Minggu, 15 Juli 2012

2Keutamaan shoum ramadhan 1433H

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT,
Setiap ibadah dalam Islam memiliki keutamaan
masing-masing. Demikian pula dengan puasa yang
telah diwajibkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
ُﺮْﻬَﺷ َﻥﺎَﻀَﻣَﺭ ﻱِﺬَّﻟﺍ ِﻪﻴِﻓ َﻝِﺰْﻧُﺃ ُﻥَﺁْﺮُﻘْﻟﺍ ﻯًﺪُﻫ
ٍﺕﺎَﻨِّﻴَﺑَﻭ ِﺱﺎَّﻨﻠِﻟ َﻦِﻣ ِﻥﺎَﻗْﺮُﻔْﻟﺍَﻭ ﻯَﺪُﻬْﻟﺍ ْﻦَﻤَﻓ
َﺪِﻬَﺷ ُﻢُﻜْﻨِﻣ َﺮْﻬَّﺸﻟﺍ ُﻪْﻤُﺼَﻴْﻠَﻓ
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya
diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu
dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).
Krena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan
itu, maka berpuasalah… (QS. Al-Baqarah : 185)
Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan puasa :
1. Amal mulia yang pahalanya akan dibalas
langsung dari Allah SWT
Jika amal-amal lain telah disebutkan pahalanya oleh
Allah SWT, ternyata pahala puasa akan langsung
diberikan Allah SWT tanpa diberitakan terlebih dahulu
berapa batasan pahalanya. Ibarat seseorang yang
bekerja dan telah disebutkan gajinya sekian dan
sekian, maka kita bisa memperkirakan berapa hasil
yang diperoleh. Tetapi saat owner perusahaan atau
bos kita mengatakan "bekerjalah dan saya langsung
yang akan memberikan gajimu" bisa jadi hasil yang
kita dapatkan di luar dugaan kita, tergantung
bagaimana kualitas kerja kita.
Shadaqah misalnya, sudah disebutkan Allah SWT
tentang pahalanya :
ُﻞَﺜَﻣ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻥﻮُﻘِﻔْﻨُﻳ ﻲِﻓ ْﻢُﻬَﻟﺍَﻮْﻣَﺃ ِﻞﻴِﺒَﺳ ِﻪَّﻠﻟﺍ
ِﻞَﺜَﻤَﻛ ْﺖَﺘَﺒْﻧَﺃ ٍﺔَّﺒَﺣ َﻊْﺒَﺳ ﻲِﻓ َﻞِﺑﺎَﻨَﺳ ٍﺔَﻠُﺒْﻨُﺳ ِّﻞُﻛ
ُﺔَﺌِﻣ ٍﺔَّﺒَﺣ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ُﻒِﻋﺎَﻀُﻳ ْﻦَﻤِﻟ ُﺀﺎَﺸَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ
ٌﻊِﺳﺍَﻭ ٌﻢﻴِﻠَﻋ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-
orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir
seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi
siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-
Baqarah : 261)
Sedangkan untuk puasa ini, Allah SWT berfirman
melalui hadits qudsi :
َﻝﺎَﻗ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُّﻞُﻛ ِﻞَﻤَﻋ ِﻦْﺑﺍ َﻡَﺩﺁ ُﻪَﻟ َّﻻِﺇ َﻡﺎَﻴِّﺼﻟﺍ ،
ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ﻰِﻟ ، ﻯِﺰْﺟَﺃ ﺎَﻧَﺃَﻭ ِﻪِﺑ
Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam untuknya
kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku yang akan
membalasnya…" (Muttafaq 'Alaih)
Tidakkah kita termotivasi untuk berpuasa sebaik-
baiknya, memelihara keikhlasan dalam
menjalankannya dan karenanya kita akan
mendapatkan perhitungan langsung dari Allah SWT
yang boleh jadi jauh lebih hebat dari pada apa yang
kita duga?
2. Bau mulut orang yang puasa lebih baik di sisi
Allah daripada minyak misik
Meskipun manusia tidak menyukai bau mulut orang
yang berpuasa karena tidak sedap, tetapi di sisi Allah
SWT itu lebih baik dan lebih harum dari pada minyak
misik. Nabi SAW bersabda :
ﻯِﺬَّﻟﺍَﻭ ﻰِﺴْﻔَﻧ ِﻩِﺪَﻴِﺑ ُﻑﻮُﻠُﺨَﻟ ِﻢَﻓ ِﻢِﺋﺎَّﺼﻟﺍ ُﺐَﻴْﻃَﺃ
َﺪْﻨِﻋ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ْﻦِﻣ ِﺢﻳِﺭ ِﻚْﺴِﻤْﻟﺍ
Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-
Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih
harum di sisi Allah daripada harumnya minyak
misik… (Muttafaq 'Alaih)
Tidakkah kita mau berbangga di hadapan Allah SWT
dengan mulut yang berbau harum? Yang dengannya
kita dikenali sebagai hamba-Nya yang berpuasa dan
memiliki keutamaan saat banyak orang pada hari
kiamat dicekam dengan ketakutan dan kekhawatiran.
3. Orang yang puasa akan mendapat dua
kegembiraan
Rasulullah SAW bersabda :
ِﻢِﺋﺎَّﺼﻠِﻟ ِﻥﺎَﺘَﺣْﺮَﻓ ﺎَﻤُﻬُﺣَﺮْﻔَﻳ ﺍَﺫِﺇ َﺮَﻄْﻓَﺃ َﺡِﺮَﻓ ، ﺍَﺫِﺇَﻭ
َﻰِﻘَﻟ ُﻪَّﺑَﺭ َﺡِﺮَﻓ ِﻪِﻣْﻮَﺼِﺑ
Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan;
ketika berbuka dia gembira dengan bukanya dan
ketika bertemu Tuhannya dia gembira dengan
puasanya. (Muttafaq 'Alaih)
Itulah dua kegembiraan. Saat berbuka, rasa lapar dan
haus yang ditahan selama seharian hilang seketika.
Bahkan, saat-saat yang paling nikmat adalah pada
tegukan pertama saat kita berbuka. Rasa panas
karena dehidrasi juga terobati saat berbuka.
Kenikmatan ini tidak pernah dirasakan oleh orang
yang tidak berpuasa.
Demikian juga kegembiraan ketika bertemu Allah di
akhirat nanti. Segala ketakutan dan kekhawatiran
sirna sebagaimana sirnanya rasa haus dan lapar saat
berbuka. Segala kesusahan dan penderitaan saat
hidup di dunia akan hilang sebagaimana hilangnya
kepenatan dan rasa panas saat berbuka.
4. Memasukkan pelakunya ke dalam surga
Suatu hari Abu Umamah datang kepada Nabi SAW
dan bertanya tentang amal yang bisa
memasukkannya ke surga. Imam Ahmad, Nasa'i dan
Hakim meriwayatkan dalam hadits berikut ini:
ْﻦَﻋ ﻰِﺑَﺃ َﻝﺎَﻗ َﺔَﻣﺎَﻣُﺃ ُﺖْﻴَﺗَﺃ َﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ-
ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ -ﻢﻠﺳﻭ ﻰِﻧْﺮُﻣ ُﺖْﻠُﻘَﻓ ٍﻞَﻤَﻌِﺑ
ﻰِﻨُﻠِﺧْﺪُﻳ .َﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻝﺎَﻗ » َﻚْﻴَﻠَﻋ ِﻡْﻮَّﺼﻟﺎِﺑ ُﻪَّﻧِﺈَﻓ َﻻ
َﻝْﺪِﻋ ُﻪَﻟ .« َّﻢُﺛ ُﻪُﺘْﻴَﺗَﺃ َﺔَﻴِﻧﺎَّﺜﻟﺍ َﻝﺎَﻘَﻓ » َﻚْﻴَﻠَﻋ
ِﻡﺎَﻴِّﺼﻟﺎِﺑ »
Dari Abu Umamah berkata: Saya datang kepada
Rasulullah SAW, maka saya berkata: "Perintahkan
kepada saya dengan sebuah amal yang dapat
memasukkan saya ke dalam surga!" Rasulullah SAW
menjawab: "Berpuasalah, sesungguhnya tiada
tandingan baginya" Kemudian saya datang untuk
kedua kalinya, maka Beliau berkata: "Berpuasalah"
(HR. Ahmad, Nasa'i dan Hakim dan dia
menshahihkannya)
Tidakkah kita ingin dimasukkan Allah ke surga yang
kenikmatannya sangat luar biasa hingga membuat
setiap orang yang mengetahuinya akan memiliki
kecintaan pada surga ?
5. Puasa sehari di jalan Allah menjauhkan
pelakunya dari neraka sejauh tujuh puluh musim
Diantara keutamaan puasa adalah menjauhkan
pelakunya dari neraka. Satu hari puasa setara dengan
penambahan jarak sejauh tujuh puluh musim dari
neraka.
ﺎَﻣ ْﻦِﻣ ٍﺪْﺒَﻋ ُﻡﻮُﺼَﻳ ﺎًﻣْﻮَﻳ ﻰِﻓ ِﻞﻴِﺒَﺳ ِﻪَّﻠﻟﺍ َّﻻِﺇ
َﺪَﻋﺎَﺑ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻚِﻟَﺬِﺑ ِﻡْﻮَﻴْﻟﺍ ُﻪَﻬْﺟَﻭ ِﻦَﻋ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ َﻦﻴِﻌْﺒَﺳ
ﺎًﻔﻳِﺮَﺧ
Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan
Allah kecuali Allah menjauhkan wajahnya dengan
hari itu dari api neraka tujuh puluh musim. (HR.
Jama'ah kecuali Abu Dawud)
Tidakkah kita ingin dijauhkan dari neraka yang
kedahsyatannya sangat luar biasa hingga membuat
setiap orang yang mengetahuinya akan takut pada
siksa neraka ?
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Demikianlah 5 keutamaan puasa. Semoga dengan
mengetahui keutamaan-keutamaan puasa tersebut
kita semakin semangat berpuasa dan senantiasa
ikhlas dalam menjalankannya.
Jangan sampai kita yang telah mendapat ilmu
kemudian terhalang dari mengamalkannya, maka
ilmu kita menjadi tidak manfaat. Karenanya marilah
kita berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah
SAW :
ﻰِّﻧِﺇ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ُﺫﻮُﻋَﺃ َﻚِﺑ ْﻦِﻣ ٍﻢْﻠِﻋ َﻻ ُﻊَﻔْﻨَﻳ ْﻦِﻣَﻭ
ٍﺐْﻠَﻗ َﻻ ُﻊَﺸْﺨَﻳ ٍﺲْﻔَﻧ ْﻦِﻣَﻭ َﻻ ُﻊَﺒْﺸَﺗ ٍﺓَﻮْﻋَﺩ ْﻦِﻣَﻭ
َﻻ ُﺏﺎَﺠَﺘْﺴُﻳ ﺎَﻬَﻟ
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu
dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak
khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa
kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan. (HR.
Muslim)
Wallaahu a'lam bish shawab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar