Seekor anak ikan langsung menemui ayahnya di sarang
setelah tadi ia bermain-main di permukaan sungai.
“Ayah, di mana dan seperti apakah rupa air itu?”
“Dari mana kamu dapatkan istilah ‘air’ itu, Nak?”
“Tadi aku bermain-main di permukaan dan ada dua orang
manusia yang tengah berbicara.”
“Apa yang mereka bicarakan?
“Kata mereka, ‘Di dunia ini, kalau Tuhan tidak menyediakan
air, maka kita akan mati. Air adalah sesuatu yang sangat
penting bagi kehidupan seluruh makhluk di muka bumi.”
Sang ayah tertarik dengan ucapan anaknya. Ia pun langsung
percaya dengan anaknya, karena selama ini anaknya tidak
pernah berbohong.
“Ayah juga tidak tahu, Nak. Tapi, mari kita sama-sama cari
tahu. Mungkin para tetua di sungai ini tahu apa dan di mana
air yang merupakan sumber kehidupan itu.”
Ayah dan anak ikan itu akhirnya mencari tetua ikan. Mereka
ingin mencari kebenaran. Akhirnya, setelah bersusah payah
mencari, mereka pun bertemu dengan tetua ikan.
“Wahai tetua, anakku menemukan dua manusia di
permukaan. Mereka mengatakan bahwa air adalah sumber
kehidupan. Semua makhluk tak bisa hidup tanpanya. Kiranya
tetua tahu, di mana dan seperti apa air itu?” tanya ayah ikan.
Tetua ikan malah melongo. Seumur hidup, rupanya ia juga
baru kali ini mendengar ada sesuatu bernama air yang
sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk.
“Aku sungguh tidak tahu. Mungkin anakmu salah dengar.”
Ayah dan anak ikan tersebut pun kecewa. Mereka lalu
melanjutkan perjalanan mencari ikan lain yang tahu
keberadaan dan seperti apa wujud air. Mereka mencari tidak
kenal lelah.
Sampai pada satu ketika, matahari menyengat lebih panas
dari biasanya. Musim kemarau rupanya telah tiba. Dan, tidak
perlu waktu terlalu lama hingga kemudian air di sungai kecil
itu menyurut, bahkan mengering. Ayah ikan dan anaknya
menggelepar-gelepar di atas pasir. Saat itulah mereka sadar
bahwa air yang selama ini mereka cari ada di sekeliling
mereka dan menemani sepanjang hidup mereka. Mereka
pun sadar betapa mereka membutuhkan air untuk hidup.
Benarlah yang dikatakan orang mengenai air sebagai sumber
kehidupan semua mahluk di dunia ini. Sayang, tidak begitu
lama kemudian, kedua ikan tersebut meregang nyawa dan
akhirnya mati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar