Selasa, 07 Agustus 2012

YANG MATI LEBIH BANYAK Ir.H. Bambang Pranggono, MBA

“Sebagaimana orang-orang sebelum kamu,
mereka lebih hebat kekuatannya dari padamu dan
lebih banyak hartanya dan anak-anaknya.” (Q.S.
At-Taubah [9]: 69)
Pada Oktober 2011 yang lalu, Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa jumlah
penduduk dunia persis mencapai tujuh miliar
jiwa. Orang-orang mengira bahwa angka itu
sangat besar. Mereka berpikir bahwa jumlah
manusia yang hidup saat ini jauh lebih banyak
dari manusia pada zaman dahulu. Namun, ayat
Al-Quran yang menjadi pembuka tulisan ini
memberi informasi yang berbeda.
Abu Laits As-Samarqandi dalam tafsirnya Bahrul
Ulum menguraikan bahwa ayat tersebut
merupakan ancaman kepada orang kafir dan
munafik. Mereka tetap akan diazab oleh Allah Swt.
walaupun memiliki banyak harta dan keturunan
sebagaimana orang-orang sebelum mereka yang
notabene lebih banyak memiliki harta dan
keturunan. Nah, penghitungan oleh Biro
Referensi Kependudukan PBB di Washington
menunjukkan fakta yang justru memperkuat
sinyalemen Al-Quran tersebut. Wendy Baldwin
dari biro tersebut mengatakan bahwa di abad
ke-20, angka kelahiran menurun dari 40 kelahiran
setiap tahun per 1.000 orang menjadi 31 pada
1995 dan sekarang turun lagi menjadi 23.
Ya, tren angka kelahiran manusia terus menurun.
Saat ini, usia rata-rata manusia adalah 75-85
tahun. Dugaan para ilmuwan menyatakan bahwa
usia manusia zaman dahulu lebih pendek.
Logikanya, perlu angka kelahiran yang tinggi, 80
per 1.000 orang setahun demi menjaga
kelanjutan hidup spesies manusia. Di abad
pertengahan, usia rata-rata manusia hanya
mencapai belasan tahun karena wabah. Artinya,
walaupun angka kelahiran banyak, tetapi jarang
yang sempat mencapai usia dewasa.
Tahun//JmlManusia//Kelahiran/Tahun/1.000
Orang//Jumlah yang Lahir Sejak Data Sebelumnya
8000 SM//5.000.000. //80//1 miliar
1. M//300.000.000. //80//46 miliar
1200 M//450.000.000. //60//26 miliar
1800 M//1.000.000.000 //50//15 miliar
1900 M//1.700.000.000 //40//7 miliar
2011 M//7.000.000.000//23//11 miliar

Apabila disepakati penghitungan dimulai pada
50.000 SM, yakni ketika homo sapiens mulai
muncul, dan dilanjutkan sampai sekarang, maka
jumlah manusia yang pernah hidup mencapai 106
miliar orang. Ini jauh di atas jumlah orang yang
hidup sekarang. Bila informasi ayat Al-Quran yang
menyatakan bahwa orang-orang terdahulu lebih
kuat tersebut dipakai, artinya usia mereka lebih
panjang dan bisa mencapai ratusan tahun.
Akibatnya, masa memproduksi anak lebih lama
dan estimasi jumlah manusia yang pernah hidup
di bumi menjadi berpuluh kali lipat dan bisa
mencapai triliunan orang dibanding dengan
“hanya” tujuh miliar orang yang hidup sekarang.
Walhasil, dengan skenario pesimis maupun
optimis, jumlah orang mati tetap jauh lebih
banyak, selaras dengan informasi dari ayat suci
Al-Quran tersebut. Wallahu a‘lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar