Senin, 06 Agustus 2012

kondisi tangan menunjukkan kesehatan?

Tangan adalah bagian tubuh yang
paling penting untuk melakukan aktifitas sehari-hari
mulai dari mengetik, menulis, mengambil barang dan
lain-lain. Hal ini menyebabkan orang seringkali
menyepelekan perubahan kondisi tangan yang
merupakan pertanda gejala-gejala penyakit yang bisa
jadi berbahaya.
Berikut adalah 7 petunjuk penting yang dapat
diungkapkan oleh tangan mengenai kesehatan
manusia seperti dilansir caring.com, Senin
(06/08/2012):

1. Noda merah pada telapak tangan
Dalam jangka pendek, telapak tangan berwarna
merah dapat disebabkan mencengkeram benda
terlalu keras, terlalu lama mencuci tangan atau
mengangkat teko yang masih panas.
Pada ibu hamil, telapak tangan merah adalah kondisi
yang normal karena aliran darah yang meningkat
menyebabkan kemerahan pada perempuan.
Tetapi jika telapak tangan tetap memerah untuk
jangka waktu yang panjang, kondisi ini disebut
eritema palmaris, yaitu tanda penyakit hati kronis
(sirosis) dan penumpukan lemak pada hati.
"Peradangan hati secara bertahap mengganggu
kinerja hati sehingga hati tidak lagi mampu
membuang limbah dari tubuh secara efisien," kata
Blanchard. Hasilnya adalah kelebihan hormon-
hormon yang pada gilirannya menyebabkan
pembuluh darah di tangan dan kaki membesar
sehingga dapat terlihat dari kulit.
Jika hal ini terjadi, segera periksa ke dokter untuk
mengevaluasi gejala lain penyakit hati seperti kaki
dan perut bengkak, urat yang menonjol pada perut
dan tubuh bagian atas, serta kelelahan. Tes yang
paling umum untuk mengetahui kerusakan hati
adalah mengukur jumlah bilirubin dan enzim hati.

2. Panjang jari
Perbandingan panjang jari dapat memberitahu
kemungkinan penyakit tertentu. Jari manis pria
cenderung lebih panjang daripada jari telunjuknya,
namun sebaliknya pada wanita.
Wanita dengan pola 'maskulin' memiliki jari manis
lebih panjang daripada jari telunjuknya dan dua kali
lebih berisiko menderita osteoartritis, demikian
menurut penelitian tahun 2008 yang diterbitkan
dalam jurnal Arthritis and Rheumatism.
Penelitian ini menemukan bahwa osteoartritis lutut
lebih umum ditemui pada pria dan wanita dengan
jari manis yang lebih panjang, tetapi efeknya paling
menonjol pada wanita.
Jari telunjuk yang lebih panjang juga dikaitkan dengan
tingginya risiko kanker payudara pada wanita dan
risiko kanker prostat pada pria. Sebuah penelitian
tahun 2010 menemukan bahwa laki-laki yang jari
telunjuknya lebih panjang dari jari manis 33 persen
lebih berisiko terserang kanker prostat.
Para ilmuwan belum yakin mengapa, tetapi percaya
bahwa panjang jari dipengaruhi oleh jumlah hormon
testosteron dan estrogen di dalam rahim.
Jari manis yang lebih panjang mengindikasikan
paparan testosteron yang tinggi ketika dalam
kandungan, sementara jari telunjuk yang lebih
panjang menunjukkan paparan estrogen yang lebih
tinggi.
Karena estrogen adalah bahan bakar kanker
payudara, jari telunjuk yang lebih panjang berkorelasi
dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Pada
pria, testosteron yang lebih banyak terkait risiko
kanker prostat yang lebih tinggi.
Wanita yang memiliki jari manis lebih panjang
sebiknya waspada terhadap gejala lemah sendi,
terutama di lutut. Pria yang berisiko tinggi terkena
kanker prostat harus proaktif melakukan pengetesan
kanker. Perempuan yang berisiko tinggi terserang
kanker payudara sebaiknya menjalani mammogram
atau menjadwalkan MRI.
Beberapa peneliti percaya bahwa panjang jari
sebaiknya digunakan sebagai kriteria untuk mencari
tahu keberadaan kanker secara komprehensif.
Namun gagasan ini masih diperdebatkan.

3. Jari bengkak
Jari bengkak dapat terjadi karena penyebab sederhana
seperti cuaca panas akan mengalami menstruasi,
atau terlalu banyak makan makanan asin.
Tetapi jika jari-jari terasa tebal dan kaku atau tidak
muat dimasuki cincin setelah banyak minum atau
mengurangi makanan asin, pembengkakan dapat jadi
pertanda kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme).
Ketika tiroid kurang aktif, hormon-hormon penting
yang mengatur metabolisme dan menjaga fungsi
tubuh dengan benar juga berkurang. Dan ketika
metabolisme melambat, hasilnya adalah
pertambahan berat badan dan pengumpulan air.
"Salah satu tempat pertama yang dapat dilihat bahwa
berlebihnya air adalah jari. Yang bersangkutan juga
dapat merasakan jari-jari terasa kaku karena sulit
ditekuk," kata Kenneth Blanchard, endokrinologi yang
menulis 'What Your Doctor May Not Tell You About
Hypothyroidism'.
Mintalah kepada dokter untuk melakukan
pemeriksaan tiroid secara rutin dengan tes darah
untuk mengukur tingkat thyroid-stimulating hormone
atau TSH. Pastikan dokter menyadari pedoman
skrining baru yang menyatakan bahwa tingkat TSH
harus antara 0,3 dan 3,0.

4. Kuku pucat
Dalam keadaan normal, kuku yang ditekan akan
menjadi putih. Dan ketika tekanan dilepas, kuku
berubah merah muda lagi. Jika kuku tetap putih lebih
dari satu menit setelah ditekan atau terlihat pucat
sepanjang waktu, bisa jadi pertanda anemia.
Anemia atau kekurangan zat besi menyebabkan kuku
pucat kerana tidak cukup terdapat sel darah merah
yang beredar dalam aliran darah. Jika tidak diobati
dari waktu ke waktu, kekurangan zat besi yang parah
juga dapat menyebabkan kuku berbentuk sedikit
cekung.
Jika anemia adalah penyebab kuku pucat, garis tipis
di bagian bawah kuku cenderung terlihat sangat
pucat.
"Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelelahan.
Gejala ini dapat diobati dengan cara meningkatkan
asupan makanan yang kaya zat besi seperti seperti
bayam, daging merah, sayuran hijau, dan kacang-
kacangan. Tetapi mungkin perlu mengkonsumsi
suplemen zat besi juga," kata Blanchard.
Jika zat besi menyebabkan masalah pencernaan,
sebaiknya minum formula anti sembelit. Akan lebih
baik jika mengkonsumsi vitamin C pada saat yang
sama karena membantu penyerapan zat besi.

5. Garis-garis kecil berwarna merah di bawah
kuku
Garis-garis ini disebut sempalan perdarahan karena
terlihat seperti serpihan kecil berwarna merah atau
kecoklatan di bawah kuku. Ini dapat menjadi
pertanda infeksi jantung atau darah. Seiring dengan
arah pertumbuhan kuku, area ini menyerupai
pecahan yang terjebak di bawah kuku.
Serpihan perdarahan terjadi ketika gumpalan darah
menghambat aliran darah dalam pembuluh kapiler
kecil di bawah kuku. Gejala ini paling sering terjadi
karena infeksi pada katup jantung yang disebut
subacute bacterial endocarditis.
Jika terdapat bintik-bintik merah di bawah kuku
namun tidak pernah didiagnosis dengan masalah
jantung, jangan panik. Kemungkinan besar ini
disebabkan hal lain. Bisa jadi hanya luka pada
tangan.
Periksalah suhu tubuh untuk memastikan
kemungkinan demam, sebab bacterial endocarditis
biasanya disertai dengan demam ringan. Jika belum
pernah diperiksa namun cemas tentang gejala-gejala
ini, hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan.
Dokter akan menjalankan serangkaian tes untuk
mengevaluasi aliran darah di jantung.

6. Ujung jari yang tebal dan bulat
Penebalan ujung jari bisa jadi tanda penyakit jantung
atau paru-paru. Biasanya terlihat juga pembulatan
kuku sehingga jari-jari terlihat melengkung ke bawah.
Jika sistem peredaran darah dari jantung atau paru-
paru terganggu, kadar oksigen dalam darah
cenderung menurun. Seiring waktu, hal ini
menyebabkan jaringan pada bantalan jari tumbuh,
sehingga ujung jari tampak menonjol keluar.
Jika jari-jari tangan dan kaki telah menebal,
kemungkinan sudah terjadi gejala lain seperti sesak
napas atau batuk kronis. Penebalan juga terjadi pada
penyakit katup jantung yang menyebabkan kelelahan
dan nyeri dada. Temui dokter untuk memeriksa
jantung dan paru-paru secara menyeluruh.

7. Ujung jari berwarna biru
Ujung jari berwarna abu-abu, kebiru-biruan, atau
mati rasa dapat menjadi tanda gangguan sirkulasi
yang dikenal sebagai penyakit Raynaud atau sindrom
Raynaud.
Sindrom Raynaud menyebabkan kejang mendadak
sementara dalam pembuluh darah dan arteri. Arteri
menyempit dan menyulitkan aliran darah ke tangan
dan jari. Gejalanya adalah ujung jari mati rasa,
semburat kebiruan, serta tangan terasa dingin.
Sebanyak 5 hingga 10 persen orang dari populasi
mengalami kondisi ini. Sindrom Raynaud lebih sering
terjadi pada wanita dibandingkan pria dan memburuk
dalam cuaca dingin. Bisa juga disebabkan karena
stres.
Perubahan suhu mendadak, misalnya memegang es
batu, dapat meyebabkan sindrom Raynaud. Pakailah
sarung tangan jika pergi ke luar rumah dalam cuaca
dingin, karena dingin merupakan salah satu pemicu
utama sindrom Raynaud. Suhu di bawah 15 derajat
Celcius sudah menjadi masalah bagi penderita
sindrom Raynaud.
Sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala ini,
karena serangan sindrom Raynaud dari waktu ke
waktu dapat membatasi sirkulasi dan menyebabkan
kerusakan jaringan.
Cara terbaik untuk mencegahnya adalah mengubah
gaya hidup untuk menjaga sirkulasi darah tetap
sehat. Merokok dan kafein dapat menyempitkan
pembuluh darah. Berhentilah merokok dan kurangi
kopi, teh, dan cola. Perbanyak latihan aerobik untuk
meningkatkan denyut jantung dan membuat darah
tetap terpompa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar