eberapa tahun lalu pernah ada upaya untuk
menyatukan dua kekuatan raksasa dunia yaitu Amerika
dan China yang dikenal sebagai G-2, tetapi gagal.
Pernah pula ada upaya untuk menyatukan tiga kekuatan
dunia yaitu Amerika, Eropa dan Jepang yang disebut G-3,
inipun gagal. Lalu berkumpul 7 negara industri maju
dengan apa yang disebut G-7, yang ini dipandang tidak
cukup dan kemudian diperluas menjadi G-20, yang ini
menjadi terlalu banyak kepentingan yang saling berebut .
Walhasil baik G-2, G-3, G-7 maupun G-20 semuanya gagal
mengelola dunia dengan lebih baik. Lantas siapa yang
akan bisa memimpin dunia kemudian ?
Menurut Ian Bremmer – pendiri dan presiden Eurasia
Group - specialis riset perpolitikan global, seluruh
persekutuan negara-negara tersebut diatas tidak akan
berhasil memimpin dunia ke arah yang mereka kehendaki.
Sebaliknya, dunia malah akan menuju ke arah apa yang dia
sebutnya G-Zero World, yaitu dunia yang tanpa
kepemimpinan global. Analisanya ini dipublikasikan dalam
buku kontroversial yang beredar di dunia sejak dua bulan
lalu, buku yang berjudul “Every Nation For Itself :
Winners and Losers in a G-Zero World” (Penguin Group,
2012).
Menurut penulis buku tersebut negara-negara yang akan
survive di era ini adalah negara yang memiliki integritasnya
sendiri, mereka bergaul dan berinteraksi tanpa batas
dengan pasar dan pemerintahan negeri lain – tetapi
memiliki pilihan-pilihannya sendiri, baik pilihan dibidang
ekonomi, politik, keamanan dlsb.
Bahwa persekutuan negara-negara yang ada sekarang akan
runtuh, saya setuju dengan Ian Bremmer. Tetapi dalam
hal negara tanpa kepemimpinan global, saya tidak setuju.
Mengapa demikian ?, mari kita perhatikan ayat berikut :
“.... Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang
berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada
sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman
dan mengerjakan amal yang shaleh; dan amat sedikitlah
mereka ini…” (QS 38 :24)
Juga dalam hadits berikut :
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘ Aku adalah
pihak ketiga dari dua orang yang bersekutu, selama salah
seorang dari keduanya tidak mengkhianati yang lain. Jika
salah seorang di antara keduanya mengkhianati yang lain,
maka Aku keluar dari persekutuan tersebut .’” (HR Abu
Dawud dan Hakim).
Persekutuan antara pihak-pihak baik itu orang - orang atau
negara-negara yang saling mengkhianati, pasti akan
hancurnya. Tetapi persekutuan orang-orang yang beriman
dan beramal shaleh insyaallah akan langgeng. Pasca
kenabian, kekhalifahan mengalami pasang surut tetapi
keberadaannya berlangsung sampai lebih dari 13 abad.
Kekhalifahanpun berakhir ketika ada yang berkhianat di
dalamnya.
Jadi di era G-Zero World sebenarnya yang berpeluang
memimpin dunia adalah negara-negara yang bisa bersatu
dalam iman, dan beramal shaleh berupa karya nyata
memberi solusi-solusi yang ditunggu dunia saat ini.
Tetapi karena negara-negara yang menggunakan keimanan
sebagai dasar negaranya belum banyak, yang belum
banyak inipun belum ada tanda-tanda mau bersekutu
dengan sesamanya – maka persekutuan itu bisa kita mulai
dari orang-orangnya.
Dunia ini menuju ke kerusakan karena belum ada yang
memimpin ke arah sebaliknya, inilah sesungguhnya peran
kita yang diajak bicara oleh Allah untuk memakmurkan
bumi itu.
“… Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan
menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah
ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya.
Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi
memperkenankan (doa hamba-Nya)." (QS 11 :61)
Mereka sudah menghancurkan dunianya dengan tangan
mereka sendiri, yang ditunggu tinggal tangan-tangan kaum
mukminin untuk menggantikannya dengan kemakmuran.
Tangan-tangan kitakah itu ? semoga demikian.
Kalau toh tangan-tangan kita masih terlalu lemah
dibandingkan tugas yang ada, umur-umur kita mungkin
tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang
diamanahkan ke kita tersebut diatas – setidaknya kita mulai
dari yang kita bisa, mencanangkan visi dan meluruskan
niat, memetakan jalan yang akan kita dan anak cucu kita
lalui kedepan. InsyaAllah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar