Rabu, 28 Juli 2010

Ketagihan Masturbasi, Apa Efeknya?

KOMPAS.com — Bukan rahasia lagi bila dorongan seks yang tidak tersalurkan bisa mengganggu kesehatan. Karena itu, masturbasi merupakan jalan keluar yang dianggap aman untuk meredakan gairah dan stres.

Sebenarnya kegiatan merangsang tubuh, khususnya organ intim, untuk memberi kepuasan seksual pada diri sendiri ini tidak berbahaya. Akan tetapi, kegiatan yang populer dengan sebutan seks swalayan ini juga punya efek samping yang buruk, mulai dari efek psikologis hingga menyebabkan ketagihan.

Salah satu dampak buruk masturbasi, menurut Dr Hernano Chavez, konsultan seks, adalah sulit mencapai klimaks saat berhubungan seks atau justru mempercepat ejakulasi atau ejakulasi dini.

"Dengan masturbasi, kita bisa mencapai orgasme sendiri. Lama-kelamaan otak akan terlatih untuk merespons sentuhan-sentuhan tangan sendiri dan mengurangi sensitivitas sentuhan yang berasal dari orang lain. Akibatnya, akan lebih sulit mencapai klimaks," kata Chavez, seperti dikutip situs askmen.com

Secara biologis, ketagihan masturbasi bisa memengaruhi otak dan zat-zat kimia dalam tubuh sehingga berpengaruh pada diproduksinya seks hormon secara berlebihan. Meski dampaknya pada tiap orang berbeda, masturbasi kronik ini bisa menyebabkan rasa lelah, sakit di bagian pelvic, sakit punggung, sakit di bagian testis, hingga rambut rontok.

Karena terbiasa memuaskan diri sendiri tanpa melibatkan orang lain, dikhawatirkan seseorang akan lebih menyukai aktivitas seks sendiri dibandingkan dengan pasangan. Padahal, hubungan seks yang sehat seharusnya bisa memuaskan kedua belah pihak.

Pada orang yang belum menikah, masturbasi yang terlalu sering akan menyebabkan kompulsif masturbasi yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Ketidakseimbangan antara hasrat dan kebutuhan pribadi ini bisa menimbulkan rasa pusing dan ingin marah bila belum onani. Pada akhirnya ini akan mengganggu pekerjaan serta hubungan sosial dengan orang lain

Folat Bikin Sperma OK!

Folat Bikin Sperma OK!

BAGI Anda para lelaki, memiliki kualitas sperma yang prima hukumnya adalah wajib khususnya mereka yang tengah dalam program memiliki keturunan. Guna menjaga dan meningkatkan kualitas cairan tubuh berisi sel-sel ini, ada baiknya Anda mencoba meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan kandungan folat.

Petunjuk akan pentingnya kandungan folat bagi kualitas sperma diungkapkan sebuah studi yang dilakukan ahli dari Universitas California, Berkeley Amerika Serikat. Riset yang juga dipublikasikan jurnal Human Reproduction ini menyimpulkan bahwa diet yang kaya folat akan melindungi para pria dari abnormalitas sperma serta menghindarkan lahirnya anak-anak yang mengalami penyimpangan genetika.

Riset yang dipimpin Profesor Brenda Eskenazi ini berhasil menemukan indikasi bahwa konsumsi makanan yang kaya folat berkaitan dengan minimnya kadar sperma yang mengalami aneuploidi atau kesalahan jumlah kromosom.

Diperkirakan sekitar 4 persen dari sperma para pria sehat terdapat sel-sel yang mengalami aneuploidi atau membawa terlalu banyak jumlah kromosom atau bahkan terlalu sedikit. Kelainan ini dapat menyebabkan kegagalan proses kehamilan, keguguran atau pun lahirnya anak dengan kondisi seperti Down Syndrome, Turner Syndrome dan Klinelfelter Sydrom. Namun begitu, alasan mengapa spema ini dapat termutasi dalam cara seperti itu belum dapat dipahami benar oleh para ahli.

Dalam risetnya, Berkeley dan timnya menganalisa sampel sperma dari 89 pria sehat yang bukan perokok. Partisipan ditanya soal asupan sejumlah vitamin dan mineral seperti seng, folat, vitamin C, vitamin E dan beta karoten. Asupan folat yang diperoleh para partisipan berasal dari makanan yang mereka konsumsi serta dalam bentuk sintetis yakni suplementasi asam folat. Folat, yang selama ini dikenal melindungi bayi dari kecacatan lahir, banyak ditemukan pada sayur-sayuran berdaun hijau, buah-buahan serta biji-bijian.

Dari hasil riset tampak bahwa secara statistik terdapat kaitan signifikan antara asupan folat dengan rendahnya aneuploidi sperma. Pria yang paling banyak mengonsumsi folat - antara 722 hingga 1150 mikrogram sehari - tercatat memiliki 20-30 persen lebih rendah jumlah sperma yang mengalami aneuploidi di bandingkan pria yang asupan folatnya kurang.

Peneliti menekankan bahwa riset ini belum dapat membuktikan folat memiliki dampak atau pengaruh langsung terhadap kualitas sperma, melainkan semata-mata hanya menunjukkan adanya hubungan antara keduanya. Mereka juga menyatakan pentingnya riset lebih lanjut untuk meneliti faktor penyebab serta pengaruhnya.

Walau demikian, Profesor Brenda Eskenazi berpesan bahwa meski pentingnya nutrisi bagi para wanita dalam reproduksi telah dikenal luas, namun peran nutrisi pria juga memiliki arti penting.

"Dalam beberapa riset sebelumnya, kami dan peneliti lain telah mengindikasikan bahwa asupan nutrisi mikro dapat memberi kontribusi terhadap suksesnya kehamilan dengan cara memperbaiki kualitas sperma. Riset ini adalah adalah yang pertama menunjukkan bahwa diet para suami memainkan peran penting," terang Prof. Eskenazi.

Ia juga menambahkan, kalaupun riset ini diakui, rekomendasi asupan folat per hari bagi pria hingga 400 mikrogram seharusnya direvisi, khususnya bagi mereka yang tengah dalam program memiliki anak. Hal ini penting guna menurunkan risiko abnormalitas kromosom pada anak-anak yang kelak mereka miliki.

Periksa Sperma, Kapan Diperlukan?

Periksa Sperma, Kapan Diperlukan?
Rabu,28 Juli 2010

Getty Images
TERKAIT:
Sperma Bau Akibat Penyakit dan Makanan
Folat Bikin Sperma OK!
Cara Gampang Perbaiki Kualitas Sperma
Gagal Hamil Akibat Sperma Keluar Kembali?
SPERMA adalah indikator penting kesuburan pria. Kualitasnya juga akan menentukan peluang memiliki keturunan. Bila seorang pria dewasa hidup normal dan mampu membuat istrinya hamil, kecurigaan terhadap kualitas spermanya mungkin tak pernah terlintas.

Akan tetapi, bila pria telah menikah bertahun-tahun dan tak juga membuat sang istri hamil, kecurigaan itu pasti muncul dan kebutuhan akan pemeriksaan sperma pun menjadi hal mendesak. Kebutuhan pemeriksaan juga tidak semata-mata pada soal menghasilkan keturunan, namun dapat pula dipicu oleh faktor lain.

Nah, apa sebenarnya yang membuat pria perlu memeriksakan spermanya. Berikut penjelasan Dr Indra C Anwar SpOG, spesialis kesuburan dari Bunda International Clinic (BIC) Jakarta kepada kompas.com.

- Pemeriksaan pra nikah. Sebelum menikah, tes sperma atau sperma analisa (spermiogram) dapat dilakukan khususnya bagi mereka yang ingin langsung mempunyai keturunan. Pemeriksaan sperma sebaiknya dilakukan di klinik kesuburan agar hasilnya bisa dipercaya, minimal terstandarisasi.

- Istri tidak juga hamil setelah 12 bulan. Bila seseorang dapat melakukan hubungan seksual secara teratur, namun sang istri tak kunjung hamil dalam jangka waktu rata-rata 12 bulan, tentu bisa diduga ada masalah pada kesuburan. "Dalam masalah kesuburan, tidak hanya istri saja yang harus diperiksa. Suami juga harus mau melakukan pemeriksaan bersama," ungkap Dr. Indra.

-Ada yang salah dari fisik sperma. Menurut Dr. Indra, pria juga bisa mempertimbangkan pemeriksaan sperma bila ada yang mencurigakan dari fisik sperma seperti volume dan kekentalannya. "Pria normal sedikitnya mengeluarkan air mani sebanyak 2 hingga 5 cc ketika ejakulasi. Bila kurang dari itu, tentu pria harus bertanya-tanya dan berkonsultasi. Konsistensi kekentalan sperma juga harus diperhatikan, bila encer terus seperti air tentu harus diperiksakan ke dokter," jelasnya.

- Riwayat penyakit, cedera atau operasi. Hal lain yang membuat perlu memeriksakan sperma adalah bila Anda memiliki riwayat penyakit atau mengalami hal-hal yang kemungkinan bisa mengganggu kualitas sperma sebelum menikah atau masa kecil.

"Misalnya pernah terinfeksi virus mums atau gondongan, atau buah zakarnya dulu pernah cedera atau dioperasi karena spermanya tidak keluar atau operasi hernia. "Hal ini tentu justru membuat pria harus lebih cepat memeriksakannya. Tidak perlu menunggu hingga satu tahun dulu," tegas Indra.

- Pola dan gaya hidup tidak sehat. Pemeriksaan sperma juga patut dipertimbangkan kalau Anda menjalani gaya hidup tidak sehat yang dapat menimbulkan kelainan atau menurunkan kualitas sperma. "Mereka yang rentan terhadap kelainan atau memburuknya kualitas sperma seperti pengguna narkoba, perokok berat, peminum alkohol berlebihan atau pun penderita obesitas," tandas spesialis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Koyo Nikotin & Obat Pelega Tenggorokan untuk Stop Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok yang sudah berakar memang sulit. Namun tak ada salahnya mencoba teknik baru, yakni menggunakan kombinasi koyo nikotin dan obat pelega tenggorokan (lozenges). Peneliti mengatakan, teknik ini adalah teknik paling ampuh atasi perokok yang memang niat berhenti merokok.

Dibanding dengan metode lain, seperti penggunaan anti depresi, teknik kombinasi ini paling baik karena masih menyerupai merokok tapi bisa mengurangi dosis dan ketergantungannya.

"Setelah dianalisis dan dilakukan studi, kami menemukan bahwa teknik terapi dengan kombinasi koyo nikotin dan lozenges (bahan yang biasa dipakai dalam obat batuk untuk melegakan tenggorokan) ternyata paling ampuh mengurangi kebiasaan merokok," ujar Dr Jonathan H Whiteson, dari Cardiopulmonary Rehabilitation and Prevention Center, New York City seperti dikutip dari Health, Selasa (3/11/2009).

Alasan di balik keberhasilan teknik ini, menurut peneliti adalah, adanya suplai nikotin yang tetap dalam tubuh dan juga bahan aktif lozenges yang akan meningkatkan keberadaan nikotin dalam mulut.

Efek yang disebut peneliti sebagai mimic efect dari kombinasi terapi inilah yang membuat perokok merasakan nikotin yang hebat dalam tubuhnya padahal mereka tidak merokok.

"Teknik ini telah berhasil menurunkan kebiasaan merokok hingga 40 persen dalam waktu 6 bulan. Namun yang perlu diingat, selama melakukan terapi ini perokok harus terus diberi motivasi dan melakukan konseling agar tetap konsisten," jelas Megan E Piper, ketua studi sekaligus profesor di Center for Tobacco Research and Intervention at the University of Wisconsin, Madison.

Studi yang melibatkan 1.504 perokok dewasa ini didanai oleh the US National Institutes of Health dan obat lozenges yang digunakan disediakan secara gratis oleh perusahaan obat GlaxoSmithKline.

Koyo yang mengandung nikotin atau yang disebut dengan nicotin patch sudah tersedia di pasaran selama lebih dari 2 dekade, dan merupakan salah satu produk yang paling umum digunakan oleh pharmacotherapy untuk membantu mereka yang ingin berhenti merokok. Namun hasilnya akan lebih baik jika nicotin patch dikombinasikan dengan lozenges.

"Mereka yang melakukan kombinasi ini bersumpah untuk tidak menyentuh rokok lagi setelah satu minggu dan berhasil tidak merokok untuk satu hari penuh," ujar Pipper.

Sumber : health.detik

Konsumsi susu kurangi risiko terkena kanker payudara

Posted SAF on July 28 2010
Bagi perempuan yang sedang ber-diet, salah satu makanan yang biasanya dicoret dalam daftar belanjaan adalah susu dan aneka produk berbahan susu. Diet dengan meniadakan susu dalam konsumsi sehari-hari, sebenarnya taruhannya adalah nyawa. Bukan saja susu kaya kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan tulang, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang mampu menekan risiko terkena kanker payudara pada perempuan pra-menopause.

Dalam penelitian yang dilakukan Institute of Community Medicine, Universitas Tromso, Norwegia membuktikan bahwa konsumsi susu tiga gelas atau lebih setiap hari dapat menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan pra-menopause di bawah usia 50

Dari penelitian itu, diketahui bahwa konsumsi susu sejak masa kanak-kanak berpengaruh negatif terhadap kejadian kanker payudara saat mereka berusia pra-menopause dibawah usia 50 tahun," kata dr Rachmi Untoro MPH, Staf Ahli Menteri Kesehatan bidang Mediko Legal, dalam sebuah seminar menjelang Peringatan Hari Susu Sedunia di Jakarta, baru-baru ini.

Hadir dalam kesempatan itu, Duta Susu Indonesia mantan atlet bulutangkis Ricky Subagdja, pecatur cilik juara internasional Irene Kharisma Sukandar, Direktur Komersial PT Tetra Pak Indonesia Robert Tumiwa, dan Direktur Pengolahan Hasil Pertanian, Departemen Pertanian Chairul Rahman.

Namun sayangnya, lanjut Rachmi, anak-anak Indonesia sangat kurang minum susu, bahkan menjadi sangat terendah di antara negara-negara di Asia. Konsumsi susu masyarakat Indonesia rata-rata setiap tahunnya sebanyak 9 liter per tahun per kapita, tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga Malaysia. Konsumsi susu di Malaysia sudah mencapai 25,4 liter per tahun per kapita, sementara di Singapura 32 liter per tahun.


"Bahkan kita kalah dibandingkan masyarakat Vietnam yang tiap tahun mengkonsumsi 10,7 liter per tahun per kapita dan di Filipina sebesar 11, 3 liter per tahun per kapita," ujar mantan Direktur Bina Gizi, Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes itu.

Dijelaskan, salah satu nutrisi yang menonjol dalam susu adalah kandungan kalsiumnya. Bahan itu dikenal luas karena manfaatnya untuk memelihara kekuatan dan kepadatan tulang. Dalam proses yang dikenal sebagai penumpukan massa tulang, kalsium dan fosfor beraliansi membentuk kalsium fosfat. Elemen itu merupakan komponen utama yang berperan dalam pembentukan struktur dan kekuatan tulang.

"Segelas susu menyuplai 29,7 persen kebutuhan harian kalsium dan 23,2 persen kebutuhan harian fosfor. Nutrisi penting lainnya adalah vitamin D. Vitamin larut lemak ini menjaga kadar kalsium yang memadai dalam darah," ujarnya.

Selain itu, lanjut Rachmi, segelas susu juga menyodorkan 24,4 persen kebutuhan harian vitamin D. Di samping kalsium dan vitamin D, vitamin K yang terkandung dalam susu juga memiliki peran vital untuk mengamankan kekuatan tulang. Vitamin K1 mengaktifkan osteocalcin protein nonkolagen utama dalam tulang. Elemen ini mengikat molekul kalsium di dalam tulang.

"Tanpa vitamin K1 yang cukup, keberadaan kadar osteocalcin tak akan memadai. Ujungnya, proses penumpukan massa tulang akan terganggu. Anda bisa membayangkan sendiri akibatnya," ujarnya.

Hal lain yang belum banyak diketahui masyarakat adalah susu mampu mencegah hipertensi (tekanan darah tinggi), menangkal kanker usus serta menghindarkan Anda dari kekurangan energi dan protein. Kandungan nutrisi yang ada di dalamnya turut meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Dan yang terpenting bagi kaum wanita, Rachmi menegaskan, susu bisa membantu program penurunan berat badan. "Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada April 2004 di Obesity Research, Amerika, disebutkan konsumsi makanan yang kaya kalsium, khususnya produk susu rendah lemak seperti susu sapi, yogurt, dan kefir akan membantu Anda mengurangi berat badan," katanya.

Dalam studi yang mengikutsertakan 42 subyek penelitian (32 orang menuntaskannya) ini, para peserta dibagi dalam tiga kelompok. Mereka diberi rancangan pola makan yang didesain untuk mengurangi berat badan satu pon (sekitar setengah kg) tiap minggunya selama 24 minggu. Rancangan pola makan untuk ketiga grup itu memiliki kandungan kalori yang sama.

Grup pertama menerima pola makan rendah kalsium (430 miligram/hari). Grup kedua menerima rancangan yang sama dengan tambahan suplemen kalsium hingga total pasokan kalsium ke dalam tubuh mencapai lebih dari 1.200 miligram. Grup ketiga menghadapi menu makan yang dipenuhi produk susu sehingga pasokan kalsiumnya mencapai 1.100 miligram setiap harinya.

Hasil akhir studi tersebut, grup pertama rata-rata berkurang berat badannya 15 pon, grup kedua 19 pon, dan grup ketiga 24 pon. Dari total berat badan yang berkurang tersebut, grup pertama kehilangan lemak 19 persen, grup kedua 50 persen, dan grup ketiga 66 persen.

"Hasil ini menunjukkan, kalsium yang dibawa produk susu terbukti lebih efektif menurunkan berat badan dan melenyapkan lemak para pengonsumsinya. Jadi, tidak benar kalau susu bikin gemuk," ucap Rachmi.

Namun diakui Rachmi, ada sejumlah orang yang tidak dapat mengkonsumsi susu karena mengidap lactose intolerance akibat enzim laktase dalam tubuh menurun sehingga tidak mampu menguraikan laktosa (gula susu) menjadi glukosa dan galaktosa.

"Kondisi itu mengakibatkan laktosa tidak terserap di usus kecil, lalu masuk ke usus besar dalam keadaan utuh sehingga menyebabkan diare. Oleh karena itu, aktivitas enzim laktase harus terus dipelihara dengan cara membiasakan minum susu sejak bayi, balita (bawah lima tahun), remaja, dewasa hingga lansia (lanjut usia)," tuturnya.

Jika Anda berhenti mengonsumsi susu, enzim laktase akan mati atau berkurang. Suatu saat bila minum susu lagi, enzim laktase tidak siap sehingga terjadilah diare. Untuk orang semacam ini, dianjurkan untuk minum susu berkadar laktosa rendah (low lactose milk) atau produk olahan susu rendah laktosa seperti yogurt, yakult dan kefir.

"Susu juga harus dibatasi bagi penderita alergi protein susu. Untuk orang semacam ini, protein susu harus diuraikan terlebih dahulu menjadi hidrolisat. Bisa juga diatasi dengan susu nabati, seperti susu kedelai," kata Rachmi.

Sementara itu, Direktur Pengolahan Hasil Pertanian, Departemen Pertanian, Chairul Rahman mengatakan, rendahnya konsumsi susu di Indonesia, disebabkan banyak faktor. Salah satunya, harga susu yang dianggap cukup mahal, sehingga tidak terbeli masyarakat kalangan bawah. Namun, yang urgensi adalah kurangnya pemahaman masyarakat akan manfaat susu.

"Kalau penyebabnya mahal, kenapa Filipina yang tingkat perekonomiannya hampir sama, angka konsumsi susunya bisa tinggi. Berarti pemahaman akan pentingnya susu buat kesehatan yang kurang. Jadi, bukan semata masalah harga," tuturnya.

Untuk itu, lanjut Chairul, pendidikan penting guna menyadari masyarakat akan pentingnya susu. Ia juga mengatakan untuk anak-anak jenis susu bubuk lebih baik ketimbang kental manis. Karena susu bubuk sedikit mengandung gula. Sedangkan susu kental manis lebih cocok untuk membuat kue, kopi, dan lain sebagainya.

Idealnya, lanjut Chairul, tiap orang minum susu dua gelas per orang per hari. Berarti sebulan 60 gelas susu. Jadi, kalau tiap keluarga terdiri dari dua anak dan dua orang tua, berarti sekitar 240 (60x4) gelas dibutuhkan dalam sebulan.

Bagi orang yang berpenghasilan tidak tetap, susu memang dianggap mahal. Misalnya, kemasan 400 gr saja harganya sekitar Rp 22.000, paling lama habis dikonsumsi selama sepekan. Jika sebulan jumlahnya mencapai ratusan ribu. "Untuk masyarakat Indonesia yang ada di pedesaan, uang sejumlah itu sangat besar. Karena itu, mereka mengalah dengan tidak minum susu," katanya.

Ditambahkan, produk susu nasional pada tahun 1999 mencapai 436 ribu ton, pada tahun 2000 mengalami peningkatan hingga 497,87 ribu ton. Dan di tahun 2001, produksi susu nasional mencapai 531,87 ribu ton.

Dari berbagai jenis susu yang telah dipabrikan, jelasnya lagi, susu bubuk menempati urutan pertama dalam tingkat produksinya dibanding jenis susu lainnya, seperti susu kental manis, atau susu murni.

"Tingginya tingkat produksi susu bubuk disebabkan luasnya jaringan pasar yang dikuasai oleh susu bubuk. Selain itu, jenis susu ini dapat dikonsumsi oleh semua umur dari bayi, orang dewasa, dan manula," katanya. Pemerintah sendiri telah memiliki kebijakan dan program pengembangan industri susu nasional baik jangka panjang maupun jangka pendek. Untuk jangka panjang dikembangkan agribisnis dan agroindustri berdaya saing, berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan peternak dan mengurangi impor.

Sementara untuk jangka pendek diupayakan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi susu dalam negeri dengan cara memberdayakan peternak sapi perah. Caranya dengan meningkatkan kemandirian kelompok dengan mengurangi ketergantungan harga dan pemasaran terhadap industri peternak sapi.

"Tapi yang paling penting perlu ditingkatkan upaya peningkatan mutu susu segar, pengolahan yang higienis, inisiasi pengembangan pasar, bantuan peralatan pengolahan susu dan pelatihan serta pendampingan usaha," kata Chairul menandaskan.

sumber: www.suarakarya-online.com

Bau Mulut Lenyap Dengan Ekstrak Kopi

Posted SAF on July 28 2010
Bagi Anda pecinta makanan jengkol atau petai, mungkin ada baiknya minum kopi setelah mengonsumsi makanan pembuat nafas bau tersebut. Para peneliti telah membuktikan bahwa ekstrak kopi dapat menghilangkan bau mulut.

Biasanya setelah minum kopi, mulut akan terasa agak sepat dan memiliki bau yang khas. Tapi ternyata ekstrak kopi yang diteliti oleh para ahli justru dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang memicu bau mulut.

"Semua orang mengira bahwa kopi menyebabkan nafas bau," ujar Mel Rosenberg, seorang spesialis nafas dari Tel Aviv University seperti dikutip dari LiveScience, Senin (12/10/2009).

"Tapi itu juga tidak salah. Kopi memang memiliki efek dehidrasi bagi mulut, dan akan semakin terasa ketika tercampur dengan susu. Bila campuran tersebut didiamkan, akan terjadi fermentasi dalam mulut yang akan menyebabkan nafas bau," jelas Rosenberg.

Namun efek itu hanya salah satu efek kopi saja. Efek lainnya yang ditemukan peneliti justru berlawanan, yaitu kopi bisa menghilangkan bau mulut. Kok bisa?

Rosenberg dan rekannya mencoba menganalisis bakteri yang memproduksi bau mulut pada air liur responden setelah mengonsumsi kopi. Berbeda dengan prediksi sebelumnya, peneliti justru menemukan komponen dalam kopi yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri dan bau mulut. Komponen yang belum diketahui namanya itu justru menghambat pertumbuhan bakteri penyebab nafas tak sedap di mulut.

Akhirnya Rosenberg pun mencoba mengisolasi komponen penghambat (anti) bakteri tersebut untuk diteliti lebih lanjut.

Dalam pertemuan The International Society for Breath Odor Research di Jerman, Rosenberg mengatakan bahwa penemuan tersebut bisa dijadikan acuan oleh para pelaku industri mouthwash (pencuci mulut), permen mint dan permen karet untuk mengembangkan produk penghilang bau mulut.

"Yang bisa digunakan untuk industri-industri tersebut bukan kopinya, tapi komponen aktif dari ekstrak kopi tersebut yang masih kami teliti hingga saat ini," ujar Rosenberg.

Sumber : health.detik

Oral Seks Undang Penyakit

tPosted SAF on July 28 2010
Melonjaknya kasus kanker oropharyngeal dalam dua dekade terakhir ini ternyata dipengaruhi oleh perubahan perilaku seksual masyarakat di sana, khususnya perilaku seks oral.

Komentar tersebut muncul dalam konferensi yang diadakan oleh American Association for Cancer Research yang membahas tentang penularan virus human papilloma virus (HPV) dalam kasus kanker leher dan kepala. Infeksi virus tersebut menyebabkan jumlah kejadian kanker oropharyngeal, yang meliputi tumor di tenggorokan, tonsil, dan permukaan lidah, naik drastis.

Padahal, studi mengenai tumor jaringan oropharyngeal pada 20 tahun lalu hanya menunjukkan infeksi HPV sebesar 20 persen. "Ini adalah tren yang nyata karena itu fakta bahwa angka kejadian kanker orophrayngeal meningkat seharusnya menjadi concern," kata Scott Lippman, MD dari University of Texas MD Anderson Cancer Center.

Bila dulu merokok dan alkohol dituding sebagai biang utama penyebab kanker mulut, kini penyebab terbanyak beralih pada infeksi HPV. American Cancer Society menyatakan bahwa berdasarkan diagnosis, lebih dari separuh kasus kanker oropharyngeal disebabkan virus HPV.

"Perubahan perilaku seksual dalam 20 tahun terakhir, khususnya oral seks, ikut meningkatkan kejadian kanker," kata Chief Medical Officer ACS Otis Brawley. Bukti juga menunjukkan, infeksi HPV secara oral juga meningkatkan faktor risiko kanker esophagus (kerongkongan), lanjut Brawley.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Lippman, kini sasaran dokter untuk menyebarkan informasi tentang kanker oropharyngeal bukanlah orangtua dan perokok, melainkan orang muda, karyawan, juga para remaja yang belum memahami seks yang sehat. Para ahli juga sepakat bahwa oral seks bukanlah seks yang aman.

Sumber : kesehatan.kompas.com

Yogurt : Penangkal Nafas Tak Sedap ?

Posted SAF on July 28 2010
Berikut ini adalah suatu penelitian yang menyebutkan bahwa meminum yogurt setiap hari dapat membuat nafas tetap segar dan menjauhkan bau mulut yang menyerang.

Para peneliti menemukan bahwa meminum 500cc/hari yogurt dapat menurunkan kadar komponen penyebab bau mulut, seperti hidrogen sulfida, dalam mulut. Mereka mengatakan bahwa hasilnya memperkirakan bakteri aktif yang ada dalam yogurt, terutama Streptococcus thermophilus dan Lactobacilus bulgaricus, mungkin mempunyai peran menguntukngkan terhadap bakteri penyebab bau mulut.

YOGURT Vs Bakteri penyebab Bau Mulut
Dalam sebuah penelitian yang dilaporkan di International Association for Dental Research di Baltimore, Amerika Serikat, peneliti mencari efek meminum yogurt terhadap bau mulut dan bakteria dalam mulut.

Sebelum penelitian dimulai, 24 orang sehat diminta untuk menghindari yogurt dan makanan lainnya yang mengandung bakteria menguntungkan yang sama dengan yang terkandung dalam yogurt, seperti keju dan acar sayuran, selama 2 minggu.

Kemudian air liur dan lapisan lidah diambil sampelnya untuk dihitung kadar bakteri dan juga komponen penyebab bau mulut termasuk hidrogen sulfida. Selama penelitian, partispan meminum 250 cc yogurt 2 x/hari selama 6 minggu. Pada akhir penelitian, sampel kemudian diambil lagi. Mereka menemukan bahwa hidrogen sulfida menurun kadarnya di 80 % partisipan.

Sebagai tambahan, kadar plak dan penyakit gusi secara meyakinkan menurun diantara peminum yogurt. Walaupun penelitian yang lebih lanjut dibutuhkan untuk meyakinkan penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa penambahan diet yogurt dalam pola makan anda sehari-hari merupakan hal yang aman dan efektif untuk melawan bau mulut anda.


Sumber : WebMD Medical News

Menikah Dengan Wanita Pintar Bikin Pria Panjang Umur

Menikah Dengan Wanita Pintar Bikin Pria Panjang Umur
Posted on July 28 2010

Satu lagi rahasia berumur panjang, terutama untuk pria lajang. Jika Anda ingin hidup lebih sehat dan panjang umur, sebaiknya menikahlah dengan wanita pintar dan berpendidikan. Studi di Swedia membuktikannya.

Peneliti menemukan bahwa wanita berpendidikan adalah faktor kuat yang bisa membuat suami lebih sehat dan mencegah suami dari berbagai penyakit bahkan kematian.

Hidup bersama pasangan wanita pintar ternyata bisa menurunkan risiko mati muda bagi pria, demikian menurut Robert Erikson dan Jenny Torssander dari Swedish Institute for Social Research, Stockholm.

Erikson dan Torssander menganalisis sensus penduduk dari sekitar 1,5 juta orang pria dan wanita usia 39 hingga 59 tahun yang memiliki pekerjaan dan sudah berkeluarga. Mereka pun menganalisis kematian penduduk antara tahun 1991 hingga 2003.

Hasil analisa membuktikan bahwa tingkat kematian, baik pria maupun wanita lebih tinggi pada mereka yang tidak berpendidikan dan tingkat ekonomi yang sulit. Sebagai contoh, pria berpendidikan rendah (lulusan SMP atau SMA) diketahui lebih cepat meninggal dunia 1,1 kali dibanding pria-pria lulusan universitas.

Namun fokus Erikson dan Torssander tertuju pada pria-pria yang menikah dengan wanita berpendidikan.

"Pengaruh wanita berpendidikan terhadap kematian suaminya ternyata sangat kuat. Hasil survei menunjukkan pria-pria yang menikah dengan wanita pintar dan berpendidikan umurnya lebih panjang dan lebih sehat," ujar Erikson seperti dikutip dari Health24, Kamis (8/10/2009).

Faktor pendidikan juga berpengaruh pada wanita itu sendiri, apalagi jika ia menikah dengan pria yang pintar dan berpendidikan pula. Wanita yang menikah dengan pria biasa-biasa saja dan kurang berpendidikan diketahui berisiko meninggal dunia 1,25 kali lebih tinggi dibanding wanita yang menikah dengan pria berpendidikan.

"Asumsinya adalah, wanita pintar dan berpendidikan tinggi punya perhatian dan kepedulian yang lebih tinggi untuk masalah kesehatan, baik pribadi maupun pasangannya. Mereka lebih tahu banyak hal, cara mencegah penyakit atau pengobatannya. Mereka juga lebih terbuka dan banyak mendapat informasi dari luar tentang masalah kesehatan, beda dengan wanita biasa-biasa saja yang lebih cuek untuk masalah kesehatan," jelas Erikson.

Pendidikan dan ekonomi ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat kematian seseoarang, namun peran wanita berpendidikan ternyata lebih kuat dibanding ekonomi. Jadi, jika ingin tetap sehat, tercegah dari berbagai penyakit dan hidup lebih panjang, carilah wanita cerdas untuk dinikahi.

Sumber : health.detik

Pepaya Sehatkan Sperma

Posted on july 28 2010.
Selain kaya akan vitamin C, pepaya juga mengandung serat makanan. Daging buahnya sangat lunak dan kandungan asamnya rendah, sehingga baik pula dikonsumsi oleh anak-anak.

Pepaya dipercaya dapat memerangi cacing usus, mencegah berbagai jenis kanker, dan meningkatkan kualitas sperma.

Tumbuhan pepaya diperkirakan berasal dari Meksiko Selatan. Pohon yang tumbuh hingga setinggi 10 meter itu kini telah menyebar luas ke pelosok dunia, khususnya yang beriklim tropis.

Pepaya mengandung meat tenderizer (bahan pengempuk daging). Buah dan daunnya mengandung enzim papain yang dapat memecah protein. Bila daunnya dipakai untuk membungkus daging, membuat daging lebih empuk dan mudah dicerna.

Mudah Dicerna

Dalam pengobatan Cina, pepaya digunakan untuk mengatasi kesulitan mencerna makanan, akibat protein tinggi. Juga dipecaya dapat membersihkan gigi, dengan memecah sisa makanan yang melekat. Buahnya dimanfaatkan untuk mengusir cacing usus. Bijinya direndam air dan dimanfaatkan sebagai teh. Pepaya masak baik untuk mengatasi disentri, rematik, dan produksi lendir yang berlebihan.

Pada t?un 1997 the World Cancer Research Fund? melaporkan, mengonsumsi pepaya (sebagai makanan penutup) secara teratur baik untuk menangkal kanker paru, pankreas, payudara, kandung kemih, dan kolon, karena kandungan vitamin C dan karotenoid-nya yang tinggi. Kedua zat gizi itu memang sangat potensial untuk mengurangi aktivitas radikal bebas, yang dapat memicu kanker.

Rokok mengandung sejumlah oksidan yang mampu merusak sistem tubuh. Karena itu perokok memerlukan asupan vitamin C lebih 120 mg per hari, agar kebutuhan tubuh terpenuhi. Takaran itu lebih tinggi dibandingkan orang yang bukan perokok.

Bagi pria, konsumsi pepaya setiap hari sangat baik karena vitamin C-nya sangat esensial untuk pembentukan air mani dan sperma. Kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh bisa menjadi kendala untuk menghasilkan keturunan. Hasil tes menunjukkan, seorang pria bisa tidak subur akibat spermanya menggumpal. Kualitas, kuantitas, dan gerak kehidupan sperma dapat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi vitamin C, sampai 500 mg per hari.

Vitamin C juga bermanfaat untuk mengurangi risiko katarak, dinding kapiler yang kaku, dan dapat mengundang risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian menemukan, vitamin C dapat membantu memperlambat penuaan dengan meremajakan sel darah putih. Buah pepaya sangat ideal bagi orang usia lanjut karena rasanya manis dan mudah dicerna. Bagi penderita diabetes, pepaya sangat baik karena nilai kalorinya rendah.

Sumber : Kompas Kesehatan

Senin, 26 Juli 2010

Dalil Tentang Nisfu Sya'ban

Posted by SAF 26 Juli 2010

Merupakan wilayah khilaf di kalangan ulama. Sebagian mentsabatkan hal itu namun sebagian tidak..


Sebenarnya kalau dilihat dari kaca mata para ahli hadits, praktek ibadah ritual yang dilakukan oleh sebagian saudara kita di malam ke-15 bulan Sya'ban (nisfu sya'ban), tidak didukung dengan hadits yang mencapai derajat shahih kepada Rasulullah SAW.

Namun bukan berarti apa yang dikerjakan itu otomatis menjadi haram atau kemungkaran yang harus diperangi. Sebab ternyata kita menemukan dalil-dalil yang meski tidak sampai derajat shahih, tetapi juga tidak sampai dhaif apalagi palsu. Hadits-hadits itu mencapai derajat hasan. Setidaknya, kesimpulan kita adalah bahwa derajat kekuatan tiap hadits itu memang jadi perbedaan pandangan kalangan ahli hadits.

Walhasil, perkara ini memang menjadi wilayah khilaf di kalangan ulama. Sebagian mentsabatkan hal itu namun sebagian tidak. Dan selama suatu masalah masih menjadi khilaf ulama, setidaknya kita tidak perlu langsung menghujat apa yang dilakukan oleh saudara kita bila ternyata tidak sama dengan apa yang kita yakini.

Dalil Tentang Keutamaan Bulan Sya'ban dan Khususnya Nisfu Sya'ban
Dalil-dalil yang diperselisihkan oleh para ulama tentang level keshahihannya itu antara lain adalah hadits-hadits berikut ini:

Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya'ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad)

Namun Al-Imam At-Tirmizy menyatakan bahwa riwayat ini didhaifkan oleh Al-Bukhari.

Selain hadits di atas, juga ada hadits lainnya yang meski tidak sampai derajat shahih, namun oleh para ulama diterima juga.

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, "Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira'), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?" Aku menjawab, "Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali." Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kamu malam apa ini?" Aku menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Ini adalah malam nisfu sya'ban (pertengahan bulan sya'ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya'ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka." (HR Al-Baihaqi)

Al-Baihaqi meriwayatkan hadits ini lewat jalur Al-'Alaa' bin Al-Harits dan menyatakan bahwa hadits ini mursal jayyid. Hal itu karena Al-'Alaa' tidak mendengar langsung dari Aisyah ra.

Ditambah lagi dengan satu hadits yang menyebutkan bahwa pada bulan Sya'ban amal-amal manusia dilaporkan ke langit. Namun hadits ini tidak secara spesifik menyebutkan bahwa hal itu terjadi pada malam nisfu sya'ban.

Dari Usamah bin Zaid ra bahwa beliau bertanya kepada nabi SAW, "Saya tidak melihat Andaberpuasa (sunnah) lebih banyak dari bulan Sya'ban." Beliau menjawab, "Bulan sya'ban adalah bulan yang sering dilupakan orang dan terdapat di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada rabbul-alamin. Aku senang bila amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasai)

Dari tiga hadits di atas, kita bisa menerima sebuah gambaran para para ahli hadits memang berbeda pendapat. Dan apakah kita bisa menerima sebuah riwayat yang dhaif, juga menjadi ajang perbedaan pendapat lagi. Sebab sebagian ulama membolehkan kita menggunakan hadits dhaif (asal tidak parah), khususnya untuk masalah fadhailul a'mal, bukan masalah aqidah asasiyah dan hukum halam dan haram.

Anggaplah kita meminjam pendapat yang menerima hadits-hadits di atas, maka kita akan mendapati bahwa memang ada kekhususan di bulan sya'ban khususnya malam nisfu sya'ban. Di antaranya adalah Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang minta ampun. Dan bahwa Rasulullah SAW melakukan shalat di malam itu dan memperlama shalatnya. Dan bahwa bulan Sya'ban adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia.

Namun semua dalil di atas belum sampai kepada bagaimana bentuk teknis untuk mengisi malam nisfu sya'ban itu.

Ritual Khusus Malam Nisfu Sya'ban

Yang menjadi pertanyaan, adakah anjuran untuk berkumpul di masjid-masjid membaca doa-doa khusus di malam itu? Dan sudahkah hal itu dilakukan di zaman nabi SAW? Ataukah ada ulama di masa lalu yang melakukannya di masjid-masjid sebagaimana yang sering kita saksikan sekarang ini?

Anjuran untuk berkumpul di malam nisfu sya'ban memang ada, namun dari segi dalilnya, apakah terkoneksi hingga Rasulullah SAW, para ulama umumnya menilai bahwa dalil-dalil itudhaif. Di antaranya hadits berikut ini:

Dari Ali bin Abi Thalib secara marfu' bahwa Rasululah SAW bersabda, "Bila datang malam nisfu sya'ban, maka bangunlah pada malamnya dan berpuasa lah siangnya. Sesungguhnya Allah SWT turunpada malam itu sejak terbenamnya matahari kelangit dunia dan berkata, "Adakah orang yang minta ampun, Aku akan mengampuninya. Adakah yang minta rizki, Aku akan memberinya riki.Adakah orang sakit, maka Aku akan menyembuhkannya, hingga terbit fajar. (HR Ibnu Majah dengan sanad yang dhaif)

Sedangkan pemandangan yang seperti yang kita lihat sekarang ini di mana manusia berkumpul untuk berdzikir dan berdoa khusus di malam nisfu sya'ban di masjid-masjid, belum kita temui di zaman Rasulullah SAW maupun di zaman shahabat. Kita baru menemukannya di zaman tabi'in, satu lapis generasi setelah generasi para shahabat.

Al-Qasthalani dalam kitabnya, Al-Mawahib Alladunniyah jilid 2 halaman 59, menuliskan bahwa para tabiin di negeri Syam seperti Khalid bin Mi'dan dan Makhul telah ber-juhud (mengkhususkan beribadah) pada malam nisfu sya'ban. Maka dari mereka berdua orang-orang mengambil panutan.

Namun disebutkan terdapat kisah-kisah Israiliyat dari mereka. Sehingga hal itu diingkari oleh para ulama lainnya, terutama ulama dari hijaz, seperti Atho' bin Abi Mulkiyah, termasuk para ulama Malikiyah yang mengatakan bahwa hal itu bid'ah.

Al-Qasthalany kemudian meneruskan di dalam kitabnya bahwa para ulama Syam berbeda pendapat dalam bentuk teknis ibadah di malam nisfu sya'ban.

1. Bentuk Pertama
Dilakukan di malam hari di masjid secara berjamaah. Ini adalah pandangan Khalid bin Mi'dan, Luqman bin 'Amir. Dianjurkan pada malam itu untuk mengenakan pakaian yang paling baik, memakai harum-haruman, memakai celak mata (kuhl), serta menghabiskan malam itu untuk beribadah di masjid.

Praktek sepertiini disetujui oleh Ishaq bin Rahawaih dan beliau berkomentar tentang hal ini, "Amal seperti ini bukan bid'ah." Dan pendapat beliau ini dinukil oleh Harb Al-Karamani dalam kitabnya.

2. Bentuk kedua
Pendapat ini didukung oleh Al-Auza'i dan para ulama Syam umumnya. Bentuknya bagi mereka cukup dikerjakan saja sendiri-sendiri di rumah atau di mana pun. Namun tidak perlu dengan pengerahan masa di masjid baik dengan doa, dzikir maupun istighfar. Mereka memandang hal itu sebagai sesuatu yang tidak dianjurkan.

Jadi di pihak yang mendukung adanya ritual ibadah khusus di malam nisfu sya'ban itu pun berkembang dua pendapat pula.

Al-Imam An-Nawawi
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah, seorang ahli fiqih kondang bermazhab Syafi'i yang punya banyak karya besar dan kitabnya dibaca oleh seluruh pesantren di dunia Islam (di antaranya kitab Riyadhusshalihin, arba'in an-nawawiyah, al-majmu'), punya pendapat menarik tentang ritual khusus di malam nisfu sya'ban.

Beliau berkata bahwa shalat satu bentuk ritual yang bid'ah di malam itu adalah shalat 100 rakaat, hukumnya adalah bid'ah. Sama dengan shalat raghaib 12 rakaat yang banyak dilakukan di bulan Rajab, juga shalat bid'ah. Keduanya tidak ada dalilnya dari Rasulullah SAW.

Beliau mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan dalil-dalil dan anjuran baik yang ada di dalam kitabIhya' Ulumiddin karya Al-Ghazali, atau kitab Quut Al-Qulub karya Abu Talib Al-Makki.

Ustadz 'Athiyah Shaqr
Beliau adalah kepala Lajnah Fatwa di Al-Azhar Mesir di masa lalu. Dalam pendapatnya beliau mengatakan bahwa tidak mengapa bila kita melakukan shalat sunnah di malam nisfu sya'ban antara Maghri dan Isya' demi untuk bertaqarrub kepada Allah. Karena hal itu termasuk kebaikan. Demikian juga dengan ibadah sunnah lainnya sepanjang malam itu, dengan berdoa, meminta ampun kepada Alla. Semua itu memang dianjurkan.

Namun lafadz doa panjang umur dan sejenisnya, semua itu tidak ada sumbernya dari Rasulullah SAW.

Dr. Yusuf al-Qaradawi
Ulama yang sering dijadikan rujukan oleh para aktifis dakwah berpendapat tentang ritual di malam nasfu sya'ban bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Nabi SAW dan para sahabat bahwa mereka berkumpul di masjid untuk menghidupkan malam nisfu Sya'ban, membaca doa tertentu dan shalat tertentu seperti yang kita lihat pada sebahagian negeri orang Islam.

Juga tidak ada riwayat untuk membaca surah Yasin, shalat dua rakaat dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi`in dan tabi’ tabi`in).

Kesimpulan

Dan memang masalah ini adalah mahallun-khilaf' sepajang zaman. Tidak akan ada penyelesaiannya, karena masing-masing pihak berangkat dengan ijtihad dan dalil masing-masing, di mana kita pun berhusnudzdzhan bahwa mereka punya niat yang baik serta mereka memiliki kapasitas dan otoritas dalam berijtihad.

Lepas dari keyakinan kita masing-masing yang merupakan hak kita untuk mengikutinya, namun hak kita dibatasi oleh adanya hak saudara kita dalam kebebasan berekspresi dalam ijtihad mereka, selama masih dalam koridor manhaj yang benar.

Saling Menghormati, Menghargai, Menasehati dan terus BELAJAR...

Wallahu a'lam bishshawab,

Hukum Upacara Peringatan Malam Nisfi Sya’ban

Hukum Upacara Peringatan Malam Nisfi Sya’ban
Posted on Juli 26, 2010 by safnegari

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz


Segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita, dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kita, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam pengajak ke pintu tobat dan pembawa rahmat.

Amma ba’du:

Sesungguhnya Allah telah berfirman:

“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.” [Al-Maidah :3]

“Artinya : Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diridhoi Allah? Sekirannya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka sudah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan memperoleh adzab yang pedih.” [Asy-Syura' : 21]

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan suatu perkara (dalam agama) yang sebelumnya belum pernah ada, maka ia tertolak.”

Dalam lafazh Muslim: “Barangsiapa mengerjakan perbuatan yang tidak kami perintahkan (dalam agama), maka ia tertolak.”

Dalam Shahih Muslim dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi pernah bersabda dalam khutbah Jum’at: Amma ba’du, sesungguhnya sebaik- baik perkataan adalah Kitab Allah (Al-Qur’an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, dan sejahat-jahat perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah (yang diada-adakan) itu adalah sesat.”

Masih banyak lagi hadits-hadits yang senada dengan hadits ini, hal mana semuanya menunjukkan dengan jelas, bahwasanya Allah telah menyempurnakan agama ini untuk umat-Nya. Dia telah mencukupkan nikmat- Nya bagi mereka; Dia tidak mewafatkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam kecuali sesudah beliau menyelesaikan tugas penyampaian risalahnya kepada umat dan menjelaskan kepada mereka seluruh syariat Allah, baik melalui ucapan maupun pengamalan. Beliau menjelaskan segala sesuatu yang akan diada-adakan oleh sekelompok manusia sepeninggalnya dan dinisbahkan kepada ajaran Islam baik berupa ucapan maupun perbuatan, semuanya itu bid’ah yang tertolak, meskipun niatnya baik. Para shahabat dan ulama’ mengetahui hal ini, maka mengingkari perbuatan-perbuatan bid’ah dan memperingatkan kita darinya. Hal itu disebutkan oleh mereka yang mengarang tentang pengagungan sunnah dan pengingkaran bid’ah, seperti Ibnu Wadhdhoh Ath Tharthusyi dan Abu Syaamah dan lain sebagainya.

Di antara bid’ah yang biasa dilakukan oleh banyak orang ialah bid’ah mengadakan upacara peringatan malam Nisfu Sya’ban dan mengkhususkan pada hari tersebut dengan puasa tertentu. Padahal tidak ada satupun dalil yang dapat dijadikan sandaran, ada hadist-hadits tentang fadhilah malam tersebut tetapi hadits-hadits tersebut dlaif sehingga tidak dapat dijadikan landasan. Adapun hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan shalat pada hari itu adalah maudhu’. Dalam hal ini, banyak di antara para ‘ulama yang menyebutkan tentang lemahnya hadits-hadits yang berkenaan dengan pengkhususan puasa dan fadhilah shalat pada hari Nisfu Sya’ban, selanjutnya akan kami sebutkan sebagian dari ucapan mereka. Pendapat para ahli Syam di antaranya Hafizh Ibnu Rajab dalam bukunya “Lathaiful Ma’arif” mengatakan bahwa perayaan malam Nisfu Sya’ban adalah bid’ah dan hadits-hadits yang menerangkan keutamaannya lemah. Hadits-hadits lemah bisa diamalkan dalam ibadah jika asalnya didukung oleh hadits-hadits shahih, sedangkan upacara perayaan malam Nisfu Sya’ban tidak ada dasar hadits yang shahih sehingga tidak bisa didukung dengan dalil hadits- hadits dhaif. Ibnu Taimiyah telah menyebutkan kaidah ini dan kami akan menukil pendapat para ahli ilmu kepada sidang pembaca sehingga masalahnya menjadi jelas; para ulama’ telah bersepakat bahwa merupakan suatu keharusan untuk mengembalikan segala apa yang diperselisihkan manusia kepada Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnan Rasul (Al-Hadits), apa saja yang telah digariskan hukumnya oleh keduanya atau salah satu daripadanya, maka wajib diikuti dan apa saja yang bertentangan dengan keduanya maka harus ditinggalkan, serta segala sesuatu amalan ibadah yang belum pernah disebutkan adalah bid’ah; tidak boleh dikerjakan apabila mengajak untuk mengerjakannya atau memujinya.

Allah berfirman dalam surat An-Nisaa’:

“Artinya : Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan Ulil Amri (pemimpin-pemimpin) di antara kamu, maka jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [An-Nisaa': 59]

“Artinya : Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka keputusannya (terserah) kepada Allah (yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Tuhanku. Kepada-Nyala aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.” [Asy-Syuraa: 10]

“Artinya : Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa sesuatu keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya.” [An-Nisaa' : 65]

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang semakna dengan ayat- ayat di atas, ia merupakan nash atau ketentuan hukum yang mewajibkan agar supaya masalah-masalah yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits, selain mewajibkan kita agar rela terhadap hukum yang ditetapkan oleh keduanya (Al-Qur’an dan Hadits).

Demikianlah yang dikehendaki oleh Islam, dan merupakan perbuatan baik bagi seorang hamba terhadap Tuhannya, baik di dunia atau di akherat nanti, sehingga pastilah ia akan menerima balasan yang setimpal.

Dalam pembicaraan masalah malam Nisfu Sya’ban Ibnu Rajab berkata dalam bukunya “Lathaiful Ma’arif”, “Para Tabi’in dari ahli Syam (Syiria, sekarang) seperti Khalid bin Ma’daan, Makhul, Luqman dan lainnya pernah mengagung-agungkan dan berijtihad melakukan ibadah pada malam Nisfu Sya’ban kemudian orang- orang berikutnya mengambil keutamaan dan pengagungan itu dari mereka.

Dikatakan bahwa mereka melakukan perbuatan demikian itu karena adanya cerita-cerita israiliyat, tatkala masalah itu tersebar ke penjuru dunia, berselisihlah kaum muslimin; ada yang menerima dan menyetujuinya ada juga yang mengingkarinya. Golongan yang menerima adalah Ahli Bashrah dan lainnya sedang golongan yang mengingkarinya adalah mayoritas ulama Hijaz (Saudi Arabia, sekarang), seperti Atha’ dan Ibnu Abi Malikah dan dinukil oleh Abdurrahman bin Zaid bi Aslam dari fuqaha’ Madinah, yaitu ucapan Ashhabu Malik dan lain-lainnya. Mereka mengatakan bahwa semua perbuatan itu bid’ah. Adapun pendapat ulama’ ahli Syam berbeda dalam pelaksanaannya dengan dua pendapat:

[1]. Menghidup-hidupkan malam Nisfu Sya’ban dalam masjid dengan berjamah adalah mustahab (disukai Allah). Dahulu Khalid bin Ma’daan dan Luqman bin Amir memperingati malam tersebut dengan memakai pakaian paling baru dan mewah, membakar menyan, memakai celak dan mereka bangun malam menjalankan shalatul lail di masjid. Ini disetujui

oleh Ishaq bin Ruhwiyah, ia berkata: “Menjalankan ibadah di masjid pada malam itu secara jamaah tidak bid’ah.” Hal ini dicuplik oleh Harbu Al-Kirmany.

[2]. Berkumpulnya manusia pada malam Nisfu Sya’ban di masjid untuk shalat, bercerita dan berdo’a adalah makruh hukumnya, tetapi boleh jika menjalankan shalat khusus untuk dirinya sendiri. Ini pendapat Auza’iy Imam Ahlu Syam, sebagai ahli fiqh dan cendekiawan mereka. Insya Allah pendapat inilah yang mendekati kebenaran, sedangkanpendapat Imam Ahmad tentang malam tentang malam Nisfu Sya’ban ini,tidak diketahui.”

Ada dua riwayat sebagai sebab cenderungnya diperingati malam Nisfu Sya’ban, dari antara dua riwayat yang menerangkan tentang dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha). Dalam satu riwayat berpendapat bahwa memperingati dua malam hari raya dengan berjamaah adalah tidak disunnahkan, karena hal itu belum pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya. Riwayat lain berpendapat bahwa malam tersebut disunnahkan, karena Abdurrahman bin Yazid bin Aswad pernah mengerjakannya, dan ia termasuk tabi’in, begitu pula tentang malam Nisfu Sya’ban, Nabi belum pernah mengerjakannya atau menetapkannya, termasuk juga para sahabat, itu hanya

ketetapan dari golongan tabi’in ahli fiqih Syam. Demikian maksud dari Al-Hafizh Ibnu Rajab (semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya).

Ia mengomentari bahwa tidak ada suatu ketetapan pun tentang malam Nisfu Sya’ban ini, baik itu dari Nabi maupun dari para shahabat. Adapun pendapat Imam Auza’iy tentang bolehnya (istihbab) menjalankan shalat pada malam hari itu secara individu dan penukilan Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam pendapatnya itu adalah gharib dan dhaif, karena segala perbuatan syariah yang belum pernah ditetapkan oleh dalil-dalil syar’iy, tidak boleh bagi seorang pun dari kaum muslimin mengada- adakannya dalam Islam, baik itu dikerjakan secara individu ataupun kolektif, baik itu dikerjakan secara sembunyi-sembunyi ataupun terang- terangan, sebab keumuman hadits Nabi:

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan (dalam agama) yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak.”

Dan banyak lagi hadits-hadits yang mengingkari perbuatan bid’ah dan memperingatkan agar dijauhi.

Imam Abubakar Ath-Thurthusyiy berkata dalam bukunya, “Al-Hawadits wal Bida”, “Diriwayatkan oelh Wadhdhah dari Zaid bin Aslam berkata: kami belum pernah melihat seorang pun dari sesepuh dan ahli fiqih kami yang menghadiri perayaan malam Nisfu Sya’ban, tidak mengindahkan hadits Makhul (dhaif) dan tidak pula memandang adanya keutamaan pada malam tersebut terhadap malam-malam lainnya. Dikatakan kepada Ibnu Malikah bahwasanya Ziad An Numairiy berkata: Pahala yang didapat (dari ibadah) pada malam Nisfu Sya’ban menyamai pahala Lailatul Qadar. Ibnu Malikah menjawab: Seandainya saya mendengarnya sedang di tangan saya ada tongkat, pasti saya pukul. Ziad adalah seorang penceramah. Al-’Allaamah Syaukani menulis dalam bukunya, Al-Fawaaidul Majmu’ah, sebagai berikut: Hadits:

“Wahai Ali, barangsiapa melakukan shalat pada malam Nisfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat; ia membaca setiap rakaat Al-Fatihah dan Qul Huwallahu Ahad sebanyak sepuluh kali, pasti Allah memenuhi segala kebutuhannya… dan seterusnya.”

Hadits ini adalah maudhu’, pada lafazh-lafazhnya menerangkan tentang pahala yang akan diterima oleh pelakunya adalah tidak diragukan kelemahannya bagi orang berakal, sedangkan sanadnya majhul (tidak dikenal). Hadits ini diriwayatkan dari jalan kedua dan ketiga, kesemuanya maudhu’ dan perawi-perawinya majhul.

Dalam kitab “Al Mukhtashar” Syaukani melanjutkan : Hadits yang menerangkan shalat Nisfu Sya’ban adalah batil. Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Ali radhiallahu ‘anhu: Jika datang malam Nisfu Sya’ban bershalat malamlah dan berpuasalah pada siang harinya, adalah dhaif. Dalam buku Allaali’ diriwayatkan bahwa: Seratus rakaat dengan tulus ikhlas pada malam Nisfu Sya’ban adalah pahalanya sepuluh kali lipat. Hadits riwayat Ad Dailamiy,

hadits ini maudhu’ tetapi mayoritas perawinya pada jalan ketiga majhul dan dhaif (leman). Imam Syaukani berkata: Hadits yang menerangkan bahwa dua belas rakaat dengan tulus ikhlas pahalanya adalah tiga puluh kali lipat, maudhu’. Dan hadits empat belas rakaat … dan seterusnya adalah maudhu’ (tidakbisa diamalkan dan harus ditinggalkan, pent).

Para fuqaha’ banyak tertipu dengan hadits-hadits di atas, seperti pengarang Ihya’ Ulumuddin dan lainnya juga sebagian dari mufassirin. Telah diriwayatkan bahwa, shalat pada malam ini, yakni malam Nisfu Sya’ban yang telah tersebar ke seluruh pelosok dunia itu, semuanya adalah bathil/tidak benar dan haditsnya adalah maudhu’.

Anggapan itu tidak bertentangan dengan riwayat Tirmidzi dari hadits Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pergi ke Baqi’ dan Tuhan turun ke langit dunia pada malam Nisfu Sya’ban untuk mengampuni dosa sebanyak jumlah bulu domba dan bulu kambing. Sesungguhnya perkataan tersebut berkisar tentang shalat pada malam itu, tetapi hadits Aisyah ini lemah dan sanadnya munqathi’ (terputus) sebagaimana hadits Ali yang telah disebutkan di atas mengenai malam Nisfu Sya’ban, jadi dengan jelas bahwa shalat malam itu juga lemah dasarnya.

Al-Hafizh Al-Iraqi berkata: Hadits (yang menerangkan) tentang shalat Nisfu Sya’ban maudhu’ dan pembohongan atas diri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dalam kitab Al Majmu’, Imam Nawawi berkata: Shalat yang sering kita kenal dengan shalat Raghaib ada (berjumlah) dua belas raka’at dikerjakan antara Maghrib dan Isya’ pada malam Jum’at pertama bulan Rajab; dan shalat seratus rakaat pada malam Nisfu Sya’ban. Dua shalat itu adalah bid’ah dan mungkar. Tak boleh seseorang terpedaya oleh kedua hadits itu hanya karena telah disebutkan di dalam buku Quutul Quluub dan Ihya’ Ulumuddin. Sebab pada dasarnya hadits-hadits tersebut batil (tidak boleh diamalkan). Kita tidak boleh cepat mempercayai orang-orang yang menyamarkan hukum bagi kedua hadits, yaitu dari kalangan Aimmah yang kemudian mengarang lembaran-lembaran untuk membolehkan pengamalan kedua hadits, dengan demikian berarti salah kaprah.

Syaikh Imam Abu Muhammad Abdurrahman Ibnu Ismail al Muqadaasiy telah mengarang sebuah buku yang berharga; Beliau menolak (menganggap batil) kedua hadits (tentang malam Nisfu Sya’ban dan malam Jum’at pertama pada bulan Rajab), ia bersikap (dalam mengungkapkan pendapatnya) dalam buku tersebut, sebaik mungkin. Dalam hal ini telah banyak pengapat para ahli ilmu; maka jika kita hendak memindahkan pendapat mereka itu, akan memperpanjang pembicaraan kita. Semoga apa-apa yang telah kita sebutkan tadi, cukup memuaskan bagi siapa saja yang berkeinginan untuk mendapat sesuatu yang haq.

Dari penjelasan di atas tadi, seperti ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa hadits serta pendapat para ulama, jelaslah bagi pencari kebenaran (haq) bahwa peringatan malam Nisfu Sya’ban dengan pengkhususan shalat atau lainnya, dan pengkhususan siang harinya dengan puasa; itu semua adalah bid’ah dan mungkar tidak ada dasar sandarannya dalam syariat ini (Islam), bahkan hanya merupakan pengada-adaan saja dalam Islam setelah masa hidupnya

para shahabat radhiallahu ‘anhu. Marilah kita hayati ayat Al-Qur’an di bawah:

“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”[Al-Maidah : 3]

Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang semakna dengan ayat di atas.

Selanjutnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengada-adakan sesuatu perkara dalam agama (sepeninggalku), yang sebelumnya belum pernah ada, maka ia tertolak.”

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah pernah bersabda:

“Janganlah kamu sekalian mengkhususkan malam Jum’at daripada malam-malam lainnya dengan suatu shalat, dan janganlah kamu sekalian mengkhususkan siang hariny autk berpuasa daripada hari-hari lainnya, kecuali jika (sebelumnya) hari itu telah berpuasa seseorang di antara kamu.” [Hadits Riwayat. Muslim]

Seandainya pengkhususan suatu malam dengan ibadah tertentu itu dibolehkan oleh Allah, maka bukanlah malam Jum’at itu lebih baik daripada malam-malam lainnya, karena pada hari itu adalah sebaik-baik hari yang disinari matahari? Hal ini berdasarkan hadits-haditsRasulullah yang shahih. Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk mengkhususkan shalat pada malam hari itu daripada malam lainnya, hal itu menunjukkan bahwa pada malam lain pun lebih tidak boleh dikhususkan dengan ibadah tertentu, kecuali jika ada dalil shahih yang mengkhususkannya/menunjukkan atas kekhususannya. Menakala malam Lailatul Qadar dan malam-malam blan puasa itu disyariatkan supaya shalat dan bersungguh-sungguh dengan ibadah tertentu. Nabi mengingatkan dan menganjurkan kepada umatnya agar supaya melaksanakannya, beliau pun juga mengerjakannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda:

“Artinya : Barangsiapa berdiri (melakukan shalat) pada bulan Ramadhan dengan penuh rasa iman dan harapan (pahala), niscaya Allah akan mengampuni dosanya yang telah lewat. Dan barangsiapa berdiri (melakukan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh rasa iman dan harapan (pahala), niscaya Allah akan mengampuni dosanya yang telah lewat.” [Muttafaqun 'alaih]

Jika seandainya malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at pertama pada bulan Rajab, serta malam Isra’ Mi’raj diperintahkan untuk dikhususkan dengan upacara atau ibadah tentang, pastilah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam menunjukkan kepada umatnya atau beliau menjalankannya sendiri. Jika memang hal itu pernah terjadi, niscaya telah disampaikan oleh para shahabat kepada kita; mereka tidak akan menyembunyikannya, karena mereka adalah sebaik-baik manusia dan yang paling banyak memberi nasehat setelah para nabi.

Dari pendapat-pendapat ulama’ tadi anda dapat menyimpulkan bahwasanya tidak ada ketentuan apapun dari Rasulullah ataupun dari para shahabat tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban dan malam Jum’at pertama pada bulan Rajab. Dari sini kita tahu bahwa memperingati perayaan kedua malam tersebut adalah bid’ah yang diada-adakan dalam Islam, begitu pula pengkhususan dengan ibadah tentang adalah bid’ah mungkar; sama halnya dengan malam 27 Rajab yang banyak diyakini orang sebagai malam Isra’ dan Mi’raj, begitu juga tidak boleh dikhususkan dengan ibadah- ibadah tertentu selain tidak boleh dirayakan dengan ibadah-ibadah tertentu selain tidak boleh dirayakan dengan upacara-upacara ritual, berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan tadi.

Demikianlah, maka jika anda sekalian sudah mengetahui, bagaimana sekarang pendapat anda? Yang benar adalah pendapat para ulama’ yang menandaskan tidak diketahuinya malam Isra’ dan Mi’raj secara tepat. Omongan orang bahwa malam Isra dan Mi’raj itu jatuh pada tanggal 27 Rajab adalah batil, tidak berdasarkan pada hadits-hadits shahih. Maka benar orang yang mengatakan;

“Dan sebaik-baik suatu perkara adalah yang telah dikerjakan oleh para salaf, yang telah mendapat petunjuk. Dan sehina-hina perkara (dalam agama), yaitu perkara yang diada-adakan berupa bid’ah-bid’ah.”

Allahlah yang bertanggung jawab untuk melimpahkan taufiq-Nya kepada kita dan kaum muslimin semua, taufiq untuk tetap berpegang teguh dengan sunnah dan konsisten di atasnya, serta waspada terhadap hal-hal yang bertentangan dengannya, karena hanya Allah yang terbaik dan termulia.

Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada hamba-nya dan Rasul-Nya Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam begitu pula atas keluarga dan para shahabat beliau. Amiin.

[Disalin dari kitab Waspada Terhadap Bid’ah Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Penerjemah Farid Ahmad Oqbah, Riyadh: Ar-Raisah Al-'Ammah li-IdaratiAl-Buhuts Al-'Ilmiah wa Al-Ifta' wa Ad-Da'wah wa Al-Irsyad, 1413 H]

Sumber http://www.almanhaj.or.id

Minggu, 25 Juli 2010

STROKE

STROKE: Ingat ketiga huruf pertama .. S.T.R ..

Seorang rekan mengirimkan kepada saya email ini dan mendorong saya untuk sharing hal ini. Saya setuju.

Jika setiap orang dapat mengingat yang sederhana seperti ini, maka kita bisa menyelamatkan orang lain.


MENGENALI STROKE:
Pada suatu pesta, seorang teman tiba-tiba tersandung dan jatuh. Ia meyakinkan setiap orang, bahwa dia baik-baik saja dan tersandung batu saja karena sepatu yang baru. (padahal mereka telah menawarkan ambulans) . Mereka membersihkan tumpahan dan memberikan piring yang baru-sementara ia kelihatan agak terkejut.

Ingrid (kita sebut saja) terus bersenang-senang sepajang malam.

Beberapa waktu berselang, suami Ingrid menelpon bahwa isterinya dibawa ke rumah sakit (jam 6.00 pagi, Ingrid meninggal.)
Sebenarnya Ingrid sedang menderita stroke selama pesta. Kalau saja diantara mereka ada yang mengetahui bagaimana mengenali stroke, kemungkinan Ingrid masih bisa hidup sampai hari ini.

Beberapa orang seperti ini tidak meninggal, tetapi mereka berakhir dengan cacad, tidak berdaya. Hanya dibutuhkan beberapa menit untuk membaca ini.

Seorang Neurolog (Ahli syaraf) menyatakan bahwa jika ia bisa bertemu dengan seorang penderita stroke dalam 3 jam pertama serangan, maka keadaan bisa berubah total sama sekali. Ia mengatakan yang penting adalah mengenali gejala, mendiagnosa, dan segera membawa pasien untuk pengobatan ahli dengan segera dan ini mendesak!!

Jangan lewat dari tiga jam, karena kalau tidak, akan cacad permanen.

Ingat '3' langkah , STR . Baca dan pelajari!

Kadang-kadang gejala stroke sangat sukar untuk dikenali. Sayangnya, ketidaktahuan membawa bencana.
Penderita stroke dapat mengalami kerusakan otak yang berat jika orang sekitar gagal untuk mengenali gejala-gejala stroke.
Sekarang para dokter menyatakan seorang terdekat dapat mengenali stroke dengan menayakan tiga pertanyaan sederhana:

S * Minta individu untuk tersenyum/Ask the individual to SMILE (TERSENYUM). Kalau pipi pengot maka ada kelumpuhan saraf. Waspadalah !!

T * TALK (BICARA). Minta orang tersebut untuk TALK (BICARA ) KALIMAT SINGKAT (mis.: 'It is sunny today, hari ini cerah, atau apa saja). Kalau omongannya pelo ini gejala stroke.

R * Minta dia untuk RAISE BOTH ARMS (MENGANGKAT KEDUA LENGAN) . Kalau tidak bisa mengangkat artinya ada kelumpuhan akibat stroke. Waspada dan jangan terlambat panggil ambulans.

Jika terdapat salah satu dari gangguan untuk melakukan STR, segera panggil ambulans dan ceritakan keadaan ini kepada petugas.

NOTE : "Tanda" lain dari stroke adalah

1. Minta orang tersebut "menjulurkan" lidahnya.
2. Jika lidah "bengkok", menyimpang kesatu arah ini juga merupakan tanda dari suatu stroke.

Seorang spesialis jantung menyatakan jika Anda dapat mengirimkan email ini kepada paling tidak 10 orang, maka paling tidak satu nyawa dapat diselamatkan dan mungkin itu nyawa Anda sendiri.

Sabtu, 10 Juli 2010

Ramadhan kian dekat

Tidak terasa, sekarang kita berada di hari ke Sembilan dari bulan Sya’ban 1430 H., tinggal beberapa pekan lagi kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan, biidznillah.

“Ya Allah, berkahi kami di bulan Sya’ban ini, juga bulan Rajab yang lalu, dan panjangkan umur kami untuk berjumpa dengan bulan suci-Mu.” Amin

Semakin dekat Ramadhan, boleh jadi umat Islam masih disibukkan dengan beberapa permasalahan yang dialamatkan kepadanya. paling tidak dengan issu miring tentang terorisme, pilpres yang juga masih menunggu putusan MK, dan juga permasalahan yang lain.

Issu miring tentang terorisme kian gencar dipublikasikan oleh media massa, terutama media massa elektronik, yang menggiring opini masyarakat bahwa tindak penggrusakan itu ada kaitannya dengan umat Islam. Bahkan salah satu tv swasta menayangankan tentang terorisme, yang dimunculkan justeru pejuang-pejuang Al-Qassam Palestina. Apa hubungannya Al-Qassam dengan terorisme, dengan Indonesia???

Padahal dengan jelas-jelas MUI, sebagai representasi umat Islam menolak dengan tegas aksi-aksi pengrusakan itu, juga ormas-ormas Islam dan seluruh umat Islam di negeri ini. Tidak setuju dengan tindakan itu. Kalau toh, itu dilakukan oleh orang Islam, tidak bisa dengan general semua umat Islam dan Islam sebagai agama damai di sama-ratakan. Pelakunya hanya oknum, sebagaimana di dalam agama-agama lain atau bahkan instansi-instansi ada yang disebut dengan oknum juga.

Karena itu, umat Islam menghimbau agar media massa, terutama elektronik tidak lagi mempublikasikan tayangan-tayangan yang berbau diskrimanitafi terhadap umat Islam. Himbauan ini penting, karena umat Islam sebentar lagi akan menghadapi bulan yang disucikan, bulan yang dimuliakan, bulan Ramadhan. Bulan cerminan kedamaian, persaudaraan, kesetaraan, solidaritas dan kebaikan.

Alhamdulillah, lembaga-lembaga umat Islam juga sudah menyerukan ke pihak Pemerintah, agar bisa mengawasi makanan-makanan selama Ramadhan, hiburan-hiburan selama Ramadhan. Seruan ini sudah jauh-jauh hari dikumandangkan, seyogyanya Pemerintah juga merespon seruan ini.

Bagi umat Islam, hendaknya menjadikan bulan Sya’ban ini sebagai bulan persiapan. Persiapan yang diperlukan di antaranya: Persiapan maknawiyah atau ruhani, dengan membisakan diri menggiatkan ibadah-ibadah mahdlah, ritual, seperti shuam, qiyamullail, tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan yang lainnya. Persiapan fikriyah atau pengetahuan tentang ibadah-ibadah Ramadhan. Persiapan Maaliyah atau materi, guna meningkatkan ibadah-ibadah sosial di bulan Ramadhan nanti.

Disunnahkan untuk memperbanyak shaum (puasa) pada bulan Sya’ban, karena Rasulullah saw. dahulu selalu melakukannya. Dalam kitab As-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim) terdapat hadits ‘Aisyah ra., dia berkata: “Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan shaum selama satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau memperbanyak shaum dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.”

Tentu juga, mengkondisikan lingkungan masyarakat agar bersiap-siap menyambut Ramadhan dengan: aksi bersih lingkungan, bersih tempat ibadah, memasang spanduk, umbul-umbul sambut Ramadhan dan yang lainnya.

Sya’ban semakin merayap, Ramadhan kian dekat. “Ya Allah panjangkan umur kami sehingga berjumpa Ramadhan.” Allahumma aamiin.

gelorakan smangat sambut rmdhan

Allah swt berfirman, “Dan Saya tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku.” Adz Dzariat:56

Ya, inilah tujuan diciptakan setiap manusia. Yaitu, melaksanakan tugas ibadah hanya pada Allah swt. saja. Menyembah Tuhan, Pencipta langit tujuh tanpa atap. Pencipta manusia dengan struktur unik. Pembuat alam raya untuk manusia.

Manusia dijadikan saling mengisi, memimpin, memerintah dan melayani sepanjang masa. Semua itu, adalah dalam rangka mewujudkan tujuan besar ini. Karena itu, ibadah kepada Allah swt. membutuhkan semangat yang menggelora, dan kesungguhan yang hebat sesuai dengan tujuan besar ini.

Semangat Menggelora…. Kenapa?

Kenapa dibutuhkan semangat yang menggelora untuk beribadah kepada Allah swt.?

Pertama, karena beribadah dengan menjalankan kewajiban-kewajiban syari’ah adalah amanah besar, yang justeru langit, bumi dan gunung enggan menerima amanah besar ini.

“Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Al Ahzab: 72

Semangat menggelora boleh jadi mampu menundukkan tinggi dan luasnya langit. Mengalahkan tegarnya gunung. Mengalahkan hamparan bumi.

Kedua, karena ibadah lebih luas dari sekedar rukun Islam dan sebagian syi’ar Islam yang biasa. Oleh karena itu, mustahil bagi Allah swt. hanya menciptkan makhluk dan mengutus kepada mereka para Rasul. Allah swt. membinasakan suatu kaum dan mengangkat nasib sebagian yang lain. Allah swt. menciptkan surga dan neraka sebagai balasan. Panji-panji dikibarkan untuk mewujudkan peribadatan. Seluruh makhluk ditundukkan untuk manusia. Itu semua dalam rangka meletakkan rekaat shalat dan shaum Ramadhan saja. Tidak, makna ibadah lebih luas dan lebih menyeluruh dari itu semua. Ibadah itu, sebagaimana yang dikenalkan syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah rahimahullah:

“اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأفعال الظاهرة والباطنة”

“Setiap istilah yang menyeluruh, terkait setiap yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya, baik bentuk ucapan, perbuatan, yang nyata atau yang tersembunyi.”

Karena itu, setiap upaya mendamaikan antara dua orang adalah ibadah. Membiayai anak yatim atau mengelus kepala mereka adalah sama-sama ibadah. Memberi nasehat adalah ibadah. Membuang sampah pada tempatnya atau menyingkirkan duri dari jalan adalah ibadah. Tidak menyakiti hewan adalah ibadah. Mendidik anak sesuai dengan syari’ah Allah adalah ibadah. Suatu yang boleh akan menjadi bernilai ibadah dengan niat yang benar dan baik. Maka mahasiswa yang study dengan sungguh-sungguh untuk khidmat umat muslim adalah ibadah. Profesional atau pekerja yang sungguh-sungguh mencari rizki halal adalah ibadah. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, berderma untuk diri dan orang lain adalah ibadah.

Jika makna dan kandungan ibadah begitu luas, maka sudah barang tentu melaksanakan ibadah itu membutuhkan semangat menggelora, sebanding dengan luasnya makna dan kandungan ibadah itu sendiri.

Ketiga, banyaknya rintangan, kendala dan kesibukan. Baik dari internal maupun dari eksternal manusia.

Karena itu, jiwa yang cenderung bermalasan dan berleha-leha tidak mungkin mampu melaksanakan kewajiban ibadah yang sangat luas ini. Apa lagi, ada setan yang senantiasa menyelewengkan manusia dari jalur ibadah. Ada juga lingkungan yang mempengaruhinya, himpitan ekonomi dan masalah sosial. Begitu juga dengan godaan-godaan dan rayuan-rayuan yang melenakan lainnya.

Dari itu, tidak bisa tidak, harus ada semangat yang menggelora dan kesungguhan yang kuat.

Apa Itu Semangat Menggelora

Semangat menggelora tidak hanya diartikan menguras potensi untuk bekerja atau beribadah. Ini salah satu ruang lingkup semangat menggelora. Ada bentuk lain, di antaranya:

Pertama, berusaha melaksanakan amal shaleh dan konsisten melaksanakannya, meskipun hanya sedikit. Rasulullah saw. bersabda,

“” أحب العمل إلى الله أدوم وإن قل ” [صححه الألباني]

“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan meskipun sedikit.” Hadits disahihkan Al Albani.

Kesinambungan dalam beramal meskipun sedikit menunjukkan adanya semangat menggelora bagi pelakunya. Karena tabiat jiwa bosan rutinitas dan lebih cenderung memilih perubahan. Karena itu, Rasulullah saw. bersabda kepada Abdullah bin Amr ra. “Wahai Abdullah, kamu jangan seperti fulan. Ia melaksanakan qiyamullail, kemudian meninggalkannya.” Muttafaqun ‘alaih. Seakan-akan Rasulullah saw. mencela orang yang meninggalkan amal setelah sebelumnya sudah terbiasa melaksanakannya.

Kedua, itqanul ibadah. Ibadah dengan maksimal. Tentu ini membutuhkan semangat menggelora. Contohnya, ada orang yang bisa shalat satu rakaat dengan baca sepertiga juz. Namun susah untuk mentadabburi makna yang dibacanya, padahal jika ia mampu memahami kandungan ayat yang dibacanya, ia mampu lebih lama lagi membaca ayat dalam shalat tanpa rasa capek.

Begitu juga shaum, banyak orang yang bisa menaham makan, minum, dan hubungan biologis, namun sangat sulit mengendalikan lisannya dari ghibah, menaham pandangannya dari melihat yang haram. Dari dua contoh ini, menunjukkan bahwa pelaku ibadah belum mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan sempurna.

Ketiga, menjaga ibadah pada saat-saat malas atau futur. Dalam kondisi seperti ini membutuhkan semangat menggelora. Karena futur adalah sifat manusiawi dan tabiat wajar. Rasulullah saw. bersabda,

“”لكل عمل شره، ولكل شره فترة ” [صححه الألباني]

“Setiap amal ada jeleknya. Dan setiap kejelekan amal adalah futur.” Disahihkan Al Albani.

Pada saat futur sangat membutuhkan kesungguhan dan semangat kembali.

Keempat, melaksanakan ibadah dengan memperhatikan kewajiban-kewajiban yang lain. Ini tentu membutuhkan kesungguhan dan semangat menggelora. Bahwa hak-hak dan kewajiban-kewajiban sangatlah banyak. Apalagi ia seorang pekerja, pelajar dan pengusaha…, maka: adakalanya ia kurang dalam hak suatu ibadah, karena ingin mengejar hak ibadah yang lain.. Atau ia memiliki semangat yang mampu menggabungkan antara dua hal ini. Lebih lagi, jika ia mengetahui bagaimana caranya mensikapi suatu ibadah; sehingga bisa bernilai mubah, ibadah dan berpahala.

Tujuh Semangat Ramadhan

Kalau ibadah begitu luas dan menyeluruh di hari-hari biasa, bagaimana jika ibadah itu dilaksanakan pada hari-hari yang mulia, mahal dan istimewa. Adalah hari-hari di bulan Ramadhan. Tentu kebaikan dan kemuliaannya jangan sampai sia-sia. Di sinilah dibutuhkan semangat menggelora dan kesungguhan sebenarnya.

Paling tidak ada tujuh semangat guna menyambut Ramadhan.

Pertama, meninggalkan dosa dan maksiat. Karena perbuatan ini melemahkan semangat dan melumpuhkan tekad. Imam Syafi’i pernah mengadu pada gurunya:

شكوت إلى وكيع سوء حفظي فأرشدني إلى ترك المعاصي

وقال اعلم بأن العلم نور ونور الله لا يهدى لعاصي

Ku mengadu pada Waki’ (nama gurunya) soal hafalanku yang jelek

Ia menyarankanku untuk meninggalkan maksiat

Ia berkata, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak akan diberikan pada pelaku maksiat

Kedua, berteman dengan orang yang mempunyai semangat tinggi dan kesungguhan berlebih. Rasulullah saw. bersabda,

“” الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل ” [حسنه الألباني]

“Seseorang tergantung agama temannya. Oleh karena itu hendaknya ia melihat siapa temannya.” Disahihkan Al Albani.

Menjadikan mereka sebagai teman karena Allah adalah ibadah. Cukuplah sebagai contoh, seekor anjing yang juga akhirnya dimuliakan gara-gara dia menemani orang-orang pilihan.

Ketiga, yakin dengan kemampuan diri sendiri. Karena Allah swt. yang menentukan kapasitas dan potensi masing-masing, sehingga manusia menjadi dirinya sendiri. Bagaimana tidak meledakkan kekuatan dalam diri sendiri, padahal alam maya pada ini ditundukkan untuk manusia. Manusia menguasinya.

Keempat, memperbanyak membaca keutamaan bulan agung ini. Membaca janji Allah swt. bagi shaaimin, qaaimin dan dzaakirin.

Kelima, mengenal kondisi salafus shalih dalam bulan Ramadhan. Bagaimana mereka menyambut Ramadhan. Bagaimana mereka memperlakukan dan Ramadhan dalam kehidupan mereka.

Keenam, menuliskan target yang ingin dicapai di bulan Ramadhan. Contohnya, berapa mengkhatamkan Al Qur’an, bersedekah, memberi makan untuk berbuka.

Ketujuh, menulis program kerja di sisa bulan Sya’ban ini. Program ibadah yang bertahap, sederhana, meningkat dan meningkat, sehingga menjadikan anggota tubuh sudah terbiasa dengan ibadah Ramadhan.

Contoh program yang perlu dilaksanakan pada bulan Sya’ban ini:
Membaca setengah juz sehari di awal Sya’ban, dan satu juz sehari di separuh Sya’ban kedua.
Melaksanakan qiyamullail dua rekaat dan satu witir.
Bersedekah dua kali dalam satu pekan, dengan nilai tertentu.
Memberi makan fakir-miskin sekali dalam sepekan, sesuai kemampuan.
Membiasakan shaum Senin dan Kamis, dengan menjahui shaum pada hari yang meragukan.
Mengikuti dan mengantarkan jenazah setiap satu pekan.
Menjaga dzikir selesai shalat dan dzikir pagi dan petang.
Memelihara shalat lima waktu berjama’ah di masjid.
Melaksanakan shalat sunnah rawatib yang mu’akkad (sangat dianjurkan), seperti, dua rakaat sebelum fajar, dua rakaat ditambah dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat setelah Zhuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya’.

Kita memohon kepada Allah swt, agar menuntun kita pada amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Agar Allah swt. menguatkan semangat kita, dan meninggikan keinginan kita. Agar Allah swt. menyampaikan kita menemui Ramadhan. Dan agar Allah swt. menjadikan kita sebagai orang-orang yang diterima amal ibadahnya. Amin. Allahu a’lam

Bulan sya'ban

Bulan Sya’ban secara urutan bulan hijriah jatuh sebelum bulan Ramadhan. Dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah ra. menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban? Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa tidak ada bulan melebihi bulan Sya’ban di dalamnya Rasulullah saw. berpuasa. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi saw. berpuasa mayoritas hari-hari bulan Sya’ban. Mengapa?

Ada beberapa rahasia di antaranya:

Pertama, puasa adalah kebutuhan fitrah manusia. Karena itu Allah mewajibkan hamba-hamba-Nya berpuasa. Dalam surah Al Baqarah 183 Allah swt. menyebutkan bahwa puasa tidak hanya diwajibkan kepada umat manusia tertentu tetapi juga kepada umat manusia terdahulu. Ini menunjukkan bahwa puasa merupakan ibadah yang tidak bisa tidak harus dilakukan. Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa dengan puasa pencernaan seseorang akan istirahat dari rasa lelah yang sekian lama terus menerus digunakan untuk mengolah makanan. Maka semakin sering seseorang berpuasa ia akan semakin sehat. Sebab kemungkinan timbulnya penyakit yang seringkali disebabkan oleh makanan akan tercegah secara otomatis ketika ia berpuasa.

Kedua, bulan Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa bagi orang-orang beriman. Jadi pengertian ayat: kutiba alaikumush shiyaam itu maksudnya untuk bulan Ramadhan. Karena itu dalam sebuah hadits Nabi menegaskan bahwa di bulan Ramadhan diwajibkan atas orang-orang beriman berpuasa. Adalah suatu persiapan yang sangat strategis ketika Rasulullah selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Ibarat sebuah turnamen, bulan Ramadhan adalah ajang perlombaan beramal saleh, cerminan ayat: “fastabiqul khairaat (berlomba-lombalah dalam kebaikan)” Al Baqarah:148. Karena itu sebelum masuk Ramadhan hendaklah melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Kita semua tahu bahwa para peserta turnamen pasti melakukan persiapan sebulan dua bulan sebelumnya. Itulah rahasia mengapa Rasulullah saw. memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Agar tidak loyo selama bulan Ramadhan. Agar lebih maksimal melaksanakan ibadah-ibadah Ramadhan yang semuanya saling melengkapi untuk mengantarkan kepada ketakwaan.

Ketiga, ibadah puasa adalah ibadah menahan nafsu. Suatu perjuangan yang senantiasa harus dilakukan oleh orang-orang beriman. Dalam surah An Nazi’at:40 Allah swt. menjelaskan bahwa jalan ke surga adalah dengan upaya terus-menerus membangun rasa takut kepada Allah dan menahan nafsu. Mengapa? Sebab Setan berkerja terus menerus, siang dan malam untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa-dosa. Kerja keras setan ini tidak bisa tidak menuntut kita untuk bekerja keras juga guna mengimbanginya. Orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, tentu akan selalu waspada dari godaan setan. Caranya dengan banyak berpuasa. Semakin sering berpuasa, semakin sempit jalan-jalan setan untuk menggoda. Sebab dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa setan seringkali masuk melalui makanan. Maka semakin banyak makan, semakin mudah digoda setan. Karenanya orang yang kekenyangan akan selalu malas beribadah.

Keempat, Rasulullah saw. adalah contoh pribadi berakhlak mulia. Allah berfirman: “Wainnaka la’alaa khuluqin adhiim (Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar mempunyai akhlaq yang agung)” Al Qalam:4. Maka setiap yang dicontohkan Rasulullah saw. pasti baik untuk kemanusiaan di dunia maupun di akhirat. Tidak ada perbuatan yang dilakukan Rasulullah saw. kecuali membawa manfaat bagi kehiduapan manusia jika diikuti. Dan bila kita teliti secara seksama, menejemen modern yang mengantarkan munculnya negara-negara maju dan perusahaan-perusahaan bisnis kelas dunia, di dalamnya akan kita temukan nilai-nilai universal yang pada dasarnya itu adalah bagian dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah saw. Maka dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, itu sungguh sangat baik dan bermanfaat, tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat.

Kelima, adapun mengenai amalan di pertengahan bulan Sya’ban (nisfu Sya’ban), sekalipun ada sebagian hadits yang dianggap hasan oleh para ulama hadits, tetapi terpenting sebenarnya adalah memperbanyak puasa selama bulan Sya’ban, bukan mengkhususkannya pada pertengahan saja.

Imam An Nasa’i meriwayatkan sebuah hadits dari Usamah bin Zaid tentang rahasia memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, Nabi bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak orang, karena itu terjepit antara Rajab dan Ramadhan. Padahal ia adalah bulan di angkatnya amal manusia, maka aku suka ketika amalku diangkat aku sedang berpuasa.” Wallahu a’lam bish shawab.

Hukum bisnis MLM dan Money game

Sebagai catatan akhir dalam rangka pertimbangan memasuki bisnis MLM sekaligus sebagai filter teknis agar tidak terjebak kepada pola MLM konvensional yang tidak meneerapkan sistem syariah sebagian kadang melakukan praktik eksploitatif yang tidak adil melalui skema sistem piramida marketing. Hal itu berpotensi menimbulkan fenomena penyesatan intelektual kalau tidak dikatakan sebagai kebohongan dalam kampanye dan propaganda MLM konvensional sebagaimana 10 catatan yang ditulis oleh Robert L. Fitzpatrick dan Joyce K. Reynolds dalam bukunya False Profits: Seeking Financial and Spiritual Deliverance in Multi-Level Marketing and Pyramid Schemes, Herald Press Charlotte) sebagai berikut:

Pertama: MLM dikenalkan sebagai bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain. Perlu dipelajari lebih lanjut bahwa bagi hampir semua orang yang menanamkan uang, MLM berakhir dengan hilangnya uang. Kurang dari 1% distributor MLM mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi. Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini. Namun, kalau toh bisnis ini lebih berkelayakan, perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menopang sejumlah kecil pemenang. Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup, maka 1000 orang downline tadi akan memerlukan sejuta orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. Jadi, berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung? Banyak hal yang tampak sebagai pertumbuhan pada kenyataannya adalah pengorbanan distributor baru secara terus-menerus. Uang yang masuk ke kantong elite pemenang berasal dari pendaftaran para pecundang. Dengan tidak adanya batasan jumlah distributor di suatu daerah dan tidak ada evaluasi tentang potensi pasar, sistem ini dari dalamnya sudah tidak stabil.

Kedua: Jejaring (network) marketing (pemasaran mengandalkan jaringan) dikenalkan sebagai cara baru yang paling populer dan efektif untuk membawa produk ke pasar. Konsumen menyukai membeli produk dengan cara door-to-door. Perlu diperhatikan jika anda mengikuti aktivitas andalan MLM berupa penjualan keanggotaan secara terus-menerus dan mengamati hukum dasarnya, yakni penjualan eceran satu-satu ke konsumen, anda akan menemukan sistem penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis. Penjualan eceran satu-satu ke konsumen merupakan cara kuno, bukan trend masa depan. Penjualan secara langsung satu-satu ke teman atau saudara menuntut seseorang untuk mengubah kebiasaan belanjanya secara drastis. Dengan demikian, seseorang mendapatkan pilihan terbatas, kerap kali membayar lebih mahal untuk sebuah produk, membeli dengan tidak nyaman, dan dengan kagok mengadakan transaksi bisnis dengan teman dekat atau saudara. Ketidaklayakan penjualan door-to-door inilah yang menjadi alasan kenapa pada kenyataannya MLM merupakan bisnis yang terus-terusan menjual kesempatan menjadi distributor.

Ketiga: Di suatu saat kelak, semua produk diklaim akan dijual dengan model MLM. Para pengecer, mall, katalog, dan sebagian besar pengiklanan akan mati karena MLM. Perlu dicamkan bahwa kurang dari 1% dari keseluruhan penjualan dilakukan melalui MLM dan banyak volume dari penjualan ini terjadi karena pembelian oleh para distributor baru yang sebenarnya membayar biaya pendaftaran untuk sebuah bisnis yang selanjutnya akan dia tinggalkan. MLM tidak akan menggantikan cara-cara pemasaran yang sekarang ada. MLM sama sekali tidak bias menyaingi cara-cara pemasaran yang lain. Namun yang lebih pasti, MLM melambangkan program investasi baru yang meminjam istilah pemasaran dan produk. Produk MLM yang sesungguhnya adalah keanggotaan (menjadi distributor) yang dijual dengan cara menyesatkan dan membesar-besarkan janji mengenai pendapatan. Orang membeli produk guna menjaga posisinya pada sebuah piramid penjualan. Pendukung MLM senantiasa menekankan bahwa anda dapat menjadi kaya, jika bukan karena usaha keras anda sendiri maka kekayaan itu berasal dari seseorang yang tidak anda kenal yang mungkin akan bergabung dengan downline anda, atau istilah orang MLM “big fish”. Pertumbuhan MLM adalah perwujudan bukan dari nilai tambahnya terhadap ekonomi, konsumen, maupun distributor, namun lebih merupakan perwujudan dari tingginya ketakutan ekonomi dan perasaan tidak aman serta meningkatnya impian untuk menjadi kaya dengan mudah dan cepat. MLM tumbuh dengan cara yang sama dengan tumbuhnya perjudian dan lotere.

Keempat: MLM dinilai sebagai gaya hidup baru yang menawarkan kebahagiaan dan kepuasan. MLM merupakan cara untuk mendapatkan segala kebaikan dalam hidup. Perlu diperhatikan lagi bahwa daya tarik paling menyolok dari industri MLM sebagaimana yang disampaikan lewat iklan dan presentasi penarikan anggota baru adalah ciri materialismenya. Perusahaan-perusahaan besar Fortune 100 akan tumbang sebagai akibat dari janji-janji kekayaan dan kemewahan yang disodorkan oleh penjaja MLM. Janji-janji ini disajikan sebagai tiket menuju kepuasan diri. Pesona MLM yang berlebihan mengenai kekayaan dan kemewahan bertentangan dengan aspirasi sebagian besar manusia berkaitan dengan karya yang bernilai dan memberikan kepuasan untuk sesuatu yang menjadi bakat dan minatnya. Singkatnya, budaya bisnis MLM membelokkan banyak orang dari nilai-nilai pribadinya dan membelokkan aspirasi seseorang untuk mengekspresikan bakatnya.

Kelima: MLM sering mendeklarasikan dirinya sebagai adalah gerakan spiritual dalam bisnis. Perlu mendapatkan pencerahan lebih lanjut bahwa peminjaman konsep spiritual (kerohanian) maupun emosional seperti kesadaran akan kemakmuran dan visualisasi kreatif untuk mengiklankan keanggotaan MLM, penggunaan kata-kata seperti “komunitas” dan “kekeluargaan” untuk menggambarkan kelompok penjualan, dan klaim bahwa MLM merupakan pelaksanaan prinsip-prinsip agama adalah penyesatan besar dari ajaran-ajaran rohani sekalipun menurut penulis buku ini dikaitkan dengan kristiani dan injil. Mereka yang memusatkan harapan dan impiannya pada kekayaan dalam doa-doanya jelas kehilangan pandangan akan spiritualitas murni sebagaimana yang diajarkan oleh semua agama yang dianut umat manusia. Penyalahgunaan ajaran-ajaran spiritual ini pastilah pertanda bahwa penawaran investasi MLM merupakan penyesatan. Jika sebuah produk dikemas dengan bendera atau agama tertentu, waspadalah! “Komunitas”, “kekeluargaan” dan “dukungan” yang ditawarkan oleh organisasi MLM kepada anggota baru semata-mata didasarkan pada belanjanya. Jika pembelanjaan dan pendaftarannya menurun, maka menurun pula tingkat keterlibatannya dalam “komunitas” tersebut.

Keenam: Sukses dalam MLM itu diklaim mudah dan semua teman dan saudara harus dijadikan prospek. Mereka yang mencintai dan mendukung anda akan menjadi konsumen anda seumur hidup. Perlu dicamkan kembali bahwa komersialisasi ikatan keluarga dan persahabatan yang diperlukan bagi jalannya MLM adalah unsur penghancur dalam masyarakat dan sangat tidak sehat bagi mereka yang terlibat. Mencari keuntungan dengan memanfaatkan ikatan keluarga dan kesetiakawanan sahabat akan menghancurkan jiwa sosial seseorang. Kegiatan MLM menekankan pada hubungan yang mungkin tidak akan bisa mengembalikan pertalian yang didasarkan atas cinta, kesetiaan, dan dukungan. Selain dari sifatnya yang menghancurkan, pengalaman menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali orang yang menyukai atau menghargai suasana dirayu oleh teman atau saudara untuk membeli produk.

Ketujuh: Anda dimotivasi untuk dapat melakukan MLM di waktu luang sesuai kontrol anda sendiri karena sebagai sebuah bisnis, MLM menawarkan fleksibilitas dan kebebasan mengatur waktu. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan pendapatan yang besar dan dapat berkembang menjadi sangat besar sehingga kita tidak perlu lagi bekerja yang lain. Perlu dipikirkan kembali bahwa pengalaman puluhan tahun yang melibatkan jutaan manusia telah menunjukkan bahwa mencari uang lewat MLM menuntut pengorbanan waktu yang luar biasa serta ketrampilan dan ketabahan yang tinggi. Selain dari kerja keras dan bakat, MLM juga jelas-jelas menggerogoti lebih banyak wilayah kehidupan pribadi dan lebih banyak waktu. Dalam MLM, semua orang dianggap prospek. Setiap waktu di luar tidur adalah potensi untuk memasarkan. Tidak ada batas untuk tempat, orang, maupun waktu. Akibatnya, tidak ada lagi tempat bebas atau waktu luang begitu seseorang bergabung dengan MLM. Di balik selubung mendapatkan uang secara mandiri dan dilakukan di waktu luang, sistem MLM akhirnya mengendalikan dan mendominasi kehidupan seseorang dan menuntut penyesuaian yang ketat pada program-programnya. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa begitu banyak orang tenggelam begitu dalam dan akhirnya menjadi tergantung sepenuhnya kepada MLM. Mereka menjadi terasing dan meninggalkan cara interaksi yang lain.

Kedelapan: MLM dianggap bisnis baru yang positif dan suportif mendukung yang memperkuat jiwa manusia dan kebebasan pribadi. Perlu dicamkan kembali bahwa MLM sebagian besar berjalan karena adanya ketakutan. Cara perekrutan selalu menyebutkan ramalan akan runtuhnya model-model distribusi yang lain, runtuhnya kekokohan ekonomi Amerika, dan sedikitnya kesempatan di bidang lain (profesi atau jasa). Profesi, perdagangan, dan usaha konvensional terus-menerus dikecilkan artinya dan diremehkan karena tidak menjanjikan “penghasilan tak terbatas”. Menjadi karyawan adalah sama dengan perbudakan bagi mereka yang “kalah”. MLM dinyatakan sebagai tumpuan terbaik terakhir bagi banyak orang. Pendekatan ini, selain menyesatkan kerapkali juga menimbulkan dampak menurunkan semangat bagi orang yang ingin meraih kesuksesan sesuai visinya sendiri tentang sukses dan kebahagiaan. Sebuah bisnis yang sehat tidak akan menunjukkan keunggulannya dengan menyajikan ramalan-ramalan buruk dan peringatan-peringatan menakutkan.

Kesembilan: MLM merupakan pilihan terbaik untuk memiliki bisnis sendiri dan mendapatkan kemandirian ekonomi yang nyata. Perlu dipertimbangkan kembali secara masak bahwa MLM bukanlah self-employment (usaha mempekerjakan sendiri) yang sejati. “Memiliki” keanggotaan distributor MLM hanyalah ilusi. Beberapa perusahaan MLM melarang anggotanya memiliki keanggotaan MLM lain. Hampir semua kontrak MLM memungkinkan dilakukannya pemutusan keanggotaan dengan gampang dan cepat. Selain dari putus kontrak, downline dapat diambil alih dengan berbagai alasan. Keikutsertaan dalam MLM menuntut orang untuk meniru model yang ada secara ketat, bukannya kemandirian dan individualitas. Distributor MLM bukanlah pengusaha (enterpreneur), namun hanya pengikut pada sebuah sistem hirarki yang rumit di mana mereka hanya punya sedikit kendali.

Kesepuluh: MLM sering menolak dianggap sebagai program piramid karena adanya produk (barang) yang dijual dan bukan money game.

Perlu diamati bahwa penjualan produk sama sekali bukan penangkal bagi MLM untuk lolos dari undang-undang anti program piramid, juga bukan jawaban atas tuduhan tentang praktek perdagangan yang tidak sehat (unfair) sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang negara bagian maupun federal di Amerika. MLM bisa menjadi bisnis yang legal jika sudah memenuhi prasyarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh FTC (Federal Trade Commission) dan Jaksa Agung negara bagian. Banyak MLM jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut dan sementara ini tetap beroperasi karena belum ada yang menuntut.

Hal itu juga merupakan potensi moral hazard yang dapat terjadi di Indonesia. Di Amerika contohnya, pengadilan sempat menetapkan angka 70% untuk menentukan legalitas MLM. Maksudnya, minimal 70% produk yang dijual MLM harus dibeli oleh konsumen non-distributor. Ketentuan ini tentu saja akan membuat hampir semua MLM masuk kategori melanggar hukum. Para pelaksana MLM terbesar mengakui bahwa mereka hanya menjual 18% produknya ke non-distributor. Bisnis MLM tumbuh dan perusahan-perusahaan MLM pun bermunculan. Kegiatan penarikan anggota ada di mana-mana. Akibatnya, terkesan seolah-olah bisnis ini merupakan gelombang bisnis masa depan, model bisnis yang sedang mendapatkan momentum, semakin banyak diterima dan diakui secara legal, dan sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para penggagasnya, MLM akan menggantikan sebagian besar model pemasaran dan penjualan jenis lain. Banyak orang menjadi percaya dengan pengakuan bahwa keberhasilan dapat diperoleh siapa saja yang secara setia mengikuti sistem ini dan menerapkan metode-metodenya, dan bahwa pada akhirnya semua orang akan menjadi distributor MLM.

Dengan pengalaman penulis buku ini selama 14 tahun di bidang konsultan korporat untuk bidang distribusi dan setelah lebih dari 6 tahun melakukan riset dan menulis mengenai MLM, berhasil mengumpulkan informasi, fakta, dan masukan-masukan yang menunjukkan bahwa bisnis MLM pada dasarnya adalah bentuk lain dari kebohongan pasar bebas. Hal ini bisa dianalogikan dengan menyebut pembelian tiket lotere sebagai “usaha bisnis” dan memenangkan hadiahnya sebagai ” pendapatan seumur hidup bagi siapa saja”. Validitas pernyataan industri MLM tentang potensi pendapatan si distributor, penjelasannya yang mengagumkan tentang model bisnis jaringan, dan pengakuannya tentang penguasaan dalam distribusi produk adalah persis seperti validitas penampakan makhluk luar angkasa ET. Pada realitas kebanyakan, prestasi ekonomi MLM seringnya dibayar dengan angka kegagalan yang tinggi dan kerugian finansial bagi jutaan orang yang mencoba membeli ataupun bergabung sebagai distributor.

Struktur MLM, di mana posisi pada rantai penjualan yang tak berujung dicapai dengan cara menjual atau membeli barang, secara matematis tidak bisa dipertahankan. Juga, system MLM yang memungkinkan direkrutnya distributor dalam jumlah tak terbatas dalam suatu kawasan pemasaran jelas-jelas tidak stabil. Bisnis inti MLM, yakni penjualan langsung, berlawanan dengan trend dalam teknologi komunikasi yakni distribusi yang cost-effective (berbiaya rendah), dan ketertarikan membeli pada pihak konsumen. Kegiatan penjualan secara eceran dalam MLM pada kenyataannya merupakan topeng dari bisnis utamanya, yaitu menggaet pemilik uang (investor) ke dalam organisasi pyramid yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan yang berlipat-ganda.Sebagaimana pada semua program piramid, pendapatan para distributor di posisi puncak dan keuntungan para perusahaan pemberi sponsor berasal dari masuknya para investor (penanam uang) baru secara terus-menerus di tingkat bawah. Jika dilihat secara kasar dari segi keuntungan perusahaan dan kekayaan kelompok elite di posisi puncak, model MLM akan tampak seolah-olah tidak akan ada matinya bagi para mitra bisnis, persis seperti program pyramid sebelum akhirnya tumbang atau dituntut oleh pihak berwenang. Konstituen atau penopang utama industri MLM bukanlah publik konsumen namun para penanam uang yang menaruh harapan.

Pasar bagi para penanam uang ini tumbuh subur di saat-saat terjadinya perubahan ekonomi, globalisasi, dan PHK karyawan, seperti pada momentum krisis keuangan. Janji-janji tentang perolehan financial dengan mudah serta kaitan antara kekayaan dengan kebahagiaan tertinggi juga berperan besar dalam kondisi pasar ini. Karenanya, arah pemasaran MLM ditujukan terutama kepada calon (prospek) distributor, bukannya berupa promosi produk ke para pembeli. Produk MLM yang sesungguhnya bukanlah jasa, vitamin, nutrisi, krim kulit, alat kesehatan dan produk konsumsi lainnya, namun sesungguhnya program investasi bagi para distributor yang secara seringnya menyesatkan digambarkan dengan pendapatan tinggi, lompatan ekonomi keluarga, penggunaan waktu sedikit, modal kecil, dan sukses dalam waktu singkat serta mandiri.

Karena berbagai pelanggaran syariah pada sistem MLM konvensional, Saudi Arabia mengharamkan MLM yang tertuang dalam Fatwa Lajnah Daimah Saudi nomor 22935 demikian halnya Majma’ Fiqh (Lembaga Fikih) Sudan dalam keputusan rapat nomor 3/23 tertanggal 17 Rabiul Akhir 1424/17 Juni 2003, sepakat mengharamkan jenis jual beli dengan sistem MLM.Selain itu, perlu juga diketahui juga ciri-ciri bisnis money game yang jelas haram yang seringnya berkedok MLM. Perlu diingat bahwa bisnis yang hanya mengandalkan perekrutan saja seperti itu (tanpa ada produk yang dijual) disebut Bisnis Piramid. Kadang-kadang, bisnis piramid ini disebut juga Bisnis Money Game. Di Indonesia, bisnis ini lazim disebut Bisnis Penggandaan Uang. Dari beberapa sumber diantaranya APLI sebagaimana juga dikemukakan konsultan financial planner (Safir Senduk; 2008) dapat diketahui ciri-ciri bisnis yang dapat diindikasikan sebagai bisnis Money Game sebagai berikut:

Perusahaan yang mengadakan bisnis itu biasanya mengatakan bahwa bisnisnya adalah bisnis MLM. Penggunaan istilah MLM oleh perusahaan money game biasanya adalah karena mereka tidak ingin bisnis orang jadi malas bergabung jika mereka terang-terangan menyebut nama money game. Karena itu mereka biasanya menyebut dirinya MLM, walaupun nama mereka tidak tercantum dalam APLI (APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjual Langsung Indonesia, sebuah asosiasi yang salah satu fungsinya adalah menyaring mana perusahaan yang betul-betul berbisnis penjualan langsung, entah itu dengan menggunakan sistem MLM atau tidak).Anda akan diminta membayar sejumlah dana yang cukup besar hanya untuk mendaftar saja. Jumlahnya bervariasi, tapi minimal biasanya sekitar Rp 400 ribuan. Jumlah itu sebetulnya bisa dianggap cukup besar, mengingat Perusahaan MLM yang sejati biasanya hanya meminta biaya pendaftaran yang besarnya biasanya tidak sampai Rp 150 ribuan (itu pun tidak termasuk produk).

Rendahnya biaya pendaftaran pada perusahaan MLM adalah agar semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama untuk bisa bergabung. Sedangkan pada perusahaan money game, tingginya biaya pendaftaran yang diminta adalah karena mereka harus membayar bonus penghasilan bagi orang-orang di atas Anda yang sudah lebih dulu bergabung.Pada Perusahaan MLM sejati, biaya pendaftaran biasanya harus bisa dijangkau, karena bonus penghasilan yang akan dibayarkan hanya akan dibebankan pada produk yang terjual saja, bukan dari biaya pendaftaran.Bisnis money game biasanya tidak memiliki produk untuk dijual kepada konsumen. Padahal ini sebetulnya merupakan faktor kunci dari sebuah bisnis MLM yang sejati. Karena itulah, agar bisa terlihat sebagai sebuah MLM, beberapa perusahaan money game biasanya lalu membuat produk untuk bisa dijual. Namun seringkali yang ada adalah bahwa produk yang dijual tersebut memiliki kualitas dan mutu yang biasa-biasa saja kalau tidak mau disebut asal-asalan.

Pada Perusahaan MLM, harus ada produk yang dijual (entah itu berupa barang atau jasa), dan produk tersebut haruslah memiliki kualitas yang cukup baik agar bisa bersaing di pasar. Faktor produk ini sebetulnya juga merupakan faktor kunci dari sebuah perusahaan untuk bisa disebut sebagai sebuah MLM atau tidak. Kalau bisnis yang ditawarkan tersebut tidak memiliki produk, atau mutu produknya asal-asalan saja, sulit disebut sebagai bisnis MLM. Itu jelas money game.Bisnis money game seringkali hanya menguntungkan orang orang yang pertama bergabung. Sedangkan orang-orang yang bergabung belakangan seringkali cuma ‘ketiban pulung’, entah itu perusahaannya bangkrut, lari atau ditutup, atau karena orang yang bergabung belakangan seringkali tidak bisa memiliki penghasilan yang lebih besar daripada orang yang bergabung lebih dulu.Karena itulah bisnis seperti itu juga disebut Bisnis Piramida.

Kalau di Perusahaan MLM yang ssesungguhnya, walaupun Anda bergabung belakangan, Anda bisa punya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada orang-orang di atas Anda yang sudah bergabung lebih dahulu. Sekarang tinggal keputusan Anda apakah akan bergabung dengan bisnis money game yang ditawarkan kepada Anda atau tidak. Sayangnya, di Indonesia belum ada undang-undang yang mengatur tentang bisnis seperti itu dan ketegasan sanksi kecuali terkenai pasal umum tentang penipuan dan penggelapan dan KUHPidana, sehingga pada akhirnya masyarakat pulalah yang harus menaggung sendiri risiko kerugian dan penipuan tersebut oleh perusahaan yang mengaku MLM yang tidak bertanggungjawab.Dengan demikian, Perusahaan MLM Tiansi yang Saudara tanyakan yang konon produk yang dijualnya berasal dari China belum termasuk dalam daftar MLM Syariah sehingga tidak dijamin kehalalannya. Disamping itu, semua produknya harus mendapatkan sertifikat Halal MUI untuk dipastikan kehalalan bisnis MLMnya. Wallahu A’lam. Wabillahit Taufiq wal Hidayah