Rabu, 08 Agustus 2012

Amalan utama ramadhan

Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam.
Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah tadzkiyatun nafs
(pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan
riyadhatur ruhiyah (olah rohani). (wisata rohani). Umat
Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan
menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam
menjalani proses
Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong
Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani
mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-
Baqarah (2): 183]
Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan
Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?
1. Berpuasa ( Shiyam )
Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa.
Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-
Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak
sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar
dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab,
puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi,
ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw.,
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui
rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya
diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa
yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan
Al-Baihaqi)
Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang
dibenarkan syariat. Meninggalkan puasa tanpa uzur adalah
dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu
berpuasa sepanjang masa. “Barangsiapa tidak puasa pada
bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah
atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa
ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,”
begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)
Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan
nilai puasa Anda. Inti puasa adalah melatih kita menahan
diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa
ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang kadarnya.
Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu
sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan
meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata
bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).
Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama
berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan
mempraktikkanya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa
yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar
meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan
bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Dengan
begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari
Allah berupa ampunanNya. Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman
dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang
pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah,
melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh.
Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya
bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun
hanya dengan seteguk air. Allah dan para malaikat
mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan
sahur.”
Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika maghrib tiba,
juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa.
“Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai
olehNya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,”
begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi contoh
bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab
(kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu
Dawud dan Ahmad).
Selama berpuasa, jangan lupa berdoa. Doa yang banyak.
Sebab, doa orang yang berpuasa mustajab. Ini kata
Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang doanya
tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah doa orang-
orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR.
Ahmad dan Turmudzi)
2. Membaca Al-Qur’an ( Tilawah )
Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka
tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak
membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di
bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang
Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa
adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang
baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah,
kita akan menjadi insan yang berkah.
Buat target ! Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca
Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa
memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika
ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini
bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.
3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)
Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw.
adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-
orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan
berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia
mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu
tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa
tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)
Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah
salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin
ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah
yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli
dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih
dari orang yang berpuasa.
4. Perhatikan kesehatan
Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang
berpuasa juga sebenarnya adalah orang yang peduli dengan
kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, “Berpuasalah
kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama
berpuasa Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan
giginya dengan bersiwak, berobat dengan berbekam, dan
memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah
cemberut.
5. Jaga keharmonisan keluarga
Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi,
punya efek yang luas. Termasuk dalam mengharmoniskan
hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti menjauh
dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam.
Bukan juga tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw.
berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak keluarganya.
Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita
bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik ketika
berbuka atau sahur. Di bulan lain hal ini sulit dilakukan.
Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat
berjamaah dan tadarrus bersama.
6. Berdakwah
Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang
luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya
sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan
sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda,
barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala
sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa
mengurangi pahala orang yang mengamalkannya
sedikitpun.
Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat
zhuhur, ashar, dan subuh di musholah atau masjid. Bisa juga
menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika tidak bisa
berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang
Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel
dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.
Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih
serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di
atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi
sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah
saw., mukmin yang baik adalah yang paling banyak
manfaatnya bagi orang lain.
7. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat
tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw., karena
khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan
shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak
sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga
hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara
berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat
yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan
diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi
Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah
21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).
Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat
yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat
tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan
dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu
melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang
23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-
masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan
yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat
penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat,
mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan
tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak
membuat mereka sulit.”
Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar
kemampuan dan antusiasme Anda.
8. I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah
saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat
beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri
meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada
awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering
di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini
dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit
yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-
Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka
meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah
meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai
beliau wafat.”
Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang
kebanyakan itu.
9. Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul
qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama
dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga
untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh
kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari
terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa
yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman
dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya
yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk
mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw.
mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun
tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik
Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah
aku.
10. Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan
Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah
saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar,
agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia
melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji
bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)
11. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan
berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa
maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang
yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir
miskin.
12. Perbanyaklah Taubat
Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu
ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan
Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api
neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan
emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar