Selasa, 07 Agustus 2012

kiat hadapi mood swing PMS

Mood swing merupakan efek dari sindrom pre-haid atau
dalam bahasa Inggris dikenal sebagai pre-menstrual
syndrome (PMS) yang diakibatkan oleh perubahan hormonal
pada tubuh wanita. Mood swing yang ditandai dengan
fluktuasi emosi yang tidak menentu (baik menjelang ataupun
selama haid), kerap menyusahkan sebagian besar wanita.
Tanda-tanda yang kerap terlihat dari mood swing itu sendiri
berupa perasaan mudah marah, galau, mudah menangis,
mudah tersinggung, dan bahkan sulit berkonsentrasi.
Suasana emosi yang naik-turun tersebut memang biasa
terjadi pada wanita menjelang haid. Namun, jika terus
dibiasakan terjadi setiap bulannya, mood swing jelas akan
meresahkan, mengganggu hubungan komunikasi dengan
keluarga, rekan kerja, bahkan karier. Lalu, bagaimana cara
mengatasi mood swing saat PMS? Berikut kiat-kiatnya.
Mintalah dukungan orang sekitar.
Seorang wanita yang tengah mengalami mood swing karena
PMS perlu mendapat dukungan dari keluarga dan rekan-
rekan terdekatnya. Dukungan itu bisa berupa kata-kata
positif yang bisa menyemangati atau menjaga suasana hati
agar tetap nyaman. Karenanya, dipandang perlu meminta
dukungan orang-orang terdekat ketika sedang haid. Jika
sudah bersuami, cobalah meminta suami untuk memijat
punggung Anda. Selain mampu mengurangi luapan emosi
yang meledak-ledak, hal itu bisa menjadi sarana
mengharmoniskan hubungan suami-istri.
Asupan gizi yang baik.
Gizi yang baik mampu menjaga metabolisme tubuh tetap
prima. Saat haid, kurangi makanan yang tinggi gula, tinggi
garam, dan perbanyak mengonsumsi sayuran hijau,
misalnya bayam atau sawi. Konsumsi pula vitamin B
kompleks terutama vitamin B6 yang dapat ditemukan dalam
makanan seperti daging, ikan, telur, sereal, atau kentang.
Tingkatkan juga suplai vitamin E, kalsium, magnesium, juga
omega-6 (asam linolenat gamma, GLA). Selain itu,
menjelang menstruasi, wanita disarankan untuk
mengonsumsi makanan yang mengadung karbohidart
kompleks, seperti kentang, jagung, kacang polong atau
gandum, serta jenis makanan olahannya. Menurut para
peneliti, mengonsumsi karbohidrat kompleks dalam jumlah
banyak akan memicu produksi serotonin dalam tubuh,
sehingga menekan terjadinya perubahan emosi akibat
peningkatan hormon reproduksi, juga meminimalkan selera
makan yang meningkat.
Istirahat yang cukup.
Secara medis, tidur adalah salah satu cara menjaga stamina
tubuh agar tetap baik. Tetapi, memastikan bahwa waktu
tidur tidak berlebih menjelang menstruasi dapat menjadi
salah satu cara mencegah mood swing yang mengganggu,
terutama rasa sedih akibat depresi. Beristirahatlah dengan
cukup dan tidak berlebihan. Selain dapat mengurangi stres
saat PMS, tidur dapat me-refresh sistem organ tubuh agar
kembali fit.
Rutin berolahraga.
Dengan berolahraga, tubuh akan menghasilkan hormon
endorphin lebih banyak dari biasanya. Hormon ini
menyebabkan kesehatan jantung menjadi lebih terjaga
karena aliran darah tidak terhambat. Kondisi itu
meminimalkan migren, perubahan emosi, dan menangkal
lemas. Jenis olahraga yang disarankan untuk rutin dilakukan
adalah erobik atau jogging.
Dekatkan diri kepada-Nya.
Dengan beribadah kepada Allah Swt., hati akan lebih
tenteram. Bahkan, emosi pun akan jauh lebih stabil.
Meskipun para muslimah tidak bisa shalat dan shaum saat
menstruasi, usaha mendekatkan diri kepada Sang Khalik bisa
dilakukan dengan memperbanyak zikir, bersedekah, dan
beramal sosial lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar