Selasa, 07 Agustus 2012

Entrepreneur muslim, emang bisa?

Masalah di bidang ketenagakerjaan seringkali dihubungkan
dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan
lapangan usaha untuk menyerap tenaga kerja. Tetapi,
ketahuilah bahwa selain perihal tersebut, ada sebuah
problem mendasar yang tidak bisa diabaikan yakni problem
kurangnya mental entrepreneur (wirausaha) dalam diri kita
sebagai sebuah bangsa.

Statistik BPS 2011 menujukkan, ada 12,8 juta
pengangguran. Saat ini, pelaku wirausaha di Indonesia masih
sangat sedikit. Besarannya hanya 0,18% dari seluruh
penduduk, atau hanya setara dengan 400.000 orang.
Padahal, sebuah negara maju dan mandiri, idealnya
membutuhkan jumlah pengusaha (wirausaha) minimal 5%
dari seluruh populasi penduduk.

Dari sekian persen pengusaha tersebut, jumlah pengusaha
muslim di Indonesia masih terbilang sedikit. Padahal,
awalnya Islam lahir dan berkembang di Indonesia lantaran
disyiarkan oleh para pengusaha dan pedagang muslim.
Sebenarnya, menjadi entrepreneur muslim tidaklah terlalu
sulit. “Bermodal tekad dan nekat, kita bisa menjadi seorang
entrepreneur,” demikian salah seorang pakar berpendapat.
Sayangnya, kebanyakan orang yang menerjuni dunia bisnis
tidak memahami aturan. Norma-norma agama kadang tidak
diindahkan dan tidak berusaha untuk dipelajari. Hal itulah
yang membuat rezeki yang diperoleh menjadi tidak berkah.
Padahal, jika seorang pebisnis lebih memahami aturan
agama, Allah akan senantiasa menurunkan keberkahan pada
rezekenya. Dan, itulah entrepreneur muslim sejati.

Ya, seorang entrepreneur muslim harus membekali diri
dengan ilmu yang berkaitan dengan fikih muamalah agar
perdagangan atau bisnis yang dijalankan tidak
menjerumuskannya dalam perkara yang haram. Sebagai
catatan, ada beberapa perkara perniagaan yang patut
diwaspadai untuk para entrepreneur, yakni adanya ghoror
(ketidakjelasan); unsur riba; unsur khida (pengelabuan),
seperti penawaran kebohongan; merugikan orang banyak,
seperti menimbun barang; serta transaksi barang haram.
Kemudian, dari beberapa link situs yang membahas
persiapan seorang enterpreneur muslim, bisa disarikan
bahwa bekal utama seorang wirausaha beriman adalah
sebagai berikut.

1. Menjadikan bisnis (perniagaan) bernilai pahala (akhirat).
Semua berawal dari niat. Niat baik untuk diri sendiri berupa
menjaga diri dari mengkomsumsi harta yang haram,
menjaga kehormatan sehingga tidak meminta-minta,
menguatkan diri sehingga bisa melakukan ketaatan kepada
Allah, menjaga jalinan silaturahmi, berbuat baik dengan
kerabat, dan niat-niat baik yang lain. Niat baik untuk orang
lain bisa berupa ikut berperan memenuhi hajat hidup orang
banyak yang merupakan suatu hal yang bernilai fardhu
kifayah; membuka lapangan kerja; berperan serta untuk
membebaskan umat dari sikap bergantung kepada orang
lain; dan lain-lain.

2. Memiliki akhlak yang baik. Karena, di antara akhlak luhur
yang sangat diperlukan dalam dunia bisnis adalah jujur,
amanah, qana’ah, memenuhi janji, menagih utang dengan
bijak, memberi tempo untuk orang yang kesulitan melunasi
utangnya, memaafkan kesalahan orang lain, menunaikan
kewajiban, tidak menipu, dan tidak menunda pelunasan
utang. Akhlak luhur inilah yang dulu dimiliki oleh para
pedagang besar yang berniaga sambil menyebarkan Islam di
bumi nusantara.

3. Tunaikanlah kewajiban harta, baik dalam bentuk zakat,
infak, wakaf, dan sedekah.
Nah, berikut ini beberapa situs online yang berguna untuk
memotivasi dan membekali diri seorang muslim dalam
berniaga ala orang beriman.
1. pengusaha_muslim.com
2. bursamuslim.com
3. ciputraentrepreneurship.com
4. jpmi.or.id
5. pesantrenpreneur.com
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar