Setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar ternama di ibukota, saya sangat tertarik dengan iklan yang anda muat disitu.
Oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut dan juga sekalian harapan saya, dengan surat lamaran ini kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua, bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi.
http://indolucu.blogspot.com/
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:38 am Dikatakan: r
Cerita Kejadian Berhubungan Secara Berantai
Boss bicara dengan sekretarisnya: “Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap.”
Sekretaris telepon suaminya: “Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya.”
Suami telepon kekasih gelapnya: “Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?”
Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya: “Nak, ibu punya banyak
kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu.”
Anak kursus bilang terhadap kakeknya: “Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. “
Kakek (=Boss) telepon sekretarisnya: “Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan.”
Sekretaris telepon suaminya: “Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak, tripnya dibatalkan Mas.”
Suami bilang kekasih gelapnya: “Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi.”
Kekasih gelap telepon anak kursusnya : “Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa.”
Anak kursus bilang sama kakeknya: “Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja.”
Kakek bilang sama sekretarisnya: “Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!”
Cape deh…
author: unknown
silahkan add facebook & friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri), di/pada Oktober 5, 2009 pada 4:38 am Dikatakan: r
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Nenek, cewek, tentara, dan pemuda
Dalam sebuah kereta kelas ekonomi duduk berhadapan empat orang yang saling tidak mengenal. Ada seorang nenek-nenek yang sibuk mengunyah sirih. Di sebelahnya duduk seorang wanita muda, cantik dan sangat
menggiurkan. Di depan mereka duduk seorang perwira ABRI dengan pakaian lengkap plus kumis melintang, sementara di sebelah si tentara duduk seorang pria muda yang berpenampilan sederhana dan terkesan pendiam.
Kereta memasuki sebuah terowongan, dan suasana di dalam kereta menjadi gelap. Tiba-tiba terdengar suara ciuman yang kemudian disusul dengan suara pipi di tampar.
Si nenek-nenek berkata dalam hati: “Kasian nih anak perawan di sebelahku. Jadi obyek pelecehan lelaki !”
Si gadis berkata dalam hati :”Kasian yang mencium nenek di sebelahku. Pasti diantara kedua lelaki di hadapanku ini salah cium. Biar rasa!”
Si tentara sambil mengusap pipinya berkata dalam hati: “Sial…! yang nyium siapa, yang kena tampar siapa.. huh dasar sial.. tau gitu mendingan aku cium duluan si cewek seksi ini”
Si pemuda sederhana berkata dalam hati: “Hehehe kapan lagi bisa nampar tentara. Nggak tau dia kalau aku mencium tangan sendiri…”
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Dipecat gara-gara gerah
Seorang anggota prajurit angkatan laut yang baru saja bertugas beberapa hari di sebuah kapal selam angkatan laut, dipecat dari kesatuannya atas
tuduhan menenggelamkan kapal selam bersama awaknya. Ketika diwawancarai wartawan, ia mengaku tidak bersalah. “Waktu kejadian kapal
selam itu tenggelam, saya malah sedang bebas tugas, dan sedang bersiap untuk tidur.”, kata si pria.
“Lantas apa yang kemudian anda lakukan sebelum tidur?” tanya wartawan.
“Ya seperti kebiasaan di kampung… saya selalu buka jendela sebelum tidur…. Abis gerah sih!! “, jawabnya dengan santai
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Menyerah pada kunang-kunang
Empat orang anak pergi kemping pada akhir pekan. Nyamuk sangat banyak ditempat itu, sehingga semalaman mereka perlu bersembunyi di bawah
selimut. Ketika salah seorang anak melihat gerombolan kunang-kunang, salah seorang anak berbisik kepada temannya,
“Sebaiknya kita menyerah, mereka datang dengan jumlah banyak, dan mereka semua membawa senter.”
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Dikeluarkan baru digaruk
Sang pasien mati-matian membujuk dokter agar tidak membedahnya.
“Sebetulnya saya tidak menderita penyakit yang serius,” ungkapnya,
“kecuali usus buntu saya agak terasa gatal.”
“Baiklah kalau begitu,” jawab dokter,”mari segera kita keluarkan.”
“Apakah usus buntu ini harus dikeluarkan hanya karena gatal sedikit, Dok?”
“Tentu saja,” balas dokter dengan nada tidak sabar.
“Setelah dikeluarkan barulah kita bisa menggaruknya.”
————————–
————————-
Lubang saku celana
“Sayang,”kata seorang isteri pada suaminya,ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi,”tidakkah kau perhatikan bahwa saku celanamu telah kujahit, ketika kau sedang tidurtadi malam.
Tidakkah menurut pendapatmu aku ini istri yang baik & penuh pengertian?”
“Ya, ya,”sahut suaminya,”saya menghargai hal tersebut. Tapi omong-omong, bagaimana kau sampai mengetahui bahwa ada lubang di saku celanaku?”
————————-
Suara dari headphones
Suatu ketika, seorang pirang pergi ke penata rambut, namun ia mengenakan headphones. Si penata bilang, “Kamu harus melepaskan benda itu atau aku tidak dapat memotong rambutmu!”
Si pirang menjawab, “Tidak! Aku tidak bisa! Aku akan MATI tanpa mereka!” Jadi si penata hanya dapat menarik nafas, dan memotong rambut pada sisi kepalanya. Ketika si pirang tertidur, si penata berpikir, “Akan kulepas headphonesnya jadi aku bisa memotong rambutnya. Dia nggak akan sadar ini.” Jadi, ia melakukannya.
Sekitar 3 menit berikutnya, si pirang melorot dari kursi, meninggal. Si penata berkata, “Kira-kira apa ya penyebab kematiannya? Mungkin ada hubungannya dengan headphonesnya?” Si penata mengambil headphones itu dan mendengarkannya baik-baik apa yang sedang diputar.
Headphones itu mengulang kata-kata, “Tarik nafas, lepaskan.”
Dijamin pasti bertemu Tuhan
Dua orang astronout dari amerika dan Rusia sepakat untuk terbang ke bulan
bersama2. Setibanya di antariksa si rusia berkata:
Rusia:”katanya Tuhan ada di atas, nah bukankah sekarang kita telah berada
di atas langit yang paling atas,tapi saya tidak melihat tanda2 Tuhan itu ada.
Mana yang benar?
Dengan kesal si amerika berujar:
Anda benar2 ingin melihat Tuhan?
Si Rusia mengangguk dengan antusias.
Amerika: Buka baju astronot anda dan buka pintu pesawat antariksa ini,saya
jamin pasti anda segera bertemu Tuhan.
Bebas mengambil apapun miliknya
Kisah seseorang yang baru mendapat mobil mewah…
“Mobil yang bagus,”puji Tomi,”Dari mana kau mendapatkannya?”
“Dari seorang nyonya bertubuh sexy,”jawab nino enteng. “Ketika aku sedang di diskotek, tiba-tiba ia mendekatiku dan mengajakku naik Baby Benz-nya. Ketika sampai di puncak, nyonya itu ingin aku menciumnya.”
“Kamu menciumnya juga?”
“Iya dong. Kemudian ia melorotkan celana panjangnya dan mengatakan aku boleh mengambil apapun miliknya.”
“Lalu?Apa yang kamu lakukan?”
“Karena celana itu tidak cocok ukurannya untukku, aku ambil saja mobilnya.”
Keluarkan dulu sendoknya
Pasien : “Dok… setiap saya minum kopi dari cangkir, rasanya mata kanan, seperti ada yang menusuk gitu dok..”
Dokter : “Kalo begitu, setiap mau minumkopi… keluarkan dulu sendoknya dari dalam cangkir.. “
Pasien : “O… Terima kasih , Dok..”
Siapa penemu Australia
Guru : Budi, di mana letak Australia ?
Budi : Di sini, Bu! ( sambil menunjuk peta )
Guru : Bagus! Sekarang Agus, siapa yang menemukan Australia?
Agus : Budi, Bu!
Jangan ampe lupe tempatnye
Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yg gak pernah sekolah.
“Be..tadi aye dimarahin ama pak guru.”
“Emang loe salah ape Do..”
“Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru.”
“Emang loe ditanye ape..?”
“Pak guru tanye..dimana letaknya Washington..”
“Mangkenye Do.. laen kali kalo’ loe ngeletakin sesuatu jangan ampe lupe letaknye.”
Tujuh tiga puluh
Pada hari Minggu siang seorang bapak menonton pertandingan sepak bola di televisi. Akhirnya ia tertidur di kursi sepanjang siang dan malam hari itu.
Pagi harinya sang isteri membangunkannya.
Isteri : ” Pak, Pak, bangun Pak ! Sekarang tujuh tiga puluh. “
Si Bapak melompat dan terjaga.
Bapak : ” Tujuh tiga puluh untuk regu mana ? “
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Orang kehilangan dompet
Goldberg kehilangan dompetnya pada suatu pesta keponakannya.
“Hadirin, saya mohon maaf karena mengganggu perayaan ini sebentar,”
katanya mengumumkan, “Saya baru saja kehilangan dompet berisi uang 500 dollar. Bagi siapa saja yg menemukan, saya tawarkan hadiah 50 dollar.”
Dari arah belakang terdengar suara, “Saya menawarkan 75 dollar.”
————————–
Datang bulan
Joni dan teman-teman sekelasnya di kelas satu SD di tugaskan gurunya mencari sesuatu hal menarik untuk di ceritakan dan di gambarkan keesokan harinya di sekolah. Keesokan harinya tiba giliran Joni untuk menggambarkan hal menarik yang di temuinya. Ia pun menggambarkan sebuah lingkaran yang di namainya ” Datang Bulan. “
Gurunya heran dan menanyakan apa alasan Joni menganggap datang bulan adalah sesuatu yang istimewa.
Saat di tanyakan gurunya, Joni pun menjawab :
” Saya sendiri bingung, Bu apa yang menarik dari datang bulan. Yang jelas setelah kakak Saya yang SMA menyatakan terlambat datang bulan selama
dua bulan, Ayah saya tiba-tiba mendadak jantungan, Ibu menangis tak henti dan anak muda yang kos di sebelah rumah bunuh diri. “
————————–
kumpulan cerita jenaka lucu – kisah jenaka lucu – cerita-cerita jenaka humor lucu – kisah-kisah jenaka humor lucu
————————-
Semua bekerja normal
Di kabin sebuah pesawat penumpang kecil terdengar suara melalui interkom, “Para penumpang yang kami hormati, selamat datang di pesawat terbang antarkota yang sepenuhnya otomatis, dari jenis yang pertama di dunia, dan dibuat oleh para insinyur aeronautika Indonesia dari IPTN.
Terima kasih kepada para penumpang yang mau terbang dalam penerbangan perdana kami. Kami berharap Anda puas dengan penerbangan ini. Semoga Anda selamat sampai tujuan. Kita akan terbang pada ketinggian sepuluh ribu meter, dengan kecepatan lima ribu kilometer per jam.
Pesawat ini tidak mempunyai pilot, dan tidak ada pramugari. Seluruhnya
dikontrol secara elektronis. Semua instrumen bekerjanormal………. bekerja normal……….bekerja normal……….bekerjanormal……….. “.
Langganan:
Postingan (Atom)
